You are here: Home

Pemerintah Kabupaten Nagekeo Bangun Pagar Pelindung Gua Jepang Rane

 

Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Jumat, 7 November 2014, melakukan pemagaran terhadap Gua Rane, salah satu gua peninggalan Jepang di Kabupaten Nagekeo yang terdapat di Ratedosa, Desa Aeramo Kecamatan Aesesa. Pemagaran dilakukan untuk menjaga kelestarian gua dan lingkungan sekitar gua serta merupakan bentuk peningkatan kualitas Gua Rane sebagai salah satu obyek wisata di Kabupaten Nagekeo.

Pembangunan pagar Gua Rane diawali dengan ekaristi kudus yang dipimpin oleh Pater Andreas Hang Kondo, SVD. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Nagekeo Elias Djo, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Adjo Bupu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo Drs. Andreas Ndona, Ketua Suku Nataia Patrisius Seo serta undangan lainnya. Setelah perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan pagar oleh Ketua Suku Nataia Patrisius Seo mewakili Suku Nataia sebagai pemilik lahan dan Bupati Nagekeo Elias Djo mewakili Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

 

Bupati Nagekeo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo berupaya melestarikan dan merenovasi seluruh objek wisata di Kabupaten Nagekeo untuk memajukan pariwisata Kabupaten Nagekeo serta mendukung Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Nusa Tenggara Timur. “ Saya berharap agar pemagaran areal Gua Rane ini dapat menjaga kelestarian dan kebersihan gua. Semoga masyarakat sekitar gua dapat memahami bahwa Gua Rane adalah salah satu objek wisata yang bernilai sejarah, sehingga tidak merusak gua tetapi ikut menjaga Gua Rane ini.”, demikian menurut Bupati Nagekeo. Elias Djo juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kepala Suku dan segenap masyarakat Nataia yang telah bersedia menyerahkan Gua Rane yang berada di atas lahan Suku Nataia kepada Pemerintah Kabupaten Nageko untuk dikelola secara baik.

Sementara itu, Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F Ajo Bupu mengatakan bahwa DPRD merespons secara positif pembangunan pagar pelindung gua, karena DPRD dan pemerintah merupakan mitra dalam memajukan Nagekeo.“Saya berharap agar di masa depan pariwisata Nagekeo menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD), jika yang sudah ada ini kita jaga dan kelola secara baik. Orang berbudaya pasti orang yang beradat, maka marilah kita menjaga aset-aset budaya kita secara baik,” jelasnya.

 

Gua Rane merupakan salah satu dari 23 gua/bunker peninggalan penjajahan Jepang yang tersebar di wilayah Kabupaten Nagekeo. Dari 23 gua tersebut, baru Gua Rane yang mulai ditata Pemerintah Kabupaten Nagekeo, sebab gua-gua lainnya masih berada dalam kawasan milik masyarakat dan belum diserahkan kepada pemerintah.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Read 2080 times