You are here: Home

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT NAGEKEO WAJIB PERTAHANKAN EMPAT KONSENSUS DASAR REPUBLIK INDONESIA

       Dalam rangka mempertahankan 4 Konsensus Dasar Republik Indonesia, yakni: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemerintah dan Masyarakat Nagekeo menyelenggarakan Apel Nusantara Bersatu di kompleks Kantor Bupati Nagekeo, Mbay, Rabu 30 November 2016. Apel tersebut dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, Pimpinan SKPD, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Komponen TNI, POLRI, BUMN/BUMD, LSM, Pegawai Negeri Sipil, THL, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Pelajar, Masyarakat, serta Undangan lainnya. Apel yang penuh semarak ini, diisi dengan tampilan Orasi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Bapak Andreas C. Ndona dan Siswi SMA Negeri I Aesesa, Maria Sri Tedorika Wea, serta dimeriahkan dengan lagu-lagu kebangsaan dan lagu-lagu daerah yang dinyayikan oleh siswa/i SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga, yang juga turut dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara. Pada penghujung acara tersebut, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Haji Hamdan Karaeng, serta diapiti Pastor Paroki Stella Maris Danga RD Dominikus De Dowa, Pr dan tokoh agama Kristen Bapak Imanuel Ndun.

      Dalam orasi Bapak Andreas C. Ndona mengatakan, 4 konsensus kebangsaan harus ditaati oleh berbagai elemen bangsa sebagai benteng dan filter atas semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang kian mereduksi semangat Nasionalisme Bangsa Indonesia. Andreas C. Ndona menyampaikan bahwa, Pancasila merupakan Dasar Kebangsaan, UUD 1945 merupakan rambu-rambu dalam berkonstitusi, Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol kemajemukan dan NKRI merupakan kesatuan dalam keberagaman, yang semuanya tidak terpisahkan sebagai falsafah Negara. Jangan biarkan bangsa ini menemukan ketidakpastian identitasnya akibat berbagai persoalan politik, korupsi, kemiskinan dan pengangguran yang menjebak bangsa ini dalam labirin demokrasi, sehingga bisa berbuah konflik sosial secara horizontal dan vertikal,”katanya. Maria Sri Teoderika Wea yang juga tampil berorasi mengatakan bahwa, 4 konsensus kebangsaan merupakan kekuatan hakiki yang tidak terpisahkan. Siswi yang menjuarai lomba pidato tingkat Kabupaten dan juara 4 tingkat provinsi tersebut, mengajak generasi muda untuk memahami dan menghayati 4 pilar kebangsaan, serta tetap menggalang persaudaraan tanpa membedakan satu sama lain untuk dipertentangkan.

      Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Y. Nuwa Veto dalam amanat menegaskan bahwa, semua anak bangsa dan pewaris bangsa wajib mempertahankan 4 konsensus dasar Republik Indonesia, karena Pancasila merupakan satu-satunya ideologi Negara yang wajib diakui oleh segenap lapisan masyarakat, yang kemudian dioperasionalisasikan dengan UUD 1945 dan bagian-bagiannya, seperti Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan, yang sudah termaktub dalam Bentuk Negara, Bentuk Susunan Kepemerintahan, Trias Politika dan Sistem Pemerintahan. Wakil Bupati menambahkan bahwa, pada prinsipnya Bhineka Tunggal Ika juga merupakan bentuk operasionalisasi dari Pancasila, bahwa kemajemukan bangsa harus diartikan sebagai perekat persatuan bangsa, yang menjadi representasi dari kemajemukan bangsa yang tergabung dalam NKRI.

Mbay, AKm, 01 Desember 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Read 1774 times