Bupati Nagekeo Membuka Kegiatan Konggres Tahunan Askab PSSI

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do membuka secara resmi kegiatan Kongres Tahunan Askab PSSI Kabupaten Nagekeo di Aula Setda Nagekeo pada Sabtu 27 Maret 2022.

Dalam sambutannya  Bupati Nagekeo berharap Kongres Askab PSSI bisa membawa dampak positif bagi kemajuan sepakbola di Nagekeo dengan cara berpikir global dan bertindak lokal.

Bupati meminta agar seluruh pelaku sepakbola di Nagekeo mulai dari Askab, pemilik klub hingga wasit dapat memajukan sepakbola melalui aksi nyata bekerja dengan hati, pikiran dan juga tindakan.

“Saya minta betul kita mulai memeriksa hati kita, kita siap bekerja atau tidak, kemudian hati menggerakkan otak, kalau kita datang dengan hati dan memberi diri, beberapa tahun sepakbola kita akan maju. Memulai dengan hati, otak berpikir kemudian fisik bekerja” katanya.

Bupati berharap, konggres tahunan Askab dapat mempersiapkan diri guna mengikuti ajang turnamen Piala Soreatin 2022 umur 17 tahun yang akan diselenggarakan di Maumere Kabupaten Sikka.

“Ujian kita itu Piala Soeratin 2022. Ini disusun secara baik apakah kita memiliki sumber daya, bagaimana kita menyelesaikan, untuk memantau para pemain dalam mengikuti Soreatin Cup.

Yang paling penting itu fisik mereka, sehingga pemain yang turun saat pertandingan itu dengan fisik terbaik” pesan Bupati.

Lebih lanjut Bupati menegaskan bahwa Pemkab Nagekeo pada prinsipnya mendukung kemajuan sepakbola. Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bupati yang akrab disapa Dokter Don ini berharap agar intervensi anggaran dapat diperhatikan dengan baik untuk cabang olahraga sepakbola.

“Anggaran di Dispora diperhatikan betul, minimal di perubahan ini bisa kita angggarkan” pesannya.

Ketua Askab PSSI Nagekeo Indra Ayub Mere Yua dalam sambutannya menyampaikan kehadiran para peserta Kongres menunjukkan optimisme dan tekad kuat, bahwa tidak ada kata terlambat untuk kemajuan sepakbola Nagekeo.

Indra mengatakan bahwa, industri sepakbola tanpa disadari sudah berperan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Sebuah negara bahkan bisa menjadi lebih kuat dan lebih erat persatuannya akibat sepakbola.

“Sepakbola menghilangkan segala perbedaan yang ada, karena ketika seorang pemain turun ke lapangan, tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi, semua sama ketika turun ke lapangan” katanya.

Indra mengungkapkan, konggres ini dapat terlaksana, seratus persen sumbangsih dari cinta para peserta kongres.

“Terima kasih banyak. Justru cinta dan kegilaan inilah, jika diatur secara baik, dalam sebuah tata kelola organisasi yang mumpuni, sepakbola sebagai sebuah industri di Nagekeo bukan sebagai keniscayaan. Dan tidak mungkin jika apa yang kita upayakan ini, 5, 10 ataupun 20 tahun mendatang, kita akan memetik hasilnya” ungkap Indra.

Indra mencontohi masyarakat di negara-negara Amerika Latin kurang lebih kondisi ekonominya mirip dengan Indonesia. Satu hal yang membedakan Indonesia dengan negara-negara Amerika latin adalah sepakbola. Bagi masyarakat Amerika Latin, sepakbola adalah “obat kemiskinan”.

“Dengan paradigma yang tertanam seperti itu, sepakbola seakan menjadi agama baru yang menyelamatkan masyarakat dari jurang kemiskinan” jelas Dia.

Menurut Indra, kurangnya pembinaan dan perhatian dari pemerintah menjadi alasan buruknya prestasi dan pemanfaatan dari industri paling menjanjikan di bumi ini.

Kehadiran Bapak tentunya sebagai awal bentuk kolaborasi untuk tercapainya harmonisasi dalam pembangunan sepakbola Nagekeo yang sebenarnya dan inilah yang dinamakan sinergitas.

Ia menjelaskan, instrumen penting untuk terwujudnya sinergitas adalah mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola yang pada poin 13 menginstruksikan para Bupati/Walikota untuk menyediakan dan mengalokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan kewenangan daerah berdasarkan kemampuan keuangan daerah masing-masing, untuk prasarana dan sarana, pembinaan, kompetisi amatir, kompetisi kelompok umur sepak bola elit (unggulan), dan training center di wilayah masingmasing, untuk peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

“Saya tekankan dan ingatkan secara tegas di forum ini, jangan ada lagi kekerasan dan kecurangan di dalam sepakbola. Pemain memukul pemain, pemain memukul wasit, wasit menjadi mafia pertandingan dan suporter bertindak brutal dan beringas. Kita harus menanamkan tekad di dalam hati kita, sebagaimana tampilan pakaian yang kita kenakan hari ini, bahwa sepakbola harus menjadi tontonan yang elegan dan indah untuk dinikmati” katanya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 207

Translate »