Para Pejabat Administrator dan Pengawas Terlantik Mendapat Tantangan Baru dari Bupati Don Featured

BERITA (1)

 

Tujuh bulan lebih sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo merupakan waktu yang cukup bagi dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes dan Marianus Waja, SH untuk mengenal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpinnya. Dalam rangka pendayagunaan dan peningkatan kinerja birokrasi pada lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, kemarin (Senin, 29 Juli 2019), bertempat di Aula Naratama Sekretariat Daerah, 11 Pejabat Eselon III dan 4 orang Eselon IV dilantik untuk menduduki jabatan administrator dan pengawas di sejumlah perangkat daerah.

Disaksikan oleh Wabup Marianus, Penjabat Sekda Drs. Bernad Dinus Fansiena, MT, para kepala perangkat daerah, para rohaniwan/ulama dan perwakilan Forkopimda Ngada-Nagekeo, Bupati Nagekeo menitipkan sejumlah agenda aktual daerah yang wajib mereka tuntaskan bersama kepala perangkat daerah masing-masing. Atas dasar penilaian yang cermat selama ini, setiap pejabat diberikan tantangan spesifik sesuai tugas pokok dan fungsinya, satu demi satu.

Kepada Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan yang baru, Kasimirus Dhoy, S.E., Bupati Don mengingatkan agar pekerjaan Kepala Badan dapat dibantu sepenuhnya.

"Tidak boleh ada yang terabaikan dan harus berpedoman benar pada Renstra dan RPJMD, "tegasnya tentang penyelesaian berbagai dokumen perencanaan dan penganggaran, baik Tahun 2019 maupun 2020.

Para pejabat pada Dinas Pertanian mendapat giliran kedua. Kepada mereka diingatkan mengenai agenda besar saat ini, yakni Menyukseskan Program Gilir Tanam di Sekunder 1 - Irigasi Mbay yang dikenal dengan Program 1000 Hektare Jagung. Data luas lahan, luas tanam, serta kepemilikan sertifikat, menurutnya, harus akurat.

"Menggandeng Nakertrans dan Dinas Sosial, turun ke lapangan untuk mencatat betul keluarga-keluarga yang terpaksa tinggal di sawah, menyewa lahan di sawah karena mereka tidak mempunyai lahan kering dan lahan garapan, "perintahnya lugas. Ia mengatakan bahwa para petani yang tidak memiliki lahan tersebut telah Ia identifikasi sejak awal dan ditemukannya kebanyakan dari pihak anak perempuan dalam keluarga.

Ia lalu menyapa Maksimilianus Betu, Sos, Sekretaris Dinas Sosial yang baru dengan ajakan, "Pak Maksi, turun ke sawah, lihat betul tenaga kerja yang ada di sana, bagaimana mereka memperoleh nafkah dari pekerjaan di lahan sawah berupa Sore Kasih (SK)."

Ditambahkan pula bahwa banyak fenomena sosial-ekonomi yang bisa dipelajari dalam program 1000 hektare jagung. "Termasuk jual beli lahan ilegal, "imbuhnya sambil membeberkan fakta persoalan penataan dan pembagian lahan di Wilayah Irigasi Mbay.

Ia juga mengatakan bahwa Dinas Pertanian bertanggung jawab atas ketersediaan dan distribusi pangan untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting.

"Hari Senin lalu saya berbicara dengan Ibu Sherly di KB untuk membantu Kepala KB, Pak Syukur, untuk lebih bergerak ke hulu menyiapkan calon ibu sebelum menikah, "Ia mengulang amanatnya kepada Dra. Sesilia Nuwa saat dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, satu minggu sebelumnya.

Di bidang sosial, Ia sekali lagi menginstruksikan Sekretaris Dinas Sosial yang baru agar benar-benar mengunjungi setiap penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Nagekeo.

"Saya minta yang pertama, kunjungi seorang yang bernama Ibu Maria Wula di Kampung Bumu Desa Ua, setelah Pak Maksi mengunjungi itu baru diskusi dengan saya, apa yang saya maksudkan dengan pekerjaan kalian yang ada di Dinas Sosial."

Maria Wula adalah salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial yang Ia kunjungi saat blusukan di masa kampanye lalu. Diingatkannya pula bahwa kelompok ini berpeluang melahirkan kelompok stunting yang sulit berfikir dan rentan terhadap profokasi.

Kepada Sekretaris Dinas Perumahan Perumahan Rakyat dan Permukiman Wilayah, Epidiana Nago, A.Md, Bupati mengingatkan agar bersama kepala dinasnya memastikan agar setiap bantuan perumahan jatuh pada orang yang benar-benar membutuhkan.

Ia menitipkan pesan agar kegiatan identifikasi keluarga yang tidak memiliki rumah layak huni dilakukan serentak dengan pendataan kepemilikan lahan di Sekunder 1 - Irigasi Mbay.

"Kalau belum mendapatkan lokasi baru, tolong ini dimasukkan dalam skema Malaputi atau Malasera, "imbaunya.Untuk dikeetahui, saat ini Pemda Nagekeo sedang menyelesaikan persoalan di kedua lokasi tersebut dengan pihak pengembang.

Setelah itu, kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Festina Andriati, S.Pd., Bupati menitipkan kesuksesan Gerakan Literasi Sekolah dan Gerakan 15 Menit Membaca. Ditambahkannya pula bahwa sekolah harus dilibatkan dalam menciptakan lingkungan kota yang bebas dari masalah sampah.

"Ibu Andri, saya mengembalikan Ibu ke sana, saya mengetahui minat, passion, hati dan pikiran Ibu terhadap pendidikan terutama pendidikan luar sekolah, "sapanya.

Selanjutnya kepada Laurentius Y. Ndoa, S. Sos., Bupati Don mengatakan, "Pak, Laurens, Saya mengutus Pak Laurens ke sana bukan tanpa alasan."

Mantan Camat Keo Tengah ini dilantik menjadi Inspektur Pembantu Wilayah I karena yang bersangkutan dinilai mampu memerbaiki tugas pokok dan fungsi yang selama ini tidak berjalan di Inspektorat. Menurutnya, Inspektorat harus dibuat menjadi institusi model bagi perangkat daerah lain, bukan sebaliknya.

Sementara Camat Keo Tengah yang baru, Hildegardis Mutha Kasi, S.IP, MPA, wanita kedua di Nagekeo yang menjadi camat, diharapkan Bupati agar mengaplikasikan pengalamannya selama menjadi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Menurut Bupati Don, pembuktiannya terletak pada kemampuan untuk memaksimalkan prestasi-prestasi masyarakat, termasuk menghidupkan industri sabun yang pernah ada di masa lalu. Di samping itu, tantangan lainnya yang diberikan kepada wanita Nagekeo kedua yang menjadi camat ini, adalah membuat kapasitas industri Cokelat Kobar menjadi lebih besar sehingga memenuhi permintaan pasar luar daerah.

"Dorong masyarakat di sana mencapai puncak-puncak prestasi mereka. Ibu sudah tahu bagaimana mengatur resource allocation dulu di Bappeda, dan ketika berada di bawah, di lapangan dan ini saya sebut laboratorium, Ibu Hilde, laboratorium juga buat saya, kembangkan betul dan saya akan bantu at all cost, "tekadnya.

Bupati Don berharap agar semua pejabat langsung bekerja cepat, cerdas dan cermat karena pada saatnya Ia akan menagih hasilnya. Ia tidak melantik pejabat dalam jumlah besar agar mengarahkan fokus para pejabat menukik pada persoalan-persoalan aktual.

BERITA (2)

BERITA (3)

BERITA (4)

 

Last modified on Tuesday, 30 July 2019 06:47

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo