Wabup Nagekeo Meletakkan Batu Pelataran Rumah Adat Suku Lea

Degalea, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja menghadiri acara peletakan baru pertama pembangunan pelataran rumah adat kampung adat suku Lea, di Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro pada Senin 27 Juni 2022.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini, Kepala Dinas BPMD/P3A Kabupaten Nagekeo Sales Ujang Dekrasano, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Kabupaten Nagekeo Wilibrodus Lasa, beberapa staf dari Dinas Pariwisata Kabupaten NagekeoNagekeo dan Bagian Humas dan Protokoler Setda.

Peletakan Batu pertama dilakukan oleh Ketua Suku Lea Ambrosius Jawa dan Wakil Bupati Marianus Waja dihadiri oleh seluruh masyarakat suku Lea.

Dalam sambutannya Wabup Marianus mengatakan bahwa Pemerintahan Kabupaten Nagekeo pada prinsipnya mendukung sepenuhnya upaya masyarakat untuk menata pelataran rumah adat.

Kehadiran Pemerintah dalam upacara tersebut, kata Marianus sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat adat. “Kalau Pemerintah memberi itu untuk kepentingan kita bersama” katanya.

Selanjutnya, Wabup Marianus memberikan beberapa catatan penting kepada warga setempat antara lain soal kehidupan sosial masyarakat Nagekeo di mana sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan pihak laki-laki atau ayah (Patrilineal).

Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu sama lain dan menghindari potensi terjadinya pertikaian yang mengatasnamakan hal ulayat.

Wabup Marianus berharap dengan adanya pembangunan tersebut masyarakat suku Lea baik yang berada di Degalea maupun yang berdomisili di luar daerah untuk tetap bersatu.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas P dan K Kabupaten Nagekeo Wilibrodus Lasa mengatakan pembangunan pelataran rumah adat tersebut dianggarkan dari DPA Dinas P dan K senilai 30 Juta Rupiah.

Wilibrodus menjelaskan bahwa pembangunan pelataran rumah adat juga merupakan amanah UU No 11 Tahun 2010 yakni Pemerintah berkewajiban melakukan pencarian benda, bangunan, struktur, dan/atau lokasi yang diduga sebagai cagar budaya.

Ia mengatakan, selain Suku Lea, Bidang Kebudayaan juga membangun dua pelataran rumah adat lainya diantara pelataran rumah adat Boamara di Kecamatan Aesesa Selatan dan kampung adat Natameze di Kelurahan Rega Kecamatan Boawae.

“Nah kita lihat di Kampung Lea ini kondisinya sudah tergerus jaman, banyak susunan batu yang sudah tidak tertata dengan baik,  akhirnya kita dengan seiring visi dan misa Bupati untuk kembali melakukan pelestarian dan perlindungan supaya cagar budaya tidak hilang dan tidak tergerus zaman” ungkanya.

Lebih lanjut, Wilibrodus mengungkapkan bahwa, dalam melestarikan budaya butuh kolaborasi kerjasama lintas sektor baik dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa hingga masyarakat setempat.

Kepala Suku Lea, Ambrosius Djawa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang sudah mengalokasikan anggaran guna membangun pelataran rumah adat.

Dengan adanya pembangunan pelataran rumah adat yang merupakan simbol persatuan Suku Lea, Ambrosius mengajak semua warga Suku Lea dimana saja berada untuk bisa menjaga dan melestarikan budaya agar tidak lekang oleh waktu.

“Kami sebagai ketua Suku, pesan kami kepada semua anggota Suku, lebih khusus kepada generasi muda, mulai hari ini mari kita jaga budaya kita sampai kapanpun agar tetap lestari” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 99

Translate »