Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP. , Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago, ST.MT. Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajarannya, Lurah Rega Hieronimus Lao Meze, S.Kom bersama jajarannya, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U.Boleng bersama Jajarannya serta Para Pengawas SD dan Kepala Sekolah radius kelurahan tersebut.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kelurahan Wolopogo dan Kelurahan Rega dengan berbagai agenda antara lain, mengunjungi sekolah- sekolah (SDI Wudu, SMPS Patimura Wudu, SDK Wolopogo, SDK Rega), Mengunjungi pengarajin parang, Melihat langsung aktifitas ibu-ibu Dasawisma dan Kelompok Wanita Tani ( kurang lebih 17 Kelompok ) dalam pameran mini di Kelurahan Wolopogo dan penanaman pembibitan bambu binaan Yayasan Bambu Lestari, peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) Meninjau pengerjaan saluran Irigasi Hobonaku 2, Penanaman perdana Kacang Tanah dan Jagung di Kelompok Malawitu Kel.Rega

Salah satu yang dikunjungi bupati dan rombongan adalah SMPS Patimura Wudu

Dihadapan para Guru dan Pegawai di sekolah tersebut Bupati menekankan beberapa point’ penting sebagai berikut:

1. Wajib memetakan dan lakukan assessment kompetensi minimal yang dicapai setiap anak per mata pelajaran.
” Betul-betul petakan minat dan bakat anak.
Kita jangan mengantar anak – anak hidup untuk menghabiskan waktu menunda kegagalan lebih jauh lagi menunda kekalahan.

3. Bagi mereka yang berkebutuhan khusus apa upayanya?
Ini gampang pertanyaan nya tapi mau kerja agak berat tapi harus kita kerjakan. Instrumen yang dipakai tetap gunakan instrumen nasional. Kurang tambahnya kita perbaiki bersama pengawas dan para mitra..Potretlah apa yang seharusnya kita potret dan apa yang kita capai.

“Bagaimana anak yang berkebutuhan khusus, bagaimana mereka menyerap, memahami mata pelajaran itu sangat rendah dan bagaimana membantu dia supaya naik level minimal dia pasti melewati kompetensi minimal yang dituntut.
Sehingga saya akan ketemu dengan kepala sekolah dan guru yang acuh dengan anak- anak yang berkebutuhan khusus.”

3. Adanya pengelolaan ikatan alumni.
Alumni itu kekuatan yang sangat besar.Yang kamu minta buku bacaan, infokus, itu kecil urusannya, alumni kekuatannya besar sekali.
Selama ini hidup kita habis diwacana. Jadi kata wacana itu yang harus dikuburkan.
Do it Now.
” Setelah saya pulang dari sini kamu langsung mulai. Ketik, buatkan. Tunjukan salah satu guru yang IT bagus untuk mengkoordinir ikatan alumni. Supaya tidak lama- lama”.

4. Camat turun cek penggunaan dana BOS, dana publik.
” yang mengelola uang itu harus jujur dan transparan. Kalau tidak jelas, samar samar ya kita turunkan APIP Inspektorat untuk periksa penggunaan di empat lima tahun terakhir.
“Hanya dengan cara kita mengakui kondisi kita, kita harus berubah tapi kalau kita menegasikan kondisi kita, kita menghindar itu pembusukan dari dalam tetap akan ada.”

6. Saya bukan pejabat yang melankolis, yang hanya menyenangkan mata tapi saya ingin agar betul petakan minat dan bakat anak.ini tercapai.
” Saya akan datang lagi kunjungi sekolah sekolah. Secara detail ke semua guru mata pelajaran dan saya minta catatannya. Lalu saya test.anak yang pintar seperti apa, yang bodoh seperti apa. Bagaiamana menangani yang paling bodoh , caranya bagaimana.
Itu baru jadi guru yang betul.”

Terhadap apa yang diharapkan oleh Bupati Nagekeo, Wilibrodus Seda S.Fil selaku pelaksana tugas Kepala Sekolah SMPS Patimura Wudu mengatakan bahwa
” Kunjungan bapak bupati adalah kehormatan bagi kami. Karena memberikan banyak masukan masukan.
1. Menginginkan agar kami memiliki peta pencapaian kompetensi minimal untuk setiap anak per mata pelajaran. Karena itu setiap guru mata pelajaran harus memiliki data yang rinci terkait dengan kemampuan anak yang diharapkan dari setiap mata pelajaran agar kompetensi minimal yang diharapkan itu tercapai.
2. Bapak bupati mengharapkan dia yang bukan tipe bupati melankolis mau supaya tanpa prinsip yang hanaya menyenangkan mata tapi dia juga ingin agar murid harus diketahui benar bakat dan minatnya.
3. SMP menjadi lembaga yang menyiapkan para murid mampu meneruskan arah pendidikan mereka, tidak semua jadi ilmuwan tapi semua sesuai dengan bakatnya. Bisa jadi orang terampil lebih cepat karena dia sudah mulai lebih dahulu. Dalam bahasa yang sederhana bapak bupati mau agar anak tidak terlambat mengexplorasikan seluruh kemampuannya agar bisa berhasil menghidupkan dirinya sendiri.

4. Soal guru yang masih banyak honor dan ASN yang terbatas dan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dikelas kami membutuhkan sarana multimedia yang bisa mengakomodasi seluruh modalitas belajar anak maka kami membutuhkan bantuan. Bapak bupati mengindikasi kami buatkan permintaan maka kami harus siap membuat permohonan.

5. Kami juga harus segera mengeksekusi inisiatif untuk menghimpun kembali ikatan alumni sebagai kekuatan yang membantu kami untuk mengelola sekolah ini.

6. Ketentuan untuk memajukan lembaga ini tergantung dari kerelaan kita untuk menjalin kemitraan dengan orang tua, ketua yayasan, komite, pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta semua pemangku kepentingan yang berkehendak baik untuk memajukan sekolah ini.

7. Upaya untuk menterjemahkan visi bupati KITA HARUS BERUBAH maka kami mencoba membuat sekolah ini menjadi berubah dengan guru harus berubah ter lebih dahulu , murid harus berubah sehingga dengan berdasarkan aturan dan regulasi yang diberlakukan kami dapat membuat sekolah ini lebih baik sekurang kurangnya sesuai dengan harapan bapak Bupati.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

 

Hits: 29

Translate »