PROFIL KECAMATAN AESESA

  1. 1.Geografis

Kecamatan Aesesa merupakan bagian wilayah Kabupaten Nagekeo yang terletak di Ibukota Kabupaten Nagekeo.Luas wilayah Kecamatan Aesesa : 325.42 km2 atau 32.542 Ha dengan batas–batas wilayah sebagai berikut :

  • Utara dengan Laut Flores
  • Selatan dengan Kecamatan Aesesa Selatan
  • Timur dengan Kecamatan Wolowae
    • Barat dengan Kecamatan Riung Kabupaten Ngada
  1. 2.Struktur Tanah

Wilayah ini seperti wilayah-wilayah lain dalam Daerah Kabupaten Nagekeo termasuk busur dalam ( inner are ) yang merupakan vulkanis muda. Struktur tanah di wilayah ini terdiri atas Tanah dengan lapisan campuran yang terdiri dari humus,cadas,Liat dan tanah cukup tebal

  1. 3.Topografi

Kecamatan Aesesa terdiri dari 12 Desa dan 6 Kelurahan yang mana secara umum memliki wilayah dengan topografi yang berbeda . Desa Labolewa, Olaia, Ngegedhawe, Tedakisa dan Tedamude adlah desa-desa yang diapiti oleh perbukitan dan gunung sedangkan 6 Kelurahan dan 7 Desa terletak diwilayah dataran rendah/pesisir.

  1. 1.4. Sejarah Kecamatan Aesesa

Perkembangan ketatanegaraan setelah Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dari tahun ke tahun mengalami perobahan-perobahan dan berdasarkan Undang-undang Nomor 68 Tahun 1958 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah – Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Tanggal 22 Pebruari 1962, Nomor Pem.66/1/2/62 tentang pembentukan 64 buah Kecamatan di Propinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya termasuk Kecamatan Aesesa, yang terdiri dari 12 Desa dan 6 Kelurahan yakni :

  1. Desa Labolewa dengan Kepala Desa Thomas Sina.
  2. Desa Olaia dengan Kepala Desa Yohanes Kama
  3. Desa Ngegedhawe dengan Kepala Desa Viktor Ara
  4. Desa Aeramo dengan Kepala Desa Serevinus Mena, S.Pi
  5. Desa Nangadhero dengan Kepala Desa Wilhelmus Meo
  6. Desa Marapokot dengan Kepala Desa Kanisius
  7. Desa Tonggurambang denga Kepala Desa Toa Mualaf
  8. Desa Nggolonio dengan Kepala Desa Mikael Jena
  9. Desa Waekokak dengan Kepala Desa Yohanes Saparaja
  10. Desa Tedamude dengan Kepala Desa Vitalis Angi
  11. Desa Tedakisa dengan Kepala Desa Ignasius Laki.
  12. Desa Nggolombay dengan Kepala Desa Kristoforus Laba da Santo
  13. Kelurahan Danga dengan wilayah bekas Haminte Deru Rowa khususnya anak kampung Solo, dengan pusat desanya di Solo dan Kepala Kelurahan Philipus Rae Sape, S.Sos
  14. Kelurahyan Lape dengan Kepala Kelurahanj Hilarius Tiga,SH
  15. Kelurahan Mbay I dengan Kepala Kelurahan Abdul Latief, SE
  16. Kelurahan Mbay II dengan Kepala Kelurahan Mbay II Arkadius Doy. S. SOS
  17. Kelurahan Towak dengan Kepala Kelurahan Raymundus Ngebu
  18. Kelurahan Dhawe dengan Kepala Kelurahan Konstantinus Meo,A.Md

Sejak berdirinya Kecamatan Aesesa telah dipinpin oleh 10 orang dan yang ke 10 adalah Pius Dhari. A.Md.

  1. 1.5.Kondisi aparatur adalah potensi aparatur Kecamatan Aesesa yang merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhubungan langsung dengan pemerintahan Desa/Kelurahan dan masyarakat sehingga diperlukan kualitas dan dedikasi tinggi bagi aparat kecamatan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia maka aparat yang ada perlu diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan atau pelatihan secara berkala, disamping itu secara periodik dilakukan pembinaan baik melalui rapat staf maupun apel pagi, apel kesadaran dan kegiatan lainya yang dapat meningkatkan disiplin, motivasi kerja dan loyalitas. Secara keseluruhan berdasarkan beban kerja yang tinggi dan wilayah yang cukup luas dan jumlah desa/kelurahan yang banyak maka dengan kondisi aparatur kecamatan yang ada maka sangat tidak maksimal.

Tabel 1.

Pegawai Negeri Sipil Kantor Camat Aesesa Berdasarkan Pangkat dan Golongan.

NO NAMA JABATAN PANGKAT/GOL RUANG
1. Pius Dhari,A.Md Camat Pembina-IV/a
2. Yakobus Laga Kota,SH Sekcam Penata-III/c
3. Maria A. Wanda,SE Kasi PKR Penata Tk. I– III/c
4. Ishak J. T.Bebi, S.Fil Kasi Trantib Penata Tk. I-III/c
5. Yohanes Meo,SH Kasi Pelum Penata Tk. I-III/c
6 Ludgardis Gowa Kasubag Keu Penata Muda Tk. I-III/a
7. Maria H. Dapa, A.Md Kasubag PEP Penata Muda Tk.I-III/a
8. Yulius Belopadang Staf Pengatur Tk. I-II/d
19 Dortea Senda Staf Pengatur Muda Tk. I-II/b
10. Rosdiana Pelita Lura Staf Penata Muda-III/a
11. Felisianus Dedhi Staf Penata Muda-III/a
12. Andreas Tay Staf Pengatur Muda Tk. -II/b
13. Didakus Dari Staf Pengatur Muda Tk. - II/b
14. Wilibrodus Wae Staf Pengatur Muda Tk.- II/b
15. Hubertus Jeke Staf Pengatur Muda Tk.- II/b
16 Lorentina Somu Staf Pengatur Muda Tk.- II/b

Tabel 2.

Tenaga Harian Lepas Kecamatan Aesesa

NO NAMA JABATAN
1. Odilia Wea Pengadministrasian Keuangan
2. Flavianus Tiba Tenaga Administrasi
3. Yohanes Saparaja Tenaga Administrasi
4. Mayolis Adam Tenaga Administrasi
5. Fidelis Nuwa Penjaga Malam/Pramu Kebersihan
6. Anselmus Bao Sopir

Tabel 3.

Polisi Pamong Praja Kecamatan Aesesa

NO NAMA JABATAN
1. Abdul Rejab Saleh Koordinator Pol PP
2. Florentina Wulang Anggota Pol PP
3. Elisabeth D. Hasa Anggota Pol PP
4. Apolonaris No Anggota Pol PP
5. Fransiskus Dhosa Meo Anggota Pol PP
6. Ignasius Nay Anggota Pol PP
7. Bustamil Arifin Anggota Pol PP
8. Fransiskus X. Lowa Anggota Pol PP

Tabel 4.

Tenaga Pendamping Desa Kecamatan Aesesa

NO NAMA JABATAN
1. Jacob Paulus Lani Koordinator
2. Kanisius Ronijon PD. Teknik
3. Bernadet Mayeli Nona Pemberdayaan
4. Dortea Dhasi PLD
5. Anselmus Nanga PLD
6. Kamarudin Ahmad PLD

Tabel 5

Tenaga Kebersihan Pasar dan Keamanan Pasar

NO NAMA JABATAN
1 Agustinus Mosa Tay Koordinator
2 Umbu Latumahina Anggota
3 Robertus Radha Anggota
4 Simon Gene Anggota
5 Stanislaus Guru Anggota
6 Yosep Papu Koordinator Keamanan Pasar
7 Hermanus Alo Anggota

Kecamatan Aesesa terdiri dari 18 Desa/Kelurahan yang terbagi dalam 12 Desa dan 6 Kelurahan sehingga jumlah keseluruhan ada 18 Desa/Kelurahan. Banyaknya Desa/Kelurahan, Dusun Lingkungan, RT dan Jarak Ibukota ke Kecamatan sebagai berikut:

``

Tabel 6.

Jumlah Desa, Dusun Lingk. Dan RT

NO. NAMA DESA / KELURAHAN IBUKOTA DESA / KELURAHAN DUSUN / LINGK. RT JARAK DARI KOTA DESA/KEL. KE KEC.
1. Danga Danga 6 42 0
2. Lape Penginanga 3 24 3
3. Mbay I Alorongga 4 11 2
4. Mbay II Nila 4 9 10
5. Towak Towak 4 10 6
6. Dhawe Dhawe 4 11 10
7. Labolewa Lambo 4 20 35
8. Olaia Boanio 5 16 25
9. Aeramo Aeramo 4 14 15
10. Nangadhero Nangadhero 4 14 18
11. Marapokot Marapokot 4 17 12
12. Tongguramabang Tonggurambang 5 15 10
13. Waekokak Translok 5 24 10
14. Nggolonio Nggolonio 4 13 20
15. Tedamude Pakicaka 2 9 30
16. Tedakisa Pauhea 2 11 15
17. Ngegedhawe Roe 4 8 15
18. Nggolombay Mbay Dam 4 13 8
Jumlah 103 314

Tabel 7. Jumlah Perangkat Desa dan BPD

NO. NAMA DESA JUMLAH APARAT DESA

JUMLAH

ANGGOTA BPD

KET

1. Labolewa 8 5
2. Olaia 8 7
3. Ngegedhawe 8 6
4. Aeramo 8 7
5. Nangadhero 8 7
6. Marapokot 8 6
7. Tonggurambang 8 7
8. Nggolonio 8 7
9. Waekokak 8 5
10. Tedamude 8 7
11. Tedakisa 8 8
12. Nggolombay 8 7
Jumlah 96 79

Tabel 8.

Nama Desa/Kelurahan dan Nama Kepala Desa/Lurah Tahun 2017

NO NAMA DESA / KELURAHAN NAMA KEPALA DESA / LURAH KET
Desa Labolewa Hubertus Jeke Penjabat
Desa Olaia Lorentina Somu Penjabat
Desa Ngegedhawe Vitus Ara Kades
Desa Aeramo Ishak J.T.Bebi,S.Fil Penjabat
Desa Nangadhero Andreas Tay Penjabat
Desa Marapokot Yulius Belopadang Penjabat
Desa   Tonggurambang Wilibrodus Wae Penjabat
Desa Nggolonio Sirilus Dhae Sekdes
Desa   Waekokak Kristoforus Regi Sekdes
Desa Tedamude San Mone Penjabat
Desa Tedakisa Didakus Dari Penjabat
Desa Nggolombay Adolfus Bajo Penjabat
Danga Philipus M. Rae Sape,S.IP Lurah
Lape Hilarius Tiga,SH Lurah
Mbay I Abdul Latif,SE Lurah
Mbay II Arkadius Doy, S.Psi Lurah
Towak Raymundus Ngebu Lurah
Dhawe Konstantinus Meo,A.Md Lurah

Tabel 9.

Jumlah Penghasilan Tetap Aparat Pemerintah Desa

(Non PNS) dan Bantuan RW/RT Tahun 2017

NO JABATAN BESARAN PER BULAN (RP) SUMBER DANA KET
Kepala Desa 2.000.000 APBDes
Sekdes (Non PNS) 1.750.000 APBDes
Kepala Seksi 1.250.000 APBDes
Kepala Urusan 1.250.000 APBDes
Kadus 1.250.000 APBDes
Ketua BPD 1.000.000 APBDes
Wakil Ketua BPD 900.000 APBDes
Sekretaris BPD 850.000 APBDes
Anggota BPD 800.000 APBDes
Kepala Lingkungan 500.000 PMK masing-masing kelurahan
Ketua RT 200.000 APBDes
Operator Komputer 800.000 APBDes

Tabel 10.

Laporan Realisasi PBB Keadaan Desember 2017

NO. NAMA DESA DAN KELURAHAN PENETAPAN (RP) REALISASI (RP)

SISA

(RP)

%

Prog-res

1. Labolewa 3.164.829 3.164.829 0 100
2. Olaia 3.135.914 3.135.914 0 100
3. Ngegedhawe 4.930.689 4.930.689 0 100
4. Aeramo 3.473.157 3.473.157 0 100
5. Nangadhero 4.896.958 4.896.958 0 100
6. Marapokot 3.201.250 3.201.250 0 100
7. Tonggurambang 4.761.196 4.761.196 0 100
8. Nggolonio 4.249.656 4.249.656 0 100
9. Waekokak 6.406.771 6.406.771 0 100
10. Tedamude 5.711.944 5.711.944 0 100
11. Tedakisa 5.951.130 5.951.130 0 100
12. Nggolombay 6.037.476 6.037.476 0 100
13. Danga 4.392.523 4.392.523 0 100
14. Lape 3.309.277 3.309.277 0 100
15. Mbay I 806.621 806.621 0 100
16. Mbay II 6.331.180 4.678.511 1.652.669 74
17. Towak 6.141.442 4.945.869 1.195.573 81
18. Dhawe 15.197.531 9.550.171 5.647.360 63
Jumlah 185.008.341 158.097.018 26.911.323 85

Presentase : 86,47%

Tabel 12.

Jumlah Keseluruhan Aparatur Silpil Negara Sekecamatan Aesesa

NO UNIT INSTANSI URAIAN
PNS THL
1 KANTOR CAMAT AESESA 16 13
2 PUSKESMAS DANGA 85 35
3 BPK DANGA 23 6
4 UPTD PENDAPATAN 1 3
5 PLKB KECAMATAN 2 4
6 PKH 4
10 KELURAHAN DANGA 5 1
11 KELURAHAN LAPE 4 2
12 KELURAHAN MBAY I 5 2
13 KELURAHAN MBAY II 4 1
14 KELURAHAN TOWAK 3 3
15 KELURAHAN DHAWE 3 2
JUMLAH 175 94
  1. 1.2.Sarana dan Prasarana Kantor

Tabel 13.

Sarana dan Prasarana Kantor

NO URAIAN UNIT KONDISI
1 Gedung kantor 1 Baik
2 Kendaraan roda empat 1 Baik
3 Kendaraan roda dua 5 Baik
4 Lemari 12 baik
6 Leptop 11 6 baik, 5 rusak
7 Komputer pc 2 1 baik, 1 rusak
8 Meja kerja 22 baik
9 Printer 5 2 baik, 3 rusak
10 Wirless portable 1 Baik
11 Meja rapat 15 Baik
12 Kursi plastik 100 Baik
13 Kursi kerja 100 Baik
14 Dispenser 1 Baik
15 Kompor Hok 1 Baik
16 Kipas angin 2 Baik
19 Sofa 7 4 baik, 3 kurang baik
20 Lcd 1 Baik


  1. 2.1.TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD
    1. 2.1.1.Tugas Camat

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Boawae dipimpin oleh seorang Camat Boawae mempunyai Kedudukan, Tugas Pokok melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menanganai segala urusan otonomi daerah. Selain tugas sebagai mana yang dimaksud pada ayat (1), Camat juga menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :

  1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
  2. Mengkoordinaasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
  3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;
  4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
  5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan ditingkat kecamatan;
  6.     Membina penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan dan desa;
  7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan Pemerintahan Kelurahan dan Desa.
    1. 2.1.2.Fungsi Camat

Camat dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada poin (2) menyelenggarakan fungsi :

  1. Pelaksanaan pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Bupati;
  2. Pelayanan penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan;
  3. Pelaksanaan koordinasi operasional unit pelaksanaan teknis Dinas.
    1. 2.1.3.Stuktur Organisasi

                          

Susunan organisasi Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Kecamatan dan Kelurahan, adalah terdiri atas :

  1. 1)Camat

Memimpin pelaksanaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan dengan merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sekretariat dan seksi-seksi untuk pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi :

(1) Merumuskan dan menetapkan rencana strategis pemerintahan Kecamatan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);
(2) Menetapkan Rencana Kinerja (Renja), penetapan kinerja dan evaluasi kinerja Kecamatan;
(3) Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan;
(4) Memimpin dan mengkoordinasikan pengawasan pelaksanaan program dan kegiatan SKPD yang dilaksanakan di Kecamatan;
(5) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan administrasi desa dan kelurahan;
(6) Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
(7) Memimpin dan mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
(8) Memimpin dan mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;
(9) Memimpin dan mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
(10) Memimpin dan mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan tingkat Kecamatan;
(11) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan administrasi keuangan;
(12) Memimpin dan mengkoordinasikan penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada di Kecamatan;
(13) Memimpin dan mengkoordinasikan peningkatan ekonomi masyarakat;
(14) Memimpin dan mengkoordinasikan pelestarian kebudayaan;
(15) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan kerukunan antar umat beragama;
(16) Memimpin dan mengkoordinasikan penataan pasar Kecamatan;
(17) Memimpin dan mengkoordinasikan pendataan penduduk;
(18) Memimpin dan mengkoordinasikan membangkitkan partisipasi masyarakat;
(19) Memimpin dan mengkoordinasikan pelestarian budaya gotong royong;
(20) Memimpin dan mengkoordinasikan administrasi PPAT;
(21) Memimpin dan mengkoordinasikan penanganan bencana alam;
(22) Memimpin dan mengkoordinasikan penerapan nilai-nilai budaya (kearifan lokal);
(23) Memimpin dan mengkoordinasikan Satuan Koordinasi Lapangan (Satkorlap);
(24) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan aparatur Kecamatan;
(25) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran Kecamatan;
(26) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan;
(27) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) yang menjadi kewenangan Kecamatan;
(28) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang menjadi kewenangan Kecamatan;
(29) Memimpin dan mengkoordinasikan   penyusunan profil dan statistik tahunan Kecamatan;
(30) Memimpin dan mengkoordinasikan   penyusunan laporan bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan;
(31) Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan untuk mewujudkan keterpaduan dan keserasian kerja;
(32) Mengendalikan pelaksanaan teknis operasional Kecamatan dengan membimbing, mengarahkan dan mengawasi optimalisasi tugas;
(33) Mengevaluasi pelaksanaan tugas Kecamatan berdasarkan rencana dan realisasinya untuk mengetahui tingkat pencapaian program dan permasalahan yang dihadapi serta upaya pemecahan masalah;
(34) Mendistribusikan tugas kepada kepala Seksi dan Sekretaris sesuai tupoksi;
(35) Menjalin kerjasama dengan instansi lain atau lembaga lain (mitra kerja) demi keberhasilan pelaksanaan program organisasi;
(36) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati/Wakil Bupati sesuai dengan tupoksi; dan
(37) Melaporkan pelaksanaan tugas secara teknis operasional kepada Bupati/Wakil Bupati dan secara administratif kepada Sekretaris Daerah.
  1. Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Sekretariat mempunyai tugas dan fungsi pokok yaitu Memimpin Penyelenggaraan Kesekretariatan Kecamatan meliputi:

(1) Mengkoordinasikan koordinasi urusan perencanaan, evaluasi dan pelaporan
(2) Menyelenggarakan koordinasi urusan umum dan kepegawaian
(3) Menyelenggarakan koordinasi   urusan keuangan
(4) Menyelenggarakan koordinasi     penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan
(5) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Rencana Kinerja (RENJA) Kecamatan
(6) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan
(7) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Pengukuran Kinerja (PK) Kecamatan
(8) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan LAKIP Kecamatan
(9) Menyelenggarakan koordinasi   penyusunan data LKPJ Kecamatan
(10) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan data LPPD
(11) Menyelenggarakan koordinasi   penyusunan laporan Bulan, Triwulan dan Tahunan
(12) Menyelenggarakan koordinasi urusan kebersihan lingkungan kantor
(13) Melakukan koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan di seksi
(14) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan
(15) Mengkoordinasikan penghimpunan data dari setiap seksi
(16) Mewakili camat dalam melaksanakan tugas kepemerintahan bila camat berhalangan
(17) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(18) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(19) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada camat

Sekretariat Membawa :

                      1)Subbagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan;

  1.                         2)Subbagian Umum dan Kepegawaian
  2.                         3)Subbagian Keuangan.
  3. Seksi Pelayanan Publik

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan pelayanan umum yang meliputi

(1) Menyelenggarakan admnistrasi kependudukan catatan sipil, akte kelahiran, akte perkawinan, akte perceraian, akte kematian
(2) Menyelenggarakan proses administrasi pengesahan surat keterangan penduduk untuk menerbitkan KTP, surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan pindah penduduk, surat keterangan domisili, surat keterangan usaha (dari desa/kelurahan mengetahui camat )
(3) Menyelenggarakan proses administrasi pengesahan kartu keluarga (dari desa/kelurahan mengetahui camat )
(4) Menyelenggarakan perijinan, Surat Keterangan Asal Barang (SKAB), tempat usaha, ijin gangguan (HO), rekomendasi penelitian dan ijin pesta
(5) Menyelenggarakan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan atau instansi vertikal yang tugas dan fungsinya di bidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
(6) Menyelenggarakan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
(7) Melaporkan pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di wilayah Kecamatan kepada camat;
(8) Menyelenggarakan perencanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan;
(9) Menyelenggarakan percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kecamatan;
(10) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan
(11) Menyelenggarakan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan
(12) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(13) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(14) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. Seksi Pemerintahan
Memimpin penyelenggaraan urusan   pemerintahan meliputi :
(1) Menyelenggarakan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penerapan peraturan perundang-undangan
(2) Menyelenggarakaan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya dibidang penegakan peraturan perundang-undangan
(3) Melaporkan pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan di wilayah kecamatan kepada camat
(4) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan kelurahan
(5) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa dan lurah
(6) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap perangkat desa dan kelurahan
(7) Menyelenggarakan evaluasi pemerintahan desa dan kelurahan
(8) Melaporkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan tingkat kecamatan
(9) Membantu camat dalam urusan Pembuat Akta Tanah (PPAT)
(10) Menyelenggarakan pembinaan partai politik
(11) Menyelenggarakan pembentukan dan penguatan lembaga adat
(12) Menyelenggarakan penyelesaian masalah tanah dengan pendekatan budaya
(13) Menyelenggarakan persehatian batas tanah ulayat
(14) Menyelenggarakan persehatian batas desa
(15) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(16) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(17) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. Seksi Ketentraman Dan Ketertiban

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan urusan ketentraman dan keamanan

(1) Menyelenggarakan koordinasi dengan kepolisian dan TNI menangani ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan
(2) Menyelenggarakan koordinasi dan komunikasi dengan pemuka agama untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan
(3) Menyelenggarakan pencegahaan dan pendataan bencana alam
(4) Menyelenggarakan penertiban hewan
(5) Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dalam penyelesaian masalah tanah dan masalah lain;
(6) Menyelenggarakan antisipasi dan penanganan masalah rawan sosial
(7) Menyelenggarakan penertiban ijin gangguan
(8) Menyelenggarakan penanganan kasus kematian dan kelainan jiwa
(9) Menyelenggarakan penertiban disiplin aparatur kecamatan, aparat desa, guru dan murid
(10) Menyelenggarakan pengawasan penyaluran dan pengelolaan dana bantuan yang turun ke desa
(11) Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban kegiatan-kegiatan keagamaan
(12) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(13) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fungsinya
(14) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. Seksi Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan urusan pembangunan masyarakat desa/kelurahan yang meliputi :

(1) Menyelenggarakan koordinasi satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan
(2) Menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan dengan satuan kerja perangkat daerah tingkat kabupaten, antar   kelurahan dan antar desa
(3) Menyelenggarakan partisipasi masyarakat dalam   forum musyawarah pembangunan antar desa, dan antar kelurahan
(4) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan antar kelurahan dan antar desa
(5) Menyelenggarakan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di lakukan oleh unit kerja pemerintah maupun swasta antar desa dan antar kelurahan;
(6) Menyelenggarakan laporan tugas pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja Kecamatan kepada camat dengan tembusan kepada satuan kerja perangkat daerah yang membidangi urusan pemberdayaan masyarakat;
(7) Menyelenggarakan pembenahan administrasi desa berkaitan dengan program
(8) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan program Alokasi Dana Desa (ADD)
(9) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan program P2SPP
(10) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Perumahan Lingkungan Desa Terpadu (P2LDT);
(11) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Ekonomi Rumah Tangga (ERT)
(12) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Gerbang Emas Desa (GED)
(13) Menyelenggarakan koordinasi program dan kegiatan SKPD di kecamatan sesuai bidang tugasnya
(14) Menyelenggarakan musyawarah antar desa: MAD 1 - 3 dan MAD khusus
(15) Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi program PMD
(16) Menyelenggarakan usaha ekonomi produktif ( kelompok simpan pinjam )
(17) Menyelenggarakan pendampingan para pelaku di tingkat desa (TPK, KPMD - kader pembangunan masyarakat desa )
(18) Menyelenggarakan penyelesaian masalah berkaitan dengan program di desa;
(19) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(20) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(21) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat dan secara administratif kepada sekretaris camat
(22) Menyelenggarakan tugas–tugas lain di bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang –undangan.
  1. 2.2.Visi dan Misi Kecamatan Aesesa

VISI Kecamatan Aesesa dirumuskan dengan memperhatikan visi Kepala Daerah yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Derah ( RPJMD ) Kabupaten Nagekeo Tahun 2009=2013 yaitu Terwujudnya Masyarakat Nagekeo Yang Sejahtera Berdasarkan Rasa Kebersamaan dan Solidaritas Yang Tinggi, Berkeadilan, Demokratis dan Berkelanjutan pada visi Kabupaten Nagekeo diatas, visi Kecamatan Aesesa ditetapkan sebagai berikut:: TERCIPTANYA PELAYANAN PRIMA MENUJU MASYARAKAT MAJU DAN SEJAHTERA :

MISI Kecamatan Aesesa adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur;
  • Meningkatkan koordinasi, Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah Desa dan Kelurahan
  • Mengefektifkan Pelayanan dan Mengoptimalkan Penyelenggaraan Pemerintah
  • Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rana Pembangunan Partisipatif
  • Meningkatkan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat.

  1. 1.1.Kependudukan.

Penduduk mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan suatu wilayah. Karena itu perhatian terhadap penduduk tidak hanya dari segi jumlah tetapi juga dari segi kualitas. Penduduk yang berkualitas merupakan modal bagi pembangunan dan diharapakan dapat mengatasi berbagai akibat dari dinamika penduduk.

Data kependudukan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dan mempunyai arti strategis dalam pembangunan di semua sektor, karena hampir semua sasaran program pemerintah adalah masyarakat atau penduduk..

  1. 1.1Jumlah Penduduk Perjenis Kelamin Per Desa/Kelurahan.

Tabel14.

Jumlah Penduduk Tahun 2017

No. Nama Desa/Kel Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Danga 3.887 3.984 7.456
2 Towak 546 568 1.114
3 Lape 1.846 1.872 3. 718
4 Dhawe 1.006 1. 074 2.080
5 Mbay II 726 658 1.384
6 Mbay I 1.622 2.220 3842
7 Aeramo 2.238 2. 442 4.680
8 Nggolonio 847 884 1.731
9 Nangadhero 922 874 1.796
10 Ngegedhawe 530 543 1.073
11 Tonggurambang 735 681 1.416
12 Olaia 862 929 1.791
13 Marapokot 919 883 1.802
14 Tedamude 458 480 938
15 Tedakisa 591 503 1.094
16 Waekokak 912 918 1.830
17 Labolewa 864 1.014 1.878
18 Nggolombay 847 884 1731
  1. 1.2Jumlah Kepala Keluarga

Tabel 15.

Jumlah Kepala KeLuarga

No. Nama Desa/Kel Kepala Keluarga
1 Danga 1.679
2 Towak 227
3 Lape 739
4 Dhawe 434
5 Mbay II 308
6 Mbay I 1007
7 Aeramo 1.005
8 Nggolonio 422
9 Nangadhero 370
10 Ngegedhawe 213
11 Tonggurambang 363
12 Olaia 370
13 Marapokot 373
14 Tedamude 170
15 Tedakisa 186
16 Waekokak 351
17 Labolewa 336
18 Nggolombay 422
Jumlah 7.260

Tabel 16.

Jumlah Dusun/Lingkungan dan RT

Se-Kecamatan Aesesa

No. Nama Desa/Kel Dusun/Lingkungan RT
1 Danga 5 42
2 Towak 3 12
3 Lape 3 24
4 Dhawe 3 29
5 Mbai II 4 14
6 Mbay I 7 22
7 Aeramo 5 33
8

Nggolonio

4 13
9 Nangadhero 4 10
10 Ngegedhawe 4 13
11 Tonggurambang 4 16
12 Waekokak 4 16
13 Olaia 4 8
14 Marapokot 4 17
15 Tedamude 2 10
16 Tedakisa 3 11
17 Labolewa 4 16
18 Nggolombay 3 8
Jumlah 98 307
  1. 1.2.Kesehatan

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan Program Kesehatan di Kecamatan Boawae dapat diketahui dari indikator derajat kesehatan yaitu Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), Status Gizi Masyarakat dan Angka Kesakitan. Keseluruhan hasil pelaksanaan Program Kesehatan Tahun 2017 terhimpun dalam Profil Kecamatan Aesesa Tahun 2017 ini.

  1. 1.2.1.Tenaga Kesehatan

Tabel 17. Jumlah Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Boawae

No Jenis Spealisasi/Keahlian Jumlah
1. Dokter Umum 8 orang
2. Dokter Gigi 2orang
3. Apoteker 1 orang
4. FKM 8 orang
5. Farmasi 3 orang
6. Perawat 80Orang
7. Bidan 42 orang
8. Perawat Gigi 4orang
9. Sanitarian 2orang
10. Analis Kesehatan 8orang
12. Perekam Medis 1orang
13. Analis Farmasi dan Makanan 1 orang
15. Penjaga Malam 1 Orang
16. Sopir 3 orang
17. Cleaning service 2 orang
18. Juru Masak 2 orang
19. Loundry 1 orang
20 Nutrisionis 6 orang
Jumlah 193orang
  1. 1.2.2.Wadah Pelayanan Kesehatan Tahun 2017

Tabel 18. Fasilitas Kesehatan

No Jenis fasilitas Jumlah
1. Puskesmas 1 buah
2. Pustu 4 buah
3. Polindes 6 buah
4. Poskesdes 3
  1. 1.2.3.Angka Kematian

Kejadian kematian di suatu wilayah dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat, disamping seringkali digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan program pembangunan dan pelayanan kesehatan. Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian yang terjadi pada tahun 2017 akan diuraikan di bawah ini.

  1. Angka Kematian Bayi (AKB)

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat bayi lahir sampai satu hari sebelum ulang tahun pertama.

Angka kematian Neonatal di tahun 2017 tidak ada.

Angka Kematian Bayi dilaporkan ditahun 2017 sebanyak 2/1000

Kelahiran hidup dengan jumlah kematian 2 orang yaitu 1 orang di Kelurahan Mbay I dan 1 orang di Desa Nggolonio

  1. Angka Kematian Balita (AKABA)

Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah anak yang meninggal sebelum usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1.000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan. Dari laporan bulanan dan laporan UPTD PuskesmasAesesa pada tahun 2017 Angka Kematian Balita dilaporkan 6/1000 Kelahiran Hidup dengan jumlah kematian 6 orang.

  1. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)

Kematian ibu yang dimaksud adalah kematian seorang ibu yang disebabkan kehamilan, melahirkan atau nifas, bukan karena kecelakaan. Di tahun 2017 ada 1 kasus kematian ibu di Desa Waekokak

  1. 2.4.Angka Kesakitan

Angka kesakitan pada penduduk berasal dari community based data yang diperoleh melalui pengamatan (surveilans) terutama yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui sistem pencatatan dan pelaporan rutin dan insidentil. Berdasarkan pengamatan penyakit berpotensial KLB (Kejadian Luar Biasa) dan penyakit tidak menular yang diamati di Puskesmas yang merupakan gardu pandang suatu pola dan trend penyakit didapatkan 10 besar kunjungan kasus sebagai berikut :

Tabel 19. Jenis Kasus Penyakit Terbanyak UPTD Puskesmas Aesesa Tahun 2017
NO JENIS PENYAKIT JUMLAH KASUS
1. ISPA 3675
2. Myalgia 897
3. Vulnus Infeksi 853
4. Dispepsia Syndrome 459
5. Penyakit Lainnya 788
6. Hipertensi 389
7. Diare 158
8. Gastritis 213
9. Obs. Febris 287
10. Pulpitis/Reumatik 304

                    Sumber :SP2TP UPTD Puskesmas Aesesa Tahun 2017

Sementara dari laporan Puskesmas Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang mendominasi dan terendah adalah penyakit pulpitis Sementara untuk kondisi penyakit menular, berikut ini akan diuraikan situasi beberapa penyakit menular yang perlu mendapat perhatian termasuk penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa)/wabah.

  1. Penyakit Menular Langsung
    1. a.Tuberkulosis

Angka Kesakitan Tuberkolosis Puskesmas Boawae Tahun 2017 yaitu Jumlah Kasus Baru TB BTA (Basil Tahan Asam) positif sebanyak 23 kasus dan jumlah seluruh kasus TB sebanyak 290 kasus. Di tahun 2017 terjadi peningkatan penemuan kasus TB karena adanya kegiatan ketuk pintu dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus TB sehingga bisa diobati agar dapat memutuskan mata rantai penularan TB.

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru (alveoli). Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Pneumonia juga dapat terjadi akibat kecelakaan karena menghirup cairan atau bahan kimia. Populasi yang rentan terserang pneumonia adalah anak – anak usia kurang dari 2 tahun, usia lanjut lebih dari 65 tahun, atau orang yang memiliki masalah kesehatan (malnutrisi, gangguan imunologi).

Jumlah kasus Pneumoni pada balita di Tahun 2017 sebanyak 3 orang dan tidak ada kematian yang disebabkan oleh Pneumoni di UPTD Puskesmas Aesesa tahun 2017

  1. HIV & AIDS

Penyakit HIV/AIDS yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam memberantas penyakit tersebut antara lain penanganan penderita yang ditemukan dan upaya pemantauan dan pengobatan penderita penyakit menular seksual (PMS). Pada tahun 2017 kasus HIV/AIDS di Kecamatan Aesesa sebanyak 11 orang.(Data Komisi Peduli Aids – Mbay). Upaya pencegahan dan penanggulangan dilakukan melalui penyuluhan masyarakat, screaning HIV/AIDS pada tenaga kerja (TKI) yang kembali dari tempat kerja di luar wilayah dan kegiatan lainnya yang menunjang pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS.

  1. Diare

Penyakit diare sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini sering menimbulkan KLB dan kematian serta merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi dan balita. Pada tahun 2017 jumlah penderita diare di UPTD Puskesmas Danga sebanyak 394 kasus, tertinggi yaitu dari Kelurahan Danga sebanyak 149 kasus dan terendah dari desa Wolowea Timur sebanyak 8 kasus.

  1. Kusta

Penyakit Kusta atau sering disebut penyakit Lepra adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae yang menyerang saraf tepi. Penatalaksanaan kasus yang buruk dapat menyebabkan kusta menjadi progresif, menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, syaraf, anggota gerak dan mata. Di Kecamatan Aesesa selama pada tahun 2017 terdapat 4 kasus kusta multi basiler/kusta basah,

  1. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) meliputi:
    1. Campak
    2. Difteri
    3. Batuk Rejan/Pertusis

Kelima Penyakit tersebut tidak terjadi di Kecamatan Aesesa selama Tahun 2017.

  1. Penyakit Menular Bersumber Binatang
    1. a.Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena penyebarannya yang cepat dan berpotensi menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang hidup digenangan air bersih di sekitar rumah. Nyamuk ini mempunyai kebiasaan menggigit pada saat pagi dan sore hari, umumnya kasus mulai meningkat saat musim hujan. Pada tahun 2017 di Kecamatan Aesesa ditemukan 12 kasus DBD dan yang paling tinggi di Kelurahan Mbay I sebanyak 6 kasus.

Upaya pencegahan dan pemberantasan DBD dititik beratkan pada penggerakan potensi masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pemberantasan sarang nyamuk (gerakan 3 M), pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) serta pengenalan gejala DBD dan penanganannya di rumah tangga. Kegiatan lain dalam upaya pemberantasan DBD adalah pengasapan (fogging).

  1. Malaria

Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan utama di Kecamatan Boawae. Terjadinya peningkatan kasus malaria diakibatkan antara lain adanya perubahan iklim yang tidak menentu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal. Pada tahun 2017 terjadi penurunan Angka Kesakitan Malaria yaitu sebanyak 1 kasus.

  1. Penyakit Filaria

Penyakit Filariasis adalah penyakit menular kronis yang disebabkan cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening serta merusak sistem limfe. Penyakit filariasis menimbulkan pembengkakan tangan, kaki, granula mammae dan scrotum. Menyebabkan kecacatan seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Pada tahun 2017 tidak terdapat kasus Filaria di wilayah kecamatan Aesesa. Hal ini didukung dengan adanya program pemberian obat filaria secara massal selama 5 tahun.

  1. 2.5.Status Gizi Masyarakat

Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan dalam penilaian MDGs adalah status gizi balita. Status gizi balita diukur berdasarkan umur, berat badan, dan tinggi badan. Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas. Jika ditelusuri, masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa, dan usia lanjut. Adapun indikator-indikator yang sangat berperan menentukan status gizi masyarakat antara lain sebagai berikut:

  1. Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram merupakan salah satu faktor utama yang amat berpengaruh terhadap kematian bayi (baik kematian perinatal maupun neonatal). BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu: BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena intrauterine growth retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.

Berdasarakan data yang diperoleh pada tahun 2017 terdapat 44 kasus bayi dengan BBLR.Di Kecamatan Aesesa bayi dengn BBLR disebabkan karena ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), anemia, dan menderita penyakit pada saat hamil.

  1. Status Gizi Balita

Status gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat, Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2017 di wilayah Kecamatan Aesesa sasaran bayi/balita sebanyak 3209 orang, yang datang untuk melakukan penimbangan sebanyak 2704 dengan prosentase 84,26%.

  1. 1.3.Pendidikan

Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, pemerintah memandang perlu adanya peningkatan layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat, minimal pada jejang sekolah menengah pertama guna menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 Tahun (WAJARDIKNAS 9 Tahun) yang bermutu, hal ini berlaku untuk rakyat Indonesia dari tingkat pusat sampai ke daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Nagekeo umumnya dan Kecamatan Aesesa pada khususnya.

  1. 3.1.Lembaga Pendidikan

Tabel 20. Jumlah Sekolah Sekecamatan Aesesa

NO JENJANG STATUS KET
NEGERI SWASTA JMLH
TK/KOBER 1 32 33
SD 17 19 36
SMP REGULER 6 4 10 14
SMP SATAP 4 0 4
SMA 3 2 5
SMK 1 1 2
0 2 2

 

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo