You are here: Home

Pola buka - tutup tingkatkan produksi padi Mbay

Petani dikawasan Ladha,Kelurahan Mbay I, mulai melakukan panen. Petani dikawasan Ladha,Kelurahan Mbay I, mulai melakukan panen.

Para petani dikawasan persawahan Mbay mengaku puas dan mulai merasakan manfaat dari sistim irigasi dengan pola buka - tutup. Dalam setahun dilakukan penutupan irigasi selama tiga bulan.

 

Pada triwulan pertama tahun 2016 ini rata-rata petani mampu memproduksi 8-12 ton gabah diatas lahan seluas 1 hektare (ha) . Peningkatan ini mulai dirasakan sejak diberlakukannya pola buka-tutup tahun 2014 silam.

 

Salah satu petani dikawasan Nila, Kecamatan Aesesa-Mbay, Alexander (54),  mengatakan, pada panen pertengahan 2015 lalu produksi gabah kering panen mencapai 4 ton. Sebelumnya, dia hanya memperoleh 2-3 ton diatas lahan sawahnya seluas 0,5 ha.

 

" Dulu, kebiasaan kami setiap tahun setelah panen langsung bajak terus tanam lagi. Hasilnya tidak baik, padi banyak yang rusak terserang penyakit karena masih ada sisa batang padi yang belum hancur dan busuk", ungkapnya.

 

"Sekarang, dengan ditutupnya irigasi selama tiga bulan penyakit sudah mulai berkurang. Selain itu, saya juga bisa tanam sayur pada saat tutup air, lumayan buat jual dipasar", lanjutnya.

 

Lain halnya bagi Hasbullah (44), salah satu petani di Ladha, Kelurahan Mbay 1, selama pola buka tutup berlangsung dia mengaku penggunaan pupuk berkurang. Menurutnya, ada sekitar satu karung lebih pupuk yang bisa dihemat diatas satu hektare lahan sawahnya. Namun, masih ada kesulitan yang dirasakan Hasbullah ketika musim panen datang yaitu kurangnya tenaga kerja.

 

" Begini sudah pak, panen serentak kita sulit mendapatkan orang kerja. Soalnya, semua petani telah sewa. Padi yang sudah siap panen tidak bisa ditunda lama untuk diketam, makanya saya sendiri dengan anak istri yang kerja walau sampai tiga hari", keluhnya.

 

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Nagekeo, Elias Djo, mengatakan pola ini telah diberlakukan sejak tahun 2014.

 

" Kebijakan pola buka - tutup ini telah melalui kesepakatan bersama para petani maupun kelompok tani pada tahun 2014. Sebelumnya kami (pemda), telah melakukan sosialisasi kepada para petani", kata Bupati.

 

Menurutnya, kebijakan ini akan lebih meningkatkan produksi padi karena ada masa tiga bulan proses humus secara alami dilahan sawah. " Kita biarkan tanah bernafas dulu, petani juga bisa menanam palawija selama periode tutup air itu, jadi tidak melulu menanam padi", lanjut Bupati.

 

Untuk saat ini harga beras yang beredar dipara petani berkisar Rp.8500 – Rp.9.000/kg. Luas lahan persawahan di kota Mbay mencapai 6.500Ha. Seluruh pasokan air persawahan mengandalkan bendungan Sutami yang diresmikan oleh Ir. Sutami pada tahun 1975. Sejak itu Mbay mulai dikenal sebagai salah satu lumbung padi bagi Provinsi NTT.

( Foto&Teks oleh Yanto Mana Tappi – Bid. Kominfo Nagekeo )

 

Read 861 times