Kota Mbay Kedatangan Banyak Tamu dari Pusat dan Daerah se-NTT Featured

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dua hari terakhir suasana Kota Mbay berubah lebih ramai dari biasanya. Beberapa hotel penuh terisi. 
 
 
Pasalnya, sejak Rabu (20  Maret 2019), Nagekeo menjadi Tuan Rumah kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Sektor Perhubungan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Datang dalam kegiatan ini para pejabat pusat maupun provinsi. Di antaranya,  staf ahli Kementerian Perhubungan Bidang Energi Lingkungan Teknologi, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Staf khusus Gubernur NTT, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Wakapolres Ngada, Dandim 1625/Ngada, Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa dan utusan dari 22 kabupaten/kota. 
 
 
Pada hari pertama kedatangan mereka, para tamu VIP dijemput dari Bandara Hasan Aruboesman Ende dan diterima Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, di rumah jabatannya. Kemudian bersama bupati, rombongan itu bergerak menuju Aula Setda Nagekeo untuk bergabung dengan perwakilan dari 21 Kabupaten dan 1 Kota di seluruh Provinsi NTT yang sudah menunggu untuk acara Gala Dinner. 
 
 
Untuk menghormati tetamu istimewanya, Bupati Don menyuguhkan tarian penyambutan spesial dari Sanggar Kreatif SMPS Hanura Danga dari ruang lobi hingga ke panggung pentas. Malam itu semakin spesial karena, tidak seperti biasanya, menu makanan yang disajikan sepenuhnya lokal dan non-beras dalam wadah hasil kerajinan rakyat Nagekeo sendiri, wati. 
 
 
Bupati Don menyapa para tamu yang mengisi meja-meja bundar yang tersedia dengan kata sambutan singkat. Ia menjelaskan visinya dalam membangun kepariwisataan daerah yang sangat membutuhkan dukungan sarana transportasi darat, laut maupun udara. 
 
Ia mengutarakan tekadnya untuk menjadikan Mbay sebagai gerbang utama (main gate) bagi pariwasata daratan Flores - Lembata (Flores Mainland).
 
Sementara itu, bertindak selaku tamu kehormatan, Staf Khusus Gubernus NTT, Prof. Daniel Kameo dari Universitas Duta Wacana Kupang, mengatakan bahwa NTT, khususnya Nagekeo, memiliki semua potensi untuk mewujudkan mimpi itu. 
 
 
"Asal kita bisa mengubah mindset dan berjuang keras melawan stigma sebagai provinsi yang miskin, "katanya. Karena hal itu, menurutnya, merupakan penyebab utama yang membuat daerah sulit majudan bersaing. 
 
 
Keesokan harinya atau tepatnya kemarin Kamis (21 Maret 2019),  bupati mengajak rombongan VIP meninjau lokasi tambak garam Waekokak,  Bandara  dan Pelabuhan Marapokot. 
 
 
Melihat langsung prospek pengembangan transportasi, baik darat, laut maupun udara, dari dekat, Staf Ahli Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono,  mengaku kagum terhadap potensi yang dimiliki Nagekeo.  
 
"Sayang kalau semua ini tidak cepat diurus, Pak Dokter. Dengan posisi geostrategis yang ada dan panorama alam sabana yang eksotik, masyarakat Bapak seharusnya bisa segera dibantu keluar menuju perubahan besar, "ungkapnya tulus.
 
 
Saat berpisah di teras Hotel Pepita kembali ke Jakarta, berulang-ulang Staf Ahli tersebut berjanji kepada Bupati untuk memberikan segala dukungan dalam mewujudkan pembangunan bandara dan pelabuhan, jika semua persyaratan terpenuhi. 
 
 
Sementara para peserta dari semua kabupaten/kota terus berada di Aula Pertemuan. Rapat yang bertemakan: "Peran Transportasi dalam Mendukung Konektivitas dan Keterpaduan antar Moda dalam Pengembangan Kepariwisataan di Provinsi Nusa Tenggara Timur" itu dipadati  dengan berbagai agenda dan  berlangsung sehari penuh pada Kamis, 21 Maret 2019 di  Ruang Pertemuan Hotel Pepita. 
 
Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Alex Jata, salah satu agenda menariknya adalah perjalanan wisata para peserta menuju 17 Pulau Riung Kabupaten Ngada melalui jalur laut.
 
"Pada Jumat (22 Maret 2019) pagi, rombongan akan bergerak menuju Riung dan sebelumnya melintasi obyek wisata Nagekeo, Pulau Pasir Rii Taa menggunakan perahu motor, "sebutnya.
 
Kata Alex, hal itu membuktikan bahwa Pemda Nagekeo serius mewujudkan visi pariwisata daerah, di mana Mbay dijadikan sebagai pintu gerbang yang menjual paket-paket wisata daerah-daerah lain se-Flores-Lembata.
 
Sebelum perjalanan wisata tersebut, Rakornis telah ditutup secara resmi oleh Kadis Alex, mewakili Bupati Nagekeo, pada malam harinya.

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo