Berita Terkini

Berita Terkini (11)

BERITA (1)

 

Tujuh bulan lebih sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo merupakan waktu yang cukup bagi dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes dan Marianus Waja, SH untuk mengenal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpinnya. Dalam rangka pendayagunaan dan peningkatan kinerja birokrasi pada lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, kemarin (Senin, 29 Juli 2019), bertempat di Aula Naratama Sekretariat Daerah, 11 Pejabat Eselon III dan 4 orang Eselon IV dilantik untuk menduduki jabatan administrator dan pengawas di sejumlah perangkat daerah.

Disaksikan oleh Wabup Marianus, Penjabat Sekda Drs. Bernad Dinus Fansiena, MT, para kepala perangkat daerah, para rohaniwan/ulama dan perwakilan Forkopimda Ngada-Nagekeo, Bupati Nagekeo menitipkan sejumlah agenda aktual daerah yang wajib mereka tuntaskan bersama kepala perangkat daerah masing-masing. Atas dasar penilaian yang cermat selama ini, setiap pejabat diberikan tantangan spesifik sesuai tugas pokok dan fungsinya, satu demi satu.

Kepada Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan yang baru, Kasimirus Dhoy, S.E., Bupati Don mengingatkan agar pekerjaan Kepala Badan dapat dibantu sepenuhnya.

"Tidak boleh ada yang terabaikan dan harus berpedoman benar pada Renstra dan RPJMD, "tegasnya tentang penyelesaian berbagai dokumen perencanaan dan penganggaran, baik Tahun 2019 maupun 2020.

Para pejabat pada Dinas Pertanian mendapat giliran kedua. Kepada mereka diingatkan mengenai agenda besar saat ini, yakni Menyukseskan Program Gilir Tanam di Sekunder 1 - Irigasi Mbay yang dikenal dengan Program 1000 Hektare Jagung. Data luas lahan, luas tanam, serta kepemilikan sertifikat, menurutnya, harus akurat.

"Menggandeng Nakertrans dan Dinas Sosial, turun ke lapangan untuk mencatat betul keluarga-keluarga yang terpaksa tinggal di sawah, menyewa lahan di sawah karena mereka tidak mempunyai lahan kering dan lahan garapan, "perintahnya lugas. Ia mengatakan bahwa para petani yang tidak memiliki lahan tersebut telah Ia identifikasi sejak awal dan ditemukannya kebanyakan dari pihak anak perempuan dalam keluarga.

Ia lalu menyapa Maksimilianus Betu, Sos, Sekretaris Dinas Sosial yang baru dengan ajakan, "Pak Maksi, turun ke sawah, lihat betul tenaga kerja yang ada di sana, bagaimana mereka memperoleh nafkah dari pekerjaan di lahan sawah berupa Sore Kasih (SK)."

Ditambahkan pula bahwa banyak fenomena sosial-ekonomi yang bisa dipelajari dalam program 1000 hektare jagung. "Termasuk jual beli lahan ilegal, "imbuhnya sambil membeberkan fakta persoalan penataan dan pembagian lahan di Wilayah Irigasi Mbay.

Ia juga mengatakan bahwa Dinas Pertanian bertanggung jawab atas ketersediaan dan distribusi pangan untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting.

"Hari Senin lalu saya berbicara dengan Ibu Sherly di KB untuk membantu Kepala KB, Pak Syukur, untuk lebih bergerak ke hulu menyiapkan calon ibu sebelum menikah, "Ia mengulang amanatnya kepada Dra. Sesilia Nuwa saat dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, satu minggu sebelumnya.

Di bidang sosial, Ia sekali lagi menginstruksikan Sekretaris Dinas Sosial yang baru agar benar-benar mengunjungi setiap penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Nagekeo.

"Saya minta yang pertama, kunjungi seorang yang bernama Ibu Maria Wula di Kampung Bumu Desa Ua, setelah Pak Maksi mengunjungi itu baru diskusi dengan saya, apa yang saya maksudkan dengan pekerjaan kalian yang ada di Dinas Sosial."

Maria Wula adalah salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial yang Ia kunjungi saat blusukan di masa kampanye lalu. Diingatkannya pula bahwa kelompok ini berpeluang melahirkan kelompok stunting yang sulit berfikir dan rentan terhadap profokasi.

Kepada Sekretaris Dinas Perumahan Perumahan Rakyat dan Permukiman Wilayah, Epidiana Nago, A.Md, Bupati mengingatkan agar bersama kepala dinasnya memastikan agar setiap bantuan perumahan jatuh pada orang yang benar-benar membutuhkan.

Ia menitipkan pesan agar kegiatan identifikasi keluarga yang tidak memiliki rumah layak huni dilakukan serentak dengan pendataan kepemilikan lahan di Sekunder 1 - Irigasi Mbay.

"Kalau belum mendapatkan lokasi baru, tolong ini dimasukkan dalam skema Malaputi atau Malasera, "imbaunya.Untuk dikeetahui, saat ini Pemda Nagekeo sedang menyelesaikan persoalan di kedua lokasi tersebut dengan pihak pengembang.

Setelah itu, kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Festina Andriati, S.Pd., Bupati menitipkan kesuksesan Gerakan Literasi Sekolah dan Gerakan 15 Menit Membaca. Ditambahkannya pula bahwa sekolah harus dilibatkan dalam menciptakan lingkungan kota yang bebas dari masalah sampah.

"Ibu Andri, saya mengembalikan Ibu ke sana, saya mengetahui minat, passion, hati dan pikiran Ibu terhadap pendidikan terutama pendidikan luar sekolah, "sapanya.

Selanjutnya kepada Laurentius Y. Ndoa, S. Sos., Bupati Don mengatakan, "Pak, Laurens, Saya mengutus Pak Laurens ke sana bukan tanpa alasan."

Mantan Camat Keo Tengah ini dilantik menjadi Inspektur Pembantu Wilayah I karena yang bersangkutan dinilai mampu memerbaiki tugas pokok dan fungsi yang selama ini tidak berjalan di Inspektorat. Menurutnya, Inspektorat harus dibuat menjadi institusi model bagi perangkat daerah lain, bukan sebaliknya.

Sementara Camat Keo Tengah yang baru, Hildegardis Mutha Kasi, S.IP, MPA, wanita kedua di Nagekeo yang menjadi camat, diharapkan Bupati agar mengaplikasikan pengalamannya selama menjadi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Menurut Bupati Don, pembuktiannya terletak pada kemampuan untuk memaksimalkan prestasi-prestasi masyarakat, termasuk menghidupkan industri sabun yang pernah ada di masa lalu. Di samping itu, tantangan lainnya yang diberikan kepada wanita Nagekeo kedua yang menjadi camat ini, adalah membuat kapasitas industri Cokelat Kobar menjadi lebih besar sehingga memenuhi permintaan pasar luar daerah.

"Dorong masyarakat di sana mencapai puncak-puncak prestasi mereka. Ibu sudah tahu bagaimana mengatur resource allocation dulu di Bappeda, dan ketika berada di bawah, di lapangan dan ini saya sebut laboratorium, Ibu Hilde, laboratorium juga buat saya, kembangkan betul dan saya akan bantu at all cost, "tekadnya.

Bupati Don berharap agar semua pejabat langsung bekerja cepat, cerdas dan cermat karena pada saatnya Ia akan menagih hasilnya. Ia tidak melantik pejabat dalam jumlah besar agar mengarahkan fokus para pejabat menukik pada persoalan-persoalan aktual.

BERITA (2)

BERITA (3)

BERITA (4)

 

GUBERNUR NTT DUKUNG FESTIVAL LITERASI NAGEKEO DIGELAR SETIAP TAHUN DAN SIAPKAN PUBLIKASI EKSPONENSIAL

WhatsApp Image 2019 04 28 at 3.07.00 PM 1

 

 

 

Tidak main-main tekad Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mewujudkan kebangkitan dan perubahan di wilayahnya. Dalam rangka menciptakan lompatan-lompatan besar, Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan.

Melalui pariwisata, banyak langkah besar yang akan dilakukan. Salah satunya adalah Festival dan Expo Literasi Nagekeo 2019 yang menurut rencana akan diselenggarakan 10 Agustus 2019 mendatang.

Terkait dengan event nasional tersebut, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, sebelumnya telah melaksanakan serangkaian koordinasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Pada tanggal 11 April 2019 lalu, Ia sukseskan Soft-Launching di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pada momen yang dihadiri salah satunya oleh Abang dan None Jakarta tersebut, Ia menganugerahkan penghargaan kepada Ibu Julia Sutrisno sebagai Pelopor Literasi Tenun Ikat Nagekeo dan Mantan Bupati Nagekeo, Drs. Elias Djo, sebagai Pelopor Gerakan Literasi Nagekeo.

Pada hari Jumat (26 April 2019), kedua pucuk pimpinan daerah itu menggelar pertemuan koordinasi di ruang kerja gubernur.

"Semua bupati wajib ikut dalam kegiatan ini," tegas Gubernur. Ia kemudian mengingatkan para pejabat lingkup setda Provinsi yang turut hadir agar segera berkoordinasi dan lakukan sosialisasi kepada semua perangkat daerah dan kepala daerah se-NTT.

Karena kegiatan ini memiliki dampak yang besar bagi NTT, gubernur bertekad dan sangat berharap agar semua kekuatan dan elemen masyarakat memgambil bagian secara aktif, mulai dari persiapan, promosi dan pelaksanaan nanti.

"Ajak pihak Gereja, bupati, para bloggers dan semua ASN untuk viralkan ini, buatkan broadcasting yang eksponensial di mana penggiat medsos yang akan ikut memberikan tanggapan tembusan angka 1 juta, "lanjutnya.

Selain tokoh agama, Ia mengharapkan agar para bupati melibatkan berbagai pelaku dan fasilitator pembangunan di setiap desa dan kabupaten.

"Panggil PKH (Pendamping Program Keluarga Harapan), pendamping desa, PKK dan lainnya, "pungkasnya.

Tak lupa Ia mewajibkan semua, baik pengunjung maupun penampil, untuk berbusana adat dari berbagai daerah di NTT.

Menyambut arahan gubernur, Bupati Don menyatakan bahwa, sebagai tuan rumah, Nagekeo siap munyukseskan kegiatan yang bakal dijadikan even nasional bahkan internasional setiap tahun itu.

"Ini berkat luar biasa buat Nagekeo, terima kasih atas kesempatan hebat ini, "katanya kepada Gubernur.

Bupati Don menyampaikan demikian karena menurutnya, perpustakaan dan literasi dalam arti luas merupakan penyanggah peradaban manusia modern di masa mendatang.

Mendampingi Bupati Nagekeo, aktivis pemberdayaan masyarakat dari Jakarta, Mathias Mboi. Ia ikut menggambarkan content (menu) kegiatan festival.

"Salah satu yang akan memiliki makna penting bagi masyarakat adalah adanya momen deklarasi "NTT Bangkit, Ayo Berubah, "bebernya.

Selepas pertemuan yang berjalan kurang lebih sejam tersebut, Bupati Don, sebagaimana sikap dasarnya selama ini, tidak lagi menyia-nyiakan waktu. Pekerjaan berikutnya, menuju Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT untuk berkoordinasi dan menyampaikan arahan gubernur.

Di ruang kerjanya, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Stef Ratoe Oedjoe, antusias menyatakan bahwa sebagai koordinator utama, Ia siap mengaungkan Festival Literasi Nagekeo.

"Kami akan sounding dulu kepada seluruh peserta Rapat Teknis Kearsipan se-NTT yang akan digelar di Maumere, 21 - 23 Mei mendatang, "tekadnya.

Selanjutnya, hingga malam hari, Bupati Don teruskan pembahasan mengenai topik yang sama di Hotel Sylvia Premier. Kesempatan tersebut Ia manfaatkan untuk menghimpun para pegiat literasi yang kompeten untuk curah pendapat.

WhatsApp Image 2019 04 28 at 3.07.01 PM

WhatsApp Image 2019 04 28 at 3.07.02 PM 1

WhatsApp Image 2019 04 28 at 3.07.03 PM

 

 

 

Bupati Nagekeo Pantau Suasana Pasca-Pemilu

1

Sehari setelah pencoblosan, suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS)  berangsur sepi.  Sebaliknya,  Kantor Camat mulai didatangi para petugas penyelenggara pemilu membawa kotak suara dari desa.

Demikian hasil pantauan lapangan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, di Empat Kecamatan. Pada hari Kamis (18 April 2019),     tinjauan  dimulai dari Kantor Camat Nangaroro.

Camat Nangaroro, Agapitus Bhia Ola, yang ditemui langsung oleh Bupati di ruang kerjanya mengatakan bahwa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sedang menunggu pergerakan logistik dan hasil rekapitulasi dari KPPS.

"Mereka diberi waktu sampai dengan Pukul 24.00 hari ini, "imbuhnya.

Hal itu terbukti setelah Bupati bertemu langsung para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 002 Bhondo Desa Woewutu dan TPS 002 Pombo Desa Tonggo. Para petugas tengah sibuk menyelesaikan administrasi yang diperlukan untuk segera dibawa ke Kantor Camat Nangaroro.

Sementara di TPS  yang terletak di Ujung Timur Kecamatan Keo Tengah, yakni Dusun Ndetumali Desa Kotodirumali, tampak tidak ada lagi aktivitas terkait pemilu. Salah seorang petugas mengatakan bahwa semua urusan di TPS baru saja selesai dan logistik sedang dalam perjalanan menuju Kantor Camat Keo Tengah.

Pukul 11.30 Wita Bupati Don tiba di Kantor Camat Keo Tengah, suasana masih lengang. Ia langsung menyusul Camat Keo Tengah, Laurentius Ndoa, yang baru saja kembali dari Kantor ke rumah pribadinya.

"Apa kabar? Bagaimana suasana sampai dengan saat ini?" tanya Bupati, ingin tahu kondisi terakhir.

Camat Lorens menjelaskan bahwa belum ada satu TPS pun, kecuali TPS Ndetumali, yang menginformasikan bahwa sudah rampungkan urusan administrasi.

"Kami  dalam posisi standby dan terus menunggu, "ujarnya.

Bupati bergerak terus ke arah Barat. Tiba di Maunori Desa Mbaenuamuri, Ia menyapa beberapa tokoh masyarakat dan bertemu langsung para petugas yang sedang tenggelam dalam pengisian aneka format di Kantor Desa Mbaenuamuri.

Charles Sina, tokoh muda asal Oka Desa Mbaenuamuri, mengaku puas dengan penyelenggaraan pemilu kali ini dan mengapresiasi kinerja penyelenggaranya.

"Tidak ada kejadian atau insiden apapun yang berlebihan, Pak Dokter, "lapornya.

Mendaki jalan sepanjang Maunori - Boawae, tidak ditemukan adanya kerumunan massa yang mencolok. Sekumpulan masyarakat sesekali tampak di pinggir jalan. Dalam perjalanan menuju Kantor Camat Boawae, Bupati dua kali berhenti meraih tangan pemuda-pemuda yang duduk berkelompok memperbincangkan hasil pilpres dan pileg. Di Desa Raja Selatan dan Kelurahan Rega.

Camat Boawae, Maria Dua, menerima kunjungan Bupati Nagekeo tersebut pukul 14.13 Wita. Aula terlihat sudah terisi dengan kotak suara dari Desa Rigi dan dua TPS Kelurahan Nageoga. Sementara Bupati  berdiri memantau, kotak suara terus berdatangan dari berbagai desa dan kelurahan.

Ketua PPK Kecamatan Boawae, Bruno Sanda, menggambarkan bahwa pengumpulan kotak suara dari desa-desa dan kelurahan akan berakhir pada hari yang sama, pukul 24.00 Wita.

Lebih lanjut Ia menambahkan, "Kalau tidak ada rintangan, rencananya besok  akan dilanjutkan dengan pleno."

Singgah sebebtar di salah satu TPS di Kelurahan Ratongamobo, terakhir yang dipantau adalah Kecamatan Aesesa Selatan. Di aula kantornya, Camat Aesesa Selatan, Ujang Salestinus Dekresano, menunjukkan kepada Bupati bahwa sampai dengan saat itu belum satupun TPS di wilayahnya yang  selesai menangani semua format.

"Mereka masih berusaha  selesaikan pengisian formulir dan format-format berita acara, Bapak, "lapornya.

Secara keseluruhan Bupati menyimpulkan bahwa suasana pileg dan pilpres yang digelar serentak oleh KPUD sampai dengan hari kedua tersebut aman dan terkendali.

Hal senada juga dijelaskan oleh salah satu komisioner Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Nagekeo, Jo Nane Emanuel. Melalui pesan Whatsapp Ia menyatakan bahwa sampai dengan selesai Perayaan Jumat Agung, Jumat (19 April 2019) sore, suasana sangat kondusif.

 

Juga melalui pesan whatsapp, Ketua KPUD Ngaekeo, Quirinus Eleuterius, menginformasikan  bahwa semua kotak suara telah berada di masing-masing kantor camat.  Selanjutnya  menunggu rekapitulasi yang akan digelar tanggal 22 April 2019 mendatang.

pascapemilu 1pascapemilu 3

pascapemilu 4pascapemilu 5

pascapemilu 6pascapemilu 15

pascapemilu 17pascapemilu 34

pascapemilu 30pascapemilu 16

 

 

 

 

WhatsApp Image 2019 04 15 at 5.25.05 PM

Sebagai kelanjutan dari soft-launching Festival dan Expo Literasi Nagekeo 2019 yang digelar di Kantor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Tanggal 11 April 2019, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do menggelar Rapat Konsolidasi dan Persiapan di Aula Setda Kabupaten Nagekeo, Senin (16 April 2019).

Di hadapan Wakil Bupati Marianus Waja, Pj. Sekda dan para pejabat dari semua Perangkat Daerah, Bupati Don memberikan penjelasan lengkap mengenai makna dan tujuan festival akbar yang bakal digelar Agustus 2019 mendatang. Dikatakannya bahwa festival ini adalah proses yang memiliki arti penting bagi peningkatan derajat hidup masyarakat yang terdiri atas tahap pra, puncak dan pasca.

Dengan demikian, lanjutnya, literasi dalam arti luas tidak terbatas pada kegemaran membaca dan menulis, tetapi mencakup segala daya-upaya manusia mengatasi problem hidupnya.

"Menurut Presiden Jokowi, bangsa kita hanya bisa memiliki posisi tawar di mata bangsa lain jika memerkuat kebudayaan, sedangkan di bidang teknologi kita harus banyak belajar dan mengejar ketertinggalan" tandasnya.

Dia menambahkan bahwa selain mendorong gerakan membaca dan menulis, melalui kegiatan tersebut Nagekeo bisa memperkenalkan hasil kerajinan, karya seni dan potensi alam kepada forum nasional maupun internasional.

Apalagi, sambungnya, setelah itu pada tahun 2020 akan dibangun sebuah gedung Pusat Peradaban Timur Indonesia dengan besar anggaran direncanakan kurang lebih 20 Miliar Rupiah. Hal tersebut menurutnya telah diinformasikan melalui komunikasi empat mata dengan Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando, baik sebelum maupun sesaat setelah kegiatan soft-launching tersebut.

"Lokasi tempat gedung itu mau dibangun adalah di titik nol Nagekeo, yakni di sebelah Selatan Lapangan Berdikari Danga atau yang dulu disebut Kompleks Darurat, atau persisnya di bekas Kantor Camat Aesesa" bebernya.

Dalam suasana rapat yang hangat dan solid tersebut tampak semua kepala perangkat daerah menyambut positif rencana akbar tersebut.

Kasat Pol PP dan Kebakaran, Elias Tae, mengusulkan agar dalam waktu dekat segera dibentuk tim sosialisasi dan sounding ke setiap kecamatan agar semua lapisan masyarakat terlibat penuh dalam festival yang akan melibatkan berbagai stakeholders regional maupun nasional tersebut.

Sementara untuk mendukung hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Agustinus Pone, mengusulkan agar segera dibentuk sekretariat bersama sebagai dapur utama persiapan pelaksanaan kegiatan.

Rapat koordinasi direncanakan akan kembali digelar setelah liburan Paskah usai.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dua hari terakhir suasana Kota Mbay berubah lebih ramai dari biasanya. Beberapa hotel penuh terisi. 
 
 
Pasalnya, sejak Rabu (20  Maret 2019), Nagekeo menjadi Tuan Rumah kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Sektor Perhubungan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Datang dalam kegiatan ini para pejabat pusat maupun provinsi. Di antaranya,  staf ahli Kementerian Perhubungan Bidang Energi Lingkungan Teknologi, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Staf khusus Gubernur NTT, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Wakapolres Ngada, Dandim 1625/Ngada, Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa dan utusan dari 22 kabupaten/kota. 
 
 
Pada hari pertama kedatangan mereka, para tamu VIP dijemput dari Bandara Hasan Aruboesman Ende dan diterima Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, di rumah jabatannya. Kemudian bersama bupati, rombongan itu bergerak menuju Aula Setda Nagekeo untuk bergabung dengan perwakilan dari 21 Kabupaten dan 1 Kota di seluruh Provinsi NTT yang sudah menunggu untuk acara Gala Dinner. 
 
 
Untuk menghormati tetamu istimewanya, Bupati Don menyuguhkan tarian penyambutan spesial dari Sanggar Kreatif SMPS Hanura Danga dari ruang lobi hingga ke panggung pentas. Malam itu semakin spesial karena, tidak seperti biasanya, menu makanan yang disajikan sepenuhnya lokal dan non-beras dalam wadah hasil kerajinan rakyat Nagekeo sendiri, wati. 
 
 
Bupati Don menyapa para tamu yang mengisi meja-meja bundar yang tersedia dengan kata sambutan singkat. Ia menjelaskan visinya dalam membangun kepariwisataan daerah yang sangat membutuhkan dukungan sarana transportasi darat, laut maupun udara. 
 
Ia mengutarakan tekadnya untuk menjadikan Mbay sebagai gerbang utama (main gate) bagi pariwasata daratan Flores - Lembata (Flores Mainland).
 
Sementara itu, bertindak selaku tamu kehormatan, Staf Khusus Gubernus NTT, Prof. Daniel Kameo dari Universitas Duta Wacana Kupang, mengatakan bahwa NTT, khususnya Nagekeo, memiliki semua potensi untuk mewujudkan mimpi itu. 
 
 
"Asal kita bisa mengubah mindset dan berjuang keras melawan stigma sebagai provinsi yang miskin, "katanya. Karena hal itu, menurutnya, merupakan penyebab utama yang membuat daerah sulit majudan bersaing. 
 
 
Keesokan harinya atau tepatnya kemarin Kamis (21 Maret 2019),  bupati mengajak rombongan VIP meninjau lokasi tambak garam Waekokak,  Bandara  dan Pelabuhan Marapokot. 
 
 
Melihat langsung prospek pengembangan transportasi, baik darat, laut maupun udara, dari dekat, Staf Ahli Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono,  mengaku kagum terhadap potensi yang dimiliki Nagekeo.  
 
"Sayang kalau semua ini tidak cepat diurus, Pak Dokter. Dengan posisi geostrategis yang ada dan panorama alam sabana yang eksotik, masyarakat Bapak seharusnya bisa segera dibantu keluar menuju perubahan besar, "ungkapnya tulus.
 
 
Saat berpisah di teras Hotel Pepita kembali ke Jakarta, berulang-ulang Staf Ahli tersebut berjanji kepada Bupati untuk memberikan segala dukungan dalam mewujudkan pembangunan bandara dan pelabuhan, jika semua persyaratan terpenuhi. 
 
 
Sementara para peserta dari semua kabupaten/kota terus berada di Aula Pertemuan. Rapat yang bertemakan: "Peran Transportasi dalam Mendukung Konektivitas dan Keterpaduan antar Moda dalam Pengembangan Kepariwisataan di Provinsi Nusa Tenggara Timur" itu dipadati  dengan berbagai agenda dan  berlangsung sehari penuh pada Kamis, 21 Maret 2019 di  Ruang Pertemuan Hotel Pepita. 
 
Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Alex Jata, salah satu agenda menariknya adalah perjalanan wisata para peserta menuju 17 Pulau Riung Kabupaten Ngada melalui jalur laut.
 
"Pada Jumat (22 Maret 2019) pagi, rombongan akan bergerak menuju Riung dan sebelumnya melintasi obyek wisata Nagekeo, Pulau Pasir Rii Taa menggunakan perahu motor, "sebutnya.
 
Kata Alex, hal itu membuktikan bahwa Pemda Nagekeo serius mewujudkan visi pariwisata daerah, di mana Mbay dijadikan sebagai pintu gerbang yang menjual paket-paket wisata daerah-daerah lain se-Flores-Lembata.
 
Sebelum perjalanan wisata tersebut, Rakornis telah ditutup secara resmi oleh Kadis Alex, mewakili Bupati Nagekeo, pada malam harinya.

 

 

 

 

 
 
Pesan itu disampaikan dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo Tahun 2020 di Aula Kantor Camat Wolowae, Rabu (20 Maret 2019). 
 
 
Menurutnya, kesiapan generasi muda untuk bisa menjadi relevan dan tidak usang oleh zaman, salah satunya, ditentukan juga oleh pendampingan pada masa kecil.
 
 "Salah satu isu yang sangat penting  adalah parenting, anak harus didampingi dengan benar sejak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), "tegasnya.
 
"Indikatornya, pada usia kelas dua SD, anak harus sudah bisa membaca, menyimak dan menceritakan kembali apa yang dibacanya tersebut, " tambahnya.
 
 
Kepada salah satu kepala sekolah yang hadir, Ia berpesan agar pada saat mengevaluasi kegiatan belajar, harus jujur memotret kondisi apa adanya. 
 
"Jangan takut untuk tidak disenangi oleh orang tua, kepala dinas bahkan bupati sekalipun, agar kita tahu dan bisa memulai dari sesuatu yang riil, "lanjutnya.
 
Menyinggung soal proporsi perencanaan, Ia berharap agar usulan kegiatan nonfisik seperti pengembangan pengetahuan dan keterampilan baru haruslah seimbang dengan yang bersifat fisik. 
 
 
"Alokasikan juga untuk peningkatan SDM dan kegiatan nonfisik lainnya, "himbaunya.
 
 
Disebutkannya pula bahwa kesalahan dalam melihat hal tersebut dapat berakibat sulit bersaingnya generasi muda di kemudian hari dalam era yang penuh dengan persaingan.
 
 
Bupati Don kemudian memotivasi semua peserta yang ada agar demi perubahan, tidak takut mengambil risiko. 
 
"Tetapkan mimpi besarmu, mulailah dengan tindakan kecil dan lakukan sekarang juga, "pesannya disambut tepukan tangan forum musrenbang tersebut.
 
Ia berpesan kepada para pencari kerja Nagekeo saat ini, tanpa kecuali, untuk terus menambah pengetahuan dan keterampilan agar bisa bersaing di sektor pemerintahan maupun swasta.  
 
Secara khusus, Ia menyebut bahwa para tenaga kesehatan yang jumlahnya berlimpah saat ini, sebenarnya berpotensi untuk bekerja di sektor industri pariwisata baik di dalam maupun luar negeri.
 
"Asal terus belajar hospitality dan salah satunya mengasah kemampuan berbahasa asing, karena dunia sekarang berbeda dari masa lalu, semuanya serba berubah cepat, "terangnya sambil memberikan syarat. 
 
Sebelumnya, Vitalis Bay, Sekretaris Camat Wolowae, selaku ketua panitia melaporkan bahwa musrenbang bertujuan untuk menyebarkan gambaran arah dan kebijakan umum daerah, mekanisme dan prosedur prioritas usulan tahun 2020 dan evaluasi atas sebaran program tahun 2019 di wilayah kecamatan. Dirincikannya pula semua pemangku kepentingan yang diundang dalam forum bermartabat tersebut.
 
Tampak hadir  pada kegiatan tersebut para pejabat dari berbagai perangkat daerah terkait. Namun, seperti yang disesalkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Ferdinandus Sadha, sampai dengan menjelang acara selesai belum satu orangpun para anggota DPRD Kabupaten Nagekeo  mengonfirmasi kehadirannya. 
 
Senada dengan itu salah satu tokoh muda Wolowae lainnya, Yohanes Siga, mengaku kecewa. Karena menurutnya, momen tersebut sangat tepat bagi masyarakat untuk mendengarkan secara resmi dan terbuka seberapa jauh aspirasi mereka telah diperjuangkan.
 
Sebelum kegiatan musrebangcam tersebut berakhir, Dokter Don (begitulah nama itu akrab di telinga rakyat Nagekeo) bergegas pamit untuk menyongsong rombongan tamu kehormatan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang sedang menuju Ibukota Mbay dalam rangka kegiatan Rapat Kerja Teknis Tingkat Provinsi NTT.

                                                               Bupati Nagekeo bersama Wakapolres Ngada dan Dandim 1625 Ngada

 
 
 
Demikian penyampaian Wakil Kepala Kepolisian Resort Ngada Kompol I Nyoman Surya Wiryawan Kepada warga Aesesa dan segenap peserta Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Aula Kantor Camat Aesesa, siang tadi (Selasa, 19 Maret 2019). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Kampanye Pemilu Damai yang dilakukan oleh Tim Gabungan Kepolisian Resort Ngada dan Komando Distrik Militer 1625 Ngada di seluruh wilayah Ngada – Nagekeo. 
 
 
Lebih lanjut Ia membeberkan bahwa sampai dengan saat ini, dari ratusan akun Facebook (FB) maupun Whatsapp (WA) yang mencurigakan, sudah ada yang dimintai klarifikasi. “Meskipun pelakunya berkelit atau mengelak, jejak dari kejahatan elektronik tidak bisa hilang, “ungkapnya tegas.
 
 
Ia juga mengatakan bahwa UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) melarang keras penyebaran berita-berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian melalui FB dan WA berkaitan dengan Pemilu dan SARA.  “Oleh karena itu adalah kewajiban setiap orang tua untuk mengendalikan diri maupun  anak-anak mileneal supaya bijak menggunakan medsos, “imbuhnya. 
 
 
Sementara itu, Dandim 1625 Ngada Letkol,Inf. I Made Putra Suartawan mengutarakan bahwa kegiatan safari bermaksud menyebarkan ajakan pemilu damai. Dengan tegas Ia menyatakan bahwa TNI dalam posisi siap mendukung POLRI menciptakan kamtibmas sampai dengan puncak penyelenggaraan Pemilu nanti.  
 
 
“Kodim dan Polres berjalan bersama dalam mewujudkan komitmen Pemilu Damai, Aman dan Sejuk, “ucapnya tegas. 
 
 
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, hadir sebagai tuan rumah pada kesempatan itu. Ia menyambut hangat Wakapolres dan Dandim sembari berterima kasih atas kunjungan yang sangat berharga tersebut. Sebelum menjamu mereka dalam acara makan siang di rumah jabatannya, di hadapan peserta musrenbangcam Ia menyatakan bahwa peristiwa Tanggal 17 April 2019 mendatang sangat seksi secara nasional maupun internasional  untuk mengundang orang menciptakan gangguan keamanan. 
 
 
“Pertama, hari itu untuk pertama kalinya digelar pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara bersamaan, ”Ia menjelaskan. Selain itu juga, Ia mengingatkan bahwa hari itu juga di seluruh dunia   Umat Katholik sedang memasuki Pekan Suci dalam rangkaian Paskah.
 
 
Rangkaian safari yang berkekuatan 40 orang tentara dan 15 anggota kepolisian dimulai sehari sebelumnya dari Aimere, Mauponggo, Boawae dan hari ini dari Nangaroro, Aesesa dan dilanjutkan ke Riung. Di sela-sela acara makan siang ketiga unsur Forum Pimpinan Daerah Ngada – Nagekeo tersebut menyatakan yakin dan optimis mampu menciptakan suasana kondusif baik sebelum maupun sesudah hari pemilu nanti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
Himbauan tersebut  disampaikannya  dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Aesesa di  Aula Kantor Camat Aesesa siang tadi, Selasa (19 Maret 2019). Komandan Distrik Militer 1625 Ngada, Letkol,Inf. I Made Putra Suartawan bersama Wakapolres Ngada, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, memimpin rombongan TNI – POLRI dalam kegiatan Safari Kampanye Pemilu Damai  di wilayah Ngada – Nagekeo yang memasuki hari keduanya.
 
 
“Meskipun kami tidak memiliki hak pilih, tetapi TNI – POLRI sangat peduli dengan kamtibmas karena stabilitas wilayah merupakan tanggung jawab kami, “ungkapnya. Ia menambahkan, “Jika stabilitas terjaga, maka kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan.” Oleh karena itu, lebih lanjut Ia mengajak semua masyarakat, khususnya masyarakat Aesesa yang hadir dalam forum musrenbangcam, untuk mencegah gangguan kambtibmas yang dapat menggangu suasana  pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang. 
 
 
Sebelumnya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nagekeo yang telah memberikan kesempatan istimewa berbicara di forum musyawarah perencanaan kecamatan tersebut. “Ini kesempatan langka di mana kami bisa melakukan kampanye damai dalam forum musrenbangcam, “akunya.
 
 
Lebih lanjut Ia berpesan kepada para kepala desa, ASN dan juga politisi yang hadir agar menyebarkan “virus” damai kepada seluruh warga. “Kami ingin membuat resonansi dan menyamakan frekuensi, “terangnya bermaksud menggambarkan tujuan dari kegiatan safari tersebut. Selanjutnya Ia menyatakan bahwa setiap pertarungan pasti ada kalah dan menang sehingga semua pihak seyogyanya dapat menerima apapun hasilnya.
 
 
Ia yakin bahwa siapapun yang terpilih tentunya memiliki komitmen yang sama untuk membawa ke arah yang lebih baik. Diajaknya pula agar semua yang berkompetisi menyerahkan hasilnya kepada penyelenggara. “Kendati hal itu tidak mungkin dapat menyenangkan semua orang,  karena keadilan bukanlah berarti sama rata – sama rasa, ”imbuhnya.
 
 
Sementara itu, Wakapolres Ngada, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, yang diberikan kesempatan lebih dahulu untuk berbicara, menyampaikan bahwa Tim Patroli Cyber Polres Ngada Terus Memantau  Akun-akun Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian di Medsos.
 
 
Ia membeberkan bahwa sampai dengan saat ini, dari ratusan akun Facebook (FB) maupun Whatsapp (WA) yang mencurigakan, sudah ada yang dimintai klarifikasi. “Meskipun pelakunya berkelit atau mengelak, jejak dari kejahatan elektronik tidak bisa hilang, “ungkapnya tegas.
 
 
Dikatakannya juga bahwa UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) melarang keras penyebaran berita-berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian melalui FB dan WA berkaitan dengan Pemilu dan SARA.  “Oleh karena itu adalah kewajiban setiap orang tua untuk mengendalikan diri maupun  anak-anak mileneal supaya bijak menggunakan medsos, “imbuhnya. 
 
 
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, hadir sebagai tuan rumah pada kesempatan itu. Ia menyambut hangat para tamu kehormatannya sembari berterima kasih atas kunjungan yang sangat berharga tersebut. Sebelum menjamu mereka dalam acara makan siang di rumah jabatannya, di hadapan peserta musrenbangcam Ia menyatakan bahwa peristiwa Tanggal 17 April 2019 mendatang sangat seksi secara nasional maupun internasional  yang berpotensi memicu orang menciptakan gangguan keamanan. 
 
 
“Pertama, hari itu untuk pertama kalinya digelar pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara bersamaan, ”Ia menjelaskan. Selain itu juga, Ia mengingatkan bahwa hari itu juga di seluruh dunia   Umat Katholik sedang memasuki Pekan Suci dalam rangkaian Paskah.
 
 
Rangkaian safari yang berkekuatan 40 orang tentara dan 15 anggota kepolisian dimulai sehari sebelumnya dari Aimere, Mauponggo, Boawae dan hari ini dari Nangaroro, Aesesa dan dilanjutkan ke Riung. Di sela-sela acara makan siang ketiga unsur Forum Pimpinan Daerah Ngada – Nagekeo tersebut menyatakan yakin dan optimis mampu menciptakan suasana kondusif baik sebelum maupun sesudah hari pemilu nanti.

 

 

 

 

   Kegiatan Musrembang Kecamatan Aesesa

 

 

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, hari ini , Senin (19 Maret 2019), Membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Aesesa. kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Camat Aesesa. 
 
Dalam sambutannya, Ia mengatakan bahwa perencanaan pembangunan adalah proses untuk mengetahui apakah semua aspek teknis dan pendanaan bisa dikelola untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat baik secara teknokrat maupun partisipatif. Oleh karena itu Ia melanjutkan dengan ajakan agar semua komponen atau utusan desa harus terlibat aktif dalam menyampaikan pikiran, gagasan maupun aspirasi rakyat.
 
Menutupi sambutan singkatnya, Bupati Don memberi catatan khusus soal disiplin dan kehadiran. 
 
"Kita sudah terlambat memulai acara, terima kasih untuk yang datang dan menunggu lebih awal, "ucapnya sekaligus meminta peserta yang hadir lebih awal untuk mengacungkan tangan.
 
Ia menghimbau agar yang datang terlambat meminta maaf kepada mereka yang telah hadir dan menunggu lebih awal. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk membentuk cara berpikir dan sikap mental yang benar dalam pembangunan daerah.
 
Hadir pula mengikuti kegiatan, Kapolsek Aesesa, Danramil Aesesa, Manajer Bank, Anggota DPRD Kabupaten dan para pimpinan perangkat daerah.

 

                                                                           Acara Pelantikan Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Nangaroro

Lantik Empat Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Nangaroro, Bupati Don berpesan  agar pekerjaan wanita dalam rumah tangga dimudahkan 
Sebelum membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Aula Kantor  Camat Nangaroro, hari ini, Senin (18 Maret 2019), Bupati Nagekeo melantik para penjabat kepala desa. Hal ini dilakukan untuk mengisi kekosongan akibat telah berakhirnya masa jabatan kepala desa di empat desa, yakni Odaute, Kotakeo 1, Kotakeo 2, dan Wokowoe. 
 
Keempat penjabat itu berturut-turut, Marselinus Minggu, Robertus Bonefasius Paras, Venansius Rafael Roga, dan Yoseph Ghade.  
Bupati Don dalam sambutannya, secara khusus berbicara mengenai pemberdayaan wanita dalam pekerjaan domestik. Menurutnya, di tengah dominasi kaum pria,  wanita atau ibu di Kabupaten Nagekeo memainkan peran penting. 
Oleh karena itu Ia menegaskan kepada para penjabat kepala desa bahwa  agar rumah tangga atau keluarga keluar dari kemiskinan maka perhatian harus diarahkan pada penyediaan fasilitas dasar.  
 
"Pekerjaan ibu, tanta, mama, saudari, nenek kita harus dimudahkan dengan menyediakan air bersih yang cukup, kamar mandi-WC, dapur sehat dan gudang kayu, "tandasnya. 
Ia menjelaskan pula bahwa jika pekerjaan wanita mudah dan lancar maka perhatiannya terhadap suami dan anak akan optimal. 
Hal lain yang masih terkait erat dengan itu adalah masalah stunting. "Stunting lebih dari soal antropometris, "ungkapnya. Ia menambahkan bahwa masih banyak generasi yang bermasalah dengan daya pikir, mencerna dan kemampuan untuk bertahan hidup.  
 
Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak hanya dilakukan pada 1000 hari pertama kelahiran, tetapi seharusnya sejak dari dalam kandungan. Tidak terlepas dari itu adalah kesehatan dari ibu itu sendiri sejak masa muda.   
Untuk mewujudkan hal itu Ia mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut terlibat, terutama lembaga agama, adat, dan pendidikan.   
Mengakhiri sambutannya, Bupati yang akrab disapa rakyatnya dengan panggilan "Dokter Don" tersebut tidak lupa mengingatkan para penjabat kepala desa agar bisa melahirkan produk unggulan desa melalui pengelolaan BUMDes yang sehat dan progresif. 
"Mari kita  lahirkan produk olahan khas berdasarkan potensi perkebunan dan pertanian di masing-masing desa seperti kemiri, kakao, cengkeh dan lainnya, "lanjutnya menyemangati para penjabat terlantik.   
 
Di sela-sela acara Musrenbangcam, Penjabat Kepala Desa Odaute, Marsel Minggu, mengaku optimis bisa melaksanakan pemberdayaan perempuan melalui skema perumahan sehat seperti yang diarahkan oleh Bupati Don.  
Di samping itu Ia menyatakan kesanggupannya untuk mempersiapkan dengan baik semua hal yang berkaitan dengan pemilihan kepala desa definitif sampai dengan dua tahun ke depan.
Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo