You are here: HomePemerintahan

Pemerintahan (32)

PERINGATAN HUT KE-10 KABUPATEN NAGEKEO

Written by Friday, 23 December 2016 12:49

      Tahun ini Kabupaten Nagekeo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-10, dengan tema: “Dengan Semangat HUT Ke-10 Kabupaten Nagekeo, Kita Perbaharui Semangat Pengabdian dan Rela Berkorban Untuk Nagekeo yang Utuh dan Bergerak Maju”. Pemerintah bersama seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo merayakan peringatan tersebut dengan mengadakan Apel bersama di lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, kamis (08/12). Upacara peringatan ini berlangsung dengan hikmat dan langsung dipimpin oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo.Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Adjo Bupu, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Dandim 1625 Ngada-Nagekeo, para Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Sekretaris Daerah Nagekeo, para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, para Pimpinaan SKPD, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo, Ketua GOP-TKI Kabupaten Nagekeo, Kapolsek Urban Aesesa, Danramil Aesesa-Riung, Camat Aesesa, para Pimpinan BUMN/BUMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, para Pensiunan, para Kepala Sekolah dan Guru, Siswa/Siswi Sekolah se-Kota Mbay, para PNS dan THL, serta Undangan lainnya. Dalam menyongsong peringatan HUT Nagekeo, Pemerintah dan masyarakat Nagekeo disibukan dengan berbagai kegiatan, diantaranya: turnamen sepak bola Bupati Nagekeo Cup II yang di selenggarakan oleh Askab PSSI Kabupaten Nagekeo, pergelaran Seni Budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, serta gelar lomba lari 10 kilometer oleh PASI Nagekeo.

      Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Nagekeo untuk mendukung semua program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan pemerintah, karena apa yang telah dilakukan dan akan dilakukan Pemerintah, semata-mata untuk menjawab cita-cita perjuangan yang menjadi impian dan harapan masyarakat Nagekeo. Beliau menyampaikan bahwa, kalau kita mencintai kabupaten ini, maka marilah bersama-sama mendukung berbagai program dan kegiatan pembangunan yang membawa kita untuk melakukan lompatan kemajuan pembangunan jauh ke depan, untuk itu kita harus bersatu dan bersama berjuang mengentaskan program dan kegiatan yang strategis. Bupati Nagekeo mengungkapkan beberapa program penting dan strategis, antara lain: program pembangunan waduk, pembangunan Bandara Surabaya II, komoditi unggul Nagekeo, pertanian, peternakan dan pariwisata yang memiliki potensi besar dewasa ini, serta menjadi primadona dalam mensuport peningkatan PAD. Bupati Elias menambahkan bahwa, pemerintah sedang menata kembali kebijakan fiskal dengan mendistribusikan dana dalam jumlah yang lebih besar ke Desa-desa di tahun 2017, dengan rata-rata setiap Desa akan mengelola kurang lebih Rp 1,3 Miliar. Pemerintah akan semakin mengarah pada penguatan gagasan Nawacita, dimana badan-badan, dinas-dinas dan kantor yang hanya bersifat koordinatif akan dibatasi, tetapi diharapkan lebih proaktif dan agresif melakukan pendampingan maupun pelayanan yang lebih optimal, “katanya. Jangan kita semua duduk diam dan menonton, ketika masyarakat dari Kabupaten lain secara leluasa membantu penolakan pembangunan, kita harus lawan dengan menunjukkan bahwa kita punya warna, prinsip dan otonomi Daerah yang didapatkan dengan perjuangan yang penuh cucuran keringat dan air mata, “ungkapnya. Kabupaten Nagekeo adalah milik kita bersama, pembangunan dan hasil-hasilnya juga milik kita bersama, kemajuan dan percepatan kesejahteraan adalah cita-cita perjuangan yang dipersembahkan untuk masyarakat, “tambahnya.

      Setelah upacara apel peringatan tersebut, Bupati Nagekeo bersama para pejabat yang hadir, menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dan pemenang berbagai perlombaan, sekaligus menyaksikan hiburan dan atraksi  yang disuguhkan oleh para siswa-siswi.

Mbay, AKm, 09 Desember 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

       Dalam rangka mempertahankan 4 Konsensus Dasar Republik Indonesia, yakni: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemerintah dan Masyarakat Nagekeo menyelenggarakan Apel Nusantara Bersatu di kompleks Kantor Bupati Nagekeo, Mbay, Rabu 30 November 2016. Apel tersebut dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, Pimpinan SKPD, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Komponen TNI, POLRI, BUMN/BUMD, LSM, Pegawai Negeri Sipil, THL, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Pelajar, Masyarakat, serta Undangan lainnya. Apel yang penuh semarak ini, diisi dengan tampilan Orasi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Bapak Andreas C. Ndona dan Siswi SMA Negeri I Aesesa, Maria Sri Tedorika Wea, serta dimeriahkan dengan lagu-lagu kebangsaan dan lagu-lagu daerah yang dinyayikan oleh siswa/i SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga, yang juga turut dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara. Pada penghujung acara tersebut, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Haji Hamdan Karaeng, serta diapiti Pastor Paroki Stella Maris Danga RD Dominikus De Dowa, Pr dan tokoh agama Kristen Bapak Imanuel Ndun.

      Dalam orasi Bapak Andreas C. Ndona mengatakan, 4 konsensus kebangsaan harus ditaati oleh berbagai elemen bangsa sebagai benteng dan filter atas semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang kian mereduksi semangat Nasionalisme Bangsa Indonesia. Andreas C. Ndona menyampaikan bahwa, Pancasila merupakan Dasar Kebangsaan, UUD 1945 merupakan rambu-rambu dalam berkonstitusi, Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol kemajemukan dan NKRI merupakan kesatuan dalam keberagaman, yang semuanya tidak terpisahkan sebagai falsafah Negara. Jangan biarkan bangsa ini menemukan ketidakpastian identitasnya akibat berbagai persoalan politik, korupsi, kemiskinan dan pengangguran yang menjebak bangsa ini dalam labirin demokrasi, sehingga bisa berbuah konflik sosial secara horizontal dan vertikal,”katanya. Maria Sri Teoderika Wea yang juga tampil berorasi mengatakan bahwa, 4 konsensus kebangsaan merupakan kekuatan hakiki yang tidak terpisahkan. Siswi yang menjuarai lomba pidato tingkat Kabupaten dan juara 4 tingkat provinsi tersebut, mengajak generasi muda untuk memahami dan menghayati 4 pilar kebangsaan, serta tetap menggalang persaudaraan tanpa membedakan satu sama lain untuk dipertentangkan.

      Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Y. Nuwa Veto dalam amanat menegaskan bahwa, semua anak bangsa dan pewaris bangsa wajib mempertahankan 4 konsensus dasar Republik Indonesia, karena Pancasila merupakan satu-satunya ideologi Negara yang wajib diakui oleh segenap lapisan masyarakat, yang kemudian dioperasionalisasikan dengan UUD 1945 dan bagian-bagiannya, seperti Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan, yang sudah termaktub dalam Bentuk Negara, Bentuk Susunan Kepemerintahan, Trias Politika dan Sistem Pemerintahan. Wakil Bupati menambahkan bahwa, pada prinsipnya Bhineka Tunggal Ika juga merupakan bentuk operasionalisasi dari Pancasila, bahwa kemajemukan bangsa harus diartikan sebagai perekat persatuan bangsa, yang menjadi representasi dari kemajemukan bangsa yang tergabung dalam NKRI.

Mbay, AKm, 01 Desember 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

NAGEKEO POTENSIAL PANGAN LOKAL

Written by Friday, 23 December 2016 10:15

 

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 Tingkat Kabupaten Nagekeo Tahun 2016, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan berbagai kegiatan di Desa Maukeli, Kecamatan Mauponggo, Selasa 25 Oktober 2016. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Yohanes Nuwa Veto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Richard Iman Santoso, Kasdim Kodim 1625 Ngada, M. Basuki, Wakapolres Ngada, Yosep Berelaka, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bajawa Maurits dan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Nagekeo, Yulius Sambu.  Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Epidiana Nago Djo, Para Camat, Para Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Nagekeo, PPL, Kader PKK, Undangan, serta Warga Masyarakat Desa Maukeli dan sekitarnya. Peserta memadati Aula dan kompleks Gereja Santo Mikhael Maukeli yang dipadukan dengan pameran pangan lokal dari setiap kecamatan, SMK Negeri 1 Aesesa, Politeknik Santo Wilhelmus Boawae dan PT Chettam Garam Flores.

Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Yohanes Nuwa Veto, dalam sambutannya mengatakan, rata-rata angka capaian skor pola pangan harapan (PPH) Kabupaten Nagekeo selama 5 tahun terakhir mencapai skor 70. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata pengaturan pola konsumsi masyarakat Nagekeo cukup proporsional dalam menentukan keragaman jenis dan jumlah pangan yang harus dikonsumsi untuk memenuhi prinsip makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Menurut Wakil Bupati Nagekeo, masih banyak masyarakat Nagekeo yang berprinsip bahwa makan untuk kenyang tanpa memperhatikan prinsip pola makan B2SA. Untuk itu, upaya Pemerintah untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui percepatan pengembangan pangan lokal dan perhatian serius terhadap penganekaragaman konsumsi pangan, “katanya. Beliau menegaskan kepada instansi yang membidangi dan peran lintas sektor terhadap program anggur merah, pengembangan desa mandiri pangan, lumbung pangan, lembaga distribusi pangan masyarakat (LPMD) dan pengembangan usaha agrobisnis pedesaan (PUAP), perlu disikapi secara seksama. Saat ini PUAP sudah mencapai 112 Desa/Kelurahan, dengan total dana pemberdayaan Rp 100.000.000 per desa, yang diberlakukan sejak tahun 2008 secara bertahap, sehingga totalnya sebesar Rp 11,2 Miliar dan sekarang berada di 112 Gapoktan, “tambahnya. Melalui kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) di Nagekeo sejak tahun 2012 hingga 2015, telah terlaksana di 20 kelompok wanita dan 14 sekolah, dengan kisaran dana sebesar Rp 19 juta sampai Rp 50 juta, ditambah tahun ini 3 kelompok wanita tani di Kecamatan Aesesa, sekiranya dapat mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, “ungkapnya.

Menurut laporan Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP3KP) Kabupaten Nagekeo, tercatat ada 16 jenis komoditas sumber karbohidrat, 5 jenis tanaman sereal, seperti: padi, jagung, jali, sorgum dan jewawut. Kemudian ada 8 jenis ubi-ubian, seperti: ubi kayu, ubi talas, ubi tatas, ubi tongkat, uwi gembili dan ganyong. Selain itu, ada 3 jenis kelompok buah, seperti: pisang, sukun dan labu kuning, serta 8 jenis kacang-kacangan, yakni: kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, kacang turi, kacang tunggak, goli, kacang mente dan kacang koro.

 

Mbay, AKm, 26 Oktober 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Nagekeo gelar apel " Nusantara Bersatu "

Written by Wednesday, 30 November 2016 13:43

 

Ratusan masyarakat dari berbagai utusan profesi menggelar apel " Nusantara Bersatu " dihalaman kantor Bupati Nagekeo, Rabu 30/11. Apel dimulai pada pukul 08.30 pagi dengan diisi sejumlah orasi dan lagu-lagu kebangsaan. Seluruh peserta mengenakan ikat kepala merah putih.

 

Orasi awal dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nagekeo, Andreas Ndona, yang mengajak masyarakat memaknai filosofi Bhineka Tunggal Ika dan lebih mengamalkan nilai pancasila.

 

Salah satu siswi SMA Negeri Aesesa ikut tampil dihadapan peserta menyampaikan orasinya yang disambut dengan tepukan tangan peserta. Dalam orasinya, siswi tersebut atas nama generasi pelajar mengungkapkan keprihatinnya akan nasib bangsa yang kian diterpa oleh isu-isu dari berbagai sentimen. Untuk itu, diminta kepada berbagai lapisan masyarakat dan kepentingan lebih mengutamakan kebersamaan dalam perbedaan dengan berlandas pada dasar negara pancasila.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Nuwa, dalam amanatnya mengajak setiap masyarakat kembali memaknai 4 pilar bangsa ( NKRI, UUD 45, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika ). Pilar tersebut merupakan landasan dan penyanggah dalam keharmonisan hidup bernegara.

 

Menurutnya, apel " Nusantara Bersatu "  merupakan ungkapan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa.

 

" Sekarang saatnya kita menjaga pilar NKRI dengan saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan. Saya ajak masyarakat dari berbagai generasi jangan mudah terprofokasi dengan berbagai isu yang memecah belah persatuan. "  Mari kita lawan dengan semangat NKRI ", tegas Paulinus, yang disambut tepuk tangan dan pekik merdeka dari peserta apel.

 

Apel yang digelar sekitar 1 jam tersebut ditutup dengan doa bersama oleh tiga orang perwakilan agama. Selanjutnya seluruh peserta melakukan tarian Ja'i bersama dihalaman kantor Bupati.

 

Apel " Nusantara Bersatu " merupakan salah satu kegiatan antisipasi keamanan dan ketertiban daerah yang dilakukan serentak diseluruh kabupaten - kota di NTT. Sebelumnya, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya telah menghimbau seluruh Walikota dan Bupati se-NTT untuk melaksanakan apel serentak pada hari Rabu, 30/11 dengan thema " Nusantara Bersatu". Hal yang sama juga dilakukan hampir diseluruh daerah dinusantara dengan apel dan parade perdamaian.

 

( Yanto Mana Tappi, Bid. Kominfo )

NAGEKEO GELAR HAORNAS PERDANA

Written by Monday, 26 September 2016 12:57

 

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tahun 2016 tingkat Kabupaten Nagekeo, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, dalam hal ini melalui Bagian Administrasi Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan olahraga, yakni pertandingan Sepak Bola dan Bola Voli. HAORNAS ini merupakan HAORNAS Perdana yang dilakukan di Kabupaten Nagekeo. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin, tanggal 19 September 2016 sampai dengan Minggu, 02 Oktober 2016, pada sore hari dan malam hari.

HAORNAS ini dibuka langsung oleh Bupati Nagekeo Elias Djo di lapangan Berdikari Danga, Mbay Kecamatan Aesesa, yang diikuti oleh 8 kontingen dari 7 kecamatan di Nagekeo, khusus Kecamatan Aesesa masing-masing cabang 2 Tim. Dalam acara pembukaan HAORNAS ini ditandai dengan pembakaran Obor HAORNAS, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Fabianus Ajo Bupu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, Anggota DPRD dan Para Pimpinan SKPD Nagekeo, serta disaksikan oleh masyarakat Nagekeo.

Ketua panitia kegiatan HAORNAS tahun 2016 tingkat Kabupaten Nagekeo Gaspar Taka, dalam laporannya, menyampaikan bahwa HAORNAS bertujuan untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan, kebugaran, prestasi, menanamkan nilai-nilai moral dan ahklak mulia, sportivitas, disiplin serta mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Nagekeo. Melalui HAORNAS juga, kita dapat mengembangkan bakat dan potensi generasi muda, serta menjadi media penyalur bakat generasi muda yang berprestasi.

Bupati Nagekeo Elias Djo dalam sambutannya mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo sebagai pengelola, penyelenggara, fasilitator dan pemberdaya masyarakat di Daerah ini, sangat memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan olahraga, termasuk HAORNAS. Sebagai pembina olahraga di Kabupaten Nagekeo, Beliau menyampaikan bahwa, Budaya olahraga tidak dapat bertumbuh secara instan, tetapi harus melalui proses yang berjenjang dan berkesinambungan, yang dimulai dari lingkungan terkecil sampai pada komunitas masyarakat yang lebih besar, yang dimulai dari RT, RW, Desa sampai ke tingkat Kabupaten/kota, untuk menggerakkan, memfasilitasi dan mengedukasi masyarakat, agar memahami arti pentingnya berolahraga dalam kehidupannya sehari-hari. Tema HAORNAS tahun 2016, adalah “Ayo Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Produktif”, maka Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, mari bersatu padu dan bersinergi, untuk menggelorakan kembali “Gerakan Ayo Olahraga”, agar olahraga menjadi budaya dan gaya hidup yang menjamur di tengah masyarakat, baik di kota maupun di desa, “himbaunya. Karena dengan memposisikan olahraga sebagai budaya dan gaya hidup, maka secara tidak langsung akan membuka ruang yang luas bagi munculnya bibit-bibit potensial olahragawan yang berprestasi, untuk selanjutnya dibina dan dikembangkan menjadi atlet-atlet berprestasi di tingkat lokal, Nasional dan Internasional, “ katanya.

 

Mbay, AKm, 19 September 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KONI KABUPATEN NAGEKEO KEMBALI TERBENTUK

Written by Monday, 26 September 2016 11:36

Semenjak berakhirnya masa bakti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nagekeo periode 2008-2012, kini KONI Kabupaten Nagekeo kembali terbentuk melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Nagekeo yang diselenggarakan di Aula Setda Kantor Bupati Nagekeo, Rabu 31 Agustus 2016. Hasil Musorkablub tersebut, berhasil dipilih dan ditetapkan Drs. Elias Djo sebagai ketua terpilih untuk masa bakti 2016-2020.

Sidang Musorkablub KONI Kabupaten Nagekeo dipimpin oleh Gaspar Taka, S.Pd yang didampingi Wakil Ketua Sidang Pius Dhari A. Md dan Sekretaris Edgardus M. Mbeu Djawa S. Fil. MM, serta dihadiri oleh 9 cabang olahraga di Kabupaten Nagekeo masing-masing 2 orang, yang secara aklamasi semua menyatakan dukungan kepada Drs. Elias Djo yang juga adalah Bupati Nagekeo sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Nagekeo. Sebenarnya kegiatan Musorkablub KONI Kabupaten Nagekeo pada hari tersebut dihadiri juga oleh perwakilan pengurus KONI Provinsi NTT, panitia sudah mengirim surat kepada para Pengurus KONI Provinsi NTT, tetapi tidak bisa hadir karena berhalangan.

Di dalam sambutan Ketua Umum KONI Kabupaten Nagekeo terpilih usai pemilihan, Beliau meminta dukungan dan kerja sama yang baik dari setiap cabang olahraga, karena kegiatan olahraga itu sangat penting, bagi Saya tidak melihat apa yang akan kita raih untuk juara 1 atau juara 2, tetapi perhatian kepada peserta olahraga dan memajukan olahraga yang ada di daerah ini yang lebih penting. Susunan semua pengurus KONI Kabupaten Nagekeo yang baru, diminta waktu tiga hari untuk diselesaikan dengan mengakomodir kader-kader yang berpotensi dan berbakat olahraga dari tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo, imbuhnya. Beliau pula menambahkan bahwa dalam penyelenggaraannya dukungan anggaran untuk memfasilitasi kegiatan KONI di kabupaten ini bersumber dari Dana Hibah APBD Kabupaten Nagekeo. 

Mbay, AKm, 01 September 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tahun ini bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-71 dengan tema “Indonesia Kerja Nyata”. Kabupaten Nagekeo juga turut merayakan peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemardekaan Republik Indonesia yang ke-71 Tingkat Kabupaten Nagekeo, dengan Apel bersama di lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Rabu (17/8). Upacara peringatan tersebut berlangsung hikmat dan langsung dipimpin oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo. Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi NTT Thomas Tiba, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Adjo Bupu, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Dandim 1625 Ngada-Nagekeo, para Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Sekretaris Daerah Nagekeo, para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, para Pimpinaan SKPD, Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK,  Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo, Ketua GOP-TKI Kabupaten Nagekeo, Kapolsek Urban Aesesa, Danramil Aesesa-Riung, Camat Aesesa, para Pimpinan BUMN/BUMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, para Pensiunan, para Kepala Sekolah dan Guru, Siswa/Siswi Sekolah se-Kota Mbay, para PNS dan THL, serta Undangan lainnya.

Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Camat Mauponggo Stefanus Tipa mengatakan bahwa dengan semangat gotong royong antar sesama dan berdasarkan visi-misi membangun daerah yang bersinergi oleh Pemerintah, DPRD, Masyarakat dan Sektor Swasta dalam melaksanakan beberapa agenda pembangunan, yakni Pendekatan budaya, Peningkatan perekonomian melalui komoditi unggulan, Peningkatan SDM melalui Pendidikan, Peningkatan Derajat Kesehatan, Tata Kelola Pemerintahan yang baik, bersih dan responsif, serta sektor tranportasi atau infrastruktur dan Peningkatan Indeks Pembangunan  yang membantu meningkatan pembangunan daerah yang lebih baik dan menjadi payung bagi kita semua.

Setelah upacara, Bupati Nagekeo bersama pejabat yang hadir menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dan pemenang berbagai perlombaan, sekaligus penyerahan Plakat simbolis bantuan 2 unit Sepeda Motor Sampah dari Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Aloysius Geong kepada Bupati Nagekeo, Elias Djo.

Menutupi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemardekaan Republik Indonesia yang ke-71 disuguhkan dengan hiburan dan atraksi berhadiah Panjat Pinang dan Lari Karung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut, berlangsung dengan baik, sukses dan meriah.

 

Mbay, AKm, 17 Agustus 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

MASYARAKAT RENDU DUKUNG SURVEI LOKASI WADUK

Written by Friday, 17 June 2016 10:35

Masyarakat Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan yang diwakili oleh sejumlah tokoh-tokoh adat, mendatangi Kantor Bupati Nagekeo, pada Senin 13 Juni 2015, guna menyampaikan dukungan seluruh masyarakat Rendu terhadap Pemerintah dan Tim Pengkaji untuk melakukan survei lokasi waduk dan pada saat yang bersamaan perwakilan masyarakat Adat rendu menyampaikan 8 pernyataan sikap mereka terhadap rencana pembangunan waduk tersebut.

Kedatangan Masyarakat Adat Rendu disambut baik oleh Bupati Nagekeo Elias Djo, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Nagekeo Julius Lawotan, serta dihadiri juga oleh para Pimpinan SKPD dan Aparatur Sipil Negara di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo. Dalam tatap muka tersebut, Tokoh Raja Ulu Tanah Gabriel Bedi, Raja Eko Tana Aloysius Lepa dan Perwakilan dari seluruh masyarakat Rendu Fransiskus Dapa menyatakan mendukung Tim Survei melakukan kajian atau survei lokasi pembangunan waduk, karena sejalan dengan Program Pemerintah Pusat, Program Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo. Dukungan masyarakat Rendu tersebut disertai dengan 8 pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 68 anggota masyarakat adat rendu dan dibacakan langsung oleh salah satu tokoh muda Rendu, Donatus Djogo dihadapan Bupati Nagekeo, Sekretaris Daerah, para Pimpinan SKPD dan para Aparatur Sipil Negara yang hadir pada saat itu.

Adapun 8 pernyataan sikap dari Masyarakat Rendu dan fungsionaris Adat Rendu sebagai berikut. Pertama, mendukung Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama tim survei melakukan kajian atau survei di lokasi pembangunan waduk. Kedua, meminta pemerintah untuk tetap memberikan rasa aman dan rasa keadilan bagi masyarakat yang terkena dampak kajian dan survei pembangunan waduk. Ketiga, kajian teknis rencana pembangunan waduk harus memperhatikan kelayakan, sehingga tidak mengorbankan masyarakat adat Rendu. Keempat, menolak semua bentuk provokasi dari pihak manapun berkaitan dengan pelaksanaan pengkajian dan survei pembangunan waduk yang mengatasnamakan masyarakat adat Rendu. Kelima, jika oknum atau sekelompok orang yang menghadang kegiatan survei oleh Pemerintah, tindakan itu menjadi tanggung jawab oknum atau kelompok, bukan fungsionaris adat Rendu. Keenam, pola pendekatan yang dilakukan Pemerintah tidak menggunakan pendekatan kekuasaan, tetapi harus menggunakan pendekatan budaya. Ketujuh, hasil pengkajian dan survei lokasi waduk harus dipresentasikan kepada masyarakat adat Rendu secara detail dan transparan dan akan ada pembahasan lebih lanjut bersama masyarakat adat rendu. Kedelapan, masyarakat adat dan fungsionaris adat Rendu mengusulkan nama Waduk Lambo diganti dengan nama Waduk Jokowi.

Mbay, AKm, 17 Juni 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan

Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

               

Sembilan Pelabuhan di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sugihardjo pada Selasa, 31 Mei 2016 di Pelabuhan Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT. Peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene peresmian dan penandatanganan 9 prasasti oleh Sekjen Kemenhub RI Sugihardjo, yang didampingi oleh Bupati Nagekeo Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Obed Naitboho, Kapolres Ngada Wandy Nurwandi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea dan Direktur Pelabuhan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Mauritz. Hadir pula pada kesempatan itu, segenap Kepala Pelabuhan yang diresmikan tersebut, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Para Pimpinan SKPD, Paduan Suara SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga dan Warga Masyarakat Nagekeo.

Sembilan Pelabuhan yang diresmikan itu, antara lain: Pelabuhan Marapokot di Kabupaten Nagekeo, Pelabuhan Wuring dan Palue di Kabupaten Sikka, Pelabuhan Lamakera dan Terong di Kabupaten Flores Timur, Pelabuhan Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang dan Pelabuhan Kolbano di Kabupaten TTS.

Sekjen Sugihardjo, dalam sambutannya mengatakan, Pembangunan di Wilayah Jawa dan Wilayah Barat adalah masa lalu, sedangkan pembangunan Indonesia di masa depan diprioritaskan di Wilayah Indonesia Timur, termasuk NTT. Hal ini sesuai program Presiden Jokowi, yakni Nawa Cita, bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur pelabuhan, serta transportasi laut akan dilakukan dari pinggiran daerah-daerah terluar untuk meningkatkan pelayanan angkutan perintis dan angkutan barang. Beliau menambahkan, Tol Laut harus dijalankan juga di NTT, agar ada kepastian dalam pendistribusian barang, sehingga dapat menurunkan harga barang di Daerah. Beliau juga menyampaikan, Pelabuhan Marapokot memiliki daratan terpanjang dan terluas, dengan luas 157 x 8 meter, kedalaman 6-7 meter, sehingga kekuatannya mencapai 3000 ton mati.

Bupati Nagekeo Elias Djo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Sugihardjo, atas kesediaannya untuk datang, mendukung dan meresmikan 9 pelabuhan di Provinsi NTT, termasuk Pelabuhan Laut Maropokot Kabupaten Nagekeo. Peristiwa tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nagekeo, karena Kabupaten Nagekeo telah dipilih sebagai tempat pelaksanaan peresmian simbolis dari 9 pelabuhan di Provinsi NTT. Kehadiran pelabuhan Marapokot akan sangat mendukung program-program Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik itu sektor ekonomi, mobilitas penduduk, pertanian, peternakan, sosial dan budaya, terutama pengembangan 3 komoditi unggul Kabupaten Nagekeo, yaitu jagung, ternak dan garam. Dalam konsep pembangunan ke depan, Pelabuhan Maropokot direncanakan sebagai pelabuhan regional pengumpan, yang dalam jangka panjang akan dijadikan pelabuhan Nasional. Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo tentunya akan terus berjuang untuk melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan dalam mendukung perencanaan tersebut.

  

Mbay, Akm, 09 Juni 2016

By ADJ Administrator Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email:      This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Bupati Nagekeo Elias Djo dan Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, bersama  ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Epidiana Nago Djo beserta para Aparatur Sipil Negara yang hadir melakukan pendekatan budaya ke Suku Godho berkaitan dengan Rencana Pembangunan Waduk Lambo. Pendekatan budaya ini berlangsung pada Kamis, 2 Juni 2016, di Kampung Sipi, Desa Ulu Pulu, Kecamatan Nangaroro.

Pertemuan secara budaya ini difasilitasi oleh Drs. Gaspar Djawa dan Gaspar Taka, S.Pd sebagai mediator atau Tuta Mosa Zoka Laki, Dhidhi wiwi Leta lema yang dihadiri langsung oleh Ketua Suku, Mosa Bo’a Laki Ola, keka bo’a Ulu eko, Sipi, Wolo sabi, Labo Kate dan Ae Meze beserta suku-suku di dalam kampung itu. Sebagai Ketua Suku, Mosa bo’a Laki Ola, da Tau Wuku Ulu Enga Eko, Bapak Frans Dhosa Teke, melakukan dialog dalam bahasa adat mempertanyakan tujuan kehadiran Bupati Nagekeo Elias Djo dan Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, beserta rombongan dalam pertemuan tersebut.

 Bupati Nagekeo Elias Djo dan Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto dalam arahan, menyampaikan bahwa mau meminta izin kepada Suku Godho dan segenap warga masyarakat Sipi, Wolo sabi, Labo kate, Ae Meze untuk memberikan kesempatan bagi tim pengkaji waduk lambo bisa melakukan survei lokasi pembuatan waduk. Kehadiran ini disambut baik oleh masyarakat Suku Godho dan memberi respon positif. " Pada prinsinya kami memberi Izin dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah," kata  Frans Dhosa selaku Ketua Suku Godho.

Bapak Frans Dhosa juga menambahkan, kami harap kepada dengan pembangunan Waduk ini, ma’e tau susa kami (Jangan menyusahkan kami), bholo mo’o tau sejahtera masyarakat, tau kami muzi modhe (tetapi untuk kesejahteraan dan supaya kami hidup Baik). Pernyataan ini juga didukung oleh Bapak Fransiskus Djulu Laga, Bapak Fredi Sema, Bapak Vinsen Riwu dan Bapak Servasius Lopi.

Pendekatan Budaya yang sama juga dilakukan oleh Bupati Nagekeo Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Epidiana Nago Djo, beserta rombongan kepada Masyarakat Suku Anabai, Sabtu, 4 Juni 2016 di Kampung Malabo, Masudari Desa Ulu Pulu Kecamatan Nangaroro.

Masyarakat Suku Anabai juga sangat mendukung pelaksanaan survei pembuatan Waduk oleh Tim pengkaji di lokasi yang direncanakan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bapak Alo Sina yang mewakili Masyarakat Anabai, Malabo, Masudari, Watugegha dan sekitarnya, serta menjadi penyambung lidah dari Bapak Titus Watu, Bapak Ambros Kasa dan Bapak Frans Kogha.

 

 

 

Mbay, Akm, 06 Juni 2016

By ADJ Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email:   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.