Stok Aman, Berikut Total Alokasi Pupuk Subsidi Nagekeo Tahun 2022

Mbay, nagekeokab.go.id – Tahun 2022, Kabupaten Nagekeo mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 4.009 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Olivia Mogi mengungkap, alokasi pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor :521.3/PSP2HP/1441 /X11/2021 pada tanggal 29 Desember 2021 lalu.

Menurut Oliva, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sudah menindaklanjuti SK tersebut dan saat ini stok pupuk bersubsidi sudah tersedia di 9 Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang tersebar di 7 Kecamatan.

Pupuk bersubsidi kemudian disalurkan kepada masing-masing kelompok tani yang terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Stok pupuk subsidi aman dan tersedia di KPL tinggal petani lakukan penebusan” ungkap Oliva Jumat 22 Januari 2022 di Mbay.

Total alokasi pupuk subsidi yang diperoleh Kabupaten pada tahun ini terdiri atas pupuk Urea sebanyak 1.,512 ton, pupuk SP-36 sebanyak 500 ton, pupuk NPK sebanyak 1.188 ton, organik granular 500 ton dan organik cair 309 ton.

Menurut Oliva jumlah alokasi tersedia lebih kurang dari jumlah usulan petani sebagaimana sesuai dengan kebutuhan pupuk berdasarkan data e-RDKK. Adapun  data usulan e-RDKK tahun 2022 antara lain Urea 3.583.884 kg, SP-36 5.479 kg, NPK       6.258.877 kg, Organik Granular 1.269.401 kg dan Organik cair 669 kg.

Alasannya, alokasi pupuk bersubsidi berkurang karena beberapa pertimbangan antara lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas untuk memberi subsidi pupuk.

Pemerintah juga secara perlahan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia hingga mengadvokasi petani  menambah kebutuhan nutrisi tanaman dg bahan organik (pupuk organik).

“Tugas Dinas memastikan petani ajukan kebutuhan pupuk melalui e-RDKK dibantu oleh PPL yang ditunjuk untuk mengupload ke dalam aplikasi, PPL sebagai user name/admind e-RDKK” jelasnya.

Kendati demikian, ada kemungkinan Dinas Pertanian kembali mengajukan alokasi tambahan apabila terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, namun hal itu bisa dilakukan jika penyerapan kuota pupuk bersubsidi di kabupaten lain masih rendah sehingga bisa diusulkan realokasi antar kabupaten maupun realokasi antar KPL dalam kabupaten.

Selain itu, terkait kekurangan alokasi pupuk bersubsidi, Dinas Pertanian sudah melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia sebagai Holding Company agar dapat menyediakan pupuk non subsidi di kios pupuk lengkap/KPL.

Sementara itu, guna mempermudah petani yang ingin mendapatkan pupuk non subsidi, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pertanian memfasilitasi para petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diperoleh di OJK terkait karena selisih harga eceran tertinggi antara subsidi dan non subsidi cukup jauh.

“KUR Usaha Tani (UT) yang kami sudah sosialisasi melalui BRI” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 120

Translate »