Bupati Nagekeo Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas SDN Mauwaru

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Mauponggo, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung dan sejumlah fasilitas SDN Mauwaru, di Desa Lokalaba pada Rabu, 18 Mei 2022.

Dalam kunjungan tersebut Bupati dan rombongan didampingi Camat Mauponggo Leonardus Loda, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompomcam) Mauponggo, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Gerindra Adrianus Watu, dari partai Perindo Bruno Sawi Toyo dan Kepala Desa Lokalaba. Turut hadir pada kesempatan itu tokoh adat, tokoh masyarakat, dewan guru, komite sekolah dan orang tua wali.

Dalam dialog singkat, Bupati Don Bosco berkesempatan menyampaikan beberapa catatan penting yang wajib dijalankan oleh dewan guru dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

Menurut Don Bosco, menjadi guru merupakan sebuah amanah dan panggilan hidup. Karena itu seorang guru harus bisa memberi sesuatu yang lebih kepada anak didiknya. Ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian para guru di sekolah yakni soal bahaya intoleran siswa di sekolah, buyling, dan kekerasan seksual terhadap anak.

“Jadi Ibu Bapa guru harus perhatikan betul ini, sebab kekerasan seksual pada anak justeru banyak yang datang dari orang yang berkuasa dan yang selalu dekat dengan anak. Jadi kepala sekolah, guru kelas harus memperhatikan tiga hal yang saya sebutkan tadi” ungkapnya.

Bupati berharap, renovasi dan peningkatan fasilitas pendidikan dapat dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas anak didik. Salah satu strategi meningkatkan mutu pendidik anak adalah, sekolah harus bisa menyiapkan minimal satu guru penggerak.

“Harus ada guru penggerak, dia ini yang akan menjadi lokomotif, menyeret dan menarik guru lain, mardeka belajar yang didengungkan, fokus kita pada anak, guru penggerak akan mencari model, anak harus bisa dirangsang minatnya, hari ini akan diajar apa? Guru memang harus jauh lebih kreatif, tidak hanya berdasarkan buku ajar” katanya.

Don Bosco menegaskan, kepala sekolah dan dewan guru harus lebih fokus pada tugas pokok sebagai tenaga pengajar, yakni fokus pada perkembangan anak dengan cara memetakan capaian kompetensi siswa lebih khusus siswa di kelas awal.

“Bangunan hanya fasilitas penunjang, yang utama perhatian anak didik, ibu harus tau minimal komputensi yang dicapai anak didik, bangunan itu urusan komite, guru fokus ke anak. Isi otak anak tugas ibu guru. Dengan cara begitu kita bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita, menjadi guru itu panggilan bukan terpaksa, sehingga mengerjakan harus dengan hati” katanya.

Kepala SDN Mauwaru, Nur Aini H Ali Ebas menjelaskan bahwa SDN Mauwaru menjadi satu dari 9 sekolah di Kabupaten Nagekeo yang pada tahun 2022 ini mendapat alokasi dana dari Kementerian PUPR untuk merenovasi sejumlah fasilitas sekolah.

Ia menjelaskan, adapun sejumlah fasilitas yang saat ini tengah dibangun meliputi, ruang kelas, rumah guru dan pagar sekolah. Selain itu ada renovasi beberapa bagian plafon bangunan lama juga sedang dikerjakan saat ini.

Sementara itu, Adrianus Watu mewakili lembaga DPRD Nagekeo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang sudah mengalokasikan anggaran renovasi pembangunan SDN Mauwaru.

“Saya mewakili masyarakat Lokalaba dan Wolotelu, menyampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati yang sedianya sudah mendengar, melihat dan menjawabi keluhan kami. Dari dalam diri Pak Bupati bersama Pak Wakil Bupati sungguh memperhatikan kami, ini sesuatu fakta yang tidak bisa kita pungkiri” katanya.

Politisi Gerindra asal Maukeli ini juga berharap agar peningkatan kualitas fasilitas gedung sekolah dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan di SDN Mauwaru ke depannya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 164

Translate »