Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada Ferdinandus Bao,SP Jumad 21 Mei 2021. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Rendututubhada.

Turut hadir pada kegiatan ini, Sekcam Aesesa Selatan Kota Hubertus, A.Ma.Pd. bersama jajaran, Sekretaris Dinas Sosial Maksimilianus Wilfrit Betu dan jajaran, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Aesesa Selatan Anselmia Kartini, Saksi Rohani Pater Yakobus Ego, CP , para tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ferdinandus Bao, SP Penjabat Kepala Desa Rendututubhada terlantik menggantikan Yohanes Dedeo Wio Penjabat Kepala Desa yang lama berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 149/ KEP/HK/ 2021 Tanggal 26 April 2021 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Rendu tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan

Adapun tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh Penjabat Kepala Desa sebagaimana tercantum dalam SK tersebut sebagai berikut:

Tugas Umum
1. Menyelenggarakan pemerintah desa
2. Melaksanakan Pembangunan desa
3. Pembinaan Kemasyarakatan Desa
4. Pemberdayaan Masyarakat Desa

TUGAS Khusus
Mempersiapkan kelancaran dan kesuksesan Pemilihan Kepala Desa Rendututubhada Periode 2020-2026.

Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengatakan;
“Hari ini kita melantik seorang Penjabat Kepala Desa. Tugas pentingnya adalah menyiapkan masyarakat untuk memilih kepala desa baru dan menyiapkan, merapikan perangkat desa, semua instrumen organisasi kemasyarakatan yg ada di desa agar nanti kepala desa terpilih bisa langsung bekerja. Ibarat Yohanes Pemandi datang lebih dahulu ratakan jalan, luruskan yang lekuk lekak

“latar belakang saudara sebagai ASN, asumsinya saudara Ferdinandus mempelajari cepat, karena SK
Bulan April, belajar cepat, apa yang berhubungan dengan tugas-tugas, seperti yang telah dibacakan tadi”.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian;
1. Kita sekarang menuju era yang sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat harus disiapkan agar perubahan ini bisa diterima dan kita bisa bimbing masyarakat dengan benar.
2. Revitalisasi RT dan Dasawisma.
Siapa yang harus di RT?? Adalah mereka- mereka yang terdidik.
Generasi sekarang ini masalah mereka cuma satu yaitu doi ma kurang..ote ni benu peka. ( Uang masih kurang tapi otak sudah penuh).

Hal yang perlu digaris bawahi adalah mengajak kita memberi ruang kepada mereka untuk tampil pada skala kecil.
Relakan mereka tampil sebagai pemimpin.

Demokrasi yang artinya kita secara sadar dengan pemikiran bahwa semua orang punya harkat yang sama dan bisa berkembang maksimal sesuai talenta masing masing.
Berilah tanggung jawab sehingga mereka bisa mengekspresikan apa yang mereka harus terampil.
Kita menyiapkan calon pemimpin kedepan sehingga nantinya tidak kekurangan, regenerasi.

“Ferdinandus bisa lihat masyarakat disini jangan sampai jadi penonton”.

Urus betul..

1. Membuat persiapan lubang olah tanam ( bersama PPL)
2. Apa yg saya mau lihat??

Pertama, Membuat persiapan lubang olah tanam; pemandangan di mana mama mama dan anak anak sedang menggali lubang olah tanam.
Kedua..pemandangan mama- mama, anak anak sekolah sementara sogho tai sapi ( pungut kotoran sapi) dan ada tumpukan tai sapi/ tai kering yg siap diolah.
Ketiga..siapkan pupuk bokasi, sekam bakar..

Setelah semua nya disiapkan lalu di foto, videokan dan di share ke saya.

Ini merupakan bagian dari literasi science. Anak anak tidak menyerah dengan situasi ini, dilatih mengenal pupuk kompos.

Ini merupakan PR yang sederhana. Revitalisasi RT langsung dengan activity…kata Bupati Don mengakhiri sambutannya.


**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 17

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *