pemkab nagekeo

Aspek Wilayah

Kabupaten Nagekeo terletak di antara 8º26΄00΄ – 8º64΄40″ Lintang Selatan dan 121º6΄20″ – 121º32΄00″. Luas wilayah Kabupaten Nagekeo 1.416,96 km². Utara berbatasan dengan Laut Flores, Selatan dengan Laut Sawu, Barat dengan Kabupaten Ngada dan Timur dengan Kabupaten Ende.

Kabupaten Nagekeo merupakan Kabupaten baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Ngada, yang diresmikan pada tanggal 22 Mei 2007, melalui Undang – undang Nomor 2 tahun 2007. Pemerintahan dan komunitas Nagekeo sudah ada sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1909. Kabupaten Nagekeo memiliki 7 Kecamatan (Aesesa, Boawae, Mauponggo, Keo Tengah, Nangaroro, Wolowae dan Aesesa Selatan).

Kabupaten Nagekeo tergolong daerah yang beriklim tropis dan terbentang hampir sebagian besar padang rumput yang ditumbuhi pepohonan seperti kemiri, asam, kayu manis, lontar, mahoni, sengon, jati,dsb serta kaya dengan fauna antara lain hewan – hewan besar, hewan kecil, binatang menjalar dan binatang liar. Kabupaten Nagekeo bertopografi dari dataran, berbukit sampai gunung-gunung, dengan puncak tertinggi pada gunung Ebulobo ± 2.149 meter dpl.

Kemiringan lahan yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan dengan persentase 0% sampai dengan 15% seluas 27.071 ha atau 22 % dari luas wilayah yang sebagaian besar belum mempunyai irigasi teknis yang  memadai. Sungai  Aesesa  dengan  debit  +7 M3/detik pada musim hujan dan +3 M3/detik pada musim kemarau merupakan sumber irigasi utama pada areal persawahan Mbay yang juga merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Nagekeo.

Iklim di Kabupaten Nagekeo cenderung ekstrim dengan rata-rata 4 (empat) bulan basah yaitu bulan Oktober sampai dengan Januari dan 8 (delapan) bulan kering yaitu bulan Pebruari sampai dengan September. Struktur tanah umumnya adalah vulkanis muda, dengan klasifikasi tanah terdiri dari Mediteran, Latosol, Litosol dan Aluvial.

Hits: 30

Shopping Basket
Translate »