Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami, Wabup Marianus Minta Penenun Berinovasi

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Waja meminta kepada kaum perempuan di wilayahnya, yang keseharian menggeluti tenunan khas daerah untuk terus berkarya dan selalu berinovasi menciptakan karya-karya baru.

Hal itu dikemukakan Marianus Waja saat membuka Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami yang diikuti 40 orang peserta se-Kabupaten Nagekeo di Aula Hotel Pepita Danga-Mbay, Senin (04/10/2021).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Nagekeo juga mendorong para penenun agar selalu meningkatkan kapasitas diri guna mengambil peluang pasar yang tersedia.

“Dengan melihat peluang pasar, saya minta adik adik (peserta Workshop) mengikuti workshop dengan tekun,” ujar Marianus Waja.

Dia berharap peserta workshop dapat menyerap ilmu melalui workshop singkat ini, sehingga mampu menciptakan iklim usaha di wilayahnya masing-masing.

Menurut Marianus pelatihan ini merupakan wujud perhatian pemerintah pusat dalam mendorong masyarakat untuk selalu melestarikan identitas budaya leluhurnya.

“Ketika orang (luar) menghargai budaya tenun, berarti kita mampu menunjukan identitas (budaya) kita sebagai orang Nagekeo,” katanya.

Sementara Ketua Pelaksana Workshop Christriyati Ariani menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada penenun tentang teknik pewarnaan benang untuk tenun ikat serta meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri penenun.

Christriyati menuturkan, pentingnya membangun semangat dan motivasi bagi para penenun untuk terus berkarya dan berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) RI Sjamsul Hadi menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Nagekeo yang memfasilitasi pelaksanaan workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami.

Sjamsul menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal dan kedepan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat akan memberikan perhatian khusus terhadap upaya pelestarian nilai-nilai budaya yang ada.

“Selain itu, pemanfaatan tenun memiliki-nilai nilai adat yang cukup kuat. Melalui tenun semua tata kelola ekosistem adat dan ritual di wilayah Nagekeo dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama,” ujarnya.

Selain itu, kata Sjamsul, kegiatan ini juga sebagai pemantik untuk mendorong keberlanjutan pengetahuan tradisional yang diawali dengan pengetahuan pewarna alami, bahan dasar alami dan ramah lingkungan.

Para tamu undangan dan peserta Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami se-Kabupaten Nagekeo, saat berada di Aula Hotel Pepita Danga Mbay, Senin (04/10/2021).

“Harapan kami, Pemda Nagekeo melalui Dekranasda dan PKK bisa melanjutkan ini. Kepala Dinas PK diharapkan bisa memperkenalkan kepada siswa para siswa SD hingga SMA/K. Sebab dari pelatihan ini kader kader terbaik bisa diwujudkan dalam program penenun masuk sekolah,” jelasnya

Hadir dalam pembukaan workshop tersebut Sjamsul Hadi bersama jajarannya, narasumber dari Tim Warlami Suroso, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Nagekeo FCA Yanu Astuti, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo Djawaria K.M. Simporosa, Sekretaris Dinas PK Yosefina H. Hutmin, Pelaksana tugas Kadis Pariwisata Rustien Triatmi serta para tamu undangan lainnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 52

Translate »