Pesan Bupati Nagekeo Kepada Guru PPPK, Jangan Puas Diri dan Selalu Belajar

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyerahkan sekaligus menandatangani Surat Keputusan (SK) Perjanjian Kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru tahap 1 formasi 2021 di lingkup Pemkab Nagekeo di Aula Setda Nagekeo pada Rabu 6 April 2022.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Don Bosco mengingatkan para guru agar tidak cepat puas diri dan senantiasa terus berupaya belajar dan mencari referensi dari berbagai sumber dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya mencerdaskan anak didik.

“Perlu disadari ini bagian dari tuntutan panggilan pada profesi guru, artinya Tuhan memberikan talenta kepada saudara, saudara pantas menerima tugas. Sebagai penerima kewajiban ini adalah mengembangkan talenta anak didik jangan puas diri selalu belajar mendampingi anak didik untuk bisa menemukan jalan hidupnya di kemudian hari” pesan Bupati.

Kepada Guru PAUD, Bupati berharap mereka bisa memahami dan mengenal psikologi anak, karena siswa PAUD merupakan peserta didik yang pertama kali berinteraksi dengan anak-anak lain selain orang-orang di dalam rumahnya.

“Mungkin di rumah mereka menjadi ratu atau raja, sehingga ketika berkumpul dengan teman di sekolah harus ada nilai yang harus diajarkan dan dibiasakan dengan bagaimana pertama kali barang dan fasilitas yang ada anak harus bisa berbagi dengan teman-teman lain. Mereka belajar sambil bermain. Pendidikan karakteristik harus benar-benar diterapkan” ungkapnya.

Bupati Don Bosco menegaskan kepada guru maupun lembaga Pendidikan PAUD, jangan sekali-kali menggunakan anak sebagai obyek observasi untuk suatu kepentingan seperti mendandani anak kayaknya artis. “Ingin saya tekankan di sini guru paud jangan jadi obyek observasi didandani seperti artis dan diajarkan sensual” pesan Don Bosco.

Sementara untuk para guru SD, Bupati Don Bosco berpesan agar bisa memetakan pola pendampingan anak didik sesuai dengan tingkatan. Guru yang menangani kelas awal mulai kelas 1, 2 dan 3 fokus utamanya adalah numerasi dan literasi dasar. Kemudian setelah siswa duduk di bangku kelas 4, 5, dan 6, guru harus bisa memastikan bahwa siswa minimal bisa membaca 1 buku setiap Minggu.

“Sehingga siswa yang duduk di bangku kelas 4, 5, dan 6, dalam semingu siswa harus mampu menceritakan kembali dengan kata sendiri apa yang mereka baca” tandasnya.

Selanjutnya, kepada guru SMP Bupati menekankan agar guru mampu memetakan talenta dan kompetensi atau profileing siswa guna melanjutkan pendidikan ke bangku SMA. Dengan demikian, tugas guru mata  pelajaran di SMP adalah wajib memberikan rekomendasi kepada anak maupun orang tua sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki anak.

“Target dari pembelajaran dan kurikulum di SD: dgn membaca, anak – anak mengenal dunia dan alam semesta. Kemudian di tingkat SMP, guru mata pelajaran dan kepala sekolah harus bisa memetakan (profiling) minat dan bakat anak serta kompetensinya. Anak akan diarahkan sesuai minat, bakat serta kompetensinya. Apakah melanjutkan pendidikan ke SMU atau sekolah2 Vokasi (SPP, SMK)” ungkap Bupati Don Bosco.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Penilaian Kinerja Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Nagekeo, Shita Krisna Wijayanti menyampaikan bahwa SK penerimaan SK tersebut berdasarkan UU No 5 tahun 2015 tentang ASN, Peraturan Pemerintah No 49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, Peraturan Presiden No 98 Tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan PPPK dan Peraturan Badan Kepegawaian Negara No 18 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Badan Kepegawaian Negara No 1 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PPPK.

Ia menyatakan, PPPK guru yang pada kesempatan tersebut menerima SK merupakan mereka yang telah lulus seleksi administrasi dan seleksi kompetensi diangkat menjadi PPPK jabatan fungsional guru yang menerima SK pada hari kesempatan tersebut berjumlah 53 orang dengan rincian Guru TK 10 orang, SD 9 orang dan SMP 34 orang.

“Dari jumlah formas PPPK Guru sesuai penetapan Kebutuhan ASN Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dari Menpan RB sebanyak 270 formasi terisi sebanyak 119 dengan rincian tahap 1 sebanyak 54 orang dan tahap 2 sebanyak 65 orang. PPPK lulus tahap 2 sebanyak 65 orang menunggu penetapan persetujuan tekhnik NIPPP dari Badan Kepegawaian Nagara X Denpasar” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa setelah menerima SK tersebut, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi tehadap kinerja PPPK yang rencananya akan dilaksanakan menjadi dua bagian yakni pengenalan tugas dan fungsi ASN yang menjadi tanggung jawab LAN sebagai institusi pembina Diklat dan pengenalan nilai dan etika pada instansi pemerintah menjadi tanggung jawab instansi PPPK. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 468

Translate »