BPBD Nagekeo Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontijensi

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo menggelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Tingkat Kabupaten Nagekeo di Aula Setda Nagekeo, pada Senin (29/11/2021).

Kontijensi merupakan suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan terjadi tetapi mungkin juga tidak akan terjadi, sehingga Rencana Kontijensi dapat diartikan suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontijensi atau yang belum tentu tersebut.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pelatihan dan Lokakarya, Marianus U. Dhakidae mengatakan bahwa, Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Indonesia yang termasuk dalam daerah rawan bencana baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana Sosial di Nagekeo sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penggulangan Bencana dan Perda Kabupaten Nagekeo No 14 Tahun 2010 dan Perda Nomor 15 Tahun 2010.

Adapun maskud dan tujuan daripada kegiatan tersebut menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Menghadapi beragam bentuk bencana ini, maka pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui kerjasama lintas sektor Pentaheliks melakukan langkah-langkah antisipasi berupa kegiatan penyusunan dokumen rencana kontijensi (Renkon) sebagai bentuk persiapan saat penanganan darurat jika terjadi bencana.

“Kegiatan pelatihan dan lokakarya rencana kontijensi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap upaya penanggulangan bencana dimulai dari pra, saat dan hingga pasca bencana serta untuk meningkatkan daya partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana secara terorganisir,” ujarnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan dan lokakarya tersebut untuk mewujudkan respon kejadian bencana terkoordinasi secara efektif cepat dan tepat, menjadi acuan operasional yang sewaktu-waktu dapat diwujudkan atau diaktivasi menjadi rencana operasi (Renops) dalam tindakan nyata tanggap darurat bencana secara cepat, tepat, terkoordinasi dan efektif.

Rencana Kontijensi juga dapat menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Selain itu, dapat terciptanya kesepakatan bersama antar lintas sektor untuk turut terlibat dalam upaya penanggulangan bencana, tersedianya alokasi sumber daya secara khusus untuk kegiatan tanggap darurat bencana, dan terciptanya kesiapsiagaan sumber daya manusia, sumber daya peralatan dan sumber daya anggaran dan sumber daya pendukung lainnya dalam menghadapi ancaman bencana.

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, pelatihan dan lokakarya penyusunan rencana kontijensi tingkat Kabupaten Nagekeo merupakan wujud kehadiran negara dalam upaya siaga terhadap bencana.

“Negara diminta kita supaya siap sedia sebagai jawaban negara hadir ditengah masyarakat. Dalam filosofi orang Nagekeo itu to’o jogho wagha sama,” ujarnya.

Marianus mengatakan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945 mengedepankan bagaimana negara melindungi segenap warga karena negara menginginkan warganya terselamatkan.

“Jangan sampai ada korban. Dan kalau kita tidak cepat, ketika ada korban maka itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagaimana kita persiapkan ketika ada kejadian kerugian harta benda maka kita perlu merencanakan walaupun belum terjadi. Kalau kita belum merencanakan, kemudian bencana itu terjadi maka kita mendapatkan cemoohan,” pungkasnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 81

Translate »