You are here: Home

PLAN NAGEKEO DAN PLAN SIKKA MERGER MENJADI PLAN INTERNASIONAL AREA FLORES

 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Plan Internasional Indonesia, dalam hal ini Plan Program Unit Nagekeo merupakan salah satu LSM di Kabupaten Nagekeo yang telah memberikan perhatian penuh bagi kenutuhan masyarakat, secara khusus bagi anak-anak Nagekeo. Kehadiran Plan Nagekeo sangat membantu Pemerintah dalam menjangkau semua lini kebutuhan masyarakat Daerah ini, serta menjadi sebuah kontribusi positif dan sangat berarti bagi pembangunan Nagekeo. Sejak tanggal 18 April 2011 sampai saat ini, Plan telah menitikberatkan perhatian pada masalah pemberdayaan Anak, Keluarga dan Masyarakat pada tingkat Dusun dan Desa. Kurang lebih lima tahun sudah Plan Program Unit Nagekeo hadir, berkarya dan menjadi mitra Pemerintah dalam rangka memenuhi, melindungi dan mempromosikan hak-hak anak Nagekeo.

Sejak tahun 2016 ini, Plan Internasional Indonesia melakukan penggabungan (Merger) Program Unit Plan, yaitu Program Unit Sikka bergabung dengan Program Unit Nagekeo dan Plan Nagekeo menjadi pusat kegiatan untuk berbagai program Plan wilayah Flores yang disebut Area Flores, sehingga direncanakan kantor pusatnya berada di Nagekeo. Menurut Hery Setyawan, mewakili Plan Internasional Indonesia, Proses penggabungan ini bertujuan agar program pelayanan Plan bisa mencakupi wilayah yang lebih luas dengan pembagian berdasarkan wilayah kepulauan. Penggabungan Program Unit Sikka dan Nagekeo merupakan proses penggabungan yang kedua setelah Program Unit di wilayah Soe dan Kefamenanu yang disebut dengan Area Timor.

Bupati Nagekeo Elias Djo dalam sambutannya, ketika menggelar acara temu pisah pada Selasa 28 Juni 2016, yang bertempat di halaman Kantor Plan Program Unit Nagekeo, mengatakan Plan Internasional Program Unit Nagekeo merupakan lembaga independen yang memiliki peran yang besar melalui keterlibatnnya dalam proses pembangunan di Kabupaten ini dengan terus membangun dan mensponsori anak Nagekeo untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa mengabaikan hak-hak anak yang merupakan prinsip utama dari lembaga ini. Beliau juga menghimbau agar bersama pemerintah melalui dinas-dinas terkait untuk terus berupaya menempatkan anak pada posisi yang seharusnya, yakni anak Nagekeo yang sehat dan cerdas. Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada Plan Internasional Program Unit Nagekeo di bawah kepemimpinan Yahya Ado, yang telah mendedikasikan hidup bagi kepentingan terbaik masa depan anak nagekeo, sekaligus menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada Plan Program Unit Sikka menjadi Program Area Manager (PAM) Plan Internasional Indonesia Program Area Flores, “ katanya.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea mengatakan, Plan Nagekeo telah sukses menunjukkan eksistensinya kepada publik dengan terus menggeliat maju, hingga ke desa-desa demi membantu masyarakat dalam sebuah kekuatan kemanusiaan yang berfokus kepada perempuan dan anak. Plan sungguh memberikan diri dalam advokasi hak anak, pemberdayaan, air bersih dan sejumlah tugas kemanusiaan lainnya. Plan Internasional Area Flores yang berpusat di Nagekeo, diharapkan tetap memberikan kontribusi dalam perkembangan pembangunan di Kabupaten Nagekeo terutama dalam tugas sosial kemanusiaan, “demikian tegasnya. Acara temu pisah Pemimpin Plan Indonesia Unit Nagekeo, Yahya Ado dan Delapan Stafnya yang mengakhiri masa tugas mereka di LSM tersebut, sekaligus serah terima jabatan dari Yahya Ado kepada Pemimpin Plan Internasional Area Flores Eka Hadiayanto, serta pengalihan status dari Program Unit Nagekeo menjadi Plan Internasional Area Flores secara resmi defenitif saat itu.

 

Mbay, AKm 29 Juni 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Read 1112 times