You are here: Home

Nggolonio siap menjadi pabrik garam konsumsi termodern

Lahan pabrik garam PT. Cheetam Garam Indonesia yang mulai dibangun. Lahan pabrik garam PT. Cheetam Garam Indonesia yang mulai dibangun.

Puluhan pekerja yang dipercaya oleh PT. Cheetam Garam Indonesia , mulai melakukan aktifitas pembangunan pabrik garam konsumsi di Nggolonio.

Kepastian pembangunan pabrik garam ini telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo akhir Mei 2016 lalu.

 

Ada dua lokasi pengembangan garam yang mulai dikerjakan yakni lahan garam seluas 56 Ha dipantai Paringatin dan lahan pabrik diruas jalan Nggolonio.

 

Dipastikan pada akhir tahun 2016 ini pekerjaan pembangunan pabrik telah selesai. Menurut perwakilan PT. Cheetam Garam Indonesia, Sam Ashari Harahap, pihaknya menargetkan pada awal oktober 2016 garam telah diproduksi.

 

" Kita rencanakan sekitar September pembangunan pabrik oleh PT. Citra Surya Mandiri telah selesai. Awal Oktober kita sudah bisa produksi", kata Sam Ashari dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama di Nggolonio.

 

Menurutnya, pada tahap pertama pihaknya akan memproduksi garam konsumsi beryodium sebanyak 6.000 ton. Selanjutnya pada tahap berikutnya akan dinaikan menjadi 12.000 ton.

 

Kawasan Nggolonio merupakan salah satu sentra produksi garam berkualitas yang ada di Flores maupun  NTT. Proyek  yang dilakukan PT. Cheetam Garam Indonesia merupakan investasi jangka panjang yang akan menjadikan Nagekeo sebagai daerah penghasil garam beryodium dengan kualitas berstandar SNI.

 

Menurut Sam Ashari, pabrik garam di Nggolonio merupakan pabrik garam konsumsi beryodium yang pertama di Flores sekaligus yang termodern di NTT.

 

" Pabrik ini akan dibangun dengan kualitas tinggi yang modern yang akan menghasilkan garam sesuai dengan SNI bagi masyrakat NTT ", ungkapnya.

 

Sementara itu menurut Bupati Nagekeo, Elias Djo, pengembangan garam di Nagekeo merupakan investasi yang menjanjikan selain komiditi jagung dan ternak.

 

" Dimusim kering yang panjang dengan lahan yang luas, garam memiliki investasi yang menjanjikan. Kebutuhan garam untuk daerah maupun dalam negeri sangat tinggi. Bahkan negara kita masih mengimpor dari luar negeri", ungkap Bupati disela acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik garam.

 

Kehadiran pabrik garam di Nggolonio melalui PT. Cheetam Garam Indonesia disambut antusias warga Nggolonio. Selain mempromosikan daerahnya, penyerapan tenaga kerja adalah salah satu kontribusi bagi warga sekitar.

 

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Nggolonio, Serilus Dhae (41 ), kehadiran pabrik garam di Nggolonio perlahan mulai membawa perubahan. Masyarakat mulai belajar mengelola dan mengembangkan garam. Salah satu dampak kedepan yaitu mulai terlihat dengan adanya koperasi garam yang dikelola oleh warga.

 

" Pada dasarnya kami gembira dengan hadirnya pabrik garam ini.  Ada juga warga lokal yang direkrut menjadi pekerja. Saya lihat sampai saat ini hubungan investor dengan masyarakat sangat baik. Kita harapkan tidak ada masalah dalam proses pembangunan ", kata Serilus Dhae, yang juga sebagai Sekertaris Desa Nggolonio.

 

( Foto&Teks oleh : Yanto Mana Tappi, Bid, Kominfo Nagekeo )

Read 1537 times