Dukung Program Pemprov NTT, Pemkab Nagekeo Siapkan Potensi Lahan Budidaya Bambu

Mbay, nagekeokab.go.id – Guna mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengoptimalkan budidaya bambu, Bupati Johanes Don Bosco Do menegaskan bahwa Pemkab Nagekeo sudah mengidentifikasi potensi lahan yang akan dijadikan pusat budidaya bambu.

Bupati Don Bosco merincikan, adapun spot-spot kawasan ideal tanaman bambu bisa dibudidayakan meliputi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) menuju Waduk Lambo/Mbay mulai dari Olaia, Labolewa, Ulupulu, Ulupulu l, Pagomogo, Raja Selatan hingga sebagian wilayah Kotakeo.

“Kita kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Yayasan Bambu Lestari. Ini sekaligus dua tujuan, yakni tanam bambu untuk tujuan ekologis, dan ekonomis” ungkap Bupati Don Bosco pada Kamis 14 April 2022.

Menurut Bupati Don Bosco, Pemkab Nagekeo menargetkan kurang lebih 2000 hektar kawasan yang akan dijadikan pusat budidaya bambu. Apabila wilayah sekitar DAS menuju Waduk Lambo/Mbay belum mencapai 2000 ha, maka akan diupayakan untuk diekspansi ke arah barat mulai dari DAS Aemau yang meliputi sebagian besar wilayah Kecamatan Aesesa Selatan.

Don Bosco mengungkapkan, kerja sama masyarakat dalam mendukung Pemerintah guna menyukseskan program tersebut sangat dibutuhkan, salah satu caranya adalah bagi warga yang memiliki lahan di sekitar DAS agar dimintai pengertiannya untuk merelakan lahannya untuk ditanami bambu.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke Nagekeo Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat berkesempatan melakukan penanaman bambu di embung Malabhuga Desa Ulupulu I , Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo – Provinsi NTT, pada Selasa 12 April lalu.

Gubernur Victor meminta ada tindak lanjut pengolahan bambu menjadi kerajinan tangan seperti tas dan topi dari bahan bambu, sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi keluarga.

Gubernur NTT menjelaskan, taman bambu memilki manfaat bagi kelestarian lingkungan, karena bambu merupakan tanaman konservasi dengan kemampuannya menjaga ekosistem air. Sistem perakaran bambu yang sangat rapat dan menyebar ke segala arah mampu menahan tanah dari erosi.

“Selain sebagai pelestarian lingkungan, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk budidaya tanaman bambu guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, dengan membekali masyarakat dalam keterampilan memproduksi kerajinan bambu hingga berdaya jual tinggi,” jelas Gubernur Viktor.

Koordinator Yayasan Bambu Lestari , Juruslan Rangga Ndimba mengajak seluruh masyarakat di wilayah itu untuk bergerak menanam bambu. Sebab, bambu memberi banyak manfaat untuk kehidupan manusia saat ini dan akan datang, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi. Dari sisi ekologi, satu rumpun bambu dapat menghasilkan setidaknya 5 ribu liter air.

“Dengan menghasilkan air sejumlah, maka kehidupan semua makhluk hidup bisa terpenuhi.  Oleh karena itu kedepannya kita bersama-sama menanam bambu,” ungkapnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 108

Translate »