Miliki 10 Dokter Ahli, PAD Meningkat, Manajemen RSD Aeramo Dituntut Utamakan Kualitas Pelayanan

Mbay, nagekeokab.go.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, melalui retribusi dari berbagai pelayanan kesehatan dalam dua (2) tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan.

Direktris RSD Aeramo dr Emerentiana Wahyuningsih mengungkap, penerimaan tersebut bersumber dari pelayanan kesehatan pasien yang menggunakan JKN dan Jamkesda.

Dirincikannya, total penerimaan JKN dan Jamkesda tahun 2020 sebesar Rp.8.844.213.536,00 sedangkan, penerimaan tahun 2021 per Januari hingga September mencapai Rp.5.106.470.312,00.

Jumlah penerimaan tahun 2021 dipastikan melebihi tahun 2020 pasalnya di tahun 2021 terdapat tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember belum dilaporkan.

Menurut Emerentiana, kehadiran sejumlah dokter ahli di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo ditengarai sebagai salah satu faktor yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di rumah sakit tersebut.

Emerentiana merinci, saat ini RSD Aeramo memiliki 10 dokter ahli diantaranya, 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 spesialis bedah, 1 spesialis kandungan, 1 spesialis anak, 1 spesialis anestesi, 1 spesialis mata, 1 spesialis jiwa, 1 spesialis penyakit mulut  dan 2 spesialis patologi klinik.

”Selain 10 dokter spesialis yang ada, sekarang sudah ada yang masukan lamaran lagi, 1 spesialis radiologi dan 1 spesialis kulit dan kelamin” ungkapnya pada Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

RSD Aeramo saat ini didukung 11 dokter umum, 29 bidan dan 83 perawat di samping ASN yang bertugas memperkuat dari sisi ketatausahaan.

Emerentiana menjelaskan, selain bersumber dari Jamkesda dan JKN, RSD Aeramo juga mendapatkan penerimaan tunai dari pasien luar daerah yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nagekeo No 86 Tahun 2018.

Adapun penerimaan tersebut dilaporkan cenderung menurun dari tahun 2020 sebanyak Rp.808.341.079, menjadi Rp 520.513.967 di tahun 2021.

”Berkurang, pengunjung luar daerah kita anjlok akibat pandemi Covid-19″ katanya Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

Meski pengunjung dari luar daerah menurun, akan tetapi jumlah pasien RSD Aeramo selama dua tahun terakhir dilaporkan meningkat.

Ia menjelaskan selama tahun 2020 tercatat sebanyak 11.666 pasien dirawat di RSD Aeramo dengan rincian rawat jalan sebanyak 8.457 pasien, IGD 1.393 pasien dan rawat inap 1.816 pasien, sedangkan tahun 2021 meningkat menjadi 17.418 pasien dengan rincian rawat jalan 10.740 pasien, IGD 3.109 pasien dan rawat inap 3.569 pasien.

Emerentiana meyakini, PAD RSD Aeramo akan terus meningkat jika pemerintah berani merealisasikan pembangunan berbagai unit pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada lagi pasien yang dirujuk ke luar daerah untuk berbagai penyakit menengah dan berat.

Ia mengharapkan, ke depan PAD tersebut bisa terus meningkat dengan berbagai langkah yang akan diambil Pemkab Nagekeo guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Bahkan guna mendongkrak PAD, manajemen RSD Aeramo dalam waktu dekat akan memaksimalkan penerimaan dari retribusi parkir yang selama ini belum dijalankan.

“Bisa di pihak ketigakan urusan parkir ini, karena RSUD pengelolaan keuangan per Desember 2021 sudah BLUD” tandasnya.

Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nagekeo Imanuel Ndun mengungkap, rumah sakit merupakan sebuah lembaga pelayanan sosial, yang harus benar-benar diperhatikan, karena itu, Pemkab Nagekeo dari tahun ke tahun selalu melakukan pembenahan dan perbaikan baik terhadap fasilitas maupun manajemen di RSD Aeramo.

“Bagaimana sebuah rumah sakit itu diminati oleh masyarakat, dia harus berkualitas dan profesional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Pemkab Nagekeo sudah melakukan perbaikan dan memperbaharui regulasi tentang retribusi pelayanan kesehatan yang dalam sebuah produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

Meski Perda tersebut sebagai ketetapan hukum dan regulasi mutlak retribusi dalam upaya mendongkrak PAD, Imanuel, mengatakan seyogyanya tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan.

“Sehingga diharapkan bahwa dengan pelayanan yang baik, masyarakat akan sangat terbantu terutama di bidang kesehatan. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus Pak Bupati, salah satunya adalah Jamkesda agar dapat diberikan secara gratis kepada masyarakat miskin” ujarnya.

Lebih jauh mantan Kepala Dinas BPMD/P3A Kabupaten Nagekeo ini mengajak kepada seluruh masyarakat Nagekeo untuk berperan serta membantu Pemerintah upaya meningkatkan kualitas sektor kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

Kata Dia, Pemerintah punya harapan besar pelayanan sektor kesehatan dapat memberikan dampak yang positif dan konstruktif kepada masyarakat. Sehingga pemerintah juga sangat berharap kepada masyarakat agar punya kepedulian terhadap sektor kesehatan.

“Cara terbaik untuk membantu pemerintah adalah dengan mencegah, masyarakat harus terbiasa dengan hidup sehat agar tidak banyak orang yang masuk rumah sakit, kalaupun masuk rumah sakit harus bisa sehat setelah keluar” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 317

Translate »