RRI

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan LPP RRI Ende

Penandatanganan MoU oleh Ketua LPP RRI Ende
Penandatanganan MoU oleh Bupati Nagekeo

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Ende tentang kerjasama Penyebarluasan Informasi Pembangunan Kabupaten Nagekeo, Selasa 08 Juni 2021.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Aula VIP Bupati Nagekeo.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Lembaga Penyiaran Publik RRI Ende Yuliana Marta Doky, S.Sos bersama Tim, para Kepala Perangkat Daerah.

Penandatanganan kerja sama tersebut antara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dengan Kepala LPP RRI Ende Yuliana Marta Doky, S.Sos.

Kepala Lembaga Penyiaran RRI Ende Yuliana Marta Doky dalam sambutannya mengatakan
Sesuai dengan misi RRI Ende sebagai lembaga penyiaran publik, harus independen, netral dalam memberikan informasi kepada publik yang mengedukasi selain itu menyebarluaskan informasi baik tentang pendidikan, kebudayaan, berita dan informasi dan hal-hal lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

RRI Ende melalui programa satu dan programa dua telah melakukan itu, namun perlu kita perkuat dengan lakukan penandatanganan kerja sama sehingga RRI Ende sebagai lembaga penyiaran menjadi media yang memfasilitasi berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Nagekeo yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga masyarakat baik yang di Kabupaten Nagekeo, Sedaratan Flores, Indonesia maupun dari negara lain bisa mengetahui apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo sekaligus RRI sebagai media yang menjembatani kebutuhan masyarakat yang perlu diketahui pemerintah Kabupaten Nagekeo maka kami mengalokasikan waktu untuk Program Bupati Menyapa.

Karena menurut kami, mungkin masih banyak hal yang perlu diketahui oleh bupati, apa sih yang dilakukan masyarakat, melalui RRI Ende kami fasilitasi hal tersebut.

Untuk hal ini kami RRI Ende memasang pemancar di Kabupaten Nagekeo untuk mengatasi daerah blank spot.
Sebelum Bulan Nopember itu sudah bisa terpasang sekarang masih proses pengadaan.
Kita tidak punya tempat, kami masih bisa memasangnya di salah satu tower di Nagekeo.

Kami berharap setelah penandatanganan ini, program siaran bupati menyapa akan kontinue sehingga bupati bersama pimpinan perangkat daerah bisa mengisi acara tersebut di pukul 21.00 Wita.

Tadi malam kami telah melakukan perekaman untuk acara live music di RRI Ende salah satu program yang menampilkan semua group musik dari berbagai daerah. Tanggal 17 Juni 2021 kami ambil satu group dari Nagekeo untuk kita promosikan dan publikasikan bahwa kita punya potensi yang luar biasa di Nagekeo.

“Pak Bupati, mohon ijin disini ada pimpinan perangkat daerah mohon kalau ada telepon dari Tim Lintas Ende Pagi atau tim pemberitaan, kami mohon bisa diterima karena terkait dengan publikasi dan klarifikasi. Mungkin ada issu-issu yang kurang bagus kami RRI Ende mengklarifikasikan sehingga masyarakat juga mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan dan ketahui dari narasumber yang terpercaya dan kompoten dan di RRI Ende tidak ada cost. Dari 9 kabupaten kota di Flores dan Lembata dengan Kabupaten Nagekeo adalah kerjasama yang pertama.
Saya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa bupati dan yang baru teralisasi penandatanganan kerja sama baru dengan Nagekeo”.

Sambutan Bupati Don

Sambutan Bupati
” Yang pertama, Terima kasih. Ini sudah direspon cepat oleh LP RRI Ende dan tahun lalu sudah melakukan peliputan dan disiarkan secara live di kampung Nunungongo.

Berdasarkan niat dan kita jual obat saja.
Lihat bahwa kesungguhan ini ada dan ibu punya tim lapangan yang handal.

Saya siap untuk menandatangani perjanjian kerja sama .
Apa yang saya harapkan dari penandatanganan ini??

Pertama terus terang sebagai kabupaten baru kami memang harus MPO sedikit. Bagaimana pun dengan segala cara nama Nagekeo harus menjadi akrab mulai dari telinga orang Nagekeo, telinga orang Flores, dan Indonesia.

Kedua Kita pada saat yang bersamaan ingin memperkenalkan apa yang dimiliki oleh masyarakat dan daerah ini. Ada landscape, alamnya, budaya sampai dengan produk- produk unggulan.
Kami sudah menggerakan mulai dari kelompok yang paling kecil , Rukun Tetangga dan Dasawisma sehingga kelompok kerajinan ri’il mulai lakukan itu.
Kami benahi semua struktur.

Untuk permintaan pemindahan fasilitas tower yang ada di Ende ke Nagekeo saya serahkan pada tim teknis nya ibu. Silahkan survey lokasinya. Mana saja yang di nilai menjangkau paling luas wilayah Nagekeo. Ketika titik titik itu ditentukan kita akan bebaskan lahannya dan kita hibahkan ke LP RRI Ende untuk membangun fasilitas itu. Silahkan survey sehingga tidak salah tempat.”

Kami menginginkan produk kami, kami promosikan lewat RRI Ende. Intinya produk apa saja, yang lainnya adalah even-even budaya.

Sesuai dengan diskusi kita, masukan dari BOP Labuan Bajo dan Kementerian Desa kali lalu, Nagekeo dikenal dengan even tinju meskipun kita tidak pernah menyumbangkan satu orang petinju nasional.
Tapi kami punya kampung – kampung adat yang punya ritual tinju. Agenda tinju dimulai dari Kampung Wulu dan berakhir di Nggolonio. Apa – apa yang harus diperbaiki sehingga bisa menjadi entertain, atraksi yang harus di jual.

Singkat kata, ini sebuah moment yang membuka peluang Nagekeo dikenal oleh Flores, NTT, Indonesia, Asia dimana siaran RRI Ende bisa ditangkap”.

Sesi Foto Bersama

Sesi Foto Bersama

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 9

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *