Bupati Don Berpesan kepada Generasi Muda agar terus Relevan dan Tidak Menjadi Usang Featured

 

 

 

 

 
 
Pesan itu disampaikan dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo Tahun 2020 di Aula Kantor Camat Wolowae, Rabu (20 Maret 2019). 
 
 
Menurutnya, kesiapan generasi muda untuk bisa menjadi relevan dan tidak usang oleh zaman, salah satunya, ditentukan juga oleh pendampingan pada masa kecil.
 
 "Salah satu isu yang sangat penting  adalah parenting, anak harus didampingi dengan benar sejak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), "tegasnya.
 
"Indikatornya, pada usia kelas dua SD, anak harus sudah bisa membaca, menyimak dan menceritakan kembali apa yang dibacanya tersebut, " tambahnya.
 
 
Kepada salah satu kepala sekolah yang hadir, Ia berpesan agar pada saat mengevaluasi kegiatan belajar, harus jujur memotret kondisi apa adanya. 
 
"Jangan takut untuk tidak disenangi oleh orang tua, kepala dinas bahkan bupati sekalipun, agar kita tahu dan bisa memulai dari sesuatu yang riil, "lanjutnya.
 
Menyinggung soal proporsi perencanaan, Ia berharap agar usulan kegiatan nonfisik seperti pengembangan pengetahuan dan keterampilan baru haruslah seimbang dengan yang bersifat fisik. 
 
 
"Alokasikan juga untuk peningkatan SDM dan kegiatan nonfisik lainnya, "himbaunya.
 
 
Disebutkannya pula bahwa kesalahan dalam melihat hal tersebut dapat berakibat sulit bersaingnya generasi muda di kemudian hari dalam era yang penuh dengan persaingan.
 
 
Bupati Don kemudian memotivasi semua peserta yang ada agar demi perubahan, tidak takut mengambil risiko. 
 
"Tetapkan mimpi besarmu, mulailah dengan tindakan kecil dan lakukan sekarang juga, "pesannya disambut tepukan tangan forum musrenbang tersebut.
 
Ia berpesan kepada para pencari kerja Nagekeo saat ini, tanpa kecuali, untuk terus menambah pengetahuan dan keterampilan agar bisa bersaing di sektor pemerintahan maupun swasta.  
 
Secara khusus, Ia menyebut bahwa para tenaga kesehatan yang jumlahnya berlimpah saat ini, sebenarnya berpotensi untuk bekerja di sektor industri pariwisata baik di dalam maupun luar negeri.
 
"Asal terus belajar hospitality dan salah satunya mengasah kemampuan berbahasa asing, karena dunia sekarang berbeda dari masa lalu, semuanya serba berubah cepat, "terangnya sambil memberikan syarat. 
 
Sebelumnya, Vitalis Bay, Sekretaris Camat Wolowae, selaku ketua panitia melaporkan bahwa musrenbang bertujuan untuk menyebarkan gambaran arah dan kebijakan umum daerah, mekanisme dan prosedur prioritas usulan tahun 2020 dan evaluasi atas sebaran program tahun 2019 di wilayah kecamatan. Dirincikannya pula semua pemangku kepentingan yang diundang dalam forum bermartabat tersebut.
 
Tampak hadir  pada kegiatan tersebut para pejabat dari berbagai perangkat daerah terkait. Namun, seperti yang disesalkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Ferdinandus Sadha, sampai dengan menjelang acara selesai belum satu orangpun para anggota DPRD Kabupaten Nagekeo  mengonfirmasi kehadirannya. 
 
Senada dengan itu salah satu tokoh muda Wolowae lainnya, Yohanes Siga, mengaku kecewa. Karena menurutnya, momen tersebut sangat tepat bagi masyarakat untuk mendengarkan secara resmi dan terbuka seberapa jauh aspirasi mereka telah diperjuangkan.
 
Sebelum kegiatan musrebangcam tersebut berakhir, Dokter Don (begitulah nama itu akrab di telinga rakyat Nagekeo) bergegas pamit untuk menyongsong rombongan tamu kehormatan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang sedang menuju Ibukota Mbay dalam rangka kegiatan Rapat Kerja Teknis Tingkat Provinsi NTT.

Last modified on Thursday, 21 March 2019 11:41

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo