BPBD Nagekeo Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontijensi (8)

BPBD Nagekeo Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontijensi

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo menggelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Tingkat Kabupaten Nagekeo di Aula Setda Nagekeo, pada Senin (29/11/2021).

Kontijensi merupakan suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan terjadi tetapi mungkin juga tidak akan terjadi, sehingga Rencana Kontijensi dapat diartikan suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontijensi atau yang belum tentu tersebut.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pelatihan dan Lokakarya, Marianus U. Dhakidae mengatakan bahwa, Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Indonesia yang termasuk dalam daerah rawan bencana baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana Sosial di Nagekeo sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penggulangan Bencana dan Perda Kabupaten Nagekeo No 14 Tahun 2010 dan Perda Nomor 15 Tahun 2010.

Adapun maskud dan tujuan daripada kegiatan tersebut menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Menghadapi beragam bentuk bencana ini, maka pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui kerjasama lintas sektor Pentaheliks melakukan langkah-langkah antisipasi berupa kegiatan penyusunan dokumen rencana kontijensi (Renkon) sebagai bentuk persiapan saat penanganan darurat jika terjadi bencana.

“Kegiatan pelatihan dan lokakarya rencana kontijensi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap upaya penanggulangan bencana dimulai dari pra, saat dan hingga pasca bencana serta untuk meningkatkan daya partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana secara terorganisir,” ujarnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan dan lokakarya tersebut untuk mewujudkan respon kejadian bencana terkoordinasi secara efektif cepat dan tepat, menjadi acuan operasional yang sewaktu-waktu dapat diwujudkan atau diaktivasi menjadi rencana operasi (Renops) dalam tindakan nyata tanggap darurat bencana secara cepat, tepat, terkoordinasi dan efektif.

Rencana Kontijensi juga dapat menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Selain itu, dapat terciptanya kesepakatan bersama antar lintas sektor untuk turut terlibat dalam upaya penanggulangan bencana, tersedianya alokasi sumber daya secara khusus untuk kegiatan tanggap darurat bencana, dan terciptanya kesiapsiagaan sumber daya manusia, sumber daya peralatan dan sumber daya anggaran dan sumber daya pendukung lainnya dalam menghadapi ancaman bencana.

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, pelatihan dan lokakarya penyusunan rencana kontijensi tingkat Kabupaten Nagekeo merupakan wujud kehadiran negara dalam upaya siaga terhadap bencana.

“Negara diminta kita supaya siap sedia sebagai jawaban negara hadir ditengah masyarakat. Dalam filosofi orang Nagekeo itu to’o jogho wagha sama,” ujarnya.

Marianus mengatakan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945 mengedepankan bagaimana negara melindungi segenap warga karena negara menginginkan warganya terselamatkan.

“Jangan sampai ada korban. Dan kalau kita tidak cepat, ketika ada korban maka itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagaimana kita persiapkan ketika ada kejadian kerugian harta benda maka kita perlu merencanakan walaupun belum terjadi. Kalau kita belum merencanakan, kemudian bencana itu terjadi maka kita mendapatkan cemoohan,” pungkasnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 65

Deklarasi Sadar Lingkungan, Bupati Nagekeo Bersama Pramuka Tanam Pohon Di Bukit Pamo

Deklarasi Sadar Lingkungan, Bupati Nagekeo Bersama Pramuka Tanam Pohon Di Bukit Pamo

pemkabnagekeo

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama gerakan Pramuka saat melakukan penghijauan di Bukit Pamo, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, photo dok: (KominfoNgk)

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka melalukan penghijauan dengan menanam aneka pohon di Bukit Pamo, Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa, Jumat (26/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa anakan pohon yang berhasil ditanam yakni Lontar 2.500, Marongge 250, beringin 500, dan anakan Wuwu 250.

Sekretaris Kwarcab Pramuka Nagekeo Kristoforus Jo Wea mengatakan kegiatan ini sebagai wujud nyata gerakan Nagekeo menanam dan deklarasi sadar lingkungan oleh Pramuka.

Kristoforus menjelaskan, Gerakan Penghijauan di melibatkan Peserta Kursus Mahir Dasa KMD bersama Gudep SMPS Hanura, SMPN 1 Aesesa, SMAK Baleriwu Danga. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco serta pimpinan OPD di lingkup Pemda Nagekeo.

Kristoforus mengungkapkan gerakan pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu melestarikan lingkungan dan penghijauan.

Menurut Kristo yang juga Kepala Sekolah SMPS Hanura Danga, kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan anggota pramuka di Kwarcab Gerakan Pramuka Nagekeo khususnya mengurangi pemanasan global, mengurangi resiko terjadinya berbagai bencana alam yang disebabkan oleh alam dan melestarikan lewat penghijauan di gunung Pamo itu.

“Tujuannya membina dan meningkatkan kemampuan anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Nagekeo dalam bidang penghijauan serta ikut serta pemerintah dan masyarakat dalam penghijauan upaya pengendalian dampak lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tindakan pengawasan di bidang lingkungan hidup,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do meminta Pramuka agar melakukan sesuatu yang positif terhadap isu lingkungan. Selain aksi nyata gerakan menanam pohon, Bupati juga mengingatkan soal sadar lingkungan khusunya persoalan sampah plastik apalagi memasuki musim penghujan saat ini.(Sev)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 62

Peserta CPNS di Kabupaten Nagekeo saat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) di SMKN 1 Aesesa

358 Peserta CPNS di Nagekeo Ikut Tes SKB, Bersaing Memperebutkan 200 Formasi

pemkabnagekeo

Peserta CPNS di Kabupaten Nagekeo saat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) di SMKN 1 Aesesa, Foto Dok: (KominfoNgk)

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebanyak 358 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Nagekeo, tahun 2021 mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Kegiatan ini berlangsung di SMKN 1 Aesesa selama dua hari sejak Jumat 26 November hingga Sabtu 27 November 2021.

Ketua Panitia Seleksi Agustinus Fernandes mejelaskan bahwa, SKB merupakan tes tahap akhir dari rangkaian proses seleksi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. 358 peserta yang mengikuti SKB hari ini merupakan, peserta yang sebelumnya sudah lolos mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ke 358 peserta ini akan bersaing memperebutkan 200 formasi yang sudah disiapkan Pemda Nagekeo masing masing 273 formasi teknik dan 47 formasi kesehatan.

Agustinus menjelaskan guna memperlancar proses kegiatan, pihaknya menyiapkan fasilitas penunjang diantaranya 3 ruangan kelas dan 75 unit PC.

“Sebelumnya kami panitia melakukan rapat persiapan, menyiapkan segala fasilitas demi memperlancar proses kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini. Panitia menyiapkan 3 ruangan dan 75 unit PC. Masing masing ruang terisi 25 peserta. Proses pelaksanaanya tentu saja memperhatikan protokol kesehatan” jelas Agustinus.

Agus menerangkan, hasil seleksi SKB nantinya akan dinilai oleh panitia 10 Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat untuk diproses sesuai dengan standar penilaian yang kemudian hasilnya akan diserahkan kepada Bupati.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Nagekeo ini mengungkapkan, Pemda Nagekeo melalui Panitia seleksi berharap kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Harapan Pak Bupati melalui kami panitia agar proses seleksi ini bisa menghasilkan calon pegawai negeri sipil Nagekeo yang berkualitas dan berkompeten juga mampu bersaing serta bisa menguasai IT di era globalisasi saat ini sehingga kinerja birokrasi dalam menjalankan pemerintahan daerah dapat terukur secara baik” harapnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 79

Momentum Hari Guru, PGRI Nagekeo Gelar Konferensi Tingkat Kabupaten

Momentum Hari Guru, PGRI Nagekeo Gelar Konferensi Tingkat Kabupaten

pemkabnagekeo

Ratusan guru yang tergabung dalam PGRI menghadiri acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di aula Serbaguna, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Photo dok: DiskominfoNgk/Sevrin)

Mbay, nagekeokab.go.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nagekeo, NTT,  konferensi kerja sekaligus peringati Hari Guru Nasional (HGN) bertempat di Aula Serba guna Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kamis (25/11).

Hadir pada kesempatan itu Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F Ajo Bupu, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai serta ratusan guru dari berbagai pelosok di Kabupaten Nagekeo.

Ketua PGRI Kabupaten Nagekeo Winibaldus Soba mengatakan selain menggelar Konferensi Kerja, momen Hari Guru Ke 76 tahun 2021 ini PGRI juga mengadakan kegiatan lain yakni launching website PGRI oleh pengurus sebagai wahana eduksi, jembatan informasi hingga perwujudan literasi digital.

Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do di hadapan ratusan para guru dan hadirin mengingatkan bahwa momentum HGI tahun ini djiadikan bahan refleksi untuk menghargai profesi guru yang mencerdaskan anak bangsa.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua sebagai pembimbing, guru kelas, bertanya mengapa saya memilih profesi ini, Karena Tuhan sudah mau itu, kalau kita sudah start dengan itu. Mulailah bertanya dengan kata mengapa, ketika kita sudah menemukan jawaban, kita akan jalan dengan energi yang sangat besar ke arah yang lebih baik” ungkap Bupati Don Bosco.

Don Bosco berharap, guru menjadi Leader yang mampu mengutamakan keselamatan anak buahnya dalam situasi apapun. Di era digital 4.0 saat ini, guru sejatinya menguasai semua teknologi ITE sebagai saran penunjang bahan pembelajaran.

Bupati Don juga berharap, guru mampu mengendalikan pengaruh buruk akibat teknologi terhadap anak anak didik.

Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F Ajo Bupu mengatakan, sejalan dengan tema perayaan HUT PGRI tahun ini, saya mau katakan bahwa benar, kebangkitan guru dan seluruh tenaga pendidik adalah hal fundamental bagi kemajuan, ketangguhan, dan pertumbuhan Indonesia pada umunya dan Kabupaten Nagekeo khususnya.

Politisi PDIP ini menjelaskan PGRI didirikan untuk mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dengan program utama di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memperjuangkan kesejahteraan bagi para guru” ungkap Ajo Bupu.

“Oleh karena itu, mewakili Lembaga DPRD, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Kabupaten Nagekeo atas kerjasama sinergis yang terjalin bersama pemerintah dan Lembaga DPRD Kabupaten Nagekeo dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo” ungkap Ajo Bupu.

Lembaga DPRD lanjut Ajp Bupu, menyadari bahwa tanpa campur tangan organisasi ini, Pemerintah bersama Lembaga DPRD yang mana dalam perjalanannya sebagai organisasi yang eksis di negeri ini, PGRI telah memberikan beragam kontribusi dalam dunia pendidikan baik untuk Indonesia secara umum, maupun Kabupaten Nagekeo khususnya.

“Pada tingkat Kabupaten Nagekeo, saya berpendapat bahwa kontribusi paling fundamental yang disumbangkan PGRI terletak pada gerakan bersama Pemerintah Daerah dalam mengupayakan terciptanya kualitas pendidikan yang baik dan unggul” pungkasnya.(sev)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 86

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

pemkabnagekeo

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

Mbay, Jumat, 29 Oktober 2021

Sinergitas : Bangun Satu Kekuatan Besar, Buktikan bahwa NTT Bisa

Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Administrasi Pimpinan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Kegiatan Talk Show Radio dengan topik : Memperkokoh Sinergitas Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam rangka NTT Bangkit NTT Sejahtera. Kegiatan tersebut menampilkan tiga orang narasumber, masing-masing : Gubernur Nusa Tenggara Timur diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Marselinus Aju Bupu selaku Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, dengan moderator : Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo, Ndona Andreas Corsini. Kegiatan tersebut berlangsung pada ruang tamu VIP Lantai Dua Kantor Bupati Nagekeo di Mbay, dan dihadiri langsung oleh 10 orang perwakilan tokoh yang ada di Kabupaten Nagekeo. Talk Show yang dimulai pukul 12.00 s.d. 13.30 Wita tersebut disiarkan secara langsung oleh Radio Suara Nagekeo pada gelombang 98,4 FM dan live streaming pada Facebook Radio Suara Nagekeo (RSN).

Acara tersebut bertujuan untuk  memberikan gambaran kepada publik tentang bagaimana membangun dan terus memperkokoh sinergitas antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan menyatukan energi, kekuatan, dan berbagai sumber daya untuk mewujudkan visi Pemerintah Provinsi NTT yaitu : NTT Bangkit, NTT Sejahtera, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat melalui representasi elemen masyarakat yang hadir langsung dalam talk show tersebut, dalam hal ini perwakilan dari Tokoh  Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pendidikan, Tokoh Seniman, Tokoh Pemuda serta LSM serta tokoh Pemuda untuk bertanya langsung kepada para narasumber, serta membuka kesempatan bagi publik yang mengikutinya melalui siaran langsung pada FB RSN untuk menanyakan berbagai hal  dan meberikan masukan seputar topik yang diangkat pada talk show tersebut.

Kosmas Lana mengatakan bahwa bicara tentang sinergitas adalah hal yang sangat menarik. “Sinergitas adalah menyatukan dan memperkokoh semua energi dan kekuatan dalam bekerja bersama-sama. Maju terus jangan gampang menyerah dan perlu dibangun kesepakatan-kesepakatan bersama untuk memperjelas arah kebijakan dan arah sinergitas antara dua belah pihak”, jelas Putera Kelahiran Nagekeo tersebut.

Lebih jauh Kosmas Lana menyampaikan ada tiga hal yang bisa kita dapatkan dari kesepakatan menyangkut sinergitas yang dibangun. “Pertama, Bapak Gubernur selalu mengajak semua Bupati untuk memanfaatkan lahan yang tidur . Dalam perspektif Bapa Gubernur memanage lahan yang tidak fungsional menjadi lahan yang fungsional. Yang tidur itu bukanlah lahannya, tapi yang tidur alias malas bekerja adalah manusianya.  Kedua, Bapak Gubernur berkeberatan tentang kondisi petani yang dari dulu terus berpredikat Petani Subsistem, dari tanam sampai panen hanya dia sendirilah yang menikmati hasilnya,  ini yang  harus diubah bahwa Petani adalah harus menjadi Petani yang Produktif. Ketiga, Harus ada komitmen dalam aksi nyata untuk mewujudkan perubahan besar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dalam rangka menatap masa depan lebih baik”, papar Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT yang pernah menjadi Penjabat Bupati Nagekeo selama enam bulan pada tahun 2018.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do juga menyampaikan bahwa usaha  untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dalam bidang Pariwisata dan Pertanian telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. “Sejak saya menjadi bupati bersama Wakil Bupati Bapak Marianus Waja, telah mencanangkan berbagai program pemberdayaaan masyarakat, karena kita tahu bersama bahwa Kabupaten Nagekeo ini merupakan daerah yang subur, sebagai salah satu produsen beras bagi NTT selain Lembor, dan kita disini juga memiliki potensi unggulan yang telah dikembangkan seperti Coklat Kobar, Garam serta Pariwisata dengan destinasi unggulan yang terus dikembangkan untuk mendukung Pariwisata sebagai ring of beauty, serta mendukung Pariwisata sebagai leading sector pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Inilah sinergitas yang kuat antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang harus dikokohkan dan terus dikembangkan guna mewujudkan masyarakat NTT yang sejahtera”, ungkap Politisi Partai Nasdem tersebut.

Dalam talk show tersebut juga, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus Aju Bupu juga menyatakan siap mendukung dari sisi politik anggaran terhadap berbagai program kerjaan kegiatan sinergitas antara  Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. “Sepanjang untuk kesejahteraan masyarakat, maka legislatif sebagai representasi masyarakat Nagekeo, tetap mendukung melalui fungsi penganggaran dan pengawasan agar kerja kita semua sebagai mitra benar-benar bisa memenuhi kesejahteraan dan kemakmuaran masyarakat yang kita layani,” tegas Politisi Partai PDI Perjuangan tersebut.

Dalam sesi interaksi dengan peserta talk show yang hadir langsung, salah satu Tokoh Pendidikan Nagekeo, Amandus Embo, menanyakan tentang Sekolah Kejuruan atau SMK. Dan dijelaskan oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas Lana, bahwa untuk jenjang pendidikan SMK sudah ada tambahan satu tahun lagi dalam pendidikan. “Setelah tiga tahun belajar di bangku pendidikan SMK, maka sudah ada putusan bahwa setiap siswa SMK harus belajar setahun lagi, untuk peningkatan kompetensi keterampilan sehingga bisa terserap dengan cepat pada lapangan kerja. Setelah itu barulah siswa SMK berhak untuk mengambil ijasah SMK dan Sertifikat Kompetensi”, jelas Mantan Asisten Adminstrasi Umum Sekda Provinsi NTT tersebut.  Kosmas juga menambahkan bahwa masalah  human trafficking hampir tidak ada lagi di NTT. Bupati Nagekeo dalam menjawab pertanyaan dari drg. Martha Lamanepa yang hadir mewakili tokoh perempuan, menanyakan tentang Penanganan Sampah di Kabupaten Nagekeo, mengajak para aktivis peduli lingkungan, khususnya yang peduli tentang penanganan sampah untuk bersama sama Pemerintah Kabupaten Nagekeo menggandeng seluruh elemen masyarakat Nagekeo, untuk dapat memproduksi sampah organik agar bisa menjadi pupuk kompas.

Disela–sela diskusi talk show tersebut, Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Ngada, Kosmas Lana menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo harus benar-benar serius menyiapkan lahan seluas-luasnya untuk mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dengan pendampingan dari provinsi, karena program TJPS ini sangat penting untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat petani/peternak di NTT, termasuk yang ada di Kabupaten Nagekeo. “Saya berpesan bahwa peran Pemerintah Provinsi NTT ada dua dilihat dari tugas dan fungsinya, yaitu memfasilitasi semua jenis-jenis usaha di seluruh wilayah NTT, dan bersama seluruh Bupati untuk bangun satu komitmen agar usaha tersebut jangan bersifat glondongan,  tetapi terapkan satu teknologi untuk semua usaha,” tambah Salah Satu Penggagas berdirinya Kabupaten Nagekeo tersebut.

Turut hadir sebagai peserta dalam talk show selama 90 menit tersebut diantaranya : Romo Onay Deru dan Perwakilan Tokoh Masyarakat adalah Mbulang Lukas dan Fransiskus  Meze.

Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 50

Launching Beras Natural Mbay, Bupati Don Produk Beras Mbay harus Diperkenalkan Kepada Dunia (1) copy

Launching Beras Natural Mbay, Bupati Don: Produk Beras Mbay harus Diperkenalkan Kepada Dunia

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertepatan dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengajak masyarakat Nagekeo untuk bersama memperkenalkan produk Beras Natural Mbay kepada dunia. Hal tersebut disampaikan Bupati Don saat memberi sambutan acara Soft Launching Beras Mbay, yang bertempat di Aula Setda Nagekeo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kamis, (28/10/2021).

Sebelumnya, dilaksanakan upacara apel bersama memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021 tingkat Kabupaten Nagekeo, yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Nagekeo.

“Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu bisa tercapai dan kita bisa melakukan Soft Launching Beras Mbay ini. Muda-mudahan di Hari Ulang Tahun Nagekeo di tanggal 8 Desember yang akan datang, kita akan melakukan Launching yang lebih luas. Tidak hanya produk Beras, tetapi semua produk-produk lain yang kita hasilkan dari bumi Nagekeo ini” kata Bupati Don.

Produk ini disiapkan ini, kata Bupati Don untuk memenuhi ketersediaan pangan beras, guna mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan akses pasar untuk produk dalam negeri.

Ia berharap produk yang dihasilkan dapat diterima di dunia. Dikatakannya, untuk tetap mempertahankan status Sawah Mbay sebagai lumbung padi itu, maka diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak terhadap sektor pertanian. Sebab, cukup banyak faktor yang mempengaruhi upaya mempertahankan status sawah Mbay sebagai lumbung padi, ujarnya.

Bupati Don juga mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama memperkenalkan  kepada dunia agar produk yang dihasilkan bisa masuk pada pasar nasional maupun dunia.

“Sekali lagi, saya mewakili masyarakat Nagekeo yang tinggal di Kabupaten Nagekeo ini, mengharapkan partisipasi warga masyarakat Nagekeo Dispora, untuk membantu warga masyarakat Nagekeo agar produk-produk yang kita hasilkan ini, bisa diterima di pasar Indonesia dan pasar dunia.

Berlaku sebagai Narasumber pada acara Talk Show Launching Beras Mbay, Kepala Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo, Gu Herman Petrus menjelaskan  bahwa, Dinas Pangan Daerah Nagekeo mempunyai tugas diantaranya mengawasi pangan segar di Kabupaten Nagekeo.

“Salah satunya beras Mbay ini. Secara lugas dan konsekuen kita telah memperhatikan dan mengawasi seluruh produk pangan, termasuk bahan-bahan dan sayuran, serta produk lain yang siap santap”, jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pangan Daerah, Herman menambahkan untuk beras Mbay, Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo telah melakukan pengawasan mulai dari proses pasca pengeringan dan pasca panen.

“Dimana kita mulai dengan pengeringan, penggilingan, pengepakan, dan pengangkutan. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah sanitasi saat proses pelaksanaan pasca panen. Lingkungan harus benar-benar bersih dan kesehatan para konsumen dapat terjamin dengan baik”.

Menurutnya, Beras Mbay yang diberi nama Beras Natural Mbay tersebut telah diberi nomor registrasi dan layak untuk di pasarkan di mana saja, pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Oliva Monika Mogi juga mengungkapkan, penggerak utama daerah Kabupaten Nagekeo salah satunya Pertanian dan Pariwisata.

“Dalam mewujudkan masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat, irigasi Mbay merupakan salah satu irigasi teknis terbesar di NTT.

Oliva berharap, pentingnya dalam meningkatkan infrastuktur seperti jalan tani, memperbaiki jaringan irigasi, pintu air dan pos pembagian air guna meningkatkan produksi serta sumber daya petani dan penyuluh.

Kasmirus Dhoi Plt. Kepala Bappelitbangda Nagekeo pada kesempatan bermakna juga mengatakan, produk Beras Mbay harus masuk pada pasar-pasar besar.

“Hambatan terbesar yang telah dilakukan saat masuk pasar besar, salah satunya standarisasi, mulai dari kemasan dan uji kesehatan. Produk tidak hanya menjaga kuantitas, tetapi meningkatkan kualitas, khususnya beras Mbay ini”.

Project Development PT. Pandawa Agri Indonesia, Faris N. Nurmianto pada kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Pemda Nagekeo, yang telah memberikan ruang kepada PT. PAI dalam menjajaki dan melihat bumi Nagekeo.

“Kami dari PAI sangat terpukau melihat Mbay ini. Dan irigasi Mbay ini memiliki irigasi teknis yang sangat luar biasa. Dan selama 3 bulan kami banyak mempelajari tentang Mbay. Selain itu, kami menjajaki dan melihat peluang serta permasalah yang dihadapi oleh Petani. Di situ Pandawa memberi informasi  dan membuka informasi kepada Petani.

Faris berharap dengan semangat kerja timnya, mampu memberikan semangat baru dan pengetahuan yang luas akan teknologi kepada Petani Mbay.

“Oleh karena itu Pandawa Agri Indonesia berharap agar inovasi dan produk kami dapat terus meningkatkan keamanan dan sustainability dari industri pertanian. Pandawa Agri Indonesia juga berkomitmen untuk terus membantu sektor pertanian nasional dengan mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan menghasilkan produk yang aman bagi pengguna dan menciptakan efisiensi biaya” terangnya.

Reporter : Oktavianus Dhalu

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 76

Buka Semarak Bulan Bahasa di MAN Mbay, Bupati Don Kurangi Bermain Gadget untuk Kesehatan Mata (1)

Buka Semarak Bulan Bahasa di MAN Mbay, Bupati Don: Kurangi Bermain Gadget untuk Kesehatan Mata

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do kembali mengajak dan mengingatkan, pentingnya menjaga kesehatan pada mata anak. Selain itu, pentingnya memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Hal tersebut ditegaskan Bupati Don sekaligus membuka dengan resmi acara semarak Bulan Bahasa, yang berlangsung meriah di Halaman Sekolah Madrasah Aliyah Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Rabu, (27/10/2021).

Gadget memang bisa memudahkan hidup kita, namun kita perlu membatasi waktu penggunaannya. Saya berharap komunitas besar ini, dan melalui penyelanggara perlunya menyemai nilai kebaikan di sekolah-sekolah agar bisa memetik hasilnya. Kurangi Bermain gadget, gunakan teknologi dengan baik dan benar.”

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan, orangtua sebaiknya memberikan perhatian serius untuk menjaga kesehatan mata anak. Jika ada gangguan pada kesehatan mata anak, maka tidak hanya membuat penglihatan matanya kurang optimal, namun juga dapat menghambat aktivitas mereka termasuk aktivitas belajar, sosial, dan cita-cita mereka tegas Bupati Don.

Bupati Don menjelaskan, momentum terlaksananya kegiatan bulan Bahasa merupakan hal yang luar biasa yang rutin dilakukan.

Menurutnya, bulan Oktober sejak tahun 1980 juga sebagai bentuk peringatan hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini rutin dilakukan guna melestarikan bahasa Indonesia yang telah disepakati oleh pendiri bangsa sebagai bahasa pemersatu.

“Bahasa merupakan sumpah pemuda oleh pemuda jaman dulu. Bahasa juga menegaskan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Dan kita menempatkan Tuhan sebagai penyelenggara, yakni atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa. Serta didorong oleh keinginan luhur. Ini lahir dari budaya Nusantara dan Agama yang hidup didalamnya.”

Oleh karena itu, Bupati Don berharap pendamping maupun Guru perlu menyiapkan penapis (penyaring) setiap kemampuan yang dimiliki anak.

“Saya menitipkan pendamping harus menyiapkan penyaring dalam diri dan otak siswa. Saya berharap komunitas besar ini dan melalui penyelanggara ini harus tanamkan nilai kebaikan.”

Abdurahman Karengga, Kepala Madrasah Aliyah Nagekeo mengungkapkan, kegiatan bulan bahasa bagi Madrasah merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Oktober.

“Tahun ini secara nasional mencerminkan bahwa kemenangan tak bisa kita raih kalau tdak ada ketangguhan. Dan persatuan tidak akan terwujud jika Hoax masih merajalela di sekitar kita. Dengan pelatihan seperti  Jurnalistik yang dibawakan oleh pemateri, jelas sangat berarti dan anak-anak mampu dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih.”

Ia mengajak dengan momentum ini mampu mengasah kemampuan dalam memeriahkan semarak bulan Bahasa.

Ia juga berharap ada kesungguhan dalam mengikuti kegiatan apapun guna meningkatkan kemampuan.

Marianus Keo, S.Fil.M.Ed, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo menyatakan kegiatan semarak bulan Bahasa sesungguhnya momentum strategis serta mengulang kembali 19 tahun yang lalu. Menurutnya bahasa  merupakan bahasa pemersatu bangsa.

“Saya harap para generasi muda jadikan festival ini sebagai tempat untuk melahirkan anak bangsa yang cerdas. Lebih khusus generasi yang lahir dari Madrasah ini.”

Hadir Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Bunda Paud Nagekeo, Ketua MUI Kabupaten Nagekeo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para Undangan.

Reporter: Oktavianus Dhalu

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 33

Lantik PPAT, Ini Pesan Kepala BPN Nagekeo (1)

Lantik PPAT, Ini Pesan Kepala BPN Nagekeo

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Kepala Kantor (Kakan) Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN) Kabupaten Nagekeo Dominikus B. Insantuan, S.Sit.,M.Pd  melantik  Pejabat Pembuat Akta Tanah  (PPAT) di Aula Hotel Pepita Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Rabu,(27/10/2021).

Pejabat PPAT yang dilantik ini antara lain Efrem Luxiano Lado Leba, SH.,M.Kn

“Tugas PPAT yang dilantik hari ini  adalah tugas membawa perubahan. Meskipun demikian, tugas ini membawa manfaat yang begitu besar dalam pelayanan pertanahan bagi masyarakat banyak.” kata Dominikus B. Insantuan, di Aula Hotel Pepita Danga, Rabu (27/10).

Lanjut Dominikus, secara teknis, pejabat PPAT berada di bawah kantor pertanahan Kabupaten Nagekeo.

“Tugas PPAT ini hanya ada dua, yaitu membuat akta untuk tanah yang sudah sertifikat maupun tanah yang belum bersertifikat,” jelasnya.

Untuk tanah sertifikat, lanjut dia, sebelum dibuatkan akta harus di cek terlebih dulu ke BPN Nagekeo. Kalau sudah clear statusnya baru dibuatkan akta.

Dia berharap agar pejabat PPAT yang  dilantik mampu memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

“Harus bersinergi dan kerja sama yang baik dalam pembangunan di Daerah guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Berikan pelayanan terbaik agar tidak ada permasalahan tanah di wilayah tugas. Terutama dari pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan,” ujarnya.

Sementara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya menyampaikan kehadiran pejabat PPAT sangat membantu masyarakat. Selain itu,  transaksi tanah yang begitu tinggi. Sehingga semua proses berjalan clean and clear.

“Pentingnya sertifikat untuk di validasi. Saya berharap orang yang mau berinvestasi mendapatkan kemudahan.

Bupati Don juga memberikan apresiasi kepada BPN Nagekeo yang telah melakukan dan melaksanakan banyak project.

“Patut saya apresiasi kepada BPN Nagekeo yang telah melakukan  project besar sejauh ini. Lebih lagi project besar pengerjaan waduk ini”.

Pejabat Pembuat Akta Tanah  (PPAT) Terlantik, Efrem Luxiano Lado Leba, SH.,M.Kn pada kesempatan yang bermakna itu mengatakan, tugas dan pelayanan yang diemban itu merupakan amanah yang patut disyukuri.

“Saya pribadi melihat tugas pelayanan yang saya emban ini merupakan amanah yang harus saya syukuri, saya jaga dan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya menyadari bahwa saya masih membutuhkan banyak belajar, bantuan serta nasehat dari banyak pihak, sehingga saya dapat melayani dengan benar, jujur dan adil demi kebaikan bersama”.

Ia juga berharap kerja sama dan komunikasi yang baik kepada semua pihak di Kabupaten Nagekeo, untuk bersama-sama bersinergi dengan jabatan pelayanan yang diembannya saat ini.

Reporter: Oktavianus Dhalu

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 38

Bupati Nagekeo Serahkan 200 Seng untuk Bangunan SD Katolik Ekowodo di Keo Tengah (1)

Bupati Nagekeo Serahkan 200 Seng untuk Bangunan SD Katolik Ekowodo di Keo Tengah

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Fenomena alam yang cukup sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, yang sangat membahayakan yakni angin puting beliung. Angin puting beliung ini terjadi saat musim pancaroba atau saat pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau.

Hal ini pun sering terjadi di NTT yang mengakibatkan rumah warga harus porak poranda serta sejumlah sekolah harus mengalami hal yang serupa akibat angin puting beliung.

Mendengar dan menanggapi hal itu, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco kembali harus turun lokasi dengan sigapnya secara simbolis menyerahkan bantuan seng sebanyak 200 lembar untuk menangani kerusakan terjadi akibat akibat bencana angin puting di Sekolah Dasar Katolik Ekowodo, Kecamatan Keo Tengah. Kamis,(21/10/2021).

Penyerahan bantuan seng tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo.

200 lembar seng untuk pembangunan atap sekolah, diterima langsung Kepala Sekolah SD Katolik Widodo, Laurensius Siku.

Sekolah Dasar (SD) Katolik Ekowodo tersebut didirikan sejak tahun 1963 ini, mengalami kerusakan yang mengakibatkan atap sekolah rusak akibat badai  hujan angin beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Bupati  dan Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan seng di Sekolah-sekolah di Kabupaten Nagekeo, akibat angin puting beliung.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do juga berpesan agar masyarakat yang mengalami bencana untuk segera melaporkan kepada Lurah atau Kepala Desa, Camat dan diteruskan ke Bupati untuk ditindaklanjuti BPBD.

Usai menyerahkan simbolis bantuan 200 seng, Bupati Don secara langsung meninjau dan melihat secara langsung situasi Sekolah itu.

Bupati Don berharap agar atap sekolah segera diperbaiki. Menurutnya, setiap anak layak memperoleh hak pendidikan, ruangan belajar anak yang aman dan anak tetap bersekolah.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 50

Topang Ekonomi Keluarga, Gadis Asal Boawae Ini Ikut Pelatihan Gada Pratama Satpam di Nagekeo (3)

Topang Ekonomi Keluarga, Gadis Asal Boawae Ini Ikut Pelatihan Gada Pratama Satpam di Nagekeo

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Victoria Irma Goa, gadis 21 tahun asal Kelahiran Natanage, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo akhir-akhir ini tengah menjadi buah bibir juga menjadi perhatian publik Nagekeo. Gadis manis ini menjadi viral lantaran mengikuti Pelatihan Gada Pratama Satpam Gelombang IV di Nagekeo.

Victoria Irma, biasa disapa Irma ini merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara. Ibunya Silviana Bai (55),  ibu rumah tangga dan Ayahnya Dominikus Dominggo (59) bekerja sebagai Petani di Sawah.

“Awalnya saya tahu informasinya dari kakak ipar di rumah. Kakak yang kasih informasi ini. Dengan senang hati saya lalu mendaftar” kata Irma kepada Jurnalis, Jumat, (22/10/2021).

Menurut Irma, hal itu merupakan kemauan dan niat yang besar dirinya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Ini kemauan saya sendiri, tidak ada orang yang paksa saya untuk daftar di sini. Dan saya bahagia di sini, walaupun yang perempuan hanya saya sendiri” ujar Irma.

Irma merupakan Alumni tamatan 2019 di SMA Negeri 1 Aesesa ini, menceriterakan sebelumnya Ia juga telah mengikuti tes Polwan di Bali.

“Sebelumnya saya pernah ikut tes Polwan di Bali, dan saya gugur di alokasi atau semacam lokasi tempat tugas yang saya pilih. Saya juga tidak pantang menyerah, lalu saya kembali ke Nagekeo untuk mencari pekerjaan lain. Mungkin saya bisa mencobanya kembali di lain kesempatan.

Tak berhenti sampai di situ, Irma ditawarkan keluarganya harus kuliah, dengan syarat tahun depan bisa melanjutkan kuliah. Mengingat ekonomi keluarga mulai menipis sejak Pandemi Covid-19 mulai mewabah, Irma akhirnya mengurungkan niatnya untuk kuliah.

Gadis yang bercita-cita menjadi Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) ini mengaku, dirinya berniat mengikuti kegiatan Pelatihan Gada Pratama Satpam hingga akhir dan mendapatkan nilai yang bagus.

“Saya ikut pelatihan Satpam ini,  sedikitpun tidak ada rasa minder atau malu sedikit pun. Justru saya senang dan bahagia mengikuti Pelatihan Satpam ini. Teman-teman saya mendukung saya, begitupun orang tua sejauh ini belum tau, pasti kakak saya yang beritahu bapak dan mama di Kampung.”

Ia juga memberikan motifasi dan semangat bagi sahabat perempuan untuk tidak malu dalam memilih pekerjaan.

“Untuk teman-teman cewek, jangan malu dengan status pekerjaan apapun itu, yang penting halal. Intinya punya kemauan tinggi saja. Agar bisa membiayai keluarga, bukan mencuri.

Saya yakin mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan banyak materi dan disiplin saat datang pagi.”

Irma menambahkan, saat ini Ia  mempunyai adik laki-laki yang sedang duduk di bangku Sekolah SMA St. Fransisikus Xaverius Boawae. Ia berniat membantu adiknya dan orang tuanya di Kampung.

“Saya berharap setelah selesai Pelatihan Satpam ini dan bisa  mendapatkan tempat kerja dan muda-mudahan bisa diterima. Sehingga saya bisa membiayai adik dan orang tua saya di kampung. Terimakasih untuk teman yang semuanya laki-laki yang telah menjaga saya selama mengikuti pelatihan ini. Semoga kita sama-sama mendapatkan hasil yang memuaskan untuk keluarga dan masyarakat kita. Pangkasnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 149