Pemkab Nagekeo Jalin Kerjasama Dengan Universitas Nusa Cendana

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo resmi melakukan nota kesepakatan (MoU) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Kelembagaan.

Penandatangan nota kesepakatan dilakukan langsung Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama Rektor Universitas Cendana, DR. Maxs Ebenhezer Sanam di aula Kantor Bupati Nagekeo, Kompleks Civic Centre Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa pada Jumat 22 April 2022.

Hadir mendampingi Rektor Undana pada kesempatan itu Wakil Rektor Undana DR. I Wayan Mudita, Direktur PPS Prof. Tan Felix, Kepala Lembaga 2 DR. Dami Adar, Koordinator Prodi Prof. P.D Rozari dan Sekretaris LP3M C. Feonay, SE. M.Si.

Sementara dari Pemkab Nagekeo sendiri dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemkab Nagekeo.

Dalam pemaparannya Rektor Undana DR. Maxs Sanam menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan yang didapatkan bukan hanya melalui lembaga pendidikan seperti Universitas saja, akan tetapi bisa diperoleh di luar kampus seperti di lingkungan masyarakat dengan menerapkan metode merdeka belajar.

“Dengan demikian, insan akademik perguruan tinggi Nusa Cendana bersama seluruh civitas akademika, tidak lagi hanya menghabiskan waktu selama empat tahun bahkan lebih di dalam kampus saja, akan tetapi bisa berada di luar kampus” ujarnya.

Menurut DR. Maxs konsep belajar di luar kampus bagi mahasiswa seperti merdeka belajar dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diterapkan Universitas Nusa Cendana Kupang saat ini tidak hanya berlangsung selama dua atau empat bulan, akan tetapi dilaksanakan selama enam bulan bahkan lebih.

Selain mahasiswa, Dosen Universitas Nusa Cendana juga dituntut agar tidak hanya mengejar karir akademik saja, akan tetapi harus mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Indonesia sekarang berada pada periode mendapatkan bonus demografi, jadi kita mendorong supaya orang muda ini bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa ini. Mahasiswa belajar dan juga harus bisa berdampak” ungkap DR. Maxs.

Ia mengatakan, konsep belajar di luar kampus juga tidak hanya berlaku bagi mahasiswa saja, akan tetapi juga diterapkan oleh para dosen. Karena itu, seluruh civitas akademika Universitas Nusa Cendana mencoba untuk mulai mengubah pola berpikir (mindset) agar dapat mengejar ini dengan mengusung slogan Undana Untuk NTT dan NTT untuk Undana.

“Sangatlah ironi ketika ada permasalahan ada di sekitar kita, akan tetapi Undana tidak bisa melakukan apa-apa. Dosen ketika hanya mengejar karir akademiknya itu hal yang biasa, akan tetapi ketika Dosen bisa melakukan sesuatu yang diluar tupoksinya, berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara itu baru luar biasa” katanya.

Jalinan kerja sama antara Pemkab Nagekeo dan Universitas Nusa Cendana rencananya akan dilaksanakan mulai semester depan, dengan mendistribusikan mahasiswa untuk melakukan magang, PKL maupun KKN di wilayah Kabupaten Nagekeo sesuai dengan basic dan kompetensi yang dimiliki.

“Sebagai Rektor saya berharap Nagekeo menjadi target utama kita. Nagekeo bisa menjadi Pilot project dengan sejumlah potensi yang dimiliki daerah ini” ungkapnya.

Menurut DR. Maxs ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa Undana di Nagekeo sesuai dengan basic dan kompetensi yang dimiliki, salah satu contohnya adalah melakukan riset terhadap potensi kampung adat.

“Terima kasih Bapak Bupati yang sudah menerima kami dengan energinya yang luar biasa, Undana siap menjalin kerjasama ini. Ada begitu banyak hal yang bisa kami lakukan, semoga Undana bisa berkontribusi bagi masyarakat” ucapnya.

Sementara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menuturkan, Pemkab Nagekeo  menyambut baik dan siap menjalin kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana. Bagi Bupati Don Bosco MoU antara kedua lembaga ini merupakan wujud tindakan nyata seorang pemimpin untuk memulai melakukan sesuatu hal yang berguna bagi masyarakat.

Bupati Don Bosco berharap, jalinan kerjasama antara Pemkab Nagekeo dan Universitas Nusa Cendana ini dapat membawa suatu perubahan lebih khusus geliat ekonomi di tengah masyarakat. Salah satu tantangan nyata yang dirasakan saat ini adalah proses produksi khususnya di sektor pertanian dan peternakan dirampas oleh kapitalis.

“Usaha kita mengendalikan proses produksi yang sudah dirampas oleh kapitalis untuk kembali ke tangan orang kebanyakan.

Selain proses produksi di bidang pertanian maupun peternakan, usaha keterampilan seperti anyaman, tenun yang mana sudah secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Nagekeo harus bisa dibangkitkan kembali.

Menurut Bupati Don Bosco kerajinan dari bahan lokal wajib dilestarikan, pasalnya, selain bernilai ekonomis, bahan lokal berdampak positif bagi masyarakat, karena mengurangi pengguna produk berbahan dasar plastik.

“Ini pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat, akan tetapi dirampas oleh kapitalis. Akibatnya rumah kita banyak waktu terbuang, dan buruknya lagi waktu terbuang itu dihabiskan hanya untuk urusan konsumtif yang ekstraktif sifatnya” katanya.

Bupati Don Bosco mengapresiasi revolusi yang dilakukan Undana di bawah kepemimpinan DR. Maxs dengan terobosan dan gebrakan konsep belajar tidak hanya fokus di kampus.

“Saya berharap MoU kerjasama ini dapat membuka ruang agar bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kita yang hadir pada kesempatan ini punya semangat yang sama, sehingga  masing-masing Perangkat Dinas ini bisa melihat, apa yang dimiliki dan harus berhubungan dengan mahasiswa mana dan dosen siapa” ungkap Don Bosco.

Karena itu, Bupati Don Bosco berharap agar ke depannya, semua Kepala Dinas di Lingkup Pemkab Nagekeo memiliki contact person dengan pihak Akademika Universitas Nusa Cendana sehingga dapat berkomunikasi dan berkonsultasi untuk mendiskusikan banyak hal. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 267

Translate »