1. 1.1.K.
    1. 1.1.1.Geografis

Kecamatan Boawae merupakan bagian wilayah Kabupaten Nagekeo yang terletak dibagian tengah dengan jarak kurang lebih 32 Km dari ibukota Kabupaten Nagekeo.Luas wilayah Kecamatan Boawae : 325.42 km2 atau 32.542 Ha dengan batas–batas wilayah sebagai berikut :

  • Utara dengan Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatandan Kecamatan Soa Kabupaten Ngada
  • Selatan dengan Kecamatan Mauponggo
  • Timur dengan Kecamatan Nangaroro
    • Barat dengan Kecamatan Soa dan Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada.
  1. 1.1.2.Struktur Tanah

Wilayah ini seperti wilayah-wilayah lain dalam Daerah Kabupaten Nagekeo termasuk busur dalam ( inner are ) yang merupakan vulkanis muda. Struktur tanah di wilayah ini terdiri atas Tanah dengan lapisan humus yang cukup tebal yang meliputi Desa Kelewae, Desa Leguderu, Solo, Rigi, Mulakoli, Wolopogo, Rega, Nageoga, Natanage dan bagian selatan Kelurahan Nagesapadhi dan Desa Wea au. Tanah Margal : Di Desa Raja, Wolowea bagian Utara, Wea Au bagian Barat dan Desa Nagerawe. Tanah Kapur : Di Kelurahan Ratongamobo, Desa Gerodhere dan Desa Dhereisa.

  1. 1.1.3.Topografi

Pada bagian Selatan dari Kecamatan ini membentang satu rangkaian gunung dari arah Timur Kelituka melalui Gunung Ebulobo kearah Barat sampai Wolopesumanu. Desa-desa yang berbatasan langsung dengan gunung-gunung tersebut yaitu : Desa Wea au dan Kelimado Gunung Kelituka. Sedangkan Desa Kelewae, Desa Leguderu, Kelurahan Nageoga,Kelurahan Wolopogo dan Desa Mulakoli berbataasan langsung dengan Gunung Ebulobo yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2.149 m diatas permukaan laut dan pernah meletus pada tahun 1924. Bagian Timur wilayah kecamatan ini ada Gunung Begu dan terdapat beberapa desa yang berbatasan langsung dengan gunung ini adalah : Desa Wolowea, Desa Raja, Desa Gerodhere dan Kelurahan Ratongamobo. Bagian tengah kecamatan ini merupakan satu dataran rendah yang terbentang dari arah Timur, bagian tengah kearah Barat dan melebar ke Utara, dimana ditempat tempat ini merupakan daerah sentra produksi. Lembah dan ngarai yang curam terdapat di bagian Utara ditempat aliran aliran sungai kecil menuju aliran ke Sungai Aesesa.

  1. 1.2.Sejarah Kecamatan Boawae

Kecamatan Boawae yang adalah merupakan Bagian dari Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Ngada, yang sebelumnya adalah merupakan sebagian dari wilayah Swapraja Nagekeo yang dibentuk pada Tahun 1932 oleh Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi wilayah – wilayah : Kecamatan Aesesa, Kecamatan Nangaroro, dan wilayah Kecamatan Mauponggo dengan pusat Kerajaan di Boawae (sekarang ibukota Kecamatan Boawae) dengan struktur kepemerintahan di Tingkat Kerajaan sebagai berikut :

  1. Keswaprajaan yang dikepalai oleh raja-raja yang pernah memerintah sebagai berikut :
    1. Dalam melaksanakan tugas-tugas keswaprajaan dibentuk Dewan Pemerintahan Swapraja yang disingkat DPS dengan jumlah anggota dewan sebanyak 5 orang dengan susunan personalia sebagai berikut:
  2. Ketua Dewan
  : Joseph Djuwa Dobe Ngole
  1. Wakil Anggota Dewan
: Antonius Bata Mude
  1. Anggota-anggota Dewa
:
  1. Emanuel   Lena
  2. Matheus Mite Mude
  3. Galus Pesa

Pada Tahun 1959 Dewan Pemerintahan Swapraja ( DPS ) dirobah menjadi Badan Pemerintahan Harian Swapraja ( BPHS ) dengan susunan personalia sebagai berikut :

  1. Ketua Dewan
: Joseph Djuwa Dobe Ngole
  1. Wakil Anggota Dewan
: Antonius Bata Mude
  1. Anggota-anggota Dewan
:
  1. Josep Seke Liu
  2. Matheus Mite Mude
  3. Markus Mere Bengu

Dengan staf pembantu sebagai berikut  :

  • Bapak Fransiskus Dapa Ngole
: Sebagai Sekretaris Swapraja
  • Feliks Feto Wea
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Elias Pua Upa
: Menangani Urusan Pajak
  • Jusuf Bali
: Menangani Urusan Kehakiman
  • Antonius Adjo Bii
: Menangani Urusan Keuangan
  • Thomas Ame Coo
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Lazarus Lewa Usu
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Pius Tage Doa
: Menangani Urusan Tata Usaha
  •  Lukas Mite Wea
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Abdulkadir Nggara
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Sulaiman Sengi
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Antonius Api Muku
: Menangani Urusan Kehakiman
  • Daniel Tago
: Menangani Urusan Pajak
  : Menangani Urusan Keuangan
  • Joseph Parera
: Menangani Urusan Keuangan
  • Mathias Muga
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Ambros Busa
: Menangani Urusan Tata Usaha
  • Mikael Goa Nau
: Menangani Urusan Pajak
  1. Kehamentean yang dikepalai oleh seorang Kepala Hamente dengan jumlah sebanyak 18 Hamente dan bekas wilayah Haminte yang menjadi Bagian Wilayah Kecamatan Boawae adalah : Haminte Boawae, Haminte Deru Rowa, Haminte Kelimado dan Haminte Raja, masing-masing dikepalai dan dibantu oleh :
    1. Haminte Boawae di Jabat oleh : - Joseph Seke Liu, Arnoldus Meze Muku, Karolus Roga Ngole dan Hendrikus Mite dan membawai 13 buah anak kampung yang dikepalai oleh seorang kepala kampung sebagai berikut :
  2. Kepala Kampung Toeteda/Nagemi
  : Servasius Bhugu Da
  1. Kepala Kampung Boawae
: Titus Lasa
  1. Kepala Kampung Olakile
: Kornelis Kota Kile
  1. Kepala Kampung Wolowawo
: Marthinus Goa Mola
  1. Kepala Kampung Tibakisa
: Matheus Mite Wula
  1. Kepala Kampung Wolopogo
: Andreas Meze Nuwa
  1. Kepala Kampung Rega
: Zakarias Mite Nage
  1. Kepala Kampung Watugase
: Alfonsius Su Woi
  1. Kepala Kampung Gero
: Laja Bo
  1. Kepala Kampung Dhereisa
: G. Gelo Muku                   
  1. Kepala Kampung Alo
: Dhae Dora
  1. Kepala Kampung Sekojawa
: Kolo Nenu
  1. Kepala Kampung Rebhebawa
: Rafael Rebo
  1. Haminte Deru Rowa di Jabat oleh : Aloysius Nuwa Laki, Bapak Wilem Roga Wona dan membawai 8 buah anak kampung :
  2. Kepala Kampung Wolomogo/Majamere
  : Domi Ceme.
  1. Kepala Kampung Wae
: Anton Siga
  1. Kepala Kampung Surolaja
: Lambertus Lako.
  1. Kepala Kampung Nunukae
: Gabriel Gawe
  1. Kepala Kampung Legu
: Mite Oja
  1. Kepala Kampung Solo
: Yeremias Buku Elu
  1. Kepala Kampung Natatiwu
: Antonius Buku Siga
  1. Kepala Kampung Woloboa
: Mikael Dolo
  1. Haminte Kelimado di Jabat oleh : - Bapak Yohnaes Djo Dou, Bapak Yohanes Meo Ngengo, Bapak Eduardus Edje Sena, Bapak Konz Meze Laki dan membawahi 11 buah anak kampung :
  2. Kepala Kampung Nanga
  : Coo Bei
  1. Kepala Kampung Kelimado
: Rafael Leba
  1. Kepala Kampung Boamuzi
: Anton Dhae
  1. Kepala Kampung Ngula
: Matheus Wegu
  1. Kepala Kampung Weaau
: Joseph Nuwa Ceme
  1. Kepala Kampung Nido
: Linus Pili
  1. Kepala Kampung Mulakoli
: Yakobus Mite Oy
  1. Kepala Kampung Wua Muja
: Andreas Woti
  1. Kepala Kampung Mabha Bhoja
: Bapak
  1. Kepala Kampung Suke Gelu
: Aloysius Ceme Oli
  1. Kepala Kampung Wolowea
: Andreas Mosa
  1. Haminte Raja di Jabat oleh : - Bapak Meze Towa, Bapak Petrus Dapa Wea dan membawahi 3 buah anak kampung :
  2. Kepala Kampung Natalea/Poma
  : Thomas Mola
  1. Kepala Kampung Boabi
: Fidelis Nuwa
  1. Kepala Kampung Dorameli
: Laurensius Odo.

Perkembangan ketatanegaraan setelah Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dari tahun ke tahun mengalami perobahan-perobahan dan berdasarkan Undang-undang Nomor 68 Tahun 1958 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah – Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Tanggal 22 Pebruari 1962, Nomor Pem.66/1/2/62 tentang pembentukan 64 buah Kecamatan di Propinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya termasuk Kecamatan Boawae yang pada waktu pembentukannya dengan nama Kecamatan Nage Tengah dan pada tahun 1964 diganti dengan nama Kecamatan Boawae, yang terdiri dari 17 buah Desa yakni :

  1. Desa Raja dengan wilayah dari bekas Haminte Raja dengan pusat Desanya Raja, dengan Kepala Desa Pertamanya adalah Mola Ito.
  2. Desa Wolowea dengan wilayah bekas Haminte Kelimado, khususnya anak kampung Wolowea, Boamuzi dan Ngula dengan pusat desanya di Jawagae, dengan Kepala Desa Pertamanya adalah Dominikus Meo
  3. Desa Wea Au dengan wilayah bekas Haminte Kelimado, khususnya kampung Weaau, Nido dengan pusat desanya di Wea Au, dengan Kepala Desa pertamanya adalah Yosep Nuwa Ceme.
  4. Desa Mulakoli dengan wilayah bekas Haminte Kelimado, khususnya anak kampung Mulakoli, dengan pusat desanya di Mulakoli dan Kepala Desa pertamanya adalah Fabianus Ema Tadi.
  5. Desa Kelimado dengan wilayah bekas Haminte Kelimado, khususnya anak kampung Kelimado, dengan pusat desanya di Nanga dan Kepala Desa pertamanya adalah Joseph Amekae.
  6. Desa Rega dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Rega, Talomema dengan pusat desanya di Talomema dan Kepala Desa pertamanya adalah Aloysius Djata Bha.
  7. Desa Wolopogo dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Wudu, Talomema dengan pusat desanya di Wudu dan Kepala Desa pertamanya adalah Yosep Seke Liu.
  8. Desa Ratongamobo dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Watugase dan Tongananga, dengan pusat desanya di Watugase dan Kepala Desa pertamanya adalah A. Su Woi.
  9. Desa Gerodhere dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Gero dan Dhereisa, dengan pusat desanya di Gero dan Kepala Desa Pertamanya adalah Simon Seke.
  10. Desa Nagerawe dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Bokaju dan Dangakapa, dengan pusat desanya di Dangakapa dan Kepala Desa pertamanya adalah Lambertus Logo Due.
  11. Desa Rowa dengan wilayah bekas Haminte Deru Rowa khususnya anak kampung Hobonio dan Woloboa, dengan pusat desanya di Hobonio dan Kepala Desa pertamanya adalah Pius Deke.
  12. Desa Solo dengan wilayah bekas Haminte Deru Rowa khususnya anak kampung Solo, dengan pusat desanya di Solo dan Kepala Desa pertamanya adalah Gabriel Dora.
  13. Desa Leguderu dengan wilayah bekas Haminte Deru Rowa khususnya anak kampung Legu dan Nunukae, dengan pusat desanya di Nunukae dan Kepala Desa pertamanya adalah Lambertus Lako.
  14. Desa Kelewae dengan wilayah bekas Haminte Deru Rowa khususnya anak kampung Dadho dan Wae, dengan pusat desanya di Dadho dan Kepala Desa pertamanya adalah Antonius Siga.
  15. Desa Nagesapadhi dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Toeteda dan Boagu, dengan pusat desanya di Toeteda dan Kepala Desa pertamanya adalah Bernardus Nuwa Nua.
  16. Kelurahan Natanage dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Boawae, Bidiwawo, Bidiau, Rabu dan Lego, Wolowawo, Olakile dengan pusat desanya di Boawae dan Kepala Desa pertamanya adalah E. Doy Lewa.
  17. Desa Nageoga dengan wilayah bekas Haminte Boawae, khususnya anak kampung Tibakisa, Pagonage, Rua dengan pusat desanya di Tibakisa dan Kepala Desa pertamanya adalah Mikael Goa Nau.

Dengan adanya SK. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 22 Pebruari 1962, Nomor Pem.66/1/2/62 maka terhitung sejak tanggal 1 Juli 1962, Kecamatan Boawae terbentuk yang pada waktu itu terkenal dengan nama Kecamatan Nage Tengah dengan wilayah mencakupi sebagian dari Kecamaan Nangaroro, khusus Desa Bidoa, Nataute, Ulupulu, Kotatoto, Pagomogo dan sebagian wilayah Kecamatan Keo ( sekarang Kecamatan Mauponggo ) khusus Desa Wolo Ede dan Woewolo dengan susunan Camat sebagai Wilayah Kecamatan sebagai berikut :

Tahun 1962 s/d 1964 Camat di Jabat oleh : Bapak Frans Dapa Ngole, dan pada tahun 1964 dengan terbentuknya Kecamatan Nangaroro maka nama Kecamatan Nage Tengah diubah menjadi Kecamatan Boawae dengan urutan nama-nama Pejabat sebagai     berikut :

  1. Tahun 1964 s/d 1966 dijabat oleh
: Bapak Frans Lay Pea
  1. Tahun 1967 s/d 1972 dijabat oleh
: Bapak Antonius P. Taso
  1. Tahun 1973 s/d 1979 dijabat oleh
: Bapak Yohanes. S. Aoh, BA
  1. Tahun 1979 s/d 1983 dijabat oleh
: Bapak Drs. Hendrikus. Nio
  1. Tahun 1984 s/d 1988 dijabat oleh
: Bapak Drs. J.J. Dore Siu
  1. Tahun 1988 s/d 1991 dijabat oleh
: Bapak Drs. L.A. Lowa
  1. Tahun 1991 s/d 1994 dijabat oleh
: Bapak Isodorus Djawa
  1. Tahun 1994 s/d 1995 dijabat oleh
: Bapak Drs. John E. Parera
  1. Tahun 1995 s/d 1998 dijabat oleh
: Bapak Drs. Paulus Soliwoa
  1. Tahun 1998 s/d 2002 dijabat oleh
: Bapak Drs. Marselinus Lowa
  1. Tahun 2002 s/d 2006 dijabat oleh
: Bapak Drs. Wilhelmus Lena
  1. Tahun 2006 s/d 2010 dijabat oleh
: Bapak Drs. Imanuel Ndun, M.Si
  1. Tahun 2011 s/d 2013 dijabat oleh
: Bapak Drs.Kristoforus Sake
  1. Tahun 2013 s/d 2017 dijabat oleh
: Bapak Mane Yosef, A. Md
  1. Tahun 2017
: Ibu Mariana Dua, S. Sos
  1. 1.3.Kondisi Aparatur

Kondisi aparatur adalah potensi aparatur Kecamatan Boawae yang merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhubungan langsung dengan pemerintahan Desa/Kelurahan dan masyarakat sehingga diperlukan kualitas dan dedikasi tinggi bagi aparat kecamatan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia maka aparat yang ada perlu diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan atau pelatihan secara berkala, disamping itu secara periodik dilakukan pembinaan baik melalui rapat staf maupun apel pagi, apel kesadaran dan kegiatan lainya yang dapat meningkatkan disiplin, motivasi kerja dan loyalitas. Secara keseluruhan berdasarkan beban kerja yang tinggi dan wilayah yang cukup luas dan jumlah desa/kelurahan yang banyak maka dengan kondisi aparatur kecamatan yang ada maka sangat tidak maksimal.

Tabel 1.

Pegawai Negeri Sipil Kantor Camat Boawae Berdasarkan Pangkat dan Golongan.

NO NAMA JABATAN PANGKAT/GOL RUANG
1. Mariana Dua, S.Sos Camat Pembina-IV/a
2. Fransiskus Rute Sekcam Pembina-IV/a
3. Bertolomeus Abe Kasi Pem Penata Tk. I-III/d
4. Drs. Donatus Sawu Kasi Trantib Penata Tk. I-III/d
5. Yolenta Wea Coo Kasi Pelum Penata Tk. I-III/d
6. Atnasius Babo, S.Kom Kasi PMD Penata Muda Tk. I-III/b
7. Monika A. Ngora Maghi A.Md Kasubag Keu Penata Muda Tk. I-III/b
8. Yasinta Muga, A.Md Kasubag PEP Penata Muda Tk.I-III/b
9. Wiwiek Ernawati Staf Pengatur Tk. I-II/d
10. Irene Nio Wula Staf Pengatur Muda Tk. I-II/b
11. Yolenta Wea, A.Md Staf Penata Muda-III/a
12. Adriana N. Riwu, A.Md Staf Penata Muda-III/a
13. Yohanes Yacop Ndun Staf Pengatur Muda Tk. -II/b
14. Adwina Nago Staf Pengatur Muda Tk. - II/b
15. Simon Sake Staf Pengatur Muda Tk.- II/b
16. Susana Boa Staf Pengatur Muda Tk.- II/b

Tabel 2.

Tenaga Harian Lepas Kecamatan Boawae

NO NAMA JABATAN
1. Mersiana Aso Operator Computer
2. Noldy Stefandri Dethan Operator Computer
3. Oktoberi Koci Sopir
4. Mikhael Ajo Bha Pramu Kebersihan
5. Rosa B. Bhara THL Dukcapil
6. Krispinus Didu Lele THL Dukcapil

Tabel 3.

Polisi Pamong Praja Kecamatan Boawae

NO NAMA JABATAN
1. Andreas Wedo, SE Koordinator Pol PP
2. Bonaventura G. Bhoga Anggota Pol PP
3. Melkior Feto Wea Anggota Pol PP
4. Adrianus Yoseph Sibu Anggota Pol PP
5. Kripinus Meze Soli Anggota Pol PP
6. Angelina Bupu Utha Anggota Pol PP
7. Antonius Pelo Mude Anggota Pol PP
8. Fransiskus X. Lowa Anggota Pol PP

Tabel 4.

Tenaga Pendamping Desa Kecamatan Boawae

NO NAMA JABATAN
1. Yenri Lambert Sunbanu Koordinator
2. Walterius Meka PD. Teknik
3. Hendrikus d Dhenga Pemberdayaan
4. Martina Ngole PLD
5. Pius Pi Aso PLD
6. Anastasia Rino Bani  
7. Rikardus Meze Wula PLD
8. Dorotea Gomi PLD
9 Luitgardus Seda Doa PLD

Tabel 5.

Sekretaris Desa PNS Kecamatan Boawae

NO NAMA JABATAN
1. Yohanes D Wea  
2. Felix Feto  
3. Vinsensius Babo  
4. Fransiskus Busa  
5. Falentinus Lado  

Kecamatan Boawae terdiri dari 28 Desa/Kelurahan yang terbagi dalam 20 Desa dan 8 Kelurahan sehingga jumlah keseluruhan ada 28 Desa/Kelurahan. Banyaknya Desa/Kelurahan, Dusun Lingkungan, RT dan Jarak Ibukota ke Kecamatan sebagai berikut:

Tabel 6.

Jumlah Desa, Dusun Lingk. Dan RT

NO. NAMA DESA / KELURAHAN IBUKOTA DESA / KELURAHAN DUSUN / LINGK. RT JARAK DARI KOTA DESA/KEL. KE KEC.
1. Rowa Hobanio 4 12 12
2. Rigi Olaewa 4 6 5
3. Solo Padhaegha 4 11 10
4. Kelewae Doya 4 9 14
5. Leguderu Nunukae 4 10 8
6. Nagesapadhi Tooteda 4 11 1
7. Natanage Hobo A 4 20 0
8. Nageoga Tibakisa 5 16 2
9. Wolopogo Wudu 4 14 6
10. Mulakoli Mulakoli 4 14 12
11. Weaau Weaau 4 10 15
12. Kelimado Wolonio 5 15 7
13. Rega Natameze 5 24 6
14. Ratongamobo Watugase 4 13 5
15. Wolowea Jawagae 2 9 12
16. Raja Pomakoe 2 11 15
17. Dhereisa Dhereisa 4 8 15
18. Gerodhere Gero 4 13 10
19. Olakile Olakile 3 8 2
20. Nagerawe Malapaubhara 4 8 17
21. Focolodorawe Foco 4 9 18
22. Alorawe Alo 4 8 21
23. Natanage Timur Nagenai 4 16 0,5
24. Raja Selatan Dorameli 2 8 17
25. Raja Timur Malaboa 2 8 16
26. Wolowea Timur Denaano 2 7 13
27. Wolowea Barat Beze 3 6 11
28. Ds. Pers. Aemali Paupadhi 4 10 3
  Jumlah   103 314  

Tabel 7. Jumlah Perangkat Desa dan BPD

NO. NAMA DESA JUMLAH APARAT DESA

JUMLAH

ANGGOTA BPD

KET

1. Solo 11 5  
2. Rowa 11 7  
3. Kelewae 12 6  
4. Leguderu 11 7  
5. Rigi 11 7  
6. Nagerawe 11 6  
7. Focolodorawe 12 7  
8. Alorawe 12 7  
9. Dhereisa 11 5  
10. Gerodhere 12 7  
11. Weaau 12 8  
12. Wolowea 10 7  
13. Raja 9 7  
14. Kelimado 11 7  
15. Mulakoli 11 8  
16. Raja Timur 10 5  
17. Raja Selatan 10 7  
18. Wolowea Timur 10 5  
19. Wolowea Barat 11 5  
20. Desa Persiapan Aemali 1 5  
  Jumlah 209 118  

Tabel 8.

Nama Desa/Kelurahan dan Nama Kepala Desa/Lurah Tahun 2017

NO NAMA DESA / KELURAHAN NAMA KEPALA DESA / LURAH KET
  Desa Kelewae Anselmus Lalo Uma, S.STp Penjabat
  Desa Leguderu Babo Vinsensius  
  Desa Rigi Bertolomeus Jogo  
  Desa Solo Gawe Vinsensius S.STp Penjabat
  Desa Rowa Petrus Lawi  
  Desa Nagerawe Yeremias Kisa  
  Desa Focolodorawe Bruno Kewa  
  Desa Alorawe Baltasar Baka Bupu  
  Desa Dhereisa Geradus Gela  
  Desa Kelimado Petrus Mola  
  Desa Mulakoli Geradus Bajo  
  Desa WeaAu Kristina Azi Dhema, A,Md Penjabat
  Desa Wolowea Petrus Telu Penjabat
  Desa Wolowea Timur Longginus Egho  
  Desa Wolowea Barat Agustinus Tue  
  Desa Raja Yohanes Yacop Ndun Penjabat
  Desa Raja Timur Adolfus Mana  
  Desa Raja Selatan Blasius Mola  
  Desa Gerodhere Salextinus Nuga  
    Pelo Antonius  
    Paulus Meka  
    Anggela Wea  
    Sitha Krisna Wijayanti, SS  
    Fransiska owa  
    Susana Ledho  
    Yosefina S. S. Una Boleng  
    Agustinus F. L. Bate, S.IP  
      Penjabat

Tabel 9.

Jumlah Penghasilan Tetap Aparat Pemerintah Desa

(Non PNS) dan Bantuan RW/RT Tahun 2017

NO JABATAN BESARAN PER BULAN (RP) SUMBER DANA KET
  Kepala Desa 2.000.000 APBDes  
  Sekdes (Non PNS) 1.400.000 APBDes  
  Kepala Seksi 1.000.000 APBDes  
  Kepala Urusan 1.000.000 APBDes  
  Kadus 1.000.000 APBDes  
  Ketua BPD 850.000 APBDes  
  Wakil Ketua BPD 800.000 APBDes  
  Sekretaris BPD 750.000 APBDes  
  Anggota BPD 700.000 APBDes  
  Kepala Lingkungan 500.000 PMK masing-masing kelurahan
  Ketua RT 150.000 APBDes  
  Operator Komputer 700.000 APBDes  

Tabel 10.

Laporan Realisasi PBB Keadaan Desember 2017

NO. NAMA DESA DAN KELURAHAN PENETAPAN (RP) REALISASI (RP)

SISA

(RP)

%

Prog-res

1. Raja Selatan 3.164.829 3.164.829 0 100
2. Raja Timur 3.135.914 3.135.914 0 100
3. Raja 4.930.689 4.930.689 0 100
4. Wolowea Timur 3.473.157 3.473.157 0 100
5. Wolowea 4.896.958 4.896.958 0 100
6. Wolowea Barat 3.201.250 3.201.250 0 100
7. Weaau 4.761.196 4.761.196 0 100
8. Mulokali 4.249.656 4.249.656 0 100
9. Kelimado 6.406.771 6.406.771 0 100
10. Rega 5.711.944 5.711.944 0 100
11. Wolopogo 5.951.130 5.951.130 0 100
12. Ratongamobo 6.037.476 6.037.476 0 100
13. Gerodhere 4.392.523 4.392.523 0 100
14. Dhereisa 3.309.277 3.309.277 0 100
15. Alorawe 806.621 806.621 0 100
16. Nageoga 6.331.180 4.678.511 1.652.669 74
17. Natanage Timur 6.141.442 4.945.869 1.195.573 81
18. Natanage 15.197.531 9.550.171 5.647.360 63
19. Olakile 5.381.308 4.566.931 814.377 85
20. Focolodorawe 1.104.622 1.104.622 0 100
21. Nagerawe 2.719.104 2.719.104 0 100
22. Nagesapadhi 33.655.122 20.225.445 13.429.677 60
23. Rigi 10.256.376 7.557.554 2.698.822 74
24. Leguderu 3.748.452 3.748.452 0 100
25. Kelewae 6.681.112 6.681.112 0 100
26. Rowa 20.845.192 19.372.347 1.472.845 93
27. Solo 8.517.509 8.517.509 0 100
28. Ds Pers Aemali Data masih bergabung dengan kelurahan induk
  Jumlah 185.008.341 158.097.018 26.911.323 85

Presentase : 86,47%

Tabel 11.

Nama Sekretaris Desa

yang telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil yaitu:

NO. NAMA DESA NAMA SEKDES KET
1. Leguderu        Babo Vinsensius  
2. Nagerawe Valentinus Lado  
4. Mulakoli Fransiskus Busa  
5. Dhereisa Felix Feto  
6. Raja Yohanes Dhae Wea  
7. Kelimado Simon Sake Telah dimutasikan ke kantor camat Boawae
8. Rowa Susana Boa

Tabel 12.

Jumlah Keseluruhan Aparatur Silpil Negara Sekecamatan Boawae

NO UNIT INSTANSI URAIAN
PNS THL
1 KANTOR CAMAT BOAWAE 16 15
2 PUSKESMAS BOAWAE 85 35
3 BPK NATANAGE 23 6
4 UPTD PENDAPATAN 1 3
5 PLKB KECAMATAN 2 4
6 PKH   4
7 UPTD PPO 4 3
8 UPTD PETERNAKAN 1 4
9 SERETARIS DESA 5  
10 KELURAHAN NAGESAPADHI 5 1
11 KELURAHAN WOLOPOGO 4 2
12 KELURAHAN RATONGAMOBO 5 2
13 KELURAHAN REGA 3 3
14 KELURAHAN NATANAGE 5 4
15 KELURAHAN OLAKILE 5 2
16 KELURAHAN NATANAGE TIMUR 5 4
17 KELURAHAN NAGEOGA 6 2
  JUMLAH 175 94
  1. 1.4.Sarana dan Prasarana Kantor

Tabel 13.

Sarana dan Prasarana Kantor

NO URAIAN UNIT KONDISI
1 Gedung kantor 1 Baik
2 Kendaraan roda empat 1 Baik
3 Kendaraan roda dua 7 Baik
4 Genset 1 Baik
5 Lemari 12 11 baik dan 1 rusak
6 Leptop 7 6 baik, 1 rusak
7 Komputer pc 3 2 baik, 1 rusak
8 Meja kerja 21 15 baik, 6 rusak
9 Printer 5 2 baik, 3 rusak
10 Wirless portable 1 Baik
11 Meja rapat 3 Baik
12 Kursi plastik 250 Baik
13 Kursi kerja 17 Baik
14 Dispenser 1 Baik
15 Reskuker 1 Baik
16 Kipas angin 2 Baik
17 Meja makan 1 Baik
18 Rak arsip 4 Baik
19 Sofa 4 4 baik, 1 kurang baik
20 Lcd 1 Baik
21 TV 1 Baik
22 Resiver garuda 1 Baik
23 Kulkas 2 Baik
24 Kursi lipat besi 25 Baik
25 Lemari arsip 2 Baik


  1. 2.1.TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD
    1. 2.1.1.Tugas Camat

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Boawae dipimpin oleh seorang Camat Boawae mempunyai Kedudukan, Tugas Pokok melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menanganai segala urusan otonomi daerah. Selain tugas sebagai mana yang dimaksud pada ayat (1), Camat juga menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :

  1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
  2. Mengkoordinaasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
  3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;
  4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
  5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan ditingkat kecamatan;
  6.      Membina penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan dan desa;
  7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan Pemerintahan Kelurahan dan Desa.
    1. 2.1.2.Fungsi Camat

Camat dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada poin (2) menyelenggarakan fungsi :

  1. Pelaksanaan pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Bupati;
  2. Pelayanan penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan;
  3. Pelaksanaan koordinasi operasional unit pelaksanaan teknis Dinas.
    1. 2.1.3.Stuktur Organisasi

 

Susunan organisasi Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Kecamatan dan Kelurahan, adalah terdiri atas :

  1. 1)Camat

Memimpin pelaksanaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan dengan merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sekretariat dan seksi-seksi untuk pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi :

(1) Merumuskan dan menetapkan rencana strategis pemerintahan Kecamatan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);
(2) Menetapkan Rencana Kinerja (Renja), penetapan kinerja dan evaluasi kinerja Kecamatan;
(3) Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan;
(4) Memimpin dan mengkoordinasikan pengawasan pelaksanaan program dan kegiatan SKPD yang dilaksanakan di Kecamatan;
(5) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan administrasi desa dan kelurahan;
(6) Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
(7) Memimpin dan mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
(8) Memimpin dan mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;
(9) Memimpin dan mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
(10) Memimpin dan mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan tingkat Kecamatan;
(11) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan administrasi keuangan;
(12) Memimpin dan mengkoordinasikan penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada di Kecamatan;
(13) Memimpin dan mengkoordinasikan peningkatan ekonomi masyarakat;
(14) Memimpin dan mengkoordinasikan pelestarian kebudayaan;
(15) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan kerukunan antar umat beragama;
(16) Memimpin dan mengkoordinasikan penataan pasar Kecamatan;
(17) Memimpin dan mengkoordinasikan pendataan penduduk;
(18) Memimpin dan mengkoordinasikan membangkitkan partisipasi masyarakat;
(19) Memimpin dan mengkoordinasikan pelestarian budaya gotong royong;
(20) Memimpin dan mengkoordinasikan administrasi PPAT;
(21) Memimpin dan mengkoordinasikan penanganan bencana alam;
(22) Memimpin dan mengkoordinasikan penerapan nilai-nilai budaya (kearifan lokal);
(23) Memimpin dan mengkoordinasikan Satuan Koordinasi Lapangan (Satkorlap);
(24) Memimpin dan mengkoordinasikan pembinaan aparatur Kecamatan;
(25) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran Kecamatan;
(26) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan;
(27) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) yang menjadi kewenangan Kecamatan;
(28) Memimpin dan mengkoordinasikan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang menjadi kewenangan Kecamatan;
(29) Memimpin dan mengkoordinasikan   penyusunan profil dan statistik tahunan Kecamatan;
(30) Memimpin dan mengkoordinasikan   penyusunan laporan bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan;
(31) Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan untuk mewujudkan keterpaduan dan keserasian kerja;
(32) Mengendalikan pelaksanaan teknis operasional Kecamatan dengan membimbing, mengarahkan dan mengawasi optimalisasi tugas;
(33) Mengevaluasi pelaksanaan tugas Kecamatan berdasarkan rencana dan realisasinya untuk mengetahui tingkat pencapaian program dan permasalahan yang dihadapi serta upaya pemecahan masalah;
(34) Mendistribusikan tugas kepada kepala Seksi dan Sekretaris sesuai tupoksi;
(35) Menjalin kerjasama dengan instansi lain atau lembaga lain (mitra kerja) demi keberhasilan pelaksanaan program organisasi;
(36) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati/Wakil Bupati sesuai dengan tupoksi; dan
(37) Melaporkan pelaksanaan tugas secara teknis operasional kepada Bupati/Wakil Bupati dan secara administratif kepada Sekretaris Daerah.
  1. Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Sekretariat mempunyai tugas dan fungsi pokok yaitu Memimpin Penyelenggaraan Kesekretariatan Kecamatan meliputi:

(1) Mengkoordinasikan koordinasi urusan perencanaan, evaluasi dan pelaporan
(2) Menyelenggarakan koordinasi urusan umum dan kepegawaian
(3) Menyelenggarakan koordinasi   urusan keuangan
(4) Menyelenggarakan koordinasi     penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan
(5) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Rencana Kinerja (RENJA) Kecamatan
(6) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan
(7) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan Pengukuran Kinerja (PK) Kecamatan
(8) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan LAKIP Kecamatan
(9) Menyelenggarakan koordinasi   penyusunan data LKPJ Kecamatan
(10) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan data LPPD
(11) Menyelenggarakan koordinasi   penyusunan laporan Bulan, Triwulan dan Tahunan
(12) Menyelenggarakan koordinasi urusan kebersihan lingkungan kantor
(13) Melakukan koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan di seksi
(14) Menyelenggarakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan
(15) Mengkoordinasikan penghimpunan data dari setiap seksi
(16) Mewakili camat dalam melaksanakan tugas kepemerintahan bila camat berhalangan
(17) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(18) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(19) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada camat

Sekretariat Membawa :

  1. 1)Subbagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan;
  2. 2)Subbagian Umum dan Kepegawaian;
  3. 3)Subbagian Keuangan.
  4. Seksi Pelayanan Publik

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan pelayanan umum yang meliputi

(1) Menyelenggarakan admnistrasi kependudukan catatan sipil, akte kelahiran, akte perkawinan, akte perceraian, akte kematian
(2) Menyelenggarakan proses administrasi pengesahan surat keterangan penduduk untuk menerbitkan KTP, surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan pindah penduduk, surat keterangan domisili, surat keterangan usaha (dari desa/kelurahan mengetahui camat )
(3) Menyelenggarakan proses administrasi pengesahan kartu keluarga (dari desa/kelurahan mengetahui camat )
(4) Menyelenggarakan perijinan, Surat Keterangan Asal Barang (SKAB), tempat usaha, ijin gangguan (HO), rekomendasi penelitian dan ijin pesta
(5) Menyelenggarakan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan atau instansi vertikal yang tugas dan fungsinya di bidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
(6) Menyelenggarakan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
(7) Melaporkan pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di wilayah Kecamatan kepada camat;
(8) Menyelenggarakan perencanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan;
(9) Menyelenggarakan percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kecamatan;
(10) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan
(11) Menyelenggarakan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan
(12) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(13) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(14) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat   dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. Seksi Pemerintahan
Memimpin penyelenggaraan urusan   pemerintahan meliputi :
(1) Menyelenggarakan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penerapan peraturan perundang-undangan
(2) Menyelenggarakaan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya dibidang penegakan peraturan perundang-undangan
(3) Melaporkan pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan di wilayah kecamatan kepada camat
(4) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan kelurahan
(5) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa dan lurah
(6) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap perangkat desa dan kelurahan
(7) Menyelenggarakan evaluasi pemerintahan desa dan kelurahan
(8) Melaporkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan tingkat kecamatan
(9) Membantu camat dalam urusan Pembuat Akta Tanah (PPAT)
(10) Menyelenggarakan pembinaan partai politik
(11) Menyelenggarakan pembentukan dan penguatan lembaga adat
(12) Menyelenggarakan penyelesaian masalah tanah dengan pendekatan budaya
(13) Menyelenggarakan persehatian batas tanah ulayat
(14) Menyelenggarakan persehatian batas desa
(15) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(16) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(17) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat   dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. Seksi Ketentraman Dan Ketertiban

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan urusan ketentraman dan keamanan

(1) Menyelenggarakan koordinasi dengan kepolisian dan TNI menangani ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan
(2) Menyelenggarakan koordinasi dan komunikasi dengan pemuka agama untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan
(3) Menyelenggarakan pencegahaan dan pendataan bencana alam
(4) Menyelenggarakan penertiban hewan
(5) Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dalam penyelesaian masalah tanah dan masalah lain;
(6) Menyelenggarakan antisipasi dan penanganan masalah rawan sosial
(7) Menyelenggarakan penertiban ijin gangguan
(8) Menyelenggarakan penanganan kasus kematian dan kelainan jiwa
(9) Menyelenggarakan penertiban disiplin aparatur kecamatan, aparat desa, guru dan murid
(10) Menyelenggarakan pengawasan penyaluran dan pengelolaan dana bantuan yang turun ke desa
(11) Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban kegiatan-kegiatan keagamaan
(12) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(13) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fungsinya
(14) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat   dan secara administratif kepada sekretaris camat.
  1. 6)Seksi Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan urusan pembangunan masyarakat desa/kelurahan yang meliputi :

(1) Menyelenggarakan koordinasi satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan
(2) Menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan dengan satuan kerja perangkat daerah tingkat kabupaten, antar   kelurahan dan antar desa
(3) Menyelenggarakan partisipasi masyarakat dalam   forum musyawarah pembangunan antar desa, dan antar kelurahan
(4) Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan antar kelurahan dan antar desa
(5) Menyelenggarakan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di lakukan oleh unit kerja pemerintah maupun swasta antar desa dan antar kelurahan;
(6) Menyelenggarakan laporan tugas pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja Kecamatan kepada camat dengan tembusan kepada satuan kerja perangkat daerah yang membidangi urusan pemberdayaan masyarakat;
(7) Menyelenggarakan pembenahan administrasi desa berkaitan dengan program
(8) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan program Alokasi Dana Desa (ADD)
(9) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan program P2SPP
(10) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Perumahan Lingkungan Desa Terpadu (P2LDT);
(11) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Ekonomi Rumah Tangga (ERT)
(12) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan Program Gerbang Emas Desa (GED)
(13) Menyelenggarakan koordinasi program dan kegiatan SKPD di kecamatan sesuai bidang tugasnya
(14) Menyelenggarakan musyawarah antar desa: MAD 1 - 3 dan MAD khusus
(15) Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi program PMD
(16) Menyelenggarakan usaha ekonomi produktif ( kelompok simpan pinjam )
(17) Menyelenggarakan pendampingan para pelaku di tingkat desa (TPK, KPMD - kader pembangunan masyarakat desa )
(18) Menyelenggarakan penyelesaian masalah berkaitan dengan program di desa;
(19) Mendistribusikan tugas sesuai tupoksi
(20) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai tugas dan fingsinya
(21) Melaporkan pelaksanaan tugas berdasarkan fungsi penyelenggaraan kepemerintahan kepada camat   dan secara administratif kepada sekretaris camat
(22) Menyelenggarakan tugas–tugas lain di bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang –undangan.
  1. 2.2.Visi dan Misi Kecamatan Boawae

VISI adalah sebuah pandangan masa depan organisasi yang realitis, bisa dipercaya, atraktif, suatu kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan yang sekarang ada. Penetapan visi sabai bagian dari proses perencanaan pembangunan merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasioanal, pasal 1 ayat 12 visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Dengan bertitik tolak pada visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Nagekeo, tahun 2013-2018 yaitu : TERWUJUDNYA MASYARAKAT NAGEKEO YANG UTUH, SEJAHTERA, CERDAS DAN SEHAT BERLANDASKAN IMAN DAN BUDAYA, maka pada visi Kepala Daerah di atas, visi Kecamatan Boawae ditetapkan sebagai berikut :

“Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Boawae yang Maju, Sejahtera, berbasis   Keunggulan dan Kemandirian di berbagai aspek kehidupan di tahun 2020”.

Visi tersebut dibangun melalui proses refleksi dan proyeksi dari mana dan hendak kemana organisasi diarahkan. Pernyataan visi tersebut terkandung pengertian sebagai berikut :

v  Memberdayakan masyarakat secara partisipatif untuk melaksanakan pembangunan;

v  Memberdayakan lembaga–lembaga sosial kemasyarakatan melalui peningkatan etos kerja dan sumber daya demi kesejahteraan masyarakat;

v  Melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik yang efektif, efisien selaras dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat;

v  Mendayagunakan berbagai elemen strategis masyarakat untuk menjamin terlaksananya pembangunan secara optimal dan berkesinambungan.

Misi adalah merupakan langkah, tindakan, kegiatan strategis yang harus melaksanakan guna merealisasikan tercapainya visi, untuk mewujudkan visi-nya maka ditetapkan misi SKPD Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo Tahun 2013-2018 sebagai berikut :

  • Mewujudkan kualitas pelayanan kepada masyarakat;
  • Memfasilitasi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

  1. 3.1.Kependudukan.

Penduduk mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan suatu wilayah. Karena itu perhatian terhadap penduduk tidak hanya dari segi jumlah tetapi juga dari segi kualitas. Penduduk yang berkualitas merupakan modal bagi pembangunan dan diharapakan dapat mengatasi berbagai akibat dari dinamika penduduk.

Data kependudukan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dan mempunyai arti strategis dalam pembangunan di semua sektor, karena hampir semua sasaran program pemerintah adalah masyarakat atau penduduk..

  1. 1.1Jumlah Penduduk Perjenis Kelamin Per Desa/Kelurahan.

Tabel14.

Jumlah Penduduk Tahun 2017

No. Nama Desa/Kel Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Dhereisa 519 525 1.044
2 Gerodhere 536 579 1.114
3 Ratongamobo 1.175 1.243 2.418
4 Nagerawe 569 541 1.110
5 Focolodorawe 463 478 941
6 Alorawe 208 221 429
7 Raja 761 758 1.519
8 Raja Selatan 511 519 1.030
9 Wolowea 617 595 1.212
10 Wea Au 655 725 1.380
11 Mulakoli 676 681 1.357
12 Kelimado 896 944 1.840
13 Rega 1.320 1.422 2.742
14 Wolopogo 630 667 1.297
15 Nageoga 1.416 1.438 2.854
16 Natanage 2.016 1.992 4.008
17 Natanage Timur 1.104 1.016 2.120
18 Olakile 607 569 1.176
19 Nagesapadhi 925 929 1.854
20 Rigi 478 490 968
21 Leguderu 572 589 1.161
22 Kelewae 691 706 1.397
23 Solo 365 375 740
24 Rowa 720 708 1.428
25 Raja Timur 518 554 1.072
26 Wolowea Barat 426 412 838
27 Wolowea Timur 397 390 787
  Jumlah 19.771 20.066 39.836
  1. 1.2Jumlah Kepala Keluarga

Tabel 15.

Jumlah Kepala KeLuarga

No. Nama Desa/Kel Kepala Keluarga
1 Dhereisa 174
2 Gerodhere 152
3 Ratongamobo 492
4 Nagerawe 215
5 Focolodorawe 156
6 Alorawe 75
7 Raja 308
8 Raja Selatan 197
9 Wolowea 259
10 Wea Au 279
11 Mulakoli 277
12 Kelimado 317
13 Rega 525
14 Wolopogo 272
15 Nageoga 360
16 Natanage 476
17 Natanage Timur 380
18 Olakile 224
19 Nagesapadhi 342
20 Rigi 187
21 Leguderu 262
22 Kelewae 312
23 Solo 200
24 Rowa 260
25 Raja Timur 216
26 Wolowea Barat 178
27 Wolowea Timur 165
  Jumlah 7.260

Tabel 16.

Jumlah Dusun/Lingkungan dan RT

Se-Kecamatan Boawae

No. Nama Desa/Kel Dusun/Lingkungan RT
1 Dhereisa 4 8
2 Gerodhere 4 13
3 Ratongamobo 4 13
4 Nagerawe 4 8
5 Focolodorawe 4 9
6 Alorawe 4 8
7 Raja 2 11
8 Raja Selatan 2 8
9 Wolowea 2 9
10 Wea Au 4 10
11 Mulakoli 4 14
12 Kelimado 4 16
13 Rega 5 24
14 Wolopogo 4 14
15 Nageoga 5 16
16 Natanage 4 20
17 Natanage Timur 4 16
18 Olakile 3 8
19 Nagesapadhi 4 11
20 Rigi 4 8
21 Leguderu 4 10
22 Kelewae 4 9
23 Solo 4 11
24 Rowa 4 12
25 Raja Timur 2 8
26 Wolowea Barat 3 6
27 Wolowea Timur 2 7
  Jumlah 98 307
Catatatan : Desa Persiapan Aemali jumlah RT 10 dan Dusun 4, Sementara masih bergabung dengan Kelurahan Induk/Nageoga sambil menunggu desa defenitif
  1. 3.2.Kesehatan

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan Program Kesehatan di Kecamatan Boawae dapat diketahui dari indikator derajat kesehatan yaitu Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), Status Gizi Masyarakat dan Angka Kesakitan. Keseluruhan hasil pelaksanaan Program Kesehatan Tahun 2017 terhimpun dalam Profil Kecamatan Boawae Tahun 2017 ini.

  1. 3.2.1.Tenaga Kesehatan

Tabel 17. Jumlah Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Boawae

No Jenis Spealisasi/Keahlian Jumlah
1. Dokter Umum 4 orang
2. Dokter Gigi 1 orang
3. Apoteker 1 orang
4. FKM 8orang
5. Farmasi 1 orang
6. Perawat 70orang
7. Bidan 74 orang
8. Perawat Gigi 3orang
9. Sanitarian 4orang
10. Analis Kesehatan 6orang
11. Nutrsionis 6orang
12. Perekam Medis 4orang
13. Analis Farmasi dan Makanan 1 orang
14. Analis Kesehatan 6 orang
15. Tenaga Gizi 6 orang
16. Sopir 2 orang
17. Cleaning service 3 orang
18. Juru Masak 3 orang
19. Loundry 1 orang
  Jumlah 192orang
  1. 3.2.2.Wadah Pelayanan Kesehatan Tahun 2017

Tabel 18. Fasilitas Kesehatan

No Jenis fasilitas Jumlah
1. Puskesmas 1 buah
2. Pustu 7 buah
3. Polindes 10 buah
4. Poskesdes 3 buah
  1. 3.2.3.Angka Kematian

Kejadian kematian di suatu wilayah dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat, disamping seringkali digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan program pembangunan dan pelayanan kesehatan. Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian yang terjadi pada tahun 2017 akan diuraikan di bawah ini.

  1. Angka Kematian Bayi (AKB)

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat bayi lahir sampai satu hari sebelum ulang tahun pertama.

Angka kematian Neonatal di tahun 2017 tidak ada.

Angka Kematian Bayi dilaporkan di tahun 2017 sebanyak 6/1000 Kelahiran Hidup dengan jumlah kematian 4 orang yaitu dari Kelurahan Nageoga2, Kelurahan Ratongamobo 1, Desa Wolowea Barat 1.

  1. Angka Kematian Balita (AKABA)

Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah anak yang meninggal sebelum usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1.000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalaha kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan. Dari laporan bulanan dan laporan UPTD Puskesmas Boawae pada tahun 2017 Angka Kematian Balita dilaporkan sebanyak 11/1000 Kelahiran Hidup dengan jumlah kematian 3 orang.

  1. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)

Kematian ibu yang dimaksud adalah kematian seorang ibu yang disebabkan kehamilan, melahirkan atau nifas, bukan karena kecelakaan. Di tahun 2017 tidak terdapat kasus kematian ibu.

  1. 2.4.Angka Kesakitan

Angka kesakitan pada penduduk berasal dari community based data yang diperoleh melalui pengamatan (surveilans) terutama yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui sistem pencatatan dan pelaporan rutin dan insidentil. Berdasarkan pengamatan penyakit berpotensial KLB (Kejadian Luar Biasa) dan penyakit tidak menular yang diamati di Puskesmas yang merupakan gardu pandang suatu pola dan trend penyakit didapatkan 10 besar kunjungan kasus sebagai berikut :

Tabel 19. Jenis Kasus Penyakit Terbanyak UPTD Puskesmas Boawae Tahun 2017
NO JENIS PENYAKIT JUMLAH KASUS
1. ISPA 5881
2. Myalgia 2027
3. Vulnus Infeksi 1700
4. Dispepsia Syndrome 1385
5. Anemia 734
6. Hipertensi 708
7. Diare 702
8. Gastritis 460
9. Obs. Febris 328
10. Pulpitis 142

                    Sumber :SP2TP UPTD Puskesmas Boawae Tahun 2017

Sementara dari laporan Puskesmas Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang mendominasi dan terendah adalah penyakit pulpitis Sementara untuk kondisi penyakit menular, berikut ini akan diuraikan situasi beberapa penyakit menular yang perlu mendapat perhatian termasuk penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa)/wabah.

  1. Penyakit Menular Langsung
    1. a.Tuberkulosis

Angka Kesakitan Tuberkolosis Puskesmas Boawae Tahun 2017 yaitu Jumlah Kasus Baru TB BTA (Basil Tahan Asam) positif sebanyak 18 kasusdan jumlah seluruh kasus TB sebanyak 51 kasus. Di tahun 2017 terjadi peningkatan penemuan kasus TB karena adanya kegiatan ketuk pintu dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus TB sehingga bisa diobati agar dapat memutuskan mata rantai penularan TB.

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru (alveoli). Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Pneumonia juga dapat terjadi akibat kecelakaan karena menghirup cairan atau bahan kimia. Populasi yang rentan terserang pneumonia adalah anak – anak usia kurang dari 2 tahun, usia lanjut lebih dari 65 tahun, atau orang yang memiliki masalah kesehatan (malnutrisi, gangguan imunologi).

Jumlah kasus Pneumoni pada balita di Tahun 2017 sebanyak 4 orang dan kematian yang disebabkan oleh Pneumoni di UPTD Puskesmas Boawae tahun 2017 sebanyak 1 kasus yaitu dari Kelurahan Nageoga.

  1. HIV & AIDS

Penyakit HIV/AIDS yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam memberantas penyakit tersebut antara lain penanganan penderita yang ditemukan dan upaya pemantauan dan pengobatan penderita penyakit menular seksual (PMS). Pada tahun 2017 kasus HIV/AIDS di Kecamatan Boawae sebanyak 4 orang.(Data Komisi Peduli Aids – Mbay). Upaya pencegahan dan penanggulangan dilakukan melalui penyuluhan masyarakat, screaning HIV/AIDS pada tenaga kerja (TKI) yang kembali dari tempat kerja di luar wilayah dan kegiatan lainnya yang menunjang pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS.

  1. Diare

Penyakit diare sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini sering menimbulkan KLB dan kematian serta merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi dan balita. Pada tahun 2017 jumlah penderita diare di UPTD Puskesmas Boawae sebanyak 691 kasus, tertinggi yaitu dari Kelurahan Rega sebanyak 75 kasus dan terendah dari desa Wolowea Timur sebanyak 8 kasus.

  1. Kusta

Penyakit Kusta atau sering disebut penyakit Lepra adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae yang menyerang saraf tepi. Penatalaksanaan kasus yang buruk dapat menyebabkan kusta menjadi progresif, menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, syaraf, anggota gerak dan mata. Di Kecamatan Boawae selama pada tahun 2017 terdapat 3 kasus kusta multi basiler/kusta basah, semuanya berasal dari Kelurahan Nageoga.

  1. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

PD3I (Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas atau ditekan dengan imunisasi. PD3I yang akan dibahas dalam bab ini mencakup penyakit Campak, Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum dan Polio.

  1. Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan virus measles, disebarkan melalui droplet bersin/batuk dari penderita. Gejala awal penyakit adalah demam, bercak kemerahan, batuk-pilek, mata merah (conjunctivitis) selanjutnya timbul ruam di seluruh tubuh. Penyakit Campak sering menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) dan berdasarkan data dari Departemen Kesehatan menyebutkan frekuensi KLB (Kejadian Luar Biasa) campak menduduki urutan ke empat setelah DBD (Demam Berdarah Dengue), diare dan chikungunya. Kematian akibat campak pada umumnya disebabkan kasus komplikasi seperti meningitis. Pada tahun 2017 dilaporkan bahwa tidak terdapat kasus campak di Kecamatan Boawae.

  1. Difteri

Difteri adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae dengan gejala awal adalah demam, dengan suhu 38°C, pseudomembrane (selaput tipis) putih keabuan pada tenggorok (laring, faring, tonsil) yang tak mudah lepas dan mudah berdarah. Dapat disertai nyeri menelan, leher bengkak seperti leher sapi (bullneck) dan sesak nafas disertai bunyi (stridor).

Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus Difteri di wilayah Kecamatan Boawae. Upaya pencegahan kasus Difteri, dilakukan melalui imunisasi dasar pada bayi dengan vaksin (Difteri Pertusis Tetanus)DPT+HB (Hepatitis B). Vaksin tersebut diberikan tiga kali yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.

  1. Pertusis / Batuk Rejan

Pertusis adalah penyakit yang disebabkanbakteri Bardetella pertusis dengan gejala batuk beruntun disertai tarikan nafas hup (whoop) yang khas dan muntah. Lama batuk bisa 1-3 bulan sehingga disebut batuk 100 hari. Penyakit ini biasanya terjadi pada anak berusia dibawah 1 tahun dan penularannya melalui droplet atau batuk penderita .

Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus pertusis di wilayah Kecamatan Boawae. Upaya pencegahan kasus Pertusis dilakukan melalui imunisasi DPT+HB sebanyak 3 kali yaitu saat usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.

  1. Tetanus Neonatorum

Tetanus neonatorum adalah penyakit yang disebabkan Clostridium tetani pada bayi (umur < 28 hari) yang dapat menyebabkan kematian. Penanganan Tetanus neonatorum tidak mudah, sehingga yang terpenting adalah upaya pencegahan melalui pertolongan persalinan yang higienis dan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) ibu hamil serta perawatan tali pusat. Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus Tetanus Neonatarum di wilayah Kecamatan Boawae.

  1. AFP (Acute Flacid Paralysis)

Poliomyelitis/polio merupakan penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan virus polio. Cara penularan Polio terbanyak melalui mulut ketika seseorang mengkonsumsi mak-min yang terkontaminasi lendir, dahak atau feses penderita polio. Virus masuk aliran darah ke sistem saraf pusat menyebabkan otot melemah dan kelumpuhan, menyebabkan tungkai menjadi lemas secara akut. Kondisi inilah disebut acute flaccid paralysis (AFP) atau lumpuh layuh akut. Polio menyerang semua usia, namun sebagian besar terjadi pada anak usia 3 - 5 tahun. Berdasarkan surveilans AFP (acute flaccid paralysis) di Kecamatan Boawae tahun 2017 tidak diitemukan kasus AFP (acute flaccid paralysis).

  1. Penyakit Menular Bersumber Binatang
    1. a.Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena penyebarannya yang cepat dan berpotensi menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang hidup digenangan air bersih di sekitar rumah. Nyamuk ini mempunyai kebiasaan menggigit pada saat pagi dan sore hari, umumnya kasus mulai meningkat saat musim hujan. Pada tahun 2017 di Kecamatan Boawae tidak ditemukan kasus DBD.

Upaya pencegahan dan pemberantasan DBD dititik beratkan pada penggerakan potensi masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pemberantasan sarang nyamuk (gerakan 3 M), pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) serta pengenalan gejala DBD dan penanganannya di rumah tangga. Kegiatan lain dalam upaya pemberantasan DBD adalah pengasapan (fogging).

  1. Malaria

Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan utama di Kecamatan Boawae. Terjadinya peningkatan kasus malaria diakibatkan antara lain adanya perubahan iklim yang tidak menentu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal. Pada tahun 2017 terjadi penurunan Angka Kesakitan Malaria yaitu sebanyak 8 kasus dengan jumlah kasus terbanyak 3 kasus dari Desa Kelewae. Hal ini didukung dengan adanya pembagian kelambu bagi masyarakat di Kecamatan Boawae.

  1. Penyakit Filaria

Penyakit Filariasis adalah penyakit menular kronis yang disebabkan cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening serta merusak sistem limfe. Penyakit filariasis menimbulkan pembengkakan tangan, kaki, granula mammae dan scrotum. Menyebabkan kecacatan seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Pada tahun 2017 tidak terdapat kasus Filaria di wilayah kecamatan Boawae. Hal ini didukung dengan adanya program pemberian obat filaria secara massal selama 5 tahun.

  1. 2.5.Status Gizi Masyarakat

Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan dalam penilaian MDGs adalah status gizi balita. Status gizi balita diukur berdasarkan umur, berat badan, dan tinggi badan. Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas. Jika ditelusuri, masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa, dan usia lanjut. Adapun indikator-indikator yang sangat berperan menentukan status gizi masyarakat antara lain sebagai berikut:

  1. Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram merupakan salah satu faktor utama yang amat berpengaruh terhadap kematian bayi (baik kematian perinatal maupun neonatal). BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu: BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena intrauterine growth retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.

Berdasarakan data yang diperoleh pada tahun 2017 terdapat 60 kasus bayi dengan BBLR. Di Kecamatan Boawae bayi dengn BBLR disebabkan karena ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), anemia, dan menderita penyakit pada saat hamil.

  1. Status Gizi Balita

Status gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat, Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2017 di wilayah Kecamatan Boawae sasaran bayi/balita sebanyak 3308 orang, yang datang untuk melakukan penimbangan sebanyak 2964 dengan prosentase 89,60%. Dari hasil penimbangan dapat diketahui bahwa bayi/balita yang BGM sebanyak 72 Kasus dengan prosentase 2,3% status gizi buruk 1 orang dari Kelurahan Olakile.

  1. 3.3.Pendidikan

Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, pemerintah memandang perlu adanya peningkatan layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat, minimal pada jejang sekolah menengah pertama guna menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 Tahun (WAJARDIKNAS 9 Tahun) yang bermutu, hal ini berlaku untuk rakyat Indonesia dari tingkat pusat sampai ke daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Nagekeo umumnya dan Kecamatan Boawae pada khususnya.

  1. 3.1.Lembaga Pendidikan

Tabel 20. Jumlah Sekolah Sekecamatan Boawae

NO JENJANG STATUS KET
NEGERI SWASTA JMLH  
  TK/KOBER 1 32 33  
  SD 17 19 36  
  SMP REGULER 6 4 10 14
SMP SATAP 4 0 4
  SMA 2 2 4  
  SMK 0 1 1  
  PERGURUAN TINGGI 0 1 1  
  1. 3.2.Jumlah Siswa

Tabel 21. Jumlah Siswa Sekecamatan Boawae

NO JENJANG JUMLAH SISWA KET
LAKI PEREMP JMLH  
  TK/KOBER 485 453 938  
  SD        
  SMP        
  SMA 680 925    
  SMK 284 146 430  
  1. 3.3.Rekapitulasi Guru SD Se Kecamatan Boawae

Tabel 22. Rekapitulasi Guru SD Se-Kecamatan Boawae

NO. NAMA SEKOLAH GURU PEGAWAI TOTAL  
PNS NON PNS PNS NON PNS  
L P L P L P L P L  
1 SDSK ROWA 2 2 4 4 - - - 2 14  
2 SDSK SOLO 1 3 1 4 - - - 2 11  
3 SDSK DERU 1 3 3 2 - - 1 2 12  
4 SDSK KELEWAE - 7 3 2 - - - 1 13  
5 SDI MALALAJA 1 9 2 3 - - - 1 16  
6 SDI OLAEWA 2 7 1 3 - - - - 13  
7 SDSK NAGESAPADHI 2 5 1 4 - - 2 - 14  
8 SDSK BOAWAE 1 4 - 5 - - 1 - 11  
9 SDSK OLAKILE 2 3 - 7 - - - 2 14  
10 SDI RAWE 3 5 - 3 - - 1 1 13  
11 SDN RAWE 6 2 1 2 - - - 1 12  
12 SDSK NATANAGE 1 5 2 4 - - - 1 13  
13 SDSK St. MARKUS 1 5 2 3 - - 1 - 12  
14 SDI TIBAKISA - 11 1 4 - - - - 16  
15 SDI LEGO 1 12 1 1 - - - 1 16  
16 SDSK NAGEOGA 1 6 2 4 - - - 1 14  
17 SDI WUDU 3 9 1 2 - - 1 2 18  
18 SDSK WOLOPOGO 1 3 2 4 - - 1 - 11  
19 SDSK REGA 1 3 1 5 - - 1 1 12  
20 SDSK KELIMADO - 4 3 4 - - - - 11  
21 SDI KEKAKAPA 2 4 - 3 - - - - 9  
22 SDN AEBOWO 2 3 1 5 - - 2 - 13  
23 SDSK MULAKOLI 1 3 2 4 - - 1 1 12  
24 SDI RATONGAMOBO - 6 1 2 1 - - 1 11  
25 SDSK WATUGASE 3 5 3 3 - - - 2 16  
26 SDSK GERO - 4 1 6 - - - - 11  
27 SDI DHEREISA 1 3 1 3 - - - - 8  
28 SDI ALORAWE 4 2 - 2 - - - - 8  
29 SDI HOBOPADU - 7 - 2 - - - 1 10  
30 SDSK BOKOGO 1 4 3 1 - - - 1 10  
31 SDI DENAANO - 6 1 1 - - 1 - 9  
32 SDSK WEAAU 2 3 2 2 - - - 1 10  
33 SDSK RAJA - 4 1 4 - - - 2 11  
34 SDI PADHAPAE 1 7 - 2 - - - 1 11  
35 SDI DORAMELI 1 7 1 2 - - 1 - 12  
36 SDN NIDO 3 4 1 2 - - 1 - 11  
TOTAL 51 180 49 114 1 - 15 28 438  
 
  1. 3.4.Rekapitulasi Guru SMP Se Kecamatan Boawae
Tabel 23. REKAPITULASI GURU/PEGAWAI TINGKAT SMP    
TAHUN PELAJARAN : 2017/2018    
                                   
NO. NAMA SEKOLAH GURU JML PEGAWAI JUMLAH TOTAL    
PNS NON PNS PNS NON PNS    
L P JML L P JML L P JML L P JML        
1 SMPN 1 BOAWAE      4    10        14      3      5            8        22      1      1          2      2      1            3            5          27    
2 SMPN 2 BOAWAE      3    11        14      6      3            9        23        -      1            1        -      3            3            4          27    
3 SMPN 3 BOAWAE        3      11          14        4        4            8          22        -        -            -        2        1            3            3          25    
4 SMPN 4 BOAWAE        6        2            8        1        2           3          11        -        -            -        1        2            3            3          14    
5 SMPN 5 BOAWAE      3      5            8      3      1            4        12        -        -            -        -        -            -        12          12    
6 SMPN 6 BOAWAE                                  
7 SMPN 1 BOAWAE SATAP        4        7          11        3        1            4          15        1        -            1        1        1            2            3          18    
8 SMPN SATAP 2 BOAWAE        6        3            9        1        3            4          13                -        -        3            3            3          16    
9 SMPN SATAP 3 BOAWAE      2        1            3        1        4            5            8        -        -            -        -        -            -            -            8    
10 SMPSK St. CLEMENS                                  
11 SMPK KOTAGOA      2      6            8      7      6        13        21        -        -            -      4      3            7            7          28    
12 SMPK PATIMURA WUDU                                  
13 SMPK BERDIKARI RAJA        -        4            4        6        6          12          16        -        -            -        -        2            2            2          18    
TOTAL 33 60 93 35 35 70 163 2 2 4 10 16 26 42 193    
   
                                                                   
  1. 3.5.Rekapitulasi Guru SMA/SMK Sekecamatan Boawae
                                   
Tabel 24. REKAPITULASI GURU/PEGAWAI TINGKAT SMA/SMK    
TAHUN PELAJARAN : 2016/2017    
                                     
NO NAMA SEKOLAH GURU JML PEGAWAI JML TOTAL    
PNS NON PNS PNS NON PNS    
L P JML L P JML L P JML L P JML    
1 SMAN 1 BOAWAE 2 6 8    4 9 13 21    -    -      - -    -      -      - 21    
2 SMAK St. CLEMENS 5 7 12 14 15 29 41    -    -      - 4 4 8 8 49    
3 SMAK St. FRANS. XAV. 3 4 7 9 7 16 23    -    -      - 3 2 5 5 28    
4 SMK - PP ST. ISIDORUS 5 2 7 16 11 27 34    -    -      - 5 3 8 8 42    
TOTAL 13 13 26 39 33 72 98    -    -      - # 9 21 21 140    
   
                                                                   
  1. 3.6.Presentase Kelulusan SD, SMP, SMA/SMK

               Tabel 25. Prosentase Kelulusan Se-Kecamatan Boawae

NO JEN-JANG TERDAFTAR IKUT UJIAN LULUS

%

LLS

1. SD 467 448 915 467 448 915 467 448 915 100
2. SMP 400 431 831 400 431 831 400 431 831 100
3. SMA 185 272 457 185 272 457 185 272 457 100
4. SMK 69 24 93 69 24 93 69 24 93 100

Prosentase kelulusan siswa Tahun Pelajaran 2015/2016 adalah: 100% dari 8 (delapan) Sekolah di Kecamatan Boawae, mulai dari SD sampai dengan SMK.

  1. 3.4.Pertanian
KERAGAANN TENAGA PENYULUH DAN PETUGAS LAIN DI BP3K KEC. BOAWAE
Tabel 26. Keragaan Tenaga Penyuluh dan Petugas lain di BP3K
Kecamatan Boawae
         
No Tenaga Penyuluh Jenis Kelamin (orang) Total
Laki-laki Perempuan
1 Penyuluh PNS 10 10 20
2 THL-TB PP 2 3 5
3 Penyuluh Swadaya 6 0 6
4 Penyuluh Honor Daerah 0 0 0
5 POPT 1 1 2
6 Mantri Tani 1 0 1
7 Mantri Perkebunan 0 1 1
8 Tata Usaha 0 1 1
9 Tenaga Kebun 1 0 1
  J   U M L   A H 21 16 37