Ketua TP PKK Nagekeo Minta Dasawisma Harus Berperan Aktif Memerangi Stunting

Mbay, nagekeokab.go.id – Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo dr. Yayik Parwita Gatih berharap organisasi Dasawisma yang notabene merupakan binaan PKK di level yang paling bawah sejatinya bisa berperan aktif dalam memerangi stunting.

“PKK diberi peran yang sangat penting untuk memerangi stunting, Dasawisma adalah unit terkecil dari organisasi PKK.

Kita harus bisa manfaatkan dasawisma untuk peduli terhadap keluarga secara komprehensif” ungkap dr Yayik saat memaparkan materi dalam kegiatan rembuk stunting yang diselenggarakan Pemkab Nagekeo di Rest Area Kampung Adat Tutubhada, pada Jumat 1 April 2022.

dr Yayik menyatakan, stigma masyarakat terhadap organisasi PKK yang selalu dikonotasikan dengan organisasi perempuan dan ibu-ibu yang hanya tau memasak di dapur harus bisa dihilangkan mulai saat ini.

Sebab, PKK sebagai organisasi yang memiliki payung hukum yang jejaring luas, dalam implementasinya di lapangan menjalani seluruh sendi kehidupan manusia melalui 10 program PKK. Karena itu, dr Yayik berharap dasawisma idealnya bisa menjalani 10 progam tersebut secara menyeluruh dan komperhensif. Apabila 10 program PKK bisa dijalankan dengan baik, niscaya angka stunting di Kabupaten Nagekeo bisa diturunkan.

“Kalau program itu benar-benar kita jalani tidak ada stunting, karena kita bergerak bersama mencari tau apa yang dibutuhkan masyarakat terutama di level keluarga bagaimana menanamkan karakter pasutri muda, mengetahui kebutuhan  sandang, pangan kesehatan sampai merencanakan keluarga yang siap membangun keluarga dan mendidik anak” katanya.

Kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Nagekeo, dr Yayik berharap agar pihak pemerintah desa dapat menginventarisir pembentukan dasawisma minimal 1 RT 1 Dasawisma.

Dengan membentuk Dasawisma di setiap RT, maka, dalam upaya menangani stunting akan menemukan kemudahan soal pendataan. Sebab itu, dasawisma harus bisa mendata apa saja yang terkait dengan stunting ini di wilayah binaan Dasawisma masing-masing.

“Kalau Dasawisma kita bisa kuat dan bangkit seluruh program kita bisa berhasil. Ke depan bagaimana kita memanfaatkan dasawisma untuk pedulikan terhadap keluarga secara komprehensif. Mari kita sama-sama bersama Kepala Desa Dasawisma kita bergabung dalam tim percepatan penurunan stunting” ajaknya.

Lebih lanjut dr Yayik menyarankan dasawisma harus menjadi pionir bagi keluarga untuk kembali menjalani proses produksi secara mandiri yang belakangan sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan direbut kapitalis.

“Kita harus memampukan keluarga agar bisa mandiri, hal hal yang bersifat konsumtif yang diambil dari kapasitas.

 Salah satu contohnya minyak goreng padahal minyak goreng ini tidak harus antre, kita bisa manfaatkan kelapa untuk dijadikan minyak kelapa sehat. Kemudian sumber protein kita bisa pelihara ayam, manfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam holtikultura dan sebagainya untuk sumber makan kita sendiri” pesan dr Yayik.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 101

Translate »