You are here: Home

Staf Ahli Bupati Pimpin Tim Khusus Percepatan Program Unggulan Daerah

Mbay, AKm, 29 Mei 2015

Bupati Nagekeo Elias Djo menugaskan secara khusus para staf ahli bupati untuk bekerja sama dengan dinas-dinas terkait dalam rangka mempercepat terlaksananya program unggulan Kabupaten Nagekeo yaitu jagung, ternak dan garam. Untuk komoditi jagung dan ternak, Bupati Nagekeo menugaskan Staf Ahli Bidang Eonomi dan Keuangan Wlofgang Lena, SP, Msi dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs. Loi Sirilus. Sementara itu, untuk komoditi garam ditugaskan 3 orang staf ahli yakni Staf Ahli Bidang Pemerintahan Florentinus Pone, SE, M.Si, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Drs. Lowa Marselinus dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Barnabas Lambar, S.Sos.

Bupati Nagekeo Elias Djo mengaskan bahwa penugasan para staf ahli merupakan bukti keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dalam menangani percepatan program unggulan tersebut di atas. Tugas khusus yang harus dilaksanakan para Staf Ahli Bupati tersebut adalah terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan informasi dan mengidentifasi permasalahan di masing-masing bidang agar dapat segera ditindaklanjuti. Hal tersebut Bupati Nagekeo dalam rapat koordinasi bersama Staf Ahli, para Asisten dan Pimpinan SKPD, Selasa, 26 Mei 2015 bertempat di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Nagekeo.

 

Lebih lanjut Bupati Nagekeo menegaskan tentang komoditi jagungyang akan dibeli oleh buyers lokal tetapi harus memiliki kadar air maksimal 14% . “Pra syarat tersebut sampai sejauh ini belum dapat dipenuhi oleh para petani jagung di Kabupaten Nagekeo, padahal dari hasil panen jagung pada musim tanam yang baru lalu, produksi jagung di Kabupaten Nagekeo diperkirakan mencapai 16.000 ton. Meskipun Kabupaten Nagekeo sudah memiliki mesin pengering jagung sejak tahun 2012 yang lalu, namun mesin tersebut belum dapat dimanfaatkan karena kapasitas terpasang untuk sekali pengeringan adalah 60 ton. Hal ini disebabkan karena areal penanaman jagung yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo menyulitkan pengangkutan hasil produksi jagung ke lokasi mesin pengering tersebut.” Jelas Elias Djo. Meskipun demikian Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Sementara untuk bidang peternakan, Bupati Nagekeo telah menegaskan kepada dinas terkait untuk melaksanakan program Inseminasi Buatan (IB) agar dapat menghasilkan benih sapi unggul yang memiliki nilai jual yang tinggi.

 

Untuk komoditi unggulan garam, saat ini telah mencapai kemajuan yang cukup berarti, khususnya dalam hal kepemilikan tanah masyarakat/suku di wilayah pengembangan garam yakni di Waemburung dan Ngggolonio. Sesuai dengan MoU yang telah ditandatangani oleh Pemda Nagekeo dengan PT. Cheetam Garam Indonesia sebagai investor pengembangan garam di Kabupaten Nagekeo, luas padang garam yang akan dikembangkan mencapai kurang lebih 1000 hektar. Bupati Nagekeo bertekad agar dalam waktu dekat ini, beberapa proses awal seperti pembelian garam oleh PT Cheetam Garam Indonesia, yang telah dihasilkan pada kegiatan pengembangan garam pada tahun anggaran yang lalu dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, pengembangan garam di Nggolonio seluas 56 hektar dapat direalisasikan secepatnya setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah, masyarakat pemilik lahan dan PT. Cheetam Salt.

 

Pada akhir rapat koordinasi, Bupati Nagekeo sekali lagi menegaskan perlunya kerjasama, komitmen dan kerja keras dari seluruh stake holders yang ada untuk mensukseskan ketiga program unggulan daerah Kabupaten Nagekeo tersebut.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 
Read 1059 times