Berikut Penekanan Bupati Nagekeo saat Pimpin Apel Kesadaran Korpri dan Hardiknas

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bertindak selaku Pembina Upacara pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Nagekeo yang dipadukan dengan Apel Kesadaran Korpri  bertempat di Halaman Kantor Bupati Nagekeo Selasa, 17 Mei 2022.

Hadir saat upacara,  Forkopimda Kabupaten Nagekeo, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, ASN Lingkup Pemda Nagekeo Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat  Administrator, Pengawas dan Pelaksana, Para Kepala Sekolah, para Guru  serta tamu undangan lainnya.

Dalam pedoman pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022, dijelaskan bahwa di tetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres RI Nomor 316 tahun 1959, merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di negara ini, dan dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889.

Peringatan Hardiknas yang diselenggarakan tanggal 2 Mei tidak hanya semata-mata untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku bapak perintis pendidikan nasional namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan. Selain itu kita juga, kembali mengingat filosofi dari nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia.

Namun di tengah pandemi Covid 19 yang masih melanda negeri ini, upacara bendera peringatan Hardiknas diselenggarakan secara minimalis dan terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dengan mengusung Tema ” PIMPIN PEMULIHAN, BERGERAK, UNTUK MERDEKA BELAJAR.

Bupati Nagekeo selaku Pembina Upacara pada kesempatan tersebut membacakan langsung  Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.

“Selama 2 tahun terakhir banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya. Hari ini adalah bukti-bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba.  Kita tidak hanya mampu melewati tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan” kata Menteri Nadiem.

Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini  kurikulum merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan jarak yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

“Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena assesment nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid tetapi sebagai bahan refleksi, agar guru terus terdorong untuk belajar,  supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman 3 dosa besar pendidikan” ujarnya.

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka, itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi untuk terus menggerakan pemajuan kebudayaan.

Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia tetapi sudah digabungkan sampai ke negara lain melalui presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G-20.  Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun kita belum sampai di garis akhir, maka tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak.  Ke depan, masih akan ada ingin yang kencang angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar.

Setelah membacakan Pidato Mendikbudristek, Bupati Nagekeo menambahkan beberapa point penting terkait pendidikan. Menurutnya, Pemerintah Nagekeo telah bekerja sama  dengan beberapa lembaga dalam upaya mendukung pendidikan di Nagekeo.

Pemkab Nagekeo sudah melakukan kegiatan bersama Inovasi, Sulinama, Taman Bacaan Pelangi, Plan International dan beberapa lembaga lokal yang mendukung kita melakukan usaha perbaikan dari PAUD, SD, SMP dan SMA.

“Paud kita tekankan pada pendidikan karakter. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga sudah ada kerinduan dari mereka sejak dini untuk berkumpul bersama teman-teman, pembimbing dan para guru. Di SD fokus kita pada kelas awal, literasi (baca tulis)  numerasi (tambah, kurang, kali, bagi) harus kita selesaikan pada 3 tahun pertama” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Bupati di kelas 4,5,6 itu anak-anak dibanjiri dengan buku,ditargetkan setiap minggu membaca satu buku cerita atau cerpen,  tujuannya agar membuka cakrawala anak untuk mengenal alam raya, tata surya, alam raya, mengenal semua kehidupan  dari kutub sampai  khatulistiwa.

Sehingga di SMP, guru mata pelajaran atau kepala sekolah harus mampu memetakan minat dan bakat masing masing anak.  Memastikan anak-anak ini belajar mata pelajaran yang mendukung minat dan bakatnya ini yang namanya merdeka belajar.

“Pada akhir  tahun ke-9 pendidikan atau kelas 3 SMP, para guru mata pelajaran dan kepsek memberikan rekomendasi kepada anak untuk melanjutkan ke sekolah vokasi seperti STM,SPP atau  melanjutkan ke SMU sehingga kita tidak menciptakan sebuah generasi yang hanya menunda kegagalan. Mereka bisa memilih sekolah yang sesuai minat dan bakat nya dan kemampuan dukungan finansial nya.” jelas Bupati Don.

Bupati berharap agar anak- anak dipersiapkan secara baik sejak dini sehingga kelak mampu berkompetitif dalam persaingan dunia.

“Kita sudah mendengar tekad bangsa ini, sekarang kita berada di dua puluh negara terkemuka di dunia G-20 dan pada ulang tahun  ke 100 di tahun 2045  kita bertekad untuk menjadi 5 negara termaju di dunia.

Pekerjaan kita sekarang adalah menyiapkan generasi kita. Setiap mereka adalah orang -orang  yang siap berkompetisi dengan masyarakat dunia, itu artinya genarasi emas kita di 2045″ katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan SK Purnabakti  kepada 4 orang ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Penyerahan Tropy dan  Hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Dasar Tingkat Kabupaten Nagekeo yang diselenggarakan pada tanggal 26 s/d 28 April 2022 yang lalu” (Merry / Tim Humas NK)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 320

Translate »