Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Nagekeo di Atas 60 Persen

Mbay, nagekeokab.go.id – Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Nagekeo telah mencapai 62,75 dosis dua 36,28 persen dari target 117.966.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo Emerentiana Wahyuningsih melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Maria Elfrida Teda Lado menyampaikan bahwa hingga Selasa 4 Januari 2022 secara komulatif vaksinasi dosis pertama mencapai 74.021 atau mencapai 62.75 persen.

Elfrida menjelaskan, data tersebut merupakan data yang dihimpun secara manual oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo sedangkan berdasarkan data yang sudah dirilis ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) capaian Vaksinasi dosis pertama untuk Kabupaten Nagekeo mencapai 57,84 persen dan dosis dua 35,48 persen sedangkan vaksinasi dosis tiga untuk tenaga medis mencapai 77,44 persen.

Untuk mencapai angka tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan melakukan percepatan vaksinasi di tingkat desa bekerjasama dengan semua pihak termasuk TNI-Polri.

Pencapaian itu kata Dia, menunjukan bahwa pemerintah kabupaten Nagekeo berkomitmen kuat meningkatkan vaksinasi kolaborasi dengan gelaran vaksinasi secara rutin setiap minggunya.

”Pelaksanaan vaksinasi dilakukan setiap Minggu dan di-update setiap hari Sabtu untuk 7 Kecamatan dan 9 Puskesmas. Harapan kami untuk masyarakat yang berumur 12 tahun ke atas silahkan mendatangi posko posko pelayanan di Kecamatan masing-masing karena setiap minggu ada pelayanan” ujar Elfrida di ruang kerjanya pada Rabu 5 Januari 2022.

Eflrida mengatakan stok Stok vaksin saat ini masih mencukupi dengan jumlah yang tersedia di gudang farmasi Dinas kesehatan yakni 9328 dosis vaksin Sinovac dan 3800 dosis Astrazaneca.

Meskipun capaian vaksinasi di Nagekeo cenderung meningkat pesat, namun bukan berarti proses vaksinasi tersebut tanpa kendala. Menurut Elfrida, kendala utama yang dihadapi ada pada kesadaran masyarakat terkait pentingnya pelaksanaan vaksinasi.

“Ada masyarakat di daerah tertentu yang animonya begitu tinggi dan ada juga yang masih sulit, ini yang butuh kerjasama lintas sektor mulai dari tingkat RT, desa sampai tingkat Kabupaten untuk bagaimana mensosialisasikan pentingnya vaksin” katanya.

Elfrida mengaku selama pelaksanaan vaksinasi, pihaknya belum menemukan dampak berat dari Vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Sejauh ini dampak daripada KIPI masih pada level ringan, tidak pernah ditemukan dampak KIPI berat, sebagain besarnya baik baik saja. Jadi sebenarnya yang mengatakan kalau setelan vaksin pingsan dan lain sebaginya itu tidak benar, selama ini tidak terjadi” pungkasnya.(**)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 58

Translate »