TP PKK Kecamatan Aesesa Menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Stunting di Desa Aeramo

Mbay, nagekeokab.go.id – Tim Penggerak PKK Kecamatan Aesesa bersama PKK Desa Aeramo dan sejumlah staf dari Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan sosialisasi dan rembuk stunting di desa Aeramo, Kecamatan Aesesa pada Jumat (19/05/2022).

Kegiatan ini dihadiri Camat Aesesa Yakobus Laga Kota, Kepala Desa Aeramo Dominikus Biu Dore, Kader Posyandu, Bidan Desa dan puluhan keluarga terdampak stunting. Hadir pula pada kesempatan tersebut anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur asal partai Perindo Gonzalo Muga Sada.

Ketua TP PKK Kecamatan Aesesa Irmina Sia Dinda dalam paparannya mengatakan, persoalkan stunting merupakan suatu masalah yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Kami dari Tim Penggerak PKK bersama teman-teman begitu prihatin dengan tingginya angka stunting lebih khusus di desa Aeramo ini. Saya bersama dengan teman-teman mencoba secara swadaya, memberikan makanan tambahan  di bulan April kemarin. Kami juga bermitra dengan orang-orang yang peduli dengan anak-anak stunting ini” katanya.

Stunting menurut Dia, yang paling penting adalah bagaimana para orang tua memperhatikan betul pola asuh anak di dalam keluarga, sebagaimana memenuhi standar 3 A, yakni Asi, Asuh dan Asah.

Desa Aeramo, diketahui merupakan desa dengan angka stunting tertinggi dengan anak terdampak stunting berjumlah 48 anak tahu 2022. Sebagai Ketua TP PKK Kecamatan, Ia mengapresiasi keberhasilan Desa Aeramo yang bisa menurunkan angka stunting dari 48 anak menjadi 35 data per hari ini.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Desa Aeramo, Beatrix mengungkapkan bahwa, dalam upaya memerangi stunting, PKK bersama semua stekholder di desa melakukan beberapa langkah strategis.

“Pertama kita lakukan sosialisasi berkaitan dengan apa itu stunting kepada masyarakat khususnya keluarga terdampak, kemudian kita juga turun langsung ke keluarga-keluarga melalui kelompok Ibu-Ibu, ada Dasawisma di RT masing, sehingga kita bisa mendata dengan detail dan bisa mengetahui bagaimana kehidupan nyata di dalam keluarga” ungkapnya.

Beatrix mengatakan, ke depannya PKK melalui Dasawisma akan terus gencar mendampingi keluarga terdampak stunting lebih khusus kepada keluarga muda maupun para calon Ibu di wilayah Desa Aeramo.

PKK kata Beatrix, juga menggandeng pihak sekolah dan tokoh agama, dalam upaya memberikan edukasi dan sosialisasi stunting kepada masyarakat Aeramo. Dia berharap, kerjasama lintas sektor baik itu PKK, Pemerintah Desa, Posyandu, Bidan Desa hingga masyarakat dapat ditingkatkan sehingga angka stunting di Desa Aeramo bisa mencapai nol kasus.

“Harapan saya kerjasama lintas sektor ini dapat ditingkatkan, lebih khusus kepada masyarakat khususnya peran ibu dan bapak juga dalam keluarga agar bisa memperhatikan pola asuh anak, yang paling penting itu dari keluarga sendiri” ungkap Dia.

Terpantau dalam kegiatan tersebut, 35 anak terdampak stunting mendapatkan bantuan makanan tambahan berupa telur, susu dan kacang hijau yang diberitakan secara gratis oleh Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur asal Kecamatan Boawae Gonsalo Muga Sada. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 120

Translate »