Bupati Don Bosco Buka Kegiatan Orientasi Bagi Kader Kesehatan, Berikut Harapannya!

Mbay, nagekeokab.go.id – Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), TP PKK menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menekan AKI dan AKB.
Oleh karena itu untuk meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan informasi edukasi kepada masyarakat, maka TP PKK Kabupaten Nagekeo melaksanakan Orientasi Pasca Salin, Kunjungan Nifas dan kunjungan Neonatal bagi Kader Kesehatan.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan kader PKK ini berlangsung di aula kantor Camat Aesesa pada Rabu (15/12/2021) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.
Ketua Panitia pelaksanaan orientasi Hedwig Djuang menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader kesehatan, tentang kunjungan pasca salin dan kunjungan neonata serta meningkatnya kualitas pelayanan pasca salin dan kunjungan neonatal yang terpadu.
“Melalui gerakan PKK ini peran aktif segenap masyarakat turut di galang dan ditingkatkan, sehingga dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab dalam pembangunan maupun dalam menikmati hasil dari pembangunan itu sendiri” ujar Hedwig dalam laporan panitianya.
Di Indonesia AKI dan Bayi masih sangat tinggi. Tahun 2010 AKI 346 per 100.000 kelahiran Hidup /KH,sensus penduduk 2010, sedangkan tahun 2015 sebesar 305 per 100.000 KH (supas 2015).
Menurutnya, kematian Ibu hamil dan bersalin serta kematian bayi masih menjadi salah satu permasalahan di Provinsi NTT Khususnya di Kabupaten Nagekeo.
Berdasarkan laporan dari Dinkes Nagekeo kasus kematian ibu tahun 2020 sebanyak 4 kasus dan 2021 sampai saat ini 2 kasus, sedangkan kematian Neonatal tahun 2020 sebanyak 24 kasus, 2021 sd saat ini sebanyak 25 kasus.
Untuk menurunkan AKI dan AKB perlu dilaksanakan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama secara Lintas program dan Lintas Sektor sesuai tugas tanggungjawab masing-masing.
Terkait hal tersebut PKK mempunyai tugas pokok dan fungsi penyuluhan, penggerakan masyarakat dengan bimbingan kepada kader-kader PKK/kesehatan.
Dalam kegiatan kegiatan tersebut para kader PKK akan mendapatkan materi dari dr Jakob Tri Susilo Salean dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSD Aeramo.
Sementara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan singkatnya berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyimak materi secara baik.
Bupati mengatakan orientasi tersebut bagian daripada menyukseskan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) yang mana setiap kader PKK dapat mengunjungi setiap rumah guna memetakan informasi dari profil kesehatan keluarga (Family Folder) untuk intervensi masalah kesehatan yang ditemui.
“Kita ngomong soal pasangan usia subur, ibu hamil, ibu melahirkan nifas, kita kerja dulu soal pendataan, kemudian kita masuk soal masalahnya, dan supaya kita menginformasikan orang ini butuh bantuan apa” jelas Bupati.
Dari hasil identifikasi masalah tersebut, kemudian menjadi dasar rujukan dan juga masukan bagi dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran dan bantuan sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
“Pekerjaan yang kita hadapi sekarang ini tidak kita nikmati langsung. Saya sangat berharap, ini kerja besar, penting, yang hasilnya tidak langsung kelihatan” pesan Bupati.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 32

Translate »