Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar

Mbay, nagekeokab.go.id – Manajemen Radio Suara Nagekeo (RSN) menggelar pelatihan jurnalistik radio bagi para pelajar Sekolah Menengah Atas di Nagekeo. Kegiatan ini dalam rangka menjalin kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Studio RSN, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo pada Sabtu 15 Januari 2022 ini diikuti oleh 4 orang siswa dari SMAN 1 Aesesa dan 4 orang siswa SMUK Baleriwu, Danga.

Acaranya yang dipandu oleh Penyiar RSN Yanto Manatappi ini dibagi menjadi dua sesi, pertama adalah pelatihan jurnalistik yang mana para peserta dibekali materi-materi berkaitan dengan dunia jurnalistik radio mulai dari pembentukan tim produksi, observasi materi program, merancang program membuat skrip, hingga live on air.

Setelah mendapat materi tentang teknik teknik dasar penyiaran, siswa langsung mempraktekan bagaimana menjadi seorang penyiar radio dan juga menjadi host dalam sebuah acara talk show maupun broadcasting.

“Selain teori, para siswa juga diharapkan mampu melakukan praktek secara langsung di lembaga penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Nagekeo (RSN) membuka ruang praktek bagi para pelajar sebagai bentuk pengalaman dalam memproduksi program siaran radio” ungkap Yanto.

Kegiatan ini bertujuan, menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran.

Kemudian, dalam mengelola informasi akan dikemas dalam bentuk program acara siaran radio yang juga merupakan salah satu bentuk representasi dari sejumlah materi pembelajaran dikurikulum pendidikan.

Adapun format program siaran berupa konten radio seputar dunia pendidikan melalui program Radio Suara Pelajar. Seluruh materi akan diproduksi dan dibawakan oleh para siswa, tentunya setelah mendapat pelatihan serta bimbingan hingga tahap produksi.

Mengapa harus Radio? Karena radio adalah semua tentang komunikasi dan menjalankan acara radio membutuhkan komitmen dan kerja tim agar bisa sukses, sehingga manajemen produksi penyiaran yang dibekali LPPL- RSN cukup mudah digunakan sehingga semua siswa, tanpa memandang usia atau kemampuan, dapat terlibat.

Sebab, lanjut Yanto, membangun keyakinan kebanyakan orang merasa berbicara dengan ‘mikrofon’ di ruang tertutup jauh lebih tidak menakutkan dari pada tampil di kamera atau di atas panggung.

“Hal ini memungkinkan siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri mereka apakah itu mendiskusikan isu-isu penting atau berbagi ide, radio memberi siswa anda suara yang percaya diri di dunia broadcasting” jelas Yanto.

Radio Suara Pelajar juga dapat meningkatkan literasi siswa dalam menulis, pasalnya, pertama kali seorang siswa melihat ‘mikrofon’ dan kemudian bertanya apa yang harus mereka katakan, mereka menyadari bahwa mereka perlu menulis skrip dan mempersiapkan tautan.

“Di Radio Suara Pelajar sudah pasti mempersiapkan bentuk skrip untuk acara bincang-bincang, drama radio atau wawancara telepon. Jelas bahwa menulis memainkan peran besar di radio dan meluas ke memenuhi Kurikulum Nasional dengan banyak cara” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini berharap, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga sasaran dan tujuan pelatihan ini dapat tercapai dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Kadis Andreas, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peserta, karena dapat melatih mental para pelajar juga sebagai wadah peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta khususnya berkaitan jurnalistik, yang nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat maupun bekal siswa di bangku kuliahnya nanti.

“Selain itu, program kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo mendulang pendengar khususnya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain” ungkap Kadis Kominfo.

Bonavintura Florecita Pi (16) siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Aesesa, mengaku senang berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut karena bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

“Jujur saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini, senang ada banyak ilmu yang didapat, bisa melatih dalam meningkatkan skill dan kemampuan berbicara ataupun bernarasi di depan umum” akunya.

Sekembalinya dari pelatihan ini, siswi yang akrab disapa Icha ini bahkan berencana membentuk sebuah tim sendiri guna memproduksi konten di sekolah sebagaimana sesuai dengan materi dan pelatihan yang didapat.

“Satu yang saya dapat dalam kegiatan ini adalah soal kerjasama tim, ini melatih kekompakan kami salam memproduksi konten atau berita. Nanti kami akan bentuk tim sendiri di sekolah” katanya.

Klaudius Yau pembina OSIS SMUK Baleriwu, Danga, mengatakan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut, karena sangat bermanfaat dan membawa dampak positif bagi siswa, sebab selama ini di sekolah siswa hanya diajarkan teori.

“Ini langkah awal, ke depannya di sekolah pasti ada implementasinya, seperti pembuatan konten akan tetap kami laksanakan, sehingga apa yang didapat hari ini bisa bermanfaat. Harapan saya mereka bisa mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan mampu menularkan ilmu yang diperoleh ke teman-teman lain” pungkasnya.(RSN/Sevrin).

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 114

Translate »