Buka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, Ini Harapan Bupati Nagekeo!

Mauponggo, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata menyelenggarakan pelatihan pengelolaan Desa Wisata.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga (3) hari sejak Rabu 8 Juni hingga Sabtu 11 Juni 2022 di Desa Wisata Ululoga, Kecamatan Mauponggo dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta dari 19 desa wisata yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Nagekeo ini dibagi dalam dua (2) sesi yaitu pelatihan di Desa Ululoga dan kunjungan lapangan di Pantai Wisata Enagera, Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo.

Dalam pelatihan ini Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo menghadirkan dua (2) narasumber dari Destination Management Organiztation (DMO) Flores yang berkedudukan di Ende, Flores yakni Sevnita Saptrya Titus dan Alfonsius Sumarno Patu.

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pemimpin lokal di desa agar lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa dengan mengoptimalkan potensi wisata yang ada di desa.

Sedangkan sasaran yang harus dicapai dari pelatihan ini antara lain peserta mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan, mengetahui dan memahami pentingnya Sapta Pesona dalam mewujudkan masyarakat Sadar Wisata.

Peserta juga diharapkan mampu memahami pengembangan kelembagaan pengelola potensi wisata di desa serta pengembangan dan pengelolaan produk pariwisata di desa.

Sasaran berikutnya ialah, adanya keberpihakan para pengambil kebijakan di tingkat desa melalui kebijakan anggaran untuk mendorong keterlibatan kelompok pengembang pariwisata yang ada di desa dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di desa agar layak dikunjungi.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan singkatnya meminta para peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara baik sehingga dapat menghasilkan output dapat mengembangkan potensi desa wisata masing-masing ke depannya.

Bupati berharap, setiap Desa wisata diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan yang bersumber dari potensi lokal minimal satu desa satu produk. “One Village One Product, itu konsep yang akan dikembangkan di desa” pesan Bupati.

Meski pada umumnya pola hidup masyarakat Nagekeo lebih banyak mengikuti trend modernisasi, akan tetapi guna menarik wisatawan untuk bisa betah dan tertarik mengunjungi desa wisata, Don Bosco menyarankan agar para pelaku wisata di desa, mempertahankan kekhasan asli daerah masing-masing.

Kekhasan yang dimaksud adalah, selain produk lokal seperti kuliner, potret desain kampung adat maupun rumah adat serta ritus budaya dan juga ritual adat yang merupakan warisan leluhur secara turun-temurun.

Para pelaku wisata dan dan masyarakat di desa harus mampu membawa wisawatan lebih khusus tourist asing untuk bisa berbaur bersama masyarakat.

Sebab, kata Bupati, wisawatan asing saat ini lebih cenderung mengunjungi suatu destinasi wisata sekaligus mengetahui serta merasakan apa yang menjadi kebiasaan masyarakat lokal.

“Wisawatan itu ingin terlibat dalam aktivitas sehari-hari kita, wisawatan sekarang itu mau mengalami, wisatawan asing tidak lagi datang dengan rombongan besar mereka datang dengan rombongan kecil atau perorangan dan mau menginap dengan kita” katanya.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo lanjut Bupati Don Bosco, sudah mengembangkan lima (5) zonasi wisata menjadi Ring of Tourism yakni Ring of Mbay, Ring of Ebulobo, Ring of Kota Jogo-Kinde, Ring of Koto dan Ring of Lena dan lima Ring ini menjadi hal penting untuk mendukung perkembangan pariwisata Nagekeo.

Diharapkan, masyarakat dan para pelaku wisata di lima zonasi ini bisa menghidupkan kembali ritus dan tradisi budaya warisan leluhur dengan menerapkan kalender budaya secara baik seperti berburu, berkuda, tinju adat, hingga mencari ikan dengan cara tradisional.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mempromosikan potensi wisata melalui cerita (story telling) sebab, selain tradisi budaya, produk lokal dan lain sebagainya, hal yang paling diburu oleh wisatawan asing adalah cerita. (RSN/Sevrin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 290

Translate »