You are here: Home

JEWAWUT (WE’TE) TANAMAN PANGAN YANG TERABAIKAN

Jewawut merupakan sejenis tanaman serealia yang sudah cukup luas dibudidayakan di berbagai negara, namun di Indonesia penanaman jewawut masih belum banyak dilakukan. Di negara-negara maju jewawut telah banyak dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan makanan lain, contohnya adalah minuman energi dan kesehatan karena jewawut mengandung sumber vitamin B dan beta karoten. 

 

Di Kabupaten Nagekeo tanaman ini masih dibudidayakan sampai dengan saat ini. Berkaitan dengan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang ke- 36 , Wakil Bupati Nagekeo menyempatkan diri untuk melihat tanaman jewawut   (dalam bahasa Nagekeo disebut  We’te) yang ditanam di Desa Rigi, Kec. Boawae. Beliau memberikan apresiasi kepada masyarakat yang masih membudidayakan tanaman ini walaupun tidak banyak orang yang menanam tapi masih ada yang mau menanam tanaman jenis langka ini.

Wakil bupati juga menambahkan, mayarakat harus terus melestarikan tanaman ini karena banyak manfaat dan juga vitamin yang terkandung dalam tanaman ini.Beliau menjelaskan selain memiliki manfaat positif bagi kesehatan, jewawut dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pangan substitusi beras sehingga dapat memenuhi kebutuhan kalori harian. Hal ini ditunjukkan dengan kandungan karbohidratnya sebesar 75% yang mendekati kandungan karbohidrat pada beras yaitu sebesar 79%. Keunggulan lainnya dari tanaman jewawut adalah kandungan proteinnya sebanyak 11%, yang lebih tinggi dibandingkan kandungan protein beras yang hanya mencapai 7%.

 

Berbagai keunggulan dari jewawut tersebut dapat menjadi dasar untuk membantu terlaksananya program diversifikasi pangan yang selanjutnya dapat mendorong terwujudnya peningkatan ketahanan pangan masyarakat Indonesia.

(Jane Wa'u - Kominfo)

Read 1171 times