Pemkab Nagekeo Dorong Petani Akses KUR Guna Meningkatkan Produksi

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo melalui Dinas Pertanian mendorong para petani  memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai akses permodalan pengolahan lahan serta permodalan lainya untuk mendorong peningkatkan hasil produksinya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Oliva Monika Mogi mengungkapkan, skema KUR diperuntukkan membantu masyarakat kecil yang disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara). Sehingga, dengan keterbatasan modal pemerintah memberikan suntikan modal, supaya petani bisa termotivasi dan untuk pemenuhan sarana produksi guna mendongkrak capaian produksi panen.

Oliva menjelaskan Tahun 2022 Kementerian Pertanian mengalokasikan KUR Pertanian Rp.90 Triliun, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp. 70 Triliun.

“Pemerintah sudah menyiapkan kredit usaha tani terutama akses permodalan mulai dari persiapan lahan, benih, biaya alat, biaya sarana produksi pertanian seperti pembelian benih, pupuk dan juga obat-obatan” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Oliva Mogi di ruang kerjanya pada Selasa (26/02/2022).

Menurut Oliva, data yang dihimpun Dinas Pertanian Nagekeo umumnya petani di Nagekeo belum seluruhnya mengakses permodalan melalui KUR. Salah satu kendalanya adalah mayoritas petani yang ingin mendapatkan KUR tidak memenuhi persyaratan pihak bank sebagai kreditur, karena masih terlibat hutang ataupun pinjaman di lembaga keuangan lainya.

Meski begitu, Oliva mengatakan, Dinas pertanian bersama pihak Bank akan tetap berupaya mencari solusi sehingga persyaratan mutlak tersebut dapat ditinjau lagi sembari melihat situasi dan kondisi petani dengan catatan petani sebagai debitur berkomitmen dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengembalikan pinjaman.

“Kita tentu mendorong petani untuk bisa memanfaatkan akses KUR ini demi meningkatkan hasil produksi mereka, karena KUR ini murni untuk permodalan dengan bunga yang cukup terjangkau” ungkap Oliva.

Di sisi lain, berdasarkan evaluasi pihak Bank, selama ini tidak sedikit petani yang mengakses KUR terkadang mandek pada saat cicilan. Salah satu faktor utamanya adalah pinjaman KUR yang diajukan petani terkadang tidak tepat sasaran, bahkan pinjaman KUR yang besarnya disesuaikan dengan analisis usaha tani justeru disalahgunakan untuk kebutuhan yang bukan untuk kepentingan produksi.

Menanggapi fenomena tersebut, Oliva menegaskan bahwa Dinas Pertanian Nagekeo akan terus berkolaborasi bersama Bank-bank penyalur KUR dengan mencari jalan keluar agar manfaat KUR bagi tepat sasaran dan tepat guna. Salah satu kiatnya adalah melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) memfasilitasi petani dan pihak Bank sehingga penyaluran KUR dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

“Kami dinas pada prinsipnya membantu petani meminimalisir potensi terjadinya penyalahgunaan pinjaman tersebut. Misalnya petani pinjam Rp.15 Juta sesuai dengan analisa usaha tani namun penyalurannya tidak sekalian, akan tetapi disalurkan bertahap sesuai dengan besaran kebutuhan sesuai luas lahan yang sudah kita kaji” jelasnya.

Maksimalkan Kinerja PPL

Oliva menyampaikan Dinas Pertanian Nagekeo bersama lembaga keuangan penyalur KUR akan terus berupaya agar KUR dapat diakses oleh para petani sesuai dengan peruntukannya yakni membantu masyarakat kecil khususnya petani demi meningkatkan produksi panen.

Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo ini berharap bahwa ke depannya, kinerja PPL yang selama ini membantu mendampingi petani benar-benar dimaksimalkan sesuai dengan tugas pokoknya. Sebab satu dari 9 indikator kinerja yang harus dipenuhi seorang PPL ialah terwujudnya akses pelaku utama dan pelaku usaha ke kelembagaan keuangan, informasi sarana produksi.

“Jadi PPL ini harus benar-benar memperhatikan tugas mereka, karena dalam 9 indikator kinerja itu tugas seorang PPL itu harus bisa memfasilitasi petani untuk akses permodalan ke lembaga keuangan” ungkap Oliva.

Ke depan kata Oliva, PPL harus menjadi fasilitator menjembatani petani dan pihak bank sehingga mempermudah petani mengakses KUR dengan berbagai sosialisasi dan dampingan langsung ke petani yang bersangkutan.

Lebih lanjut Oliva berharap, dibantu dampingan PPL, petani yang mengakses KUR harus konsisten memperhatikan hasil produksi panen, minimal memiliki target hasil produksi olahan lahan harus melebihi biaya produksi yang sudah dikeluarkan.

“Petaninya sendiri harus benar-benar perhatikan itu, paling tidak tahapan-tahapan pengolahan lahan minimal sesuai dengan sapta usaha tani. Dari Persiapan lahan sampai panen dilakukan secara intensif tepat dan benar. Petani juga didorong untuk lebih kreatif dan inovatif, tidak terpaku pada pola-pola konvensional. Jangan sampai turun ke sawah hanya pas tanam selanjutnya tidak, tunggu panen baru ke sawah lagi” ungkapnya.

Harapan Petani

Terpisah ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) KM 1.6 Kiri Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa  Anselmus Djogo menjelaskan bahwa mayoritas petani  menyambut baik kebijakan pemerintah menanti bantuan permodalan melalui skema KUR.

Menurut Anselmus, khusus petani di wilayahnya selama dua tahun terakhir tidak ada satupun yang mengajukan pinjaman KUR.

“Terakhir itu dua tahun lalu, tapi itu seingat saya tidak ada yang ajukan pinjaman karena persyaratan terlalu berat” ungkapnya.

Anselmus mengaku, mayoritas petani ingin mengakses KUR berharap agar peserta yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada petani yang ingin mengajukan pinjaman agar dipermudah.

“Kami kemarin sudah ada penyampaian dari PPL mengenai KUR ini, kita sebenarnya antusias dengan kebijakan pemerintah apalagi ini untuk bantu modal olah sawah, intinya petani ini mau mengajukan pinjaman berharap agar persyaratan itu jangan berbelit-belit” harapanya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 139

Translate »