You are here: Home

KABUPATEN NAGEKEO, TUAN RUMAH MUBES PETANI-NELAYAN SEDARATAN FLORES-LEMBATA

 

KABUPATEN NAGEKEO, TUAN RUMAH MUBES PETANI-NELAYAN SEDARATAN FLORES-LEMBATA

Kabupaten Nagekeo menjadi tuan rumah Penyelenggaraan Musyawarah Besar VII Petani-Nelayan Sedaratan Flores-Lembata. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lapangan Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro dipadukan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia XXXIV Tingkat Kabupaten Nagekeo. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT diwakili oleh Bupati Nagekeo; Anggota DPRD Propinsi NTT Drs. John Elpy Parera dan Thomas Tiba Owa; Bupati Nagekeo Elias Djo; Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar; Asisten II Ngada; Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Adjo Bupu, Para Staf Ahli Bupati Nagekeo, Para Asisten Sekda Nagekeo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Epidiana Djo, Kapolsek Aesesa Paulina Sese, para pimpinan SKPD, para camat, Direktur YMTM Flores Josef Mane; para ketua kelompok tani, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

 

 

peserta mubes petani-nelayanKegiatan Musyawarah Besar VII Petani-Nelayan Sedaratan Flores-Lembata diikuti oleh petani dan nelayan dari delapan kabupaten antara lain Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai sarana untuk sharing pengalaman antar para petani dan nelayan tentang berbagai perkembangan di bidang pertanian dan perikanan, terutama teknologi terkini yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pribadi petani-nelayan dan meningkatkan hasil produksi pertanian dan perikanan.

 

Bupati NagekeoGubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Nagekeo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Nagekeo atas terselenggaranya kegiatan Musyawarah Besar VII Petani-Nelayan Sedaratan Flores-Lembata di Kabupaten Nagekeo. Gubernur NTT menyatakan sampai saat ini, masyarakat NTT masih mengkonsumsi beras sebagai pangan utama. Kenyataan ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah dan stakeholder terkait untuk dapat mengubah pandangan masyarakat agar dapat kembali mengkonsumsi pangan lokal. Pemerintah Propinsi NTT mengharapkan agar kegiatan Mubes Petani-Nelayan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting yang akhirnya berguna bagi kemajuan bidang pertanian dan perikanan.

 

Anggota DPRD Propinsi NTTSementara itu Ketua DPRD Propinsi NTT dalam sambutannnya yang dibacakan oleh Anggota DPRD Propinsi NTT Drs. John Elpy Parera menyampaikan bahwa lembaga DPRD Propinsi NTT mendukung kegiatan Mubes Petani-Nelayan sedaratan Flores –Lembata. Sebab kegiatan tersebut merupakan kegiatan positif yang penting dilaksanakan untuk mencapai kemajuan di bidang pertanian dan perikanan, baik dalam tahap pengolahan, produksi, pasca produksi, distribusi maupun pemasaran. Mubes Petani-Nelayan juga merupakan kegiatan yang sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan di NTT.

 

 

Kegiatan Musyawarah Besar VII Petani-Nelayan Sedaratan Flores-Lembata dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak tanggal 16-18 Oktober 2014. Selama kegiatan, para peserta mubes melakukan berbagai kegiatan, antara lain kunjungan ke Desa Kelimado di Kecamatan Boawae untuk melihat langsung keberhasilan penggunaan kotoran ternak menjadi energy biogas yang digunakan untuk memasak, keberhasilan penerapan pola 234 pertanian/peternakan dan peninjauan pada kolam ikan air tawar. Selain itu, peserta mubes juga mengunjungi Desa Wolowea Timur di Kecamatan Boawae untuk melaksanakan panen raya jagung serta mengunjungi ladang garam di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa.

 

 

Peserta Musyawarah Besar Petani-Nelayan Sedaratan Flores-Lembata juga mengikuti diskusi terbuka tentang pertanian dan perikanan dengan narasumber Muhamad Nurudin (Seknas Aliansi Petani Indonesia) dan Pater Simon Suban Tukan, SVD (JPIC Ruteng).

Read 968 times