Nagekeo The Heart of Flores, Memikat Tour Operator Sebagai Destinasi Utama Wisata Pulau Flores

Mbay, nagekeokab.go.id – Slogan Nagekeo The Heart of Flores menjadi pemantik sektor usaha jasa pariwisata untuk menjadikan potensi wisata kabupaten Nagekeo sebagai daerah tujuan wisata unggulan pulau Flores.

Salah satunya adalah tour operator Indonesia Extraordinary Trip atau tripXindo yang telah membawa wisatawan ke pulau Flores dari pintu masuk Pulau Bali dengan tema The Heart of Flores Nature & Cultural Tour . Tour Itinerary  dari travel pattern yang dibuat oleh tripXindo selama 7 hari 6 malam dimulai dari pulau Bali mendarat di Bandara Soa Ngada dilanjutkan menuju pemandian air hangat Mengeruda, menikmati savana di Olakile Boawae dan ditutup dengan berkunjung di Kampung Adat Nunungongo Aesesa Selatan.

Pada hari kedua, tema wisata alam dan budaya Nagekeo dinikmati oleh tamu sejak pagi hari yang dimulai dengan kunjungan edukasi di Showroom Kreatif Dekranasda untuk mengamati kerajinan UMKM mulai dari tenun, anyaman, batok kelapa hingga mencicipi makanan khas seperti kripik Muku atau pisang dan Kopi Ebulobo.

Pengrajin tenun di Nggolombay sebagai salah satu kelompok penghasil tenun Dowik dan Ragi Mbay tidak luput dari kunjungan wisatawan dan diakhiri dengan menikmati matahari terbenam sembari minum kopi di Bukit Kesidari.

Hari Ketiga, wisatawan menikmati kunjungan wisata alam di Bukit Weworowet Nggolonio  dan melanjutkan menuju perjalanan menuju Bukit Rohani Lena Kecamatan Nangaroro. Dilokasi tersebut, mereka telah disambut dengan hangat oleh warga masyarakat desa Degalea sebagai Local Guide wisata religi yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan kabupaten Nagekeo.

Menurut wisatawan yang beragama Katolik menyampaikan bahwa Bukit Rohani Lena memiliki keunikan sebagai tempat beribadah karena berada pada bentang alam pegunungan yang asri, tenang, sejuk, dan membutuhkan energi yang cukup menuju puncak bukitnya, oleh karena itu dirinya dapat berdoa lebih khidmat.

“Fasilitas, sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk kenyamanan, keamanan, dan kebersihan perlu ditingkatkan agar keberlanjutan dari Bukit Rohani Lena dapat berlangsung baik” ujar Ria salah satu wisatawan.

Keterlibatan wisatawan dengan warga setempat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, seperti yang dialami oleh tamu ketika dapat menjadi bagian dari kehangatan masyarakat karena dapat berbincang, minum kopi, mencoba pakaian adat, seolah bukan sebagai tamu melainkan keluarga.

“Kami sangat berkesan, karena dapat disambut di rumah adat Sa’o di kampung adat Nunungongo, makan bersama, berbincang tentang budaya, dan merasakan keramahan warganya, kemasan wisata seperti inilah yang kami inginkan ketika mengunjungi Flores, dan kami mendapatkannya di Nagekeo” kata Ria yang sudah beberapa kali berkunjung ke Flores.

Aktivitas wisata dengan keterlibatan wisatawan dengan warga lokal membuktikan bahwa Nagekeo memiliki mode pengembangan pariwisata berbasis Experiential Tourism, tamu bukan sekedar Something to See dan Something to Buy , melainkan dapat memberikan pengalaman atau Something to Do, Something to Feel, Something to Learn.

Plt Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo Rustin Triatmi, S.Pd  menyampaikan, bahwa budaya dan alam berbasis kawasan menjadi Unique Selling Point daerah yang akan terus ditingkatkan untuk menggali lebih dalam potensi yang terdapat di desa sebagai destinasi  wisata desa.

Selepas melakukan perjalanan di berbagai destinasi, pada akhir rangkaian perjalanan wisatawan melanjutkan kegiatan menuju Labuan Bajo melewati Bandara Soa Ngada, adapun mereka menghabiskan waktu 3 hari 2 Malam untuk menikmati destinasi di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan destinasi unggulan lainnya di kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Rangkaian perjalanan wisatawan di pulau Flores dengan pintu masuk dari Bali  telah direspon secara apik oleh sektor bisnis dari berbagai daerah.

Travel Pattern Flores Tourism Destination perlu orkestrasi pola perjalanan wisata yang baru, salah satuhya terlebih dahulu mengunjungi kawasan Flores tengah dengan segala keunikannya sebagai nilai jual yag tinggi sebelum wisatawan melakukan kunjungannya untuk  relaksasi di ujung Flores Barat atau Labuan Bajo yang unggul pada wisata bahari” ujar Chris selaku direktur Destination Management Content tripXindo.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo mendukung pembangunan kepariwisataan kawasan Flores dan semakin percaya diri untuk maju dan berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan di daratan pulau Flores.

“Kami siap berelaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kabupaten Ende dan Ngada dalam pengembangan konsep pariwisata berbasis kawasan yang berdaya saing, berdaya sanding dan berdaya branding” kata Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do.(RSN/Sevrin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 553

Translate »