Dukcapil Nagekeo Masuk 3 Besar Pelayanan Administrasi Kependudukan Terbaik di NTT

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo di bawah kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do terus berupaya melakukan berbagai inovasi program dalam rangka  mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Salah satunya yakni pelayanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Berbagai program dan inovasi yang dijalankan Dukcapil Nagekeo dalam urusan pelayanan administrasi kependudukan membawa Nagekeo masuk dalam tiga besar Kabupaten dengan pelayanan administrasi Kependudukan terbaik se provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Dukcapil Kabupaten Nagekeo Imanuel Ndun menyatakan, capaian tersebut didasari penilaian yang diberikan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tahun 2022 atas kinerja dengan memenuhi 10 indikator pada penilaian di tahun sebelumnya antara lain perekaman KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), Pelayanan Online, Akta Kelahiran, hingga kemudahan akses data dan pelayanan terintegrasi.

“Kita Pemerintah Kabupaten mendapat semacam reward, penilaiannya secara Nasional yang mana selama ini Nagekeo selalu masuk 10 besar untuk ukuran NTT, dan sekarang kita masih 3 besar” ungkap Imanuel di ruang kerjanya pada Kamis 14 April 2022.

Dijelaskannya, dalam proses pelayanan kepada administrasi kependudukan kepada masyarakat Dukcapil Nagekeo melakukan berbagai inovasi dan terobosan antara lain dengan menerapkan skema Pelayanan tetap di kantor dan terjun langsung ke pelosok-pelosok desa setiap hari Rabu dan Jumat dalam sepekan.

Pelayanan yang bisa diakses masyarakat yakni KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran, Akta Nikah, Akta hingga Kartu Keluarga. Adapun Inovasi yang dijalankan Dukcapil selama ini diantaranya BLAS atau Bayi Lahir Akte Siap dan OMAS atau Orang Mati Akta Siap. Selain berinovasi, ada juga strategi lain yang dilakukan Dukcapil yakni menambah fasilitas dan peralatan pendukung guna melancarkan pelaksanaan layanan masyarakat.

Beberapa inovasi ini didukung melalui tindakan konkret di lapangan yaitu menerapkan pola jemput bola dengan menugaskan staf khusus untuk mendata apabila ada kelahiran ataupun kematian sehingga segera ditertibkan Akta. Dalam prakteknya, Dukcapil Nagekeo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui Pustu dan Lembaga Agama.

Menurut Imanuel, inovasi tersebut dinilai efektif, sebab fakta menunjukkan ada peningkatan jangkauan akses administrasi kependudukan seperti KTP bagi masyarakat, yang mana saat ini sudah mencapai 85 persen dari total semua masyarakat Kabupaten Nagekeo.

Asisten l Setda Nagekeo ini merincikan, berdasarkan data yang dihimpun Dukcapil, ada sekitar 119. 656 jiwa masyarakat Kabupaten Nagekeo seharusnya sudah memiliki KTP elektronik. Akan tetapi hingga saat ini baru sekitar 99.618 jiwa, 18.332 atau jika dipresentasikan mencapai kurang lebih 15 persen masyarakat Nagekeo belum memiliki KTP.

“Ini sudah seharusnya menjadi tugas dan pelayanan kita untuk terus melayani masyarakat, karena yang belum ber-KTP ini berasal dari seluruh pelosok Kabupaten Nagekeo” tandasnya.

Lebih lanjut Dukcapil menargetkan, jelang Pemilu serentak pada tahun 2024 nanti seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo harus semuanya sudah memiliki KTP elektronik. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 476

Translate »