You are here: HomePemerintahan

Pemerintahan (32)

AKm, Mbay, 5 Mei 2015

 

Suku Noka Belu dan Pogo Atu melalui fungsionaris adatnya menyerahkan tanah seluas 11.299 m2 di Dusun 3 Woloboa, Desa Rowa Kecamatan Boawae kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk pembangunan SMPN Rowa. Surat pelepasan hak atas tanah tersebut diserahkan oleh perwakilan Suku Noka Belu dan Pogo Atu, Petrus Lawi dan Andreas Watu kepada Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, bertempat di SDK Rowa, Selasa, 5 Mei 2015. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Silvester Loye, Camat Boawae, Yosef Mane, Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Nagekeo Festina Andriati, Kepala Bagian SDA yang diwakili Kasubag Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Frumen Siku, Kepala Desa Rowa Petrus Lawi, para tokoh masyarakat, tokoh adat serta undangan lainnya.

 

Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyambut baik inisiatif Pemerintah Desa Rowa dan segenap tokoh masyarakat di desa, khususnya dari Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu, yang bersedia menyediakan lahan untuk pembangunan SMPN Rowa. “Pemerintah sangat mengapresiasi niat baik Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu. Penyerahan tanah hari ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan sudah menjadi kebutuhan warga masyarakat, dan Desa Rowa menunjukkan langkah maju dengan turut mendukung pembangunan SMPN Rowa. Apalagi, menurut hemat saya bahwa masalah tanah atau ketersediaan lahan merupakan masalah yang paling krusial dalam berbagai program pembangunan di daerah ini, tidak terkecuali pendirian sekolah,” jelas Wabup Nagekeo.

 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea menyampaikan bahwa lembaga DPRD sangat berterima kasih dan secara ikhlas mengapresiasi niat baik Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu. “Ketulusan dan niat baik Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu merupakan berkat bagi generasi muda di Desa Rowa dan sekitarnya. Kehadiran SMPN Rowa tentunya akan memudahkan akses belajar bagi anak usia SMP di Desa Rowa dan sekitarnya,” demikian menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo. Kristianus Dua Wea menambahkan harapannya agar niat baik Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu dapat direspon secara cepat oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan mulai membangun SMPN Rowa.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Rowa sekaligus Fungsionaris Adat Suku Noka Belu Petrus Lawi menyatakan bahwa Suku Pogo Atu dan Suku Noka Belu menyerahkan tanah seluas 11.299 m2 demi kemajuan generasi muda di Desa Rowa dan sekitarnya.” Kami sangat berharap agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera dilaksanakan pada tahun ajaran 2015/2016. Kami pun bersedia menyiapkan lahan jika pemerintah berencana membangun SMKN”, harap Petrus Lawi.

 

Suku Noka Belu dan Pogo Atu menyerahkan lahan seluas 11.299 m2 dengan perincian lahan milik Suku Noka Belu seluas 11.000 m2 dan lahan milik Suku Pogo Atu seluas 299 m2.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

 

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

Pelantikan Kepala Desa Ladolima

Written by Tuesday, 07 April 2015 09:41

 

AKm, Mbay,7 April 2015

Bupati Nagekeo Elias Djo melantik dan mengambil sumpah Hendrikus Y. Ritu menjadi Kepala Desa Ladolima Kecamatan Keo Tengah periode 2015-2021 menggantikan Aloysius Tena, Selasa, 7 April 2015. Acara pelantikan yang berlangsung di Kantor Desa Ladolima tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Mus Gore dan Yakobus Susu, Camat Keo Tengah Laurens Ndoa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Epidiana Nago, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Delfina K. Nuwa Veto, para Pimpinan SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama serta undangan lainnya.

 

 

 

Bupati Nagekeo dalam sambutannya pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan public harus direspons oleh pemerintah dengan cara menerapkan fungsi pemerintahan secara baik dan professional. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, dibutuhkan figure pemimpin yang memiliki keteladanan dalam bersikap, berbicara dan bertindak, ulet mampu mengayomi masyarakat, disiplin, rela berkorban, memiliki loyalitas terhadap pimpinan dan dedikatif terhadap tugas dan tanggung jawabnya. “ Saya mengharapkan agar kepala desa terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan setia melayani masyarakat. Ciptakanlah perubahan-perubahan yang dapat memajukan desa ini. Terlebih Saudara dipilih langsung oleh masyarakat, artinya Saudara dipercaya untuk memimpin masyarakat ke arah yang lebih baik”,  tegas Bupati Nagekeo.

 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea menyatakan bahwa pelantikan Kepala Desa Ladolima merupakan akhir dari sebuah proses panjang demokrasi yang akhirnya menghasilkan kader terbaik. “ Semoga pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi pemenang dan pendukungnya tetapi lebih kepada sebuah momentum untuk memantapkan langkah dalam membangun dan memajukan Desa Ladolima ini” demikian menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Musrenbang Tingkat Kabupaten Nagekeo

Written by Monday, 16 March 2015 10:54

AKm, 16 Maret 2015

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kabupaten Nagekeo dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Nagekeo, Senin, 16 Maret 2015. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo Elias Djo dan Paulinus Y. Nuwa Veto, Ketua DPRD Propinsi NTT Anwar Pua Geno, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Adjo Bupu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Florianus Papu, sejumlah Anggota DPRD Propinsi NTT, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, para Pimpinan SKPD Kabupaten Nagekeo, serta hadirin lainnya.

 

Bupati Nagekeo Elias Djo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangkab memiliki peran strategis sebagai forum aspiratif, partisipatif dan demokratis. Karenanya diharapkan agar kualitas perencanaan dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga perlu adanya upaya dan terobosan inovatif serta kreatif dalam merumuskan perencanaan sejalan dengan perekembangan dan tuntutan pembangunan, terlebih yang harus diutamakan adalah perencanaan pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Fungsi kecamatan harus terus ditingkatkan, serta peran desa dalam mendukung terwujudnya visi pemerintah Kabupaten Nagekeo juga akan terus didukung dengan pembiayaan sesuai dengan alokasi dana yang tersedia.

 

“Saya menyadari bahwa pelaksanaan Musrenbang diwarnai oleh banyaknya kepentingan, yang menunjukkan bahwa kehendak masyarakat untuk membangun Nagekeo sangat besar. Namun kita harus menyadari bahwa sebuah gagasan tidak hanya berdasarkan keinginan pihak tertentu atau sekelompok orang, tetapi juga ditentukan oleh semua pihak yang terkait, yang dikenal dengan istilah pemangku kepentingan (stakeholders). Komitmen dari semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan suatu program,” tegas Bupati Nagekeo. Elias Djo juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD yang secara politik telah mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam konsep penyelenggaraan musrenbang yang mana telah mengakomodir 3 (tiga) prioritas usulan kecamatan dan 1 (satu) prioritas usulan desa/kelurahan. Kebijakan ini ditempuh guna menjawabi sebagian kebutuhan dan permasalahan masyarakat desa/kelurahan dan kecamatan yang selama ini terkesan belum terjangkau perhatian pemerintah Kabupaten Nagekeo secara merata.

 

Sementara itu Ketua DPRD Propinsi NTT Anwar Pua Geno menyampaikan bahwa Kabupaten Nagekeo memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Propinsi NTT karena Kabupaten Nagekeo terletak di posisi strategis.Perhatian yang diberikan Pemerintah Propinsi NTT berupa anggaran pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih, jalan, jembatan dan embung. “Kabupaten Nagekeo tahun ini mendapat anggaran Rp 40 Miliar dari APBD NTT, belum termasuk anggaran Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara untuk kegiatan lanjutan pembangunan pengamanan Pantai Nangadhero/Marapokot sepanjang 0,175 KM, pembangunan tujuh buah embung, perbaikan jaringan irigasi dan beberapa kegiatan lainnnya.

 

Dalam Musrenbang tersebut, para peserta berdiskusi dan berdialog tentang berbagai hal yang dapat menunjang perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Nagekeo.

 

Berita Bagian Administrasi Kemaasyarakatan Setda Nagekeo

E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

AKm, 31 Maret 2015

Kabupaten Nagekeo berhasil meraih peringkat 3 terbaik dan memperoleh trofi Anugerah Pangripta Nusantara dalam kategori utama Dokumen Perencanaan Tahun 2015. Sementara peringkat pertama dan kedua diraih oleh Kabupaten Flores Timur dan Rote Ndao. Trofi tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan dan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Adjo Bupu di Kupang, Selasa, 31 Maret 2015.

 

Penghargaan tersebut diterima Kabupaten Nagekeo sebab Kementrian PPN/Bappenas menilai bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nagekeo konsisten dengan dokumen perencanaan lainnya yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selain itu masalah atau hasil pembangunan tahunan Kabupaten Nagekeo dinilai konsisten dengan prioritas program tahunan dalam sistematika antar bab dalam penulisan RKPD serta tampilan persentasi dan cara penyajian.

 

Pemberian Anugerah Pangripa Nusantara ini dilakukan untuk mendorong setiap daerah guna menyiapkan dokumen rencana pembangunan secara lebih baik, konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan. Serta sekaligus menciptakan intensif bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan perencanaan yang lebih baik dan bermutu.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Forum SKPD Kabupaten Nagekeo

Written by Monday, 09 March 2015 10:43

AKm,Mbay, 9 Maret 2015

Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto membuka kegiatan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Nagekeo, Senin, 9 Maret 2015 di Aula Lantai I Kantor Bupati Nagekeo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Adjo Bupu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea dan Florianus Papu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan, Kepla Bappeda Kabupaten Nagekeo Agustinus Fernandez, para Pimpinan SKPD, para camat, lurah dan BKAD, serta hadirin lainnya.

 

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Gabungan SKPD merupakan salah satu kegiatan dari seluruh rangkaian proses perencanaan berjenjang. Forum SKPD dilaksanakan dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan adanya penyempurnaan sistem perencanaan dan penganggaran nasional, baik pada aspek proses dan mekanisme maupun tahapan pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan dalam membahas, mensinkronkan dan mensinergikan program kegiatan hasil musrenbang kecamatan dengan rancangan kerja SKPD yang selanjutnya dituangkan dalam Ranangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2016 yang menjadi sumber utama untuk tahap perencanaan selanjutnya.

 

“Saya berharap kepada peserta forum, pemangku kepentingan dan para pelaku pembangunan agar program dan kegiatan yang diusulkan mengutamakan kegiatan yang urgen atau sangat mendesak, sehingga pemerintah secara bertahap mampu menjawab kebutuhan masyarakat Nagekeo. Saya juga menegaskan kepada pimpinan SKPD supaya hasil pelaksanaan Musrenbang dari masing-masing kecamatan dan juga usulan serta informasi pembangunan yang berkembang pada saat pelaksanaan FORUM SKPD dapat disinkronkan dengan rancangan Renja SKPD dan saling koordinasi sehingga tidak terdapat program dan kegiatan yang tumpang tindih,” tegas Wakil Bupati Nagekeo.

 

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Adjo Bupu menyampaikan bahwa forum SKPD dimaknai sebagai siklus perencanaan yang mengharuskan ruang sinkronisasi program antara eksekutif dan legislative bagi perencanaan pembangunan tahun anggaran 2016.” Sinkronisasi yang dihasilkan melalui forum gabungan SKPD hendaknya memunculkan Bonum Commune sebagai tujuan akhir perencanaan pembangunan” harap Marselinus Adjo Bupu.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

AKm, Mbay, 24 Februari 2015

Para pejabat struktural di Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo yaitu para kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, camat dan lurah menandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Tahun 2015 , Selasa, 23 Februari 2015,bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Nagekeos. Turut mendampingi Bupati Nagekeo pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Feto, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan, para Asisten Sekda Nagekeo, para Staf Ahli Bupati Nagekeo serta undangan lainnya. Penetapan kinerja merupakan pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan, dalam hal ini antara Bupati Nagekeo dengan para pejabat, untuk mewujudkan kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki instansi. Dengan demikian penetapan kinerja menjadi kontrak kinerja yang harus diwujudkan oleh para pejabat sebagai penerima amanah dan pada akhir tahun akan dijadikan bahan evaluasi kinerja terhadap saudara semua.

 

 

Bupati Nagekeo Elias Do, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa regulasi yang mengatur sistem pemerintahan di Indonesia antara lain mengharuskan adanya ukuran terhadap kinerja pemerintah dan penilaian yang diberikan terhadap pencapaian kinerja tersebut. Sistim Akuntabilitas Intansi Pemerintah menjadi salah satu indikator menjadi salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pemerintah daerah.

 

Bupati Nagekeo juga menambahkan bahwa pakta integritas merupakan pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi dan tanggungjawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Maksud dan tujuannya adalah untuk pencegahan KKN, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terwujudnya manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel, peningkatan kinerja juga merupakan wujud komitmen antara bupati dan para pejabat, yang pada akhirnya sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pejabat yang bersangkutan sehingga apakah perlu diberi reward atau punishment. “Untuk itu saya harapkan para pimpinan instansi harus mampu menunjukkan serta mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada saya selaku bupati dan kepada masyarakat. Saya perlu ingatkan bahwa janji yang saudara buat kepada diri sendiri sehingga hanya Tuhan dan saudara sendiri yang tahu tentang seberapa besar saudara dapat memegang komitmen itu,”tegas Elias Djo.

 

Kabupaten Nagekeo dalam tiga tahun terakhir penilaian SAKIP, mengalami peningkatan signifikan dan cukup membanggakan. Yakni kategori C dengan nilai 40,33 pada tahun 2012, kategori C dengan nilai 45,95 pada tahun 2013 dan kategori CC dengan nilai 50,31 pada tahun 2013 bersama 52 kabupaten/kota se-Indonesia dan 4 kabupaten lainnya di NTT.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

AKm,Mbay, 9 Maret 2015

Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Senin, 9 Maret 2015, mengambil sumpah/janji 11 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan formasi Database Kategori I Tahun 2012 bertempat di Aula VIP lantai II Kantor Bupati Nagekeo. Pegambilan sumpah/janji tersebut disaksikan oleh Saksi Rohani Romo Ayub Ninung, Pr dan Saksi Awam Kepala Bidang Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nagekeo, Alexander Mias, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan, para Pimpinan SKPD dan undangan lainnya.

 

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sumpah/janji PNS merupakan salah satu persyaratan yang diatur dalam regulasi bagi seseorang yang telah diangkat sebagai PNS saat mengawali tugasnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.” Sesuai dengan aturan baru tentang kepegawaian, yakni adanya undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana beberapa aturan tentang kepegawaian mengalami perubahan yang cukup mendasar, maka pada kesempatan ini saya perlu menegaskan kepada saudara sekalian bahwa, profesionalitas menjadi salah satu syarat utama dalam menduduki jenjang karir bagi para PNS ke depan. Hal ini menjadi tidak mudah, karena seorang non PNS pun bisa menduduki jabatan struktural di birokrasi apabila memenuhi kriteria yang diperlukan setelah mengikuti serangkaian tes yang dilaksanakan. Oleh karena itu saudara sekalian harus terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kita harus berkerja secara profesional dan mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam mengemban tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegas Paulinus Y. Nuwa Veto.

 

Kesebelas PNS yang diambil sumpah tersebut adalah Maria Yovita Boa, Markarius Libernus Buu Goo, Alexander Sene, Arkadius Valentinus Doy, Katarina Pasu, Don Bosco Bholo, Yohanes Dellovitt Robertus Nono Foa, Paulus Meze Nuwa, Simplisisus Tage Doke, Antonius Bheja dan Oscar Tiwu Ngada. Para PNS tersebut telah menerima SK PNS 100 % dan ditempatkan kembali di SKPD tempat mereka mengabdi sebelumnya.

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Peresmian Kantor Agama Kabupaten Nagekeo

Written by Wednesday, 25 February 2015 14:08

Bupati Nagekeo Elias Djo, Rabu, 25 Februari 2015 meresmikan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Propinsi NTT Sarman Marselinus, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Drs. Julius Lawotan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo Rafael Ope, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ngada, Ende dan Sikka, para Pimpinan SKPD, Pastor Paroki Stella Maris Danga Romo Dominikus de Dowa, Pr, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta keluarga besar Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo.

 

Peresmian Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo diawali dengan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Pastor Paroki Stella Maris Danga Rm. Dominikus de Dowa, Pr dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Propinsi NTT Sarman Marselinus dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Nagekeo Elias Djo. Bupati Nagekeo Elias Djo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian gedung Kantor Kementrian Agama merupakan langkah yang sangat baik bagi kemajuan kehidupan beragama di Kabupaten Nagekeo. “Gedung kantor yang megah dan nyaman ini kiranya dapat meningkatkan kinerja aparatur serta semangat pelayanan di bidang agama. Sehingga pada akhirnya dapat terwujud kehidupan beragama di Kabupaten Nagekeo yang rukun dan harmonis,” demikian harapan Elias Djo. Bupati Nagekeo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemilik tanah serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran pembangunan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo.

 

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Rafael Ope menyampaikan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo dibangun menggunakan dana Rp 2.600.000.000 di atas tanah seluas 4.470 meter persegi. “ Semoga kehadiran kantor ini meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara dalam lingkup Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo sehingga dapat menghilangkan stigma negatif tentang pelayanan birokrasi yang lamban dan tidak inovatif, “ jelasnya.

 

Gedung Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo terdiri atas 18 ruangan yang difungsikan sebagai aula, ruang kepala kantor, ruang kasubag, ruang kerja pejabat teknis struktural, ruang kerja seskohat, ruang kerja FKUB, ruang alat, ruang sekretariat dan MCK.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Mbay sebagai ibu kota Kabupaten Nagekeo sedang mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan Kongres II Panitia Persiapan Pembentukan Propinsi Flores (P4F) yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret yang akan datang. Kongres ini merupakan tindak lanjut kongres P4F I yang telah dilaksanakan di Bajawa tahun 2014 yang lalu. 

Peletakan Batu Pertama Perbaikan Irigasi Mbay

Written by Wednesday, 21 January 2015 13:55

Mbay,AKm, 20 Januari 2015

Sesuai Instruksi Menteri Pertanian, dalam rangka mendukung swasembada pangan, dilakukan pencanangan gerakan perbaikan irigasi secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Januari 2015. Untuk Kabupaten Nagekeo, perbaikan saluran irigasi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Nagekeo Elias Djo, bertempat di daerah irigasi Mbay Kanan Pintu Konstruksi Mbay (KM) 2.3 Kiri Langedhawe, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Florianus Papu, Kapolsek Aesesa Paulina Sese, Dandim 1625 Ngada, para Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, para Pimpinan SKPD, Camat Aesesa, para PPL serta undangan lainnya.

 

Lahan pertanian di Kabupaten Nagekeo terdiri dari lahan kering 78.431 hektar dan lahan basah 11.143 hektar. Yang telah difungsikan yaitu lahan kering seluas 33.076 hektar (42,17%) dan lahan basah 6.271 hektar (56,27%) dengan jenis pengairan irigasi teknis 3.060 hektar, irigasi ½ teknis 0 hektar, irigasi sederhana 227 hektar, irigasi non PU 1.311 hektar dan irigasi tadah hujan 1,673 hektar. Perbaikan saluran irigasi di Kabupaten Nagekeo untuk tahun 2015 seluas 4.300 hektar didukung oleh dana APBN sebesar Rp 5.375.000.000.

 

 

Bupati Nagekeo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa swasembada pangan merupakan program politis dan strategis untuk menjaga kedaulatan pangan suatu negara. Selain itu swasembada pangan juga menghemat devisa negara dengan menekan impor bahan pangan dari luar negeri. Sehingga pemerintah dengan berbagai cara baik melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan juga melalui diversifikasi bahan makanan. “Perbaikan saluran irigasi merupakan sebuah langkah maju bagi petani kita. Dengan saluran irigasi yang baik, petani dapat meningkatkan produksi pangan khususnya produksi padi. Peningkatan produksi padi tentunya akan bemuara pada peningkatan kesejahteraan petani”, demikian menurut Bupati Nagekeo.

 

Pada kesempatan tersebut Bupati Nagekeo juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat ikut menjaga dan melestarikan saluran irigasi pertanian di Kabupaten Nagekeo dengan cara menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah pada saluran irigasi.

 

Berita Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Nagekeo

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.