Kanwil Kemenkumham NTT Gandeng Pemkab Nagekeo Sosialisasi Pengenalan Kekayaan Intelektual

Mbay, nagekeokab.go.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur memberikan pemahaman dan sosial kepada para stekholder di lingkungan Pemkab Nagekeo tentang kekayaan intelektual.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Pepita, Mbay pada Kamis 24 Maret 2022 ini mengusung tema “Perlindungan Kekayaan Intelektual Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi”.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kanwil Kemenkumham NTT, bekerja sama dengan Pemkab Nagekeo melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten juga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Nagekeo.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan Satuan Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Nagekeo dan juga beberapa pelaku usaha.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT, I Gusti Putu Nilawati dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kekayaan Intelektual merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.

“Pada intinya kekayaan intelektual adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual” jelasnya.

Mila begitu Ia akrab disapa menyatakan kegiatan tersebut bagian daripada respon Kanwil Kemenkumham NTT atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Koperindag dan UMKM maupun Dekranasda untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerahnya.

“Ini kan kegiatannya sosialisasi, jadi bagaimana kita memberikan pemahaman kepada stekholder kita bagaimana pentingnya mendaftarkan kekayaan intelektual yang mereka miliki” jelas Mila.

Ia mengatakan, dalam prakteknya, Tim Kanwil Kemenkumham NTT  menyampaikan informasi penting terkait pendaftaran Merk, Hak cipta, dan Paten. Mereka juga mendampingi para peserta dalam memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual secara teknis baik kekayaan secara komunal maupun personal.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektualnya. Dan tentunya akan berdampak pada tumbuhnya perekonomian di masa Pandemi Covid-19.

“Sekarang yang sedang kita galakan itu yang komunal, di mana di Kabupaten Nagekeo ini kita punya produk unggulan, ada tenun, komoditas perkebunan seperti pala, kopi, cokelat dan kuliner khas. Ini yang harus kita pikirkan untuk bisa menambah PAD” ujarnya.

Menurut Mila, selain itu, dalam sosialisasi tersebut juga membahas soal ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional dan juga indikasi geografis yang juga merupakan kekayaan intelektual yang bisa dilindungi.

Lebih lanjut Mila menegaskan bahwa Kanwil Kemenkumham NTT juga menyatakan kesediaannya untuk membuka ruang konsultasi dan diskusi kepada semua pihak mengenai perlindungan Kekayaan Intelektual. Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenkumham NTT memberikan sertifikat untuk dua produk kekayaan intelektual Kabupaten Nagekeo yakni Go Laba dan Tua Bha.

Di tempat yang sama Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyampaikan apresiasi ucapan terima kasih kepada pihak Kanwil Kemenkumham NTT atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Bupati Don Bosco, Pemkab Nagekeo siap bersinergi dan berkolaborasi bersama Kemenkumham dalam rangka melindungi juga mengembangkan kekayaan intelektual demi meningkatkan ekonomi lebih khusus di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Terima kasih, ini bagian daripada sinergitas antara kita dalam rangka pemulihan ekonomi. Mudah mudahan apa yang mereka ciptakan memiliki nilai ekonomis” kata Bupati Don Bosco.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Kemenkumham yang telah mendaftarkan dua kekayaan intelektual yang dimiliki oleh Kabupaten Nagekeo berikut maknanya.

“Saya juga langsung bisa menjabarkan apa yang harus kami kerjakan  ke depannya. demikian juga dengan hak intelektual terutama yang komunal kita akan usahakan tenun Dhowik ini bisa dipatenkan” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati berharap, selain kekayaan intelektual komunal seperti tenun ikat, para ASN seperti guru, PPL, maupun masyarakat umum bisa menghasilkan kekayaan intelektual personal.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 110

Translate »