Buka Diklat Digitalisasi Koperasi, Wabup Marianus: Kejujuran Adalah Kunci

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja berkesempatan membuka dengan resmi kegiatan pendidikan dan pelatihan Digitalisasi Koperasi Bagi Pengurus Koperasi di aula Hotel Sinar Kasih Mbay pada Selasa 28 Juni 2022.

Pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo tersebut dilaksanakan selama 3 ( tiga)  hari sejak tanggal 28 Juni s/d 30 Juni 2022  bertempat di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay.

Pelatihan diikuti oleh 62 peserta mewakili 62 Koperasi yang tersebar di 7 Kecamatan di Kabupaten Nagekeo bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku koperasi dalam bidang teknologi informasi.

Dalam sambutan singkatnya, Wabup Marianus, mengatakan bahwa pada hakekatnya Koperasi dibentuk oleh karena adanya kesepakatan bersama yang berlandaskan kebersamaan bukan karena rayuan atau adanya paksaan.

“Ketika kita merasa kita susah bersama kita mencoba mengumpulkan yang kita punya walaupun sedikit supaya kita bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, yang seperti ini pemerintah tidak tutup mata” katanya.

Karena itu Wabup Marianus menegaskan bahwa, Pemerintah punya itikad baik bagaimana masyarakat yang kemarin dianggap susah itu bisa bangkit dengan cara yang mereka sudah punya.

“Contoh anggur merah itu dikasih ke koperasi yang sudah berjalan disuntik anggarannya supaya lebih berkembang tetapi kalau tidak berkembang itu menunjukan bahwa kita tidak punya itikad baik terhadap pemerintah. Pemerintah sungguh memperhatikan dan membantu kita” ujarnya.

Marianus menegaskan bahwa kejujuran adalah kunci dalam mengelola sebuah koperasi. Hanya dua hal yang dapat dilakukan agar orang menjadi jujur , yang pertama itu pembinaan karakter supaya orang lebih baik dan yang kedua adalah dengan membangun sistem.

“Ini cara yang kedua, dengan sistem ini (digitalisasi) suka tidak suka mau tidak mau semua ini dipantau” tegasnya.

Menurut Wabup sistem Digitalisasi ini juga memudahkan dalam hal pengarsipan dokumen, sebab, meskipun arsip tecatat dalam buku besar akan tetapi itu tidak menjamin dokumen tata kelola keuangan ini rapih tersimpan.

“Artinya yang fisik tetap tidak boleh dihilangkan tetapi ada juga disini (HP) tetap tersimpan dan bisa bergerak disini supaya pergerakan keuangan itu bisa terpantau dengan baik” jelasnya.

Dijelaskan Wabup bahwa Koperasi menghendaki agar kita mampu bergerak sendiri dan punya kekuatan sendiri, oleh karena itu hendaklah dikelola secara baik dan benar.

“Berapun uangnya didata kembali seluruh para saudara kita yang meminjam yang penting bapak ibu punya bukti,  ketika ditagih mereka tidak berkelit. Saya minta tolong ini uang negara kelola secara baik termasuk uang masyarakat, karena koperasi mau supaya kita bergerak sendiri, punya kekuatan sendiri oleh karena itu kelola secara baik” katanya.

Ia berharap Diklat yang dilaksanakan selama 3 hari  ke depan benar – benar membawa nilai tambah bagi semua pengelola koperasi dan  pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara baik dan benar.

“Saya harap dengan pelatihan digitalisasi bagi pengelola koperasi ini, suka tidak suka mau tidak mau harus menggunakan ini (HP). Mengapa pemerintah mengharapkan kita menggunakan ini, supaya ketika kita lupa ada jejak digital yang sudah tercatat didalamnya” jelasnya.

 

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo, Yohanes Petrus Kadu, dalam laporan panitianya mengatakan bahwa  perkembangan laju pertumbuhan teknologi komunikasi berbasis internet yang sedang terjadi saat ini, menyebabkan terjadinya perubahan secara menyeluruh di berbagai sendi kehidupan manusia.

Ia mengatakan bahwa berbagai kemudahan yang ditawarkan akibat adanya perkembangan teknologi komunikasi telah merambah ke berbagai bidang kehidupan terutama pada bidang perekonomian sehingga, keberadaan koperasi sebagai salah satu aktor perekonomian, memiliki peranan penting dalam perkonomian.

“Salah satu peranan penting koperasi yakni sebagai dasar kekuatan dan ketahanan untuk memperkokoh perekonomian masyarakat. Untuk itu, diperlukan adanya pengembangan pada koperasi agar tetap bertahan ditengah pertumbuhan laju perkembangan teknologi informasi” jelasnya.

Dikatakannya, dengan adanya digitalisasi dalam dunia perkoperasian merupakan salah satu usaha dalam mengembangkan koperasi agar mudah diakses dan tidak gagap teknologi.

“Hal ini akan memudahkan operasional bisnis koperasi dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya serta dapat menghubungkan produsen dengan pembeli melalui aplikasi berbasis digitalisasi” katanya.

Dinas Koperindag/UMKM Kabupaten Nagekeo mencatat sampai dengan saat ini terdapat 102 Koperasi yang terdiri dari 74 Koperasi Aktif dan 28 Koperasi tidak aktif. Dari jumlah tersebut terdapat 57 Koperasi

telah memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) dan yang sudah bersertifikasi NIK sebanyak 23 Koperasi.

Sampai dengan saat ini sebanyak 27 Koperasi telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk Tahun Buku 2021, dengan kategori 2 Koperasi dinyatakan Sehat, 19 Koperasi Cukup Sehat dan 6 Koperasi Dalam Pengawasan.

Adapun permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini yakni keterbatasan kemampuan teknis dan kemampuan manajerial untuk mengelola koperasi, pasalnya, berdasarkan hasil kajian dan kunjungan lapangan terdapat beberapa hal teknis yang menjadi perhatian utama dalam menata perkoperasian yaitu pencatatan keuangan, pengisian neraca, dan arus kas serta penggunaan akun-akun dalam neraca yang tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Koperasi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga sangat rendah. Hal ini disebabkan karena kemampuan SDM Koperasi dalam bidang teknologi informasi sangat terbatas. Sistem pencatatan keuangan hingga pelaporan masih dilakukan secara manual yang justru berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan kepada anggota.

“Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya harus ada peningkatan kapasitas pengurus atau pengelola koperasi yang perlu terus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan demikian dibutuhkan latihan dan bimbingan – bimbingan teknis Digitalisasi koperasi” pungkasnya. (Merry/Sevrin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 67

Translate »