Pemkab Nagekeo Komitmen Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Kupang, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur berkomitmen mendukung Inplementasi Kurikulum Merdeka. Hal tersebut disampiakan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco dalam Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi NTT di ruang Rapat Gubernur NTT pada Senin 6 Juni 2022.

Rapat ini dihadiri oleh beberapa Kepala Daerah yang bekerja sama dengan Program INOVASI untuk anak-anak NTT antara lain Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya dan Wakil Bupati Ngada. Hadir dalam acara ini Mr.Mark Heyward Direktur Program INOVASI, Danita Limbu BPMP NTT dan Yandi Snae  dari BPMP NTT.

Hadir mendampingi Bupati Don Bosco, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantinus Minggu dan Kepala Bidang SD Aziz Ajo Bupu.

Dalam pemaparannya, Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa, peningkatan literasi dan numerasi terutama siswa di kelas awak menjadi prioritas Pemkab Nagekeo sejak awal periode.

Dikatakan Bupati, dalam mendukung peningkatan literasi Pemkab Nagekeo menjalin kerja sama dengan dangan berbagai pihak seperti Taman Baca Pelangi, Yayasan Sulinama, VWI, Plan dan Inovasi.

“Data yang sangat mengejutkan itu literasi dan numerasi sangat buruk di Nagekeo. Ketika awal saya menjabat pada Juni 2018, ini yang saya kebut. Ketika Presiden merencanakan generasi emas di tahun 2045, ini pekerjaan yang musti kita siapkan benar” ungkap Don Bosco.

Menurut Don Bosco, kesenjangan pendidikan (Learning Gap) yang terjadi di antara anak-anak di Nagekeo (misalnya antara anak pegawai dan orang kebanyakan) sudah berlangsung sejak dahulu.

Kabupaten Nagekeo lanjut Don Bosco memiliki Sekolah Dasar sebanyak 180 sekolah dan guru berjumlah 1989 orang dengan total siswa-siswi 18.928 orang. Secara keseluruhan Kabupaten Nagekeo memiliki pelajar dari SD hingga SMU berjumlah 39.

Upaya yang dilakukan Pemkab Nagekeo dalam mendukung Program Implementasi Merdeka Belajar adalah menuntaskan literasi dan numerasi siswa kelas awal (1, 2 dan 3).

“Kita targetkan mereka setiap minggu minimal siswa membaca 1 judul buku, sehingga di kelas 4,5 dan 6 mereka bisa mengenal dunia melalui bacaan, sehingga ketika siswa di bangku SMP nanti bisa menggali bakat dan minat anak” ungkap Don Bosco.

Tujuannya adalah pada akhir tahun ke 9, siswa-siswi yang sudah lulus SMP tidak secara bergerombol masuk ke SMU, akan tetapi dipetakan sesuai dengan minat masing-masing, baik ke SMU maupun ke sekolah advokasi (SMK).

Don Bosco mengatakan, salah satu wujud dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka adalah dengan cara menambah buku bacaan non teks ramah anak.

“Di era IT ini kami juga sudah melakukan assessment kemampuan IT para guru, kepala sekolah dan pengawas sampai ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah ada Fasilitator Daerah perlu juga ada fasilitator sekolah. Masing-masing sekolah 2, 1 untuk kelas rendah dan 1 untuk kelas tinggi” jelasnya.

Bupati mengatakan Pemkab Nagekeo juga melakukannya perluasan jangkauan konektivitas IT bagi guru, siswa dan tenaga kependidikan. “Inilah yang ingin kami lakukan ke depan, di era IT yang ingin kami lakukan adalah melakukan assessment kemampuan IT para guru, kepala sekolah dan pengawas sampai ke Dinas Pendidikan” jelasnya.

Komitmen selanjutnya kata Don Bosco, melalui Dinas Pendidikan P dan K dengan mengalokasikan anggaran Rp. 524.315.800 untuk Pelatihan Literasi, Kepemimpinan Pembelajaran dan Transisi Bahasa.

Pemkab Nagekeo juga melanjutkan kerjasama dengan Balai Guru Penggerak, BPMP, Kantor Bahasa NTT dan Kampus STKIP Citra Bakti, Ngada.

“Kita ingin apa yang kita rencanakan ini mempunyai legal standing sehingga jelas pemaparannya dalam APBD” ungkap Don Bosco. (RSN/Sevrin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 102

Translate »