You are here: Home

DESA RAJA BERI CONTOH HIDUP BERGOTONG ROYONG

 

Bekenaan dengan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) tahun 2016, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo menjatuhkan pilihan untuk melaksanakan kegiatan BBGRM ke-13 di Desa Raja, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, pada Jumat, 20 Mei 2016, yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, Hari Keluarga Nasional ke-23 dan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2016. Pemilihan lokasi pelaksanaan kegiatan BBGRM di Desa Raja Kecamatan Boawae mengingat Desa Raja dan Kedua Desa sekitarnya, yakni Desa Raja Timur dan Desa Raja Selatan telah menjadi contoh bagi desa-desa dan Kecamatan lain di Kabupaten Nagekeo, berkaitan dengan penerapan pola hidup gotong royong. Hal ini telah dibuktikan oleh ketiga Desa tersebut dengan pembangunan rabat jalan di sekitar wilayah Desa Raja, yang merupakan swadaya dari ketiga masyarakat Desa itu sendiri.

Kegiatan ini diawali dengan penyambutan rombongan Bupati Nagekeo yang diiringi oleh Drum Band SMP Swasta Katolik Kotagoa Boawae dan dilanjutkan dengan Apel bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Nagekeo Elias Djo di lapangan Paroki Santo Yosep Raja, sekaligus mencanangkan BBGRM tahun 2016 yang ditandai dengan pemukulan Gong. Hadir pula saat itu, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Fabianus Ajo Bupu, Direktur Utama Bank NTT Adrianus Ceme, Para Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Forkopimda Ngada-Nagekeo, Ketua Tim Penggerak PKK dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Pimpinan SKPD, Para Camat dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara, Para Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, para Siswa, serta seluruh Masyarakat Raja, Raja Timur dan Raja Selatan. Selanjutnya, Bupati Nagekeo bersama rombongan mengunjungi stand hasil karya kerajinan tangan ibu-ibu PKK Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo dan peninjauan lokasi pembangunan rabat jalan oleh masyarakat dari ketiga Desa tersebut.

Bupati Nagekeo Elias Djo, di dalam sambutannya mengatakan, Kita semua patut berbangga dan bersyukur, karena terlahir dari rahim budaya Daerah yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan yang terbangun dari falsafah hidup kekeluargaan dan kegotong-royongan, dalam ungkapan sederhana, yaitu berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing atau dalam ungkapan Budaya kita “ Kolo Sa Toko Tali Sa Tebu, To,o Jogho Waga Sama”. Dengan  Bulan  Bakti  Gotong- Royong  Masyarakat ke-13, Hari Kesatuan Gerak PKK, ke-44, Hari Keluarga Nasional ke-23 dan hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini, mari “Kita Daya Gunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Mewujudkan Kinerja Gerakan PKK Melalui Dasawisma, serta Upaya Membangun Karakter Bangsa Mewujudkan Indonesia Sejahtera”. Tema ini sesungguhnya mengingatkan dan mengajak kita semua untuk menjadikan moment perayaan BBGRM tahun ini sebagai tonggak kebangkitan semangat kegotong-royongan dalam menyukseskan berbagai program Pemerintah Daerah yang telah dicanangkan melalui RPJMD dan telah dijabarkan dalam RPJMDes untuk dilaksanakan secara berjenjang, bertahap dan berkelanjutan. Karena kekuatan Pemerintah Kabupaten ada di desa dan kekuatan desa ada di Keluarga sebagai basisnya.

Mbay, AKm, 13 Juni 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Read 521 times