Pemkab Nagekeo Menggelar Workshop Tim Penguji Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemkab Nagekeo melalui Dinas Kesehatan menggelar Workshop Tim Penguji Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2022.

Workshop ini diselenggarakan selama dua hari sejak Kamis 7 Juli 2022 Jumad 8 Juli 2022 bertempat di Aula Hotel Pepita- Mbay dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Peserta Workshop adalah Calon Penguji Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional sebanyak 25 orang yang terdiri dari Administrator Kesehatan (1), Apoteker (1), Tenaga Teknik Kefarmasian (2), Bidan (3), Dokter Umum(2), Dokter Gigi (1), Epidemiologi (1), Nutrisionis (1), Penyuluh Kesmas (1), Perawat (3), Perekam Medik (1), Pranata Laboratorium (2),  Radiografer (1), Sanitarian (2), Teknis Elektromedis (1), Terapi Gigi dan Mulut (2).

Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nagakeo Maria Efrida Teda Lado dalam laporan panitianya mengatakan bahwa kompetensi jabatan fungsional kesehatan adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan keterampilan dan sikap kerja pejabat fungsional kesehatan yang dilakukan oleh tim penguji dalam rangka memenuhi syarat kenaikan jenjang jabatan setingkat lebih tinggi. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2017 tentang Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan.

“Uji kompetensi jabatan fungsional ini didasarkan pada suatu kenyataan bahwa lingkup pekerjaan jabatan fungsional tersebut memiliki cakupan pekerjaan yang cukup luas, membutuhkan penugasan pengetahuan standar teoritis di bidangnya serta memerlukan penguasaan khusus secara substansial menurut tingkat keahlian pada bidang tertentu” katanya.

Selain itu, adanya tuntunan perkembangan jenis pekerjaan atau bidang garapan profesi fungsional di masa mendatang akan menuntut ketajaman pemikiran yang terspesialisasikan menurut bidang kompetensi masing-masing secara profesional. Untuk dapat mengetahui  keterukuran kemampuan pada setiap jenjang jabatan fungsional maka perlu adanya uji kompetensi.

Secara keseluruhan jumlah jabatan fungsional kesehatan sebanyak 30 jabatan fungsional dan di Kabupaten Nagekeo baru terdapat 19 jabatan fungsional yang terdiri dari; Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Asisten Apoteker, Perawat, Bidan, Nutrisionis,  Sanitarian,  Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Perekam Medik,  Epidemiolog Kesehatan, Terapis Gigi dan Mulut, Pranata Laboratorium Kesehatan, Teknisi Elektromedik, Fisioterapis, Refraksionis Optision,  Radiografer, Teknisi Transfusi Darah, Administrator Kesehatan.  Dari total keseluruhan jabatan fungsional maka masih tersisa 11 (sebelas) jabatan yang belum ada di Kabupaten Nagekeo.

Sedangkan ujian jabatan Fungsional yang sudah pernah dilakukan adalah Jabatan Perawat dan Perawat Gigi dan baru satu (1) orang yang sudah memiliki sertifikat sebagai Tim Penguji Kompetensi.  Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diselenggarakan workshop tersebut.

“Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas kerja Tim Penguji Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional, meningkatnya pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan bagi Tim Penguji Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional.  Sedangkan metode yang digunakan dalam workshop ini  adalah ceramah, diskusi dan praktek” ungkapnya.

Kepada para peserta workshop akan diberikan beberapa materi antara lain terkait Pengantar Workshop Tim Penilai Ukom, Arah Pengembangan Karier Pejabat Fungsional Kesehatan, Persiapan UKOM 30 Jabfung, Alur Perencanaan Persiapan Penyusunan Instrumen dan Pelaksanaan UKOM,  Metode Penilaian Kompetensi Jabfung Perawat, Bidan dan dokter serta Materi Anti Korupsi.

Dengan narasumbernya; Kabid SDMK Provinsi NTT Joyce Tibuludji, SKM, M.Kes; Apolonaris Berkanis, S.Kep, Ns.,M.HumKes; Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Nagekeo Maria Efrida Teda Lado, S.Kep.Ns

Bupati Nagakeo Johanes Don Bosco Do mengatakan dalam setiap kegiatan workshop, pelatihan atau peningkatan kompetensi harus dilakukan pre-test dan post-test sehingga dapat terkondisikan apa yang mau diperoleh atau peningkatan kompetensi dari kegiatan yang dilaksanakan.

“Ini workshop para penguji dapat bekal. Ini pekerjaan yang tidak ecek-ecek, pekerjaan serius, bayangkan kalian  menguji , memutuskan sesorang passing gradenya lewat atau tidak yang akan menentukan nasib orang lain. Pada akhir workshop post-testnya mengalami kemajuan. Saya berharap  mengikuti ini dengan kesadaran penuh, menilai teman, rekan sejawat oleh karena itu, perlu membekali diri dengan baik” katanya.

Menurutnya tantangan kedepan di masyarakat adalah tuntutan ekspektasi,  adanya harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan harus mampu untuk move to the next level menjadi pribadi yang makin pantas.

“Masyarakat yang kita layani berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari kita. Hasil dari belajar, pengetahuan dan keterampilan yang kita peroleh kita berikan kepada mereka yang terbaik. Kita harus mampu naik level, setiap saat  berusaha terus menerus menjadi pantas berada pada level itu agar kita semua termotivasi bisa memberikan yang terbaik” harapnya. (Merry / Tim Humas NK)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 260

Translate »