Waspada DBD, Dinas Kesehatan Nagekeo Himbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Mbay, nagekeokab.go.id – Masyarakat Kabupaten Nagekeo saat ini diharapkan senantiasa mewaspadai potensi penyebaran virus Demam Berdarah Dangue (DBD). Tingginya curah hujan di beberapa wilayah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, membuat nyamuk berjenis Aides Aegepty bebas berkembang biak di sekitar tempat tinggal.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo drg.Emerentiana Wahyuningsih mengatakan, data terakhir yang dihimpun dari Rumah Sakit Daerah Aeramo tercatat kasus DBD di Kabupaten Nagekeo hingga saat telah mencapai 25 orang, dengan rincian 6 orang suspec, 19 orang DBD dan 1 orang meninggal dunia.
Guna menekan angka penyebaran demam berdarah, Dinas Kesehatan Nagekeo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan dengan menerapkan pola 4 M Plus yakni Menguras, Menutup, Mengubur plus Memantau.
“Dengan tingginya kasus DBD tersebut, masyarakat diwajibkan untuk lebih waspada dan menerapkan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) juga menerapkan pola 4 M plus dalam kehidupan sehari – hari” ungkap Emerentiana, Kamis 20 Januari 2022 di Mbay.
Dijelaskannya pola 4 M plus yang dimaksud ialah menguras wadah air seperti bak mandi, gentong air, ember, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas setiap minggu agar telur dan jentik nyamuk tidak berkembangbiak dan menutup rapat semua wadah/penampung air agar nyamuk tidak masuk dan bertelur.
Serta mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, panci/baskom bekas, tempurung dan memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
“Masyarakat juga diminta agar jangan menggantung atau menumpuk pakaian, selalu menggunakan obat nyamuk di rumah, menggunakan kelambu, menanam bunga lavender dan daun sereh di sekitar pekarangan rumah hingga membubuhkan abate di bak penampungan air” katanya.
Emerentiana meyakini, apabila masyarakat menaati himbauan pola hidup 4 M plus dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, niscaya potensi penyebaran DBD dapat ditekan.
Selain himbauan di atas, Emerentiana mengatakan Dinas Kesehatan juga melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mengadakan fogging di wilayah yang ditemukannya warga terjangkit DBD.
Lebih lanjut Dia berharap apabila ada warga yang mengalami gejala DBD seperti mual, muntah, demam tinggi selama dua hari, ruam, serta nyeri otot dan sendi agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 66

Translate »