Pemkab Nagekeo Pasang Target PAD Rp. 68,1 Miliar Tahun 2022

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 68.104.844.512,- pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2022.

Secara komulatif, target tersebut meningkat sekitar 41 persen jika dibandingkan tahun 2021 yang ditargetkan Rp.39,86 Miliar. Sedangkan dana transfer Kabupaten Nagekeo tahun 2022 juga ditargetkan meningkat yakni Rp.686.354.080.236,00 sementara tahun 2021 senilai  Rp. 668.060.524.613,00

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo Marselinus Lowa mengatakan bahwa, kenaikan target tersebut disusun oleh Badan Pengembangan, Penelitian dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo berdasarkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022.

Sebelumnya, untuk realisasi penerimaan PAD Kabupaten Nagekeo tahun 2021 hingga saat ini baru mencapai Rp.28 Miliar atau sekitar 72,24 persen. Realisasi tersebut dilaporkan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020 yang mana realisasi penerimaan PAD di atas 96 persen.

Menurut Marselinus, pandemi Covid-19 ditengarai menjadi faktor penerimaan PAD tahun 2021 tidak mencapai target yang ditetapkan. Selain Covid-19, kami juga mengalami kendala yakni SDM personel kami sangat terbatas.

“Jumlah personel yang mengurus penagihan pajak ini sangat terbatas sehingga penerimaan tidak signifikan, padahal pajak daerah itu penerimaan terbesar” ujarnya Jumat 14 Januari 2022 di Mbay.

Pihaknya terus berupaya melakukan penagihan terhadap sejumlah obyek pajak dan yang belum dibayarkan hingga saat ini, guna mencukupi target yang belum terpenuhi.

Kendati total penerimaan PAD tahun 2021 secara keseluruhan belum mencapai target, akan tetap ada penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan yang capaiannya sudah di atas 100 persen.

Guna mendongkrak capaian PAD tahun 2022, Marselinus mengatakan, Pemkab Nagekeo akan memaksimalkan sejumlah penerimaan diantaranya pajak dan retribusi seperti retribusi parkir dan retribusi galian C yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Menurut Marselinus, salah satu kiat yang akan dilakukan guna mengoptimalkan penerimaan adalah bekerjasama lintas sektor khususnya pihak pemerintah desa dalam mengidentifikasi obyek pajak dan obyek retribusi dengan cara mendistribusikan petugas ke desa-desa.

“Akan kami distribusikan petugas di desa-desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan, karena yang paling tahu tentang potensi di desa itu orang desa sendiri” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk seluruh stekholder khususnya perangkat daerah di lingkungan Pemerintahan, yang selama ini minim perhatian terhadap pajak dan retribusi, diharapkan ke depan harus punya komitmen.

Lebih jauh, Marselinus meminta agar para wajib pajak membayar pajak tepat waktu sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pajak daerah yang dibayarkan wajib pajak digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan pada berbagai aspek kehidupan.

“Seluruh perangkat daerah harus paham dan sadar bahwa pajak dan retribusi  sangat penting untuk pembangunan daerah ini. Kepada seluruh wajib pajak harus sadar, dengan biaya pembangunan begitu tinggi, ini bukan kita memaksa tapi melaksanakan kewajiban” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo Efraim Muga mengungkap, guna mencapai target PAD yang sudah ditetapkan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan penerimaan retribusi parkir.

“Ke depan kita akan optimalkan parkir ini, karena Perda kita sudah ada” ungkapnya.

Efraim mengaku, selama ini, pengelolaan sistem parkir sebagaimana diatur dalam dua (2) Peraturan Daerah (Perda) Parkir Kabupaten Nagekeo No 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Khusus dan Perda No 9 Tahun 2011 Tentang Tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, belum berjalan maksimal.

Adapun kendala yang dihadapi ialah kurangnya jumlah petugas parkir di lapangan. Efraim mengaku, selama ini penerimaan retribusi parkir dilakukan di beberapa pasar Mingguan seperti Pasar Rabu, Pasar Raja dan Pasar Danga.

Selain itu, minimnya anggaran untuk membangun fasilitas parkir yang memadai juga menjadi alasan penerima dari retribusi parkir ini masih jauh dari harapan.

Kendati demikian, Efraim mengatakan pihaknya berkomitmen agar target PAD yang ditargetkan untuk Dinas Perhubungan tahun 2022 senilai Rp.250 juta akan tercapai.

“Tapi perlu diingat parkir ini bukan semata mata untuk mendongkrak PAD, tapi untuk ketertiban lalu lintas” ujar Efraim.

Dengan meningkatkan target PAD tahun anggaran 2022, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah dan menjadi perhatian khusus Pemerintah terutama Perangkat Daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere meminta kepada seluruh perangkat daerah senantiasa memperhatikan setiap potensi guna mendongkrak capaian PAD.

Karena itu, Lukas menyarankan setiap Kepala Perangkat Daerah agar memiliki daya kreativitas dan melakukan berbagai inovasi guna sehingga target PAD yang sudah ditetapkan di SKPD masing-masing dapat terpenuhi.

Sebab, menurut Lukas, peningkatan PAD  merupakan tujuan utama otonomi daerah melalui desentralisasi guna meningkatkan kesejahteraan maupun pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

“Nantinya ada Pakta Integritas antara Bupati dengan seluruh perangkat daerah. Setiap perangkat daerah harus kreatif, jadi bukan hanya belanja tapi harus mampu mencari uang sehingga target bisa terpenuhi.  Ubah itu pardigma yang selama ini tidak mau tau dengan PAD” tutup Lukas.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 229

Translate »