Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Nagekeo memusnahkan ratusan barang kadaluwarsa. Pemusnahan barang tidak layak konsumsi itu dilakukan di halaman kantor Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo pada Selasa (28/12/2021) disaksikan Sekda Nagekeo, Sat Pol PP dan Satreskrim Polres Nagekeo.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Nagekeo Maria Kristidlys Simporosa Djawaria mengungkap, pemusnahan bahan makanan dan minuman tak layak konsumsi (kedaluwarsa) bertujuan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan barang kadaluwarsa tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) tim terpadu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Sat Pol-PP, Kepolisian dan YKLI.

Diterangkannya, jenis barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) yang dimusnahkan meliputi kosmetik, makanan, minuman hingga obat-obatan yang didapat dari sejumlah toko dan usaha di seluruh Kabupaten Nagekeo.

Menurut Tyell Djawaria, pelaksanaan inspeksi mendadak idealnya dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali, akan tetapi akibat terkendala pandemi Covid-19, keterbatasan personil hingga anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan sidak di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru.

“Untuk kegiatan ini kita secara rutin melakukan sidak menjelang Natal dan Lebaran, kalau pengawasan lebih detail dan lebih cepat di titik nol, kalau dana memungkinkan sebaiknya dilaksanakan per triwulan” katanya.

Ia mengatakan, terhadap para pemilik usaha yang ditemukan barang tidak layak konsumsi tersebut diberi peringatan baik lisan maupun tulisan. Apabila masih ditemukan obyek yang sama di tempat usaha yang sama maka Dinas Koperindag akan mengambil langkah tegas mencabut izin usaha yang bersangkutan.

Mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Nagekeo ini merinci hasil inspeksi mendadak di sejumlah kios dan toko yang tersebar di setiap Kecamatan antara lain Kecamatan Boawae ditemukan 79 kios dan toko yang menjual barang kadaluwarsa.

Di Kecamatan Wolowae, kios dan toko yang dilakukan pengawasan sebanyak 29 usaha dan masih ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 15 usaha.

Kecamatan Keo Tengah, kios dan toko ditemukan barang kadaluwarsa sebanyak 23 usaha dari 60 usaha yang diawasi.

Kecamatan Mauponggo, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 92 usaha, ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 43 usaha.

Lanjut Tyell Djawaria, di Kecamatan Aesesa Selatan ditemukan 4 usaha yang menjual barang kadaluwarsa dari 18 usaha yang diawasi. Sedangkan di Kecamatan Nangaroro, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 142 usaha. Kios, toko dan swalayan yang menjual barang kadaluarsa sebanyak 45 usaha.

Tyell Djawaria mengaku, berdasarkan data yang dihimpun Diskoperindag selama tiga tahun terakhir, tren barang kadaluwarsa di Kabupaten Nagekeo menurun dari tahun ke tahun.

“Dari data yang kami temukan ini, dapat kami sampaikan bahwa selama tiga tahun berjalan kegiatan pengawasan barang kadaluwarsa kian tahun kian menurun. Diharapkan ke depannya para pelaku usaha ini mampu mencapai titik nol dalam hal barang kadaluwarsa” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati membeli barang baik di kios, toko maupun swalayan agar terlebih dahulu memeriksa masa kadaluarsa yang tertera dalam kemasan.

“Diharapkan agar setiap konsumen, kalau membeli barang jangan serta merta langsung ambil barang dan bayar, tolong diperhatikan masa expired” pesannya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 40

Translate »