Optimalisasi Skema Bantuan Bagi Kaum Muda, Ini Yang Dilakukan Pemkab Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo di bawah kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja bertekad untuk bisa melakukan optimalisasi skema bantuan bagi pemerintah bagi kaum muda (Milenial).

Karena itu, Bupati Don Bosco Do mengatakan, langkah yang harus Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) ialah melakukan optimalisasi pendataan kependudukan dan catatan sipil khusus bagi anak muda atau pasutri muda baik yang sudah menikah maupun belum menikah.

Pelayanan di Dinas Dukcapil menurut Don Bosco, selain memberikan pelayanan administrasi kependudukan sesuai dengan menu dari Pusat seperti E-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Nikah juga Akta Kematian, Dukcapil Nagekeo juga harus memulai untuk mengubah (edit) kembali kolom pekerjaan yang tertera dalam setiap KTP khusus kaum muda sesuai dengan kondisi real dalam kegiatannya sehari-hari.

“Kita punya agenda pengembangan pemberdayaan masyarakat dan sasaran kita itu pada kaum muda. Tugas kita mengubah kembali di kolom pekerjaan seluruh KTP anak muda baik yang tergabung dalam OMK, Remaja Masjid sampai dengan Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya. Kita harus bisa membuatnya dengan lebih spesifik” ungkap Bosco Do dalam sambutannya saat melantik Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Nagekeo yang baru Hilldegardis Mitha Kasi di lantai ll aula VIP Kantor Bupati Nagekeo pada Kamis 28 April 2022.

Don Bosco menyampaikan, tujuan utamanya ialah, agar menu-menu bantuan dari Pemerintah baik pusat maupun daerah dapat dengan menyasar kawula muda sesuai dengan pekerjaan yang digelutinya. Sebab, fakta saat ini masih banyak pemilik KTP kaum muda saat ini pada kolom pekerjaan masih berstatus pelajar maupun wiraswasta.

Setelah status pekerjaan diubah kembali dan terkoneksi dengan benar sampai ke Pusat, Pemerintah Daerah kata Bupati, melalui Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Pangan dan Dinas Koperindag dapat dengan mudah mengintervensi skema bantuan baik secara personal maupun komunal sesuai dengan kategorinya.

Oleh sebab itu, kepada Hilldegardis Mutha Kasi, Kepala Dinas Dukcapil yang baru dilantik Bupati menyarankan agar, program ini segera dijalankan dengan melakukan safari keliling, menggandeng berbagai pihak sepeti tokoh agama untuk dapat mendata dan mengubah kembali KTP anak muda.

“Kita persiapkan menuju generasi emas tahun 2045 menyiapkan masyarakat yang kompetitif menguasai produk sehingga nampu bersaing” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Nagekeo Hilldegardis Mutha Kasi yang diwawancarai usai acara pelantikan mengungkapkan bahwa strategi yang akan dilakukan Dukcapil Nagekeo ke depan yaitu pelayanan administrasi kependudukan secara komperhensif.

Artinya, ketika ada pelayanan administrasi kependudukan khusus anak muda ataupun pasangan muda akan dilayani beberapa produk Dukcapil sekaligus seperti KTP, KK akta nikah maupun akta kelahiran bagi yang sudah memiliki anak di waktu bersamaan.

“Untuk anak-anak muda yang belum menikah terutama untuk pengajuan proposal dalam menjalankan usaha kita harus terlebih dahulu memperbaharui (update) data base sesuai dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) khusus kolom pekerjaan, sehingga sinkron dengan apa yang digelutinya. Kita telusuri dulu data base baru diumumkan seluas-luasnya kepada masyarakat ” jelasnya.

Mantan Camat Keotengah ini menyatakan bahwa dalam menyukseskan program tersebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai unsur diantaranya tokoh agama melalui organisasi kepemudaan seperti OMK, Pemuda Kristen dan Remaja Masjid.

Lebih lanjut, Ia menegaskan Dukcapil Nagekeo dalam praktek pelayanan seluruh administrasi kependudukan bagi masyarakat sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

“Saya pastikan bahwa tidak akan terjadi pungutan pungutan liar (pungli), tidak ada calo datang langsung dan akan dilayani secara langsung, kalau masyarakat melihat administrasi kependudukan dan catatan sipil ini sebagai suatu kebutuhan wajib, bukan hanya sebatas suatu tuntutan administrasi semata” pungkas Dia. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 238

Translate »